NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengganggu

Setelah makan malam selesai, Mirra dan Julia pun kembali ke rumah mereka, Mirra juga langsung mengirim pesan chat kepada Satria.

From Mirra

Kak, lo udah di rumah apa masih sama temen lo? Btw, gue cuma mau bilang kalo gue seneng banget setelah gue tau kalo ternyata lo bakal jadi saudara tiri gue, gue lega karena lo orangnya, orang yang udah gue kenal, dan orang yang selama ini baik sama gue, semoga kita bisa terus rukun ya kak. 

Satria merasa sangat tertekan ketika membaca pesan chat dari Mirra, wajahnya juga semakin di tekuk, saat ini dia sedang duduk seorang diri di sebuah taman sambil menghirup udara malam yang dingin menusuk sampai ke relung hatinya.

" Lo seneng Mirr, tapi gue nggak, gue masih berharap kalo gue mungkin masih bisa punya kesempatan buat deket sama lo, tapi setelah semua ini, apalagi kalau orang tua kita udah nikah nanti, harapan gue pasti sirna, lo bakal jadi adek gue untuk selamanya. " Gumamnya sambil menatap ke arah layar ponsel nya dengan termenung.

Satria juga mulai mengetik pesan balasan untuk Mirra.

From Satria

Iya Mirr, syukur deh kalo lo seneng...gue juga ikut seneng...gue masih di luar, dan sorry ya, gue nggak bisa chat'an sama lo dulu. 

Dan setelah memberikan pesan balasan, Satria pun langsung menonaktifkan ponselnya karena dia sedang tidak ingin berbalas pesan dengan Mirra untuk saat ini.

Keesokannya. 

Karena hari ini hari libur, Mirra pun sengaja bangun siang...

09.00

Matahari sudah bersinar dengan begitu terangnya, sinarnya juga mulai menyelinap masuk ke dalam kamar Mirra melalui sela-sela gorden kamar Mirra. Mirra menutupi kedua matanya dengan telapak tangannya.

" Silau..." Gumamnya, lalu Mirra mulai bangun terduduk dan Mirra juga langsung memusatkan pandangan matanya pada jam dinding yang ada di dalam kamarnya. " Jam sembilan...mama pasti udah berangkat..." Ucapnya lalu beranjak dari ranjangnya, dan saat Mirra ingin masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba saja ponselnya berdering sehingga Mirra terpaksa harus berbalik dan kini kembali berjalan ke arah ranjangnya untuk meraih ponsel yang sudah ia letakkan di atas ranjangnya.

" Zian? Ngapain dia telfon gue jam segini? Kurang kerjaan banget...kalo nggak gue angkat ntar dia sebarin foto itu, ahhh, nyebelin banget sih nih orang. " Gerutunya lalu Mirra pun langsung menjawab panggilan telfon tersebut.

' Kenapa kak lo telfon pagi-pagi begini? '

'Ya nggak masalah kan gue telfon pacar gue? '

' Ini bukan di sekolah, dan ini juga hari libur, jadi bisa nggak lo jangan ganggu gue? Oh ya satu lagi, gue jadi pacar lo kalo lagi di sekolah aja. '

' Nggak bisa, gue mau ganggu lo karea gue nggak bisa tenang setelah gue tau kalo rumah lo deketan sama Angkasa. Dan soal status kita, gue nggak pernah bilang kalo kita bakal pacaran cuma di sekolah aja ya. '

' Astaga, cuma gara-gara itu? Lo nggak usah selebay itu napa? Gue juga nggak bakalan ketemuan sama Angkasa, dia juga punya kesibukan sendiri kali. '

' Tapi tetep aja, siapa tau dia curi-curi kesempatan. ' 

' Kak, udah ya...gue sama Angkasa nggak bakalan ada apa-apa juga. Udah ah, gue mau mandi. '

'Abis mandi ngapain? ' 

' Ya pake baju lah, masa mau salto. '

' Bukan itu blo*n, lo abis mandi mau keluar atau apa gitu nggak? '

' Nggak, gue di rumah aja, males juga keluar-keluar, udah ah...'

' Bener ya, awas aja sampe lo bedua-duaan sama Angkasa, gue bakal sebarin foto itu. '

'Ya, udah ah...' 

Panggilan pun berakhir, Mirra juga langsung melemparkan ponselnya keatas ranjangnya dengan wajahnya yang sudah tampak cukup kesal karena Zian.

.....

Setelah selesai mandi, Mirra mulai menuruni anak tangga, kemudian setelah itu Mirra berjalan ke arah dapur. " Sarapan apa ya? " Gumamnya sambil membuka pintu kulkas. " Ada roti, sama susu, sarapan ini aja lah. " Mirra pun mulai mengeluarkan dua lembar roti serta selai, dan juga susu cair yang ada di dalam kulkas.

