NovelToon NovelToon
Sopirku Seorang Mafia

Sopirku Seorang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: irma rofiah

evelyn mengakhiri hidupnya dimalam ketika supir pribadinya yang ternyata seorang Mafia, memaksa untuk menikahinya. namun setelah matanya terpejam, Tiba-tiba ia kembali ke masa lalu dimana semua kehancuran belum terjadi. Apakah langkah yang akan evelyn ambil agar tidak berakhir dengan kematian yang sia-sia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irma rofiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

semangat baru

Kelly meletakkan nampan sarapan di atas meja kecil di dekat jendela. Roti tawar isi daging yang masih hangat dan secangkir teh mengepul pelan, mengisi kamar dengan aroma yang menenangkan—kontras dengan kekacauan yang masih berputar di benak Evelyn.

Sementara itu, Evelyn berdiri kaku di depan kalender yang tergantung di dinding. Matanya menatap satu tanggal.

Besok.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Dalam ingatannya, esok adalah awal dari segalanya—hari di mana ayahnya mengadakan seleksi sopir pribadi… dan hari di mana Cristian Noah Alexander pertama kali masuk ke dalam hidup mereka.

“Jadi… semuanya benar…” bisiknya pelan.

Ia menggigit bibir, pikirannya berputar cepat.

“Apa yang sebaiknya aku lakukan…?”

Tangannya mengepal.

“Mencegah ayah mengadakan seleksi itu?” ia menggeleng sendiri, menolak ide tersebut. “Tidak… kalau Cristian tidak datang sebagai sopir… dia pasti akan mencari cara lain.”

Bayangan malam berdarah itu kembali terlintas—terlalu jelas untuk diabaikan.

“Baiklah…” napasnya ditarik dalam, mencoba menenangkan diri. “Berarti aku justru harus mendekatinya… mengawasi… dan mencari tahu rencananya.”

Keputusan itu terasa berat.

Karena itu berarti—ia harus kembali berada dekat dengan orang yang telah menghancurkan hidupnya.

Di belakangnya, Kelly memperhatikan dengan raut khawatir.

“Nona… sarapannya akan dingin,” ucap Kelly hati-hati.

Evelyn menoleh pelan, lalu memaksakan senyum tipis.

“Iya… aku akan makan.”

Namun pikirannya jelas tidak berada di sana. Dalam diam, ia kembali menatap kalender.

Besok…

Ia akan bertemu lagi dengan pria itu.

Dan kali ini— Evelyn tidak akan menjadi gadis lemah yang hanya bisa gemetar dalam ketakutan. Ia akan mencari tahu. Apa yang sebenarnya dilakukan ayahnya… dan kenapa Cristian Noah Alexander harus membunuh semuanya.

“Kelly, apa Ayah sudah berangkat ke kantor?” tanya Evelyn cepat, berusaha menutupi kegelisahan yang masih tersisa di wajahnya.

“Baru saja, Nona,” jawab Kelly lembut.

Evelyn menunduk pelan.

Rumah ini… tidak pernah benar-benar terasa seperti rumah baginya.

Ia memang anak bungsu dari empat bersaudara. Namun berbeda dengan bayangan keluarga hangat yang seharusnya ia miliki, kenyataannya justru sebaliknya.

Charlie Chaplin, kakak tertua—keras, penuh ambisi, dan selalu memandang Evelyn dengan tatapan merendahkan.

Rachel Chaplin, yang tampak lembut di luar, namun kata-katanya sering kali paling menyakitkan.

Dan Lauren Chaplin, yang terang-terangan menunjukkan kebencian, bahkan tak segan mempermalukannya di depan orang lain.

Tak satu pun dari mereka pernah menganggap Evelyn sebagai bagian dari keluarga.

Semua itu… karena satu hal.

Ia diduga lahir dari hasil perselingkuhan. Isu yang tak pernah dikonfirmasi… namun cukup untuk membuat ayahnya bersikap berbeda.

Ayahnya tidak pernah benar-benar memarahinya. Tapi juga tidak pernah… menyayanginya. Sikap pilih kasih itu terasa jelas—terlalu jelas hingga menyakitkan.

Evelyn mengepalkan tangan, menahan perasaan yang tiba-tiba menyesakkan dadanya.

“Tidak ada yang akan benar-benar peduli jika aku mati…” gumamnya pelan.

Namun ingatan malam itu kembali menghantamnya. Mereka semua… akan dibunuh dengan tragis.

Evelyn mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya kini berbeda—lebih dingin, lebih tajam.

“Kalau begitu…” bisiknya.

“Bukan karena mereka… aku harus menghentikan ini.”

Ia tidak melakukan ini demi keluarga yang tidak pernah menerimanya. Ia melakukan ini… demi dirinya sendiri. Dan demi satu jawaban yang terus menghantuinya.

Kenapa?

Kenapa Cristian Noah Alexander melakukan semua itu?

Evelyn menatap kalender sekali lagi.

Besok. Hari di mana semuanya dimulai.

“Kali ini…” napasnya ditarik dalam.

“Aku akan mulai mencoba memperbaiki apa yang sebenarnya terjadi selama ini.”

