NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29.

Freya hanya bisa terisak di sela-sela pasokan udara yang kian menipis. Pandangannya mulai mengabur, namun bibirnya tetap terkatung rapat. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.

Bagaimana bisa ia bersuara bahwa pria yang merenggut kesuciannya, pria yang meninggalkan jejak-jejak merah di sekujur tubuhnya, adalah Rafael? Ayah Sean sendiri. Rahasia menjijikkan itu harus ia bawa sampai mati.

​"Bicara, Freya! Jangan jadi pengecut!" bentak Sean, suaranya menggelegar di dalam kamar yang tertutup rapat. "Siapa laki-laki itu?! Apa kau menjual dirimu karena tidak punya uang untuk biaya rumah sakit ayahmu, hm? Jalang murahan!"

​"Se--an... maaf... lep--as..." Freya mencengkeram pergelangan tangan Sean yang mengunci lehernya, air matanya menetes mengenai punggung tangan suaminya. "Maafkan aku... kumohon..."

​"Hanya kata maaf? Aku tidak butuh maafmu! Aku butuh nama bajingan itu!" Sean semakin kehilangan akal sehatnya. Ia mengempaskan tubuh Freya ke lantai dengan kasar, lalu kembali berlutut dan mencekik leher wanita itu lagi. Harga diri Sean sebagai seorang Ravindra bagai diinjak-injak hingga lumat ke dasar tanah. "Kau sudah mengkhianatiku! Kau mengotori pernikahan ini!"

​Di tengah rasa sakit yang menghimpit tenggorokannya, emosi Freya yang terpendam mendadak pecah. Dengan sisa tenaga dan suara yang parau, ia membalas tatapan suaminya. "Lalu... bagaimana denganmu, Sean?! Kau... kau berselingkuh dengan adik tiriku sendiri di belakangku! Satu minggu kau pergi bersenang-senang dengan Bianca! Apa itu tidak mengotori pernikahan kita?!"

​Ucapan Freya justru membuat Sean semakin kesetanan. Matanya berkilat penuh amarah yang membabi buta. "Kau berani menceramahiku?! Aku laki-laki, Freya! Dan Bianca jauh lebih penurut daripada wanita sialan sepertimu!"

​Sean melepaskan cekikannya, namun bukan untuk menyudahi. Pria itu menyambar robekan kain rok panjang milik Freya yang terserak di lantai marmer. Dengan gerakan cepat dan kasar, ia menarik paksa kedua tangan Freya ke belakang dan mengikatnya dengan sangat kencang hingga pergelangan tangan Freya memutih.

​"Lepaskan, Sean! Sakit! Kumohon, hiks... jangan..." jerit Freya, mencoba meronta dengan sisa tenaganya yang tak seberapa.

​Sean tidak memedulikan tangisan itu. Rasa cemburu, amarah akibat penurunan jabatan oleh ayahnya, dan fakta bahwa istrinya telah dijamah orang lain menyatu menjadi kegilaan. Ia berdiri, lalu dengan kasar menarik ikat pinggang kulit miliknya.

​Plak! Crat!

​"AAAKKKHHH!"

​Jeritan histeris Freya pecah saat ujung ikat pinggang kulit yang tebal itu menghantam bahu dan punggungnya dengan membabi buta. Bunyi hantaman itu bergaung mengerikan di dalam kamar.

​"Katakan siapa pria itu! Berapa dia membayarmu untuk satu malam, hah?!" teriak Sean, kembali melayangkan cambukan kedua dan ketiga tanpa ampun.

​Plak! Plak!

​"Sakit, Sean! Cukup... hiks... ampun!" Freya berguling di lantai, mencoba melindungi tubuh bagian depannya dengan posisi meringkuk, namun cambukan demi cambukan terus mendarat di lengan dan punggungnya.

​Kekejaman Sean malam itu benar-benar tidak mengenal batas. Ia tidak peduli lagi jika ayahnya yang berada di lantai bawah mendengar keributan ini. Di mata Sean, Freya harus dihukum sampai m*ti.

​Merasa ikat pinggang belum cukup meluapkan emosinya, Sean berjalan cepat ke sudut ruangan, mengambil tongkat bisbol logam miliknya yang bersandar di dekat lemari. Pria itu kembali menghampiri Freya yang sudah terkulai lemas di atas lantai.

​Brak!

​"AGHHH!" Freya menjerit sejadi-jadinya saat tongkat logam itu menghantam tulang belikatnya. Rasa sakitnya begitu luar biasa hingga pandangannya sempat memutih.

​"Bicara, Freya! Siapa laki-laki itu?!" Sean kembali mengayunkan tongkatnya, memukul kaki dan lengan Freya bergantian.

​Brak! Brak!

​Freya tidak mampu lagi bersuara. Bibirnya bergetar hebat, mengeluarkan darah segar karena ia menggigitnya demi menahan rasa sakit yang teramat sangat. Tubuhnya benar-benar remuk. Cambukan ikat pinggang dan pukulan tongkat bisbol itu membuat luka-luka lama di tubuhnya—akibat penyiksaan yang pernah dilakukan Sean beberapa waktu lalu dan baru saja mengering—kini kembali menganga dan mengucurkan darah, menembus sisa-sisa kain pakaiannya.

