NovelToon NovelToon
GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: PrinsesAna

gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

El selesai sarapan bersama para pelayan di dapur, saat akan pergi sekolah langkah nya terhenti karena panggilan sang papa.

"El saya ingin berbicara dengan kamu. " ucap tuan Arya yang membuat El berbalik dan menatap papa nya itu.

"Saya sudah daftarkan kamu di sekolah yang sama dengan Deon dsn Alena, hari ini kamu sudah bisa masuk, dan ingat jangan memakai nama Leandra atau pun mengaku kenal dengan Deon dan Alena, dan juga jangan membuat masalah lagi. " ucap tuan Arya penuh penekanan.

"Iya." jawab El yang segera pergi menuju sekolah baru nya dengan mengendarai motor milik nya.

Dua puluh menit berkendara El pun memasuki gerbang tinggi sekolah internasional, sekolah elit pertama di kota tempat dia tinggal.

Kedatangan El pun mencuri perhatian para siswa dan siswi sekolah itu, apalagi penampilan El yang serba hitam, bahkan motor nya pun berwarna hitam.

"Siapa sih, kok misterius gitu ya kek nya. "

"Iya murid baru kali. "

"Bener murid baru, dan seperti nya cowok ganteng deh, liat aja dari penampilan nya. "

El sendiri membuka helm nya dan seketika para murid yang berbisik itu terkejut karena mereka pikir seorang pria tapi ternyata seorang gadis.

El sendiri tanpa memperdulikan tatapan semua nya berjalan menuju ruangan kepala sekolah setelah bertanya pada salah satu siswa yang dia temui.

El sendiri tetap berjalan menuju ruangan kepala sekolah, tanpa peduli pada bisikan semua orang tentang nya, El sangat yakin jika disini sudah pasti para siswa sering kali adu kekayaan, karena pada dasar nya siapa pun yang bersekolah disini sudah pasti anak orang kaya atau memang siswa berprestasi yang masuk karena beasiswa karena kecerdasan otak nya.

Dulu El bisa saja masuk ke sekolah ini, tanpa bantuan papa nya, hanya saja El tak mau karena dia lebih suka bersekolah di tempat biasa saja seperti sekolah lama nya.

Sampai di ruang kepala sekolah El segera menanyakan dimana letak kelasnya, kepala sekolah itu sendiri meminta El menunggu karena dia yang akan mengantar kan El kedalam kelas nya.

Saat bell sudah berbunyi El mengikuti langkah kepala sekolah itu yang mengantar nya menuju kelas.

Sebelum nya El sudah mengganti celana nya dengan rok sekolah nya, karena mengendarai motor membuat El harus memakai celana dulu dan di sekolah baru di ganti dengan rok sekolah.

"Terima kasih pak. " ucap guru yang sedang mengajar di dalam kelas itu.

"Kamu perkenalkan diri lebih dulu. " ucap guru itu kepada El.

"Gabriela Mahaputri. " ucap El singkat padat dan jelas, wajah nya tetap sama datar dan juga tatapan mata dingin nya yang membuat orang merasa terintimidasi.

"Baiklah El, kamu bisa duduk di kursi kosong disana. " tunjuk sang guru pada kursi yang kosong.

El pun menuju meja yang di tunjuk oleh guru, dan dia segera duduk dengan tenang.

Kringgg

Jam pembelajaran pun selesai, El membereskan peralatan tulis nya, setelah nya El segera menuju kantin sekolah untuk makan siang.

Walaupun El tidak mendapat jatah uang saku dari papa nya tapi El bisa membiayai diri nya sendiri dari hasil balapan yang selalu dia ikuti.

El memesan makanan nya dan memilih duduk di meja paling pojok dan jauh dari keramain, karena jujur saja dia tak suka keramain.

"Hai." sapa seorang gadis yang menghampiri El yang sedang makan siang sendiri.

"Hmm." jawab El dengan deheman, El hanya sedikit melirik pada gadis itu.