Evelyn menatap kosong ke arah jendela, pikirannya mulai menyusun kepingan-kepingan keadaan di rumah itu.

Ia tahu persis rutinitas mereka.

Charlie Chaplin pasti sudah ikut ayah mereka ke kantor. Sebagai anak sulung, ia selalu berada di sisi sang ayah—dipercaya, dibanggakan, dan dipersiapkan sebagai penerus.

Sementara itu, Rachel Chaplin jelas sedang sibuk di salon kecantikannya. Dunia Rachel penuh dengan kemewahan dan citra sempurna—sesuatu yang selalu ia gunakan untuk merendahkan Evelyn secara halus.

Dan Lauren Chaplin… pasti sudah berada di studio. Sebagai model, hidupnya berputar di antara kamera, lampu sorot, dan pujian dari banyak orang—hal-hal yang selalu membuatnya merasa lebih tinggi dari siapa pun di rumah itu.

Evelyn tersenyum tipis.

Rumah ini… kosong.

Dan untuk pertama kalinya— itu menguntungkan baginya.

Berbeda dengan mereka semua, Evelyn hampir tidak pernah pergi ke mana pun. Tubuhnya lemah, sering sakit-sakitan sejak kecil. Itu pula yang membuatnya semakin dipandang rendah—seolah ia tidak memiliki nilai apa pun.

Namun kali ini… kelemahan itu tidak akan menghentikannya.

Ia melangkah pelan menuju meja, tangannya menyentuh cangkir teh yang mulai hangat.

“Aku tidak punya banyak waktu…” gumamnya.

Besok, seleksi sopir itu akan berlangsung. Dan Cristian Noah Alexander akan datang.

Evelyn menutup matanya sejenak, mengingat setiap detail wajah pria itu, setiap kata, setiap gerakan.

Jika ia ingin bertahan… ia harus lebih dulu memahami musuhnya.

Matanya terbuka kembali—kali ini dengan tekad yang jauh lebih kuat.

“Kalau aku tidak bisa menghindarinya…” bisiknya pelan.

“...maka aku akan menyambutnya.”

Evelyn duduk di tepi meja kecil, tangannya perlahan meraih roti yang masih hangat. Ia menggigitnya pelan, lalu meneguk teh yang mulai terasa nyaman di tenggorokan. Setiap suapan terasa berbeda—bukan sekadar mengisi perut, tapi seperti mengembalikan tenaga yang sempat hilang.

Di dekat pintu, Kelly memperhatikannya dengan mata berbinar.

“Nona… Anda terlihat jauh lebih sehat hari ini,” ucapnya tak bisa menyembunyikan rasa lega.

Evelyn hanya tersenyum tipis, namun tidak menjawab.

Kelly melanjutkan dengan suara pelan, seolah masih tidak percaya, “Semalam Anda demam tinggi sampai tidak sadarkan diri… saya sudah melapor, tapi…” ia terdiam sejenak, menunduk, “tidak ada yang memanggilkan dokter.”

Tangan Evelyn yang memegang cangkir berhenti sesaat.

Tidak ada yang memanggil dokter…

Tentu saja. Itu sangat sesuai dengan bagaimana mereka memperlakukannya. Namun kali ini, ia tidak merasakan sakit hati seperti biasanya. Hatinya justru terasa… dingin.

“Aku sudah terbiasa…” gumamnya dalam hati.

Ia kembali makan hingga habis, bahkan tanpa menyisakan sedikit pun—sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya.

Kelly semakin heran.

Biasanya Evelyn sulit makan, apalagi saat baru sembuh dari demam.

Namun hari ini…

ia terlihat seperti orang yang benar-benar ingin hidup.

Evelyn meletakkan cangkirnya dengan pelan, lalu menatap ke arah Kelly.

“Kelly, ini sudah habis,” ucapnya tenang. “Aku ingin sendiri dulu. Kamu keluarlah.”

Kelly sempat ragu, namun akhirnya mengangguk.

“Baik, Nona. Jika Anda butuh apa pun, panggil saya.”

Ia kemudian mengambil nampan kosong dan keluar dari kamar, menutup pintu dengan hati-hati.

Klik.

Ruangan kembali sunyi.

Senyum tipis di wajah Evelyn perlahan menghilang. Tatapannya berubah tajam.

Ia berdiri, berjalan menuju jendela, lalu menatap ke luar dengan mata yang penuh perhitungan.

“Sekarang…” bisiknya pelan.

“Aku harus mulai bersiap.”

Besok bukan sekadar hari biasa.

Itu adalah titik awal— di mana ia akan bertemu kembali dengan Cristian Noah Alexander.

Dan kali ini…

Evelyn tidak akan menjadi korban.

1
Gricelda Pereira
💪💪💪💪 semangat truuuuus yaaa ka update nya
Gricelda Pereira
tolongg lanjuuut updateee yaaa kaa sangat baguuus
Gricelda Pereira
sangat bagus tolong dilanjutkan yaaa
Gricelda Pereira
kaaaak tolong updeat lagiiiii yaaa biaaar rameee
irma rofiah: ditunggu ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!