Mirra menikmati waktu sarapannya seorang diri sambil sesekali menatap ke arah layar ponselnya untuk mengecek akun sosial medianya. Dan setelah selesai dengan sarapannya, dia kembali berniat berjalan ke kamarnya, namun pada saat itu, tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi.

Ting nong...ting nong...

" Siapa? " Gumam Mirra sambil berjalan ke arah pintu utama.

Mirra membuka pintu rumahnya, lalu dia melihat ke arah halaman rumahnya, dan ternyata di depan pagar rumahnya sudah berdiri seorang pria yang sudah tidak asing lagi baginya.

" Kak Zian? Tu orang nggak ada kerjaan apa? Ini hari libur bisa-bisa nya dia ke rumah. " Keluh nya sambil berjalan menuju pagar rumahnya.

Kreeekkkkkk....Mirra membuka pintu pagar rumahnya dengan wajahnya yang sudah di tekuk. " Ngapain lo ke sini kak? Lo beneran nggak ada kerjaan ya? "

" Iya, emang kenapa? Gue cuma mau mastiin lo di rumah. "

" Sekarang lo udah liat kalo gue di rumah dan nggak kemana-mana kan? Udah sana lo pulang. "

" Gue jauh-jauh dateng lo malah nyuruh gue pulang, seenggaknya suruh gue masuk kek, tamu tu di jamu. "

" Kalo tamunya orang penting pasti gue jamu, tamu nya aja orang nggak jelas kayak lo, ngapain juga gue jamu, udah sana lo pulang, cukup lo ganggu gue di sekolah, sekarang hari libur dan gue nggak mau berurusan sama lo. "

" Lo!!!" Zian terlihat sedikit emosi setelah mendengar ucapan Mirra, dan saat Zian ingin berbalik untuk kembali ke mobilnya, tiba-tiba saja motor Angkasa berhenti tepat di depan mobil Zian, sehingga Zian kembali menatap ke arah Mirra. " Kan, bener dugaan gue, untung gue di sini." Ucap Zian sambil memelototi Mirra.

Mirra hanya bisa mendengus kesal, lalu Angkasa pun mulai turun dari motornya, dia berjalan ke arah Mirra sambil sesekali menatap Zian dengan tatapan dinginnya.

" Ngapain lo di sini?" Tanya Zian pada Angkasa, namun Angkasa hanya mengabaikannya dan hanya berjalan melewati Zian begitu saja untuk menghampiri Mirra.

" Mirr, gue boleh minta tolong? " Tanya Angkasa.

Mirra ingin menjawab, namun tiba-tiba saja Zian menyerobot dan langsung berdiri tepat di hadapan Mirra, sehingga kini dia berhadap-hadapan dengan Angkasa.

" Lo mau minta tolong apa sama cewek gue? Jangan bilang lo mau nikung gue lagi ya? Kaya yang udah-udah? Asal lo tau ya, gue udah ceritain kebusukan lo sama Mirra, jadi jangan harap lo bisa deketin dia. " Zian berbicara sambil memelototi Angkasa, namun Angkasa tetap saja tampak acuh dan dia kembali mengabaikan Zian.

" Mirr, nenek sakit, gue mau bawa nenek ke dokter, lo bisa kan temenin mama di rumah sampe gue pulang dari rumah sakit? " Pinta Angkasa pada Mirra.

" Ah iya Sa, bentar ya, gue kunci pintu dulu. "

Angkasa pun mulai mengangguk.

Sedangkan Zian, dia semakin emosi karena Angkasa tampak meremehkannya, bahkan dia menganggap seperti sedang tidak ada Zian saat ini.

" Sa!!! Lo nantangin gue? Lo nggak denger gue dari tadi ngajak lo ngomong!! " Bentak Zian, namun Angkasa tetap saja acuh karena dia tidak ingin terpancing emosi, Angkasa juga sedang mengkhawatirkan neneknya sehingga dia tidak ada waktu untuk meladeni Zian. " Sa!!! Lo beneran ngeremehin gue!!! " Bentak Zian lagi sehingga Mirra yang baru saja selesai mengunci pintu rumah nya itu langsung menarik bahu Zian.

Mirra ingin melontarkan kata-kata kasar, namun dia ingat harus bersandiwara di hadapan Angkasa, sehingga Mirra terlebih dulu menghela nafasnya cukup berat dan mulai berbicara pada Zian. " Kak, please...jangan cari ribut, Angkasa cuma mau minta tolong, dan ini urgent, jadi jangan cari masalah ya..."

Zian yang awalnya emosi dan amarahnya yang tadi sudah meluap-luap pun mulai sedikit luluh karena Mirra memerankan perannya dengan cukup baik di hadapan Angkasa.

" Yaudah, tapi aku ikut kamu ya. "

" Ya..." Jawab Mirra dengan perasaan yang sudah gondok namun dia berhasil menahannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!