NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

"Oke Daniela yang cantik like a Goddess, lo utang penjelasan sama gue!"

Todong Haruni saat Daniela baru saja kembali ke kursinya.

"Gak usah nanyain itu dulu, lo gak lihat tuh matanya natap ke sini ampe mo loncat gitu?" cibir Daniela sambil mendelik ke arah Darren. Meledaklah tawa Haruni sampai memegangi perutnya.

"Tapi suer takewer-kewer Dan, dia itu ganteng banget! Kalah tuh si Gavien, most wanted kampus kita."

"Cih, ngapain ganteng kalau gak bisa menghargai orang."

"Nah lo, ngapain mau-mauan kewong ma dia?"

Daniela tak langsung menjawab, raut wajahnya berubah sendu.

"Gue terpaksa, Run. Ini amanat terakhir dari almarhum kakeknya dia yang juga sahabat kakek gue."

Daniela melirik lagi ke arah Darren. Terlihat laki-laki itu sedang mengobrol melalui telepon. Dia sempat takjub saat melihat pria itu tersenyum. Satu hal yang tak pernah ia lihat selama mengenalnya. Beberapa saat ia terhipnotis dengan senyum menawan itu.

"Woyyy, malah bengong."

Haruni mengikuti arah mata Daniela. Langsung mengembangkan cuping hidungnya.

"Bilang aja lo terpesona kan sama dia, kaaannn? Ngaku, lo!"

"Ya enggaklah! Kalau lo tau dia itu kayak apa, jangankan kawin sama dia, kenal juga ogah gue."

"Yang bener..."

Haruni masih menggoda. Tapi Daniela menepis-nepiskan tangannya.

"Udah ah, balik yok!"

Haruni mengangguk. Dia tahu Daniela tidak bohong. Malahan muncul rasa iba di hatinya.

Keduanya pun akhirnya pergi dari situ tanpa menoleh lagi pada Darren.

***

"Daniela, lo semalam nggak ke klub ya? Padahal gue udah niat mau booking lo."

Bagas yang terkenal tengil dan sok ganteng cengangas-cengenges sambil menghalangi langkah Daniela yang akan menuju kelasnya. Perut Daniela sampai mual melihat lagaknya yang petantang-petenteng. Apalagi mimik wajahnya itu, bikin darah langsung naik ke kepala.

"Minggir, gue mau lewat!" Desis Daniela ketus dan dingin.

Bagas menoleh pada teman-temannya lalu tertawa meremehkan.

"Halah sok suci lo! Mentang-mentang habis dapat booking-an dari om-om tajir. Jangan-jangan semalam lo gak kerja karena ada job sampingan kan? Hahaha..."

"Tutup mulut busuk lo! Lagian gue mau ngapain juga ya terserah gue, emang ngerugiin lo?"

Bagas mendekat beberapa langkah, lalu mengelilingi Daniela dengan tatapan yang masih merendahkan. Lalu berhenti di sampingnya dan mendekatkan mulutnya ke telinga Daniela.

"Nggak ngerugiin gue, tapi mencoreng nama baik kampus ini!"

"Hahaha..."

Tawa Daniela meledak lalu tatapannya jatuh di wajah menjijikkan itu.

"Perlu gue beliin kaca?! Gue di kampus ini benar-benar untuk menuntut ilmu. Bahkan lo juga tau kalau gue mahasiswi berprestasi. Nah, lo sendiri? Cuma berandalan tengil, tanpa prestasi dan bisanya cuma ngabisin duit orang tua. Menggelikan!"

Daniela berdecih sinis.

Wajah Bagas langsung merah padam mendengar kata-kata frontal gadis itu. Tangannya sudah terangkat dan sepersekian detik lagi siap mendarat di pipi mulus Daniela. Tapi ada tangan lain yang menahannya.

Bagas menoleh pada si pemilik tangan itu.

Gavien!

Wajahnya semakin menggelap, lalu menepis kasar tangan pria itu yang masih menahan pergelangan tangannya.

"Nggak usah ikut campur! Urusin tuh cewek-cewek lo!" ucapnya beringas. Tapi Gavien tak menanggapinya.