"Kenalin nama gue Risa, kita sekelas. " ucap Risa yang langsung saja duduk di kursi kosong yang ada di depan El.

El sendiri membiarkan saja, toh selagi tidak menganggu nya maka biarkan saja.

Sedangkan di sudut kantin yang lain seorang pria dan geng nya sedang memperhatikan interaksi antara Risa dan murid baru itu.

"kok gue penasaran banget ya sama tuh murid baru. " ucap Nino yang tengah memperhatikan si anak baru, bukan hanya Nino saja tapi mereka yang ada di meja itu kecuali William tentu nya.

"Apalagi gue njir, kek badas banget tuh cewek, dingin-dingin datar gitu ga sih. " ucap Bagas.

"Lo ga penasaran sama tuh cewek Al.?"Tanya Ryan kepada Al yang mata nya tak lepas memandang si anak baru.

"hmmm"

"Kek nya si bos cocok deh sama tuh anak baru, sama sama dingin kek kulkas. " ucap Nino yang hanya di dengar oleh Bagas dan Ryan menurut mereka bertiga tapi pada kenyataan nya Al mendengar semua itu dan menatap tajam ketiga nya.

"aduhh mampus gue. " ucap Nino nyengir kuda menatap Alexander sahabat nya itu.

"mampus lo No. " ucap Ryan melempar Nino dengan kentang goreng di tangan nya.

"Hahah emang enak kena lempar lo. " ejek Bagas pada Nino.

"Dasar teman dajjal lo Gas. " ucap Nino mengeplak kepala Bagas.

"Adohhh sakit woii. " ucap Bagas meringis.

"mampus lo. " ucap Nino.

"Gas noh cewek lo nyariin. " ucap Ryan pada Bagas.

"mana njir? cewek gue yang mana.? " tanya Bagas menoleh pada arah tunjuk Ryan tapi tidak menemukan siapa pun.

"Anjir emang berapa cewek lo.? " tanya Nino kepada Bagas.

"Engga begitu banyak, cuma sepuluh. " jawab Bagas seenak jidat nya dan itu membuat Ryan dan Nino geleng kepala.

"Cuma sepuluh lo bilang sedikit. " ucap Nino dengan memperlihatkan sepuluh jari nya pada Bagas.

"Lah emang dikit njir, biasa nya aja dua puluh, selagi masih laku kenapa engga. " ucap Bagas dengan wajah sok ganteng nya.

"Diam." ucap William yang sudah jengah mendengar obrolan ketiga sahabat nya ini.

"Nanti malam bakalan ada balapan liar. " ucap William pada Al.

"Terus lo mau turun Al.? " tanya Bagas pada Al.

"Al ga turun tapi Bara, karena balapan kali ini bukan cuma dua orang, tapi banyak yang ikut, takut nya bakalan ada musuh disana. " jelas Ryan yang sudah melihat dari ipad di tangan William, karena jika William yang menjelaskan sudah pasti Bagas dan Nino tak akan mengerti.

"Kapan.? " tanya Al setelah lama terdiam.

"Nanti malam di jalan xxx. " ucap William menjawab pertanyaan Al.

Al kembali diam namun mata nya masih menatap anak baru yang entah kenapa begitu membuat nya penasaran.

Tak lama bell masuk kembali berbunyi, El kembali menuju kelas nya dan di ikuti oleh Risa yang satu kelas juga dengan nya.

Risa sendiri tertarik berteman dengan El, karena menurut nya El berbeda dari murid lain yang biasa nya mendekati nya hanya karena Risa dekat dengan geng Venom.

tentu saja Risa dekat, karena Ryan adalah sepupu nya, apalagi hubungan mereka memang dekat selayak nya saudara, karena itu banyak yang mendekati Risa hanya untuk bisa dekat dengan geng Venom, jika Ryan tak akan maka mereka malah membully Risa karena itu dia tak mau berteman dengan mereka.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!