**

​Sementara itu, di lantai bawah, suasana ruang kerja Rafael tampak begitu sunyi dan dingin. Setelah menyuruh Sean dan Freya kembali ke kamar, Tuan Besar Ravindra itu melangkah menuju balkon kamarnya. Ia menyalakan sebatang rokok, membiarkan asap putih mengepul di udara malam yang dingin.

​Namun, ketenangannya malam itu semu. Ucapan Freya di ruang tengah tadi terus bergema di kepalanya tanpa henti.

​'Saya bertahan di rumah ini... karena saya sangat mencintai Sean, Papa. Saya teramat mencintai suami saya...'

​Rafael mengepalkan tangannya yang bebas hingga urat-uratnya menonjol. Ia kesal. Ia marah. Dan yang paling mengusiknya adalah rasa cemburu yang teramat pekat. Bagaimana bisa wanita yang sudah ia miliki seutuhnya semalam, wanita yang ia dambakan dengan obsesi gila, justru menangis dan menyatakan cinta yang begitu tulus untuk putranya yang tidak berguna itu?

​Tok! Tok! Tok!

​Suara ketukan pintu yang tergesa-gesa memecah lamunan gila Rafael. Pria paruh baya itu mematikan rokoknya di asbak, lalu melangkah dengan gusar untuk membuka pintu.

​Di depan pintu ruang kerjanya, berdiri Bi Tina dan Bi Sofi, dua pelayan senior di mansion Ravindra. Wajah kedua wanita paruh baya itu tampak pucat pasi, dipenuhi kecemasan yang amat sangat. Mereka saling berpegangan tangan dengan tubuh yang gemetar.

​"T-Tuan... maafkan kami karena kelancangan ini," ucap Bi Tina dengan suara bergetar ketakutan.

​"Ada apa?" tanya Rafael, suaranya terdengar dingin dan tidak bersahabat.

​"Itu... Tuan Muda Sean dan Non Freya di atas..." Bi Sofi menimpali dengan panik, air mata hampir menetes dari sudut matanya. "Kami mendengar suara jeritan Non Freya dari dalam kamar, Tuan. Suaranya... suaranya sangat histeris dan seperti orang yang sedang disiksa. Kami takut terjadi apa-apa yang buruk pada Non Freya..."

​Mendengar laporan itu, rahang Rafael seketika mengeras rapat. Sepasang mata elangnya berkilat mengeluarkan aura membunuh yang teramat pekat. Peringatan keras yang ia berikan di ambang pintu tadi ternyata langsung dilanggar oleh putranya sendiri.

​Tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada kedua pelayannya, Rafael langsung naik pitam. Ia melangkah lebar, setengah berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua.

Setiap langkah tegapnya memancarkan kemarahan mutlak seorang Tuan Besar yang miliknya baru saja disentuh oleh orang lain. Pintu kamar Sean dan Freya menjadi tujuan utamanya malam itu.

*

*

*

#jangan lupa like, coment, gift, dan vote 🙏

1
Mita Paramita
lanjut Freya 💪💪💪
Reni Anjarwani
makin seru up doubel trs thor😍😍
MissSHalalalal: lanjut besok ya 🙏
total 1 replies
Reni Anjarwani
makin seru up doubel trs thor
Mita Paramita
lanjut Thor bikin Freya naksir berat sama Rafael atau cemburu 🤣🤣🤣
+62
lanjutkan papa.. harus jual mahal donk 🌚
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up trs
Kasmawati Ambosakka
lanjut
MissSHalalalal: update besok ya kak🙏
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
MissSHalalalal: update besok ya kak
total 1 replies
Mita Paramita
kumpul keluarga klan Ravindra mungkin mau ngelamar Freya 😍😍😍
MissSHalalalal: maunya gitu sih. tapi Freya mau GK nih
total 1 replies
Mita Paramita
kumpul keluarga klan Ravindra mungkin mau ngelamar Freya 😍
Sh
Met holiday, biar pulang bawa ide segudang, fresh menghadapi dunia persilatan 🤣
MissSHalalalal: yg ada pulang-pulang cape kak. 🤭😄
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
+62
plok2 lagi sama papa🥺
Sh
suka tapi tokoh wanita selalu sengsara,kapan bahagia nya
Kamsia
y ktnya bawa appun gak bisa ini ad penjaga bnyak lepas sudah freya di bawa.
+62
ah papa🌚
Reni Anjarwani
lanjut thor makin seru bgt thor
Mita Paramita
Rafael tanggung jawab banget jagain Freya 💪 kasian tuh masa gak dikasih kesempatan kedua🤣🤣🤣
MissSHalalalal: kesempatan dalam kesempitan nih😄
total 1 replies
+62
🌚
Piyah
langsung nikah aja freya
Sh: belum boleh, baru aja diwawancara ga ada hubungan asmara,koq tiba tiba nikah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!