"Daniela, mau ke kelas kan? Ayok bareng!" ucapnya sambil mengulurkan tangannya, meraih tangan Daniela. Meski bagas mencoba menghalangi, tapi saat Gavien menegakkan kepala dan memberikan tatapan tajam pada lelaki tengil itu, perlahan Bagas menolehkan wajahnya ke arah lain. Lalu mengajak teman-temannya pergi dari situ.

Sementara Daniela dan Gavien melangkah beriringan menuju kelas gadis itu. Setelah agak jauh dan sosok Bagas tak terlihat lagi, Daniela segera melepaskan genggaman tangan Gavien.

"Kenapa?"

"Gak apa-apa. Gak enak aja dilihatin orang-orang."

Gavien mengembuskan napasnya.

"Coba saja kalau kamu mau jadi pacarku," gumam laki-laki itu sangat pelan. Tapi Daniela masih bisa mendengarnya.

"Gue takut dikeroyok sama fans garis keras lo!" kelakar gadis itu sambil terkekeh, lalu berhenti di depan kelasnya.

"Thanks ya Vien, gue masuk dulu."

"Mmm, Daniela..."

Gadis itu menghentikan langkahnya dan kembali menoleh.

"Yup?"

"Kelar jam berapa? Pulang bareng ya?"

"Cuma dua mata kuliah, tapi sorry banget, gue lagi ada kepentingan. Lain kali ya?" jawabnya dengan mimik menyesal. Akhirnya pria itu hanya bisa mengangguk lesu lalu berpamitan ke kelasnya di jurusan Arsitektur.

Daniela menatap punggung lebar itu menjauh. Dia tau, dari awal masuk kuliah, Gavien sudah menunjukkan ketertarikan padanya. Tapi Daniela sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih fokus pada kuliahnya sampai ia berhasil. Meski sekarang terpaksa harus menikah dengan Darren. Tapi ini kan nggak akan melibatkan hati.

***

Hari yang TIDAK ditunggu Daniela pun tiba. Ini adalah hari yang akan membuat perubahan di hidupnya. Ya, ini adalah hari pernikahannya dengan Darren.

"Dan, gue rias dikiiittt aja ya, wajah lo? Lo kan mau married, masa tampil polos gitu," rayu Haruni sambil memegangi alat riasnya.

"Nggak Run, gue kan cuma nikah di catatan sipil aja. Cuma tanda tangan, tanda tangan doang. Abis itu balik."

Daniela sibuk menepis-nepiskan tangan Haruni yang coba memulaskan ini itu ke wajahnya.

"Diem Kudanil! Biar si Darren itu klepek-klepek liat pesona lo."

Haruni tetap memaksa. Akhirnya Daniela mengalah. Tapi dia tetap protes kalau riasannya itu dirasa berlebihan.

Setengah jam kemudian, mereka sudah selesai dan siap berangkat ke catatan sipil dimana Darren sudah menunggunya.

"Lo yakin gak mau pake kebaya?"

Haruni menyorot penampilan Daniela yang hanya mengenakan kemeja putih dan celana kain warna hijau emerald. Tapi tetap terlihat mempesona.

"Nggak, ngapain? Udah ah, ayo berangkat!"

Sepanjang perjalanan, Daniela lebih banyak menatap ke luar jendela dengan wajah datar. Alih-alih cemas, ia justru merasa bosan dan ingin momen ini segera berlalu. Baginya, hari ini tak lebih dari sekadar urusan administrasi yang harus ia selesaikan agar janji pada 'leluhur' terpenuhi.

Ketika mobil Haruni sampai di halaman kantor Catatan Sipil, suasana tampak sepi. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Darren di area parkir maupun pintu masuk.

"Kok dia nggak ada? Apa dia telat?" tanya Haruni sambil mematikan mesin mobil.

"Mana mungkin orang kayak dia telat. Paling udah di dalam, duduk manis sambil nunggu berkas siap," sahut Daniela santai. Ia meraih tasnya lalu keluar dari mobil tanpa keraguan.

