NovelToon NovelToon
Surat Dari Cafe Senja

Surat Dari Cafe Senja

Status: tamat
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Febriana Hanifah

*Sinopsis Singkat:*

Kafe Senja terkenal di Jogja karena satu hal aneh: setiap minggu, di meja nomor 7 selalu ada surat tanpa pengirim. Isinya selalu puisi, cerita pendek, atau nasihat yang seolah ditulis khusus untuk orang yang membacanya minggu itu.

Alya, barista baru di kafe itu, iseng buka salah satu surat yang ketinggalan. Sejak saat itu, hidupnya mulai berubah. Surat-surat itu seperti tahu masa lalunya, ketakutannya, bahkan orang yang diam-diam ia sukai.

Masalahnya… siapa yang menulisnya?
Dan kenapa surat terakhir yang datang, menyebut namanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriana Hanifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Pertemuan di Meja 7*

Senin datang lagi, tapi kali ini Alya nggak datang pagi-pagi.

Ia datang tepat jam 5 sore, dan pas banget rintik hujan mulai turun pelan-pelan.

Meja 7 udah kosong.

Nggak ada amplop cokelat dan Yap Nggak ada tulisan tangan .

Alya duduk Jantungnya berdebar aneh ..

Kayak mau ngasih surat putus, padahal yang mau diputusin gaada alias cuma selembar surat kertas.

Ia taruh amplopnya sendiri di atas meja dan di luar amplop ia tulis:

_Untuk penulis meja 7_.

“Jadi kamu emang nunggu aku?”

Suara Revan datang dari belakang dan Alya langsung menoleh.

Revan berdiri bawa dua gelas kopi panas, matanya nggak lepas dari amplop di meja.

“Aku nggak nunggu sih ,” jawab Alya pelan.

“Aku cuma mau ngerti. Kenapa aku? kenapa ga orang lain? "

Revan taruh kopi di depan Alya, lalu duduk di kursi seberangnya.

Pertama kali sejak Alya kerja di sini, Revan duduk dan ngobrol tanpa berdiri buru-buru.

“Karena kamu marah waktu baca surat itu,” kata Revan.

“Aku nulis buat Rani selama tiga tahun. Nggak ada yang pernah jawab. Nggak ada yang pernah marah. dan ggak ada yang pernah ngerasa terganggu.”

Alya menatapnya. “Jadi aku spesial karena aku marah?”

Revan ketawa kecil. Pertama kali Alya denger dia ketawa.

“Spesial karena kamu hidup. Rani nggak bisa lagi. Dan aku butuh ingat itu.”

Hujan di luar makin deras dan suara gerimis ketutup sama suara musik jazz pelan dari speaker kafe.

Alya dorong amplopnya ke arah Revan.

“Buka.”

Revan ragu sebentar, lalu buka.

Di dalam cuma ada satu halaman. Tulisan Alya masih berantakan, tapi jelas.

> _Aku bukan Rani.

> Aku Alya.

> Aku takut, aku gagal, aku capek.

> Tapi aku di sini.

> Kalau kamu mau nulis buat seseorang yang masih bisa denger… tulis buat aku._

Revan baca dua kali. Diamnya lama.

“Kenapa kamu mau?” tanyanya pelan.

“Karena aku juga butuh seseorang yang nulis buat aku,” jawab Alya jujur.

“Aku capek jadi orang yang selalu nulis buat orang lain, tapi nggak pernah ditulis balik.”

Revan mengangguk. Ia nggak bilang apa-apa lagi. Tapi tangannya, tanpa sadar, ngusap pinggir amplop itu pelan-pelan.

---

Minggu depannya, amplop cokelat itu kembali lagi.

Di dalamnya ada puisi pendek. Nggak ada nama. Nggak ada tanda tangan.

Tapi di akhir ada satu kalimat:

> _Untuk Alya, yang berani mulai lagi._

Alya baca di pojok kafe, sambil pelan-pelan nyeruput kopi.

Mas Bayu yang dari tadi ngeliatin, ketawa kecil.

“Wah, akhirnya meja 7 kerja dua arah ya, Nduk.”

Alya cuma senyum.

Ia ambil notes kecilnya, tulis balasan singkat.

> _Untuk penulis meja 7,

> Mulai hari ini, aku nggak takut tinta pertama lagi.

> —A_

---

Sejak hari itu, Kafe Senja punya kebiasaan baru.

Setiap Senin, meja 7 jadi tempat tukar surat.

Nggak ada yang tahu. Nggak ada yang perlu tahu.

Cuma dua orang di kafe itu yang ngerti, kalau kadang penyembuhan itu datang dari seseorang yang nulis buat kamu, tanpa kamu minta.

Dan cinta… kadang mulai dari surat yang nggak pernah kamu kirim ke siapa-siapa.

iya gatau ini cinta atau hanya sekedar adrenalin yang terpacu sih ya hanya dua orang itu dan Tuhan yang tau

---

*[Bersambung: – Rahasia di Balik Surat Ketiga]*

---

1
Nobitaku
baca dari awal sampai akhir mewek mulu, gimana ini thor
Febriana Hanifah: huaaa maaf ya qhaqha ceritanya melow 🥺
total 1 replies
Murti Ningsih
sampai disini ceritanya lumayan bagus
Febriana Hanifah: halo kak, Terimakasih sudah membaca Karya saya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!