Begitu melangkah masuk ke dalam gedung, Daniela langsung menangkap sosok Darren yang duduk tegap di salah satu kursi tunggu di depan ruang administrasi. Pria itu tampak sibuk dengan ponselnya, tidak menoleh sedikit pun meski Daniela sudah berada di dekatnya.

"Aku sampai," ucap Daniela singkat saat sudah berdiri di depan Darren.

Darren mendongak, menatap Daniela dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan menilai.

"Duduk. Sebentar lagi nama kita dipanggil," jawabnya dingin, lalu kembali fokus pada ponselnya.

Daniela hanya mengangkat bahu, lalu duduk di kursi sebelah Darren dengan jarak yang cukup lebar.

Tidak butuh waktu lama sampai seorang petugas memanggil nama mereka. Daniela dan Darren bangkit bersamaan, lalu berjalan menuju meja besar yang penuh dengan tumpukan dokumen dan map berisi akta perkawinan.

"Silakan duduk. Bapak Darren Arkhanio Callister, Ibu Daniela Arden Atmaja?" Tanya petugas itu dengan nada formal. Keduanya pun mengangguk.

Di depan mereka, dua saksi yang dibawa Darren sudah berdiri. Petugas mulai mengecek data dengan membacakan nama lengkap, tempat tanggal lahir, serta nama orang tua kedua mempelai berdasarkan berkas yang ada. Daniela hanya mengangguk singkat setiap kali ditanya untuk memastikan data tersebut benar.

"Jika semua sudah sesuai, silakan tanda tangan di sebelah sini. Dimulai dari mempelai pria, lalu mempelai wanita," instruksi petugas sambil menyodorkan map tersebut.

Darren merogoh pena perak dari saku kemejanya, langsung menandatangani kertas itu. Lalu disusul Daniela yang juga membubuhkan tanda tangannya dengan cepat.

Setelah kedua saksi ikut menandatangani berkas, petugas mengambil stempel dan menekannya di bagian tertentu.

"Selamat, sekarang kalian sudah sah secara hukum sebagai suami istri. Ini akta aslinya, silakan disimpan," ujar petugas sambil menyerahkan dokumen tersebut.

Petugas itu kemudian berdehem kecil, melirik ke arah tangan mereka yang masih polos. "Apa ada cincin yang mau dipasangkan?"

Darren terdiam sejenak, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya. Ia membuka kotak itu dan memperlihatkan dua cincin emas putih yang simpel. Lalu meraih tangan kanan Daniela dan menyematkan cincin tersebut ke jari manisnya. Ternyata ukurannya pas, padahal jarinya sama sekali belum diukur sebelumnya.

Sesaat Daniela menatap cincin yang sekarang melingkar di jarinya. Ia pun meraih cincin satunya dan melakukan hal yang sama ke jari manis Darren, tanpa menunggu laki-laki itu memintanya.

setelah iru, tidak ada tatapan penuh cinta apalagi ciuman romantis.

"Sudah. Ayo pergi. Saya ada rapat satu jam lagi," kata Darren datar. Dia langsung berdiri dan merapikan jasnya.

Daniela hanya mendengus kecil. Ia pun segera memasukkan akta miliknya ke dalam tas.

"Kamu pergi aja duluan, aku juga mau balik ke kampus. Urusan di sini sudah beres, kan?"

Daren terdiam sejenak, lalu menatap Daniela.

"Kamu sudah membereskan barang-barangmu di kosan kan? Nanti sore orangku akan menjemput kamu." Katanya. Setelah itu pergi tanpa menoleh. Membuat Daniela melongo.

"Dih, dasar nggak jelas!"

Gerutu gadis itu, lalu melepas cincin yang tadi baru disematkan dan dimasukkan ke dalam tasnya. Setelah itu iapun ke luar menuju mobil Haruni di parkir.

1
Nessa
hah? emak nya kaget 🤣
mimief
Wkwkwk dia yg ngidam...ya nak siksa aja ayah mu 🤣😭
Ariany Sudjana
Darren couvade syndrome, makanya Daniela ga merasa ngidam 😄
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!