NovelToon NovelToon
Lara Di Tapal Batas

Lara Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:58.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mengulik kisah seorang pria bernama Rafael yang menerima kesepakatan menjadi bapak rumah tangga dan membiarkan istrinya berkarier di luar rumah.

Seiring bertambah usia pernikahan, kesepakatan mereka perlahan mulai mengusik ego dan jadi dilema bagi Rafael sebagai laki-laki.

》Apakah Rafael bisa bertahan menjalani aktivitasnya sebagai bapak rumah tangga dan melihat kesuksesan karier istrinya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Lara Di Tapal Batas"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03.

...~•Happy Reading•~...

Mama Juano menyadari karakter kedua anaknya bertolak belakang. Laras tegas, tapi cendrung kasar dan emosional. Sedangkan Juano lembut dan gampang tersentuh pada orang yang kesusahan.

Karakter mereka berdampak positif dan negatif. Sehingga kadang membuat mereka bertengkar dan Juano menjadi sasaran kemarahan kakaknya.

Mama Juano menghembuskan nafas panjang dan mengikuti Laras masuk ke dalam rumah. Juano dia serahkan kepada Papanya dan bersikap seola-ola tidak tahu situasi yang terjadi di luar.

~••

Di luar pagar ; Rafael terpaksa mengikuti Juano dan Papanya. Dia berharap, tidak menimbulkan kesulitan baru bagi Juano. Dia makin mempercepat langkah saat melihat Juano mau mendorong pagar. "Juan, biar saya yang dorong." Juano jadi tersenyum melihat otot lengan Rafael. Tiba-tiba Rafael menjadi idola baru baginya.

Saat memasukan mobil ke halaman, Papa Juano memperhatikan yang dilakukan Rafael dan juga interaksinya dengan Juano. Sikap dan senyum Juano menunjukan sesuatu yang berbeda saat bersama kakaknya. Dia seakan sudah lama kenal Rafael.

Setelah memarkirkan mobil, Papa Juano masuk ke ruang tamu diikuti Juano dan Rafael. "Ma, tolong siapkan minum buat kita." Ucapnya sambil menggerakan mata agar Mama Juano tidak protes atau bertanya.

"Kalian duduk dulu." Papa Juano mempersilahkan Rafael. "Ma, panggil Laras ke sini. Kita bicara sebentar sambil minum." Papa Juano meminta mereka kumpul di ruang tamu.

Tidak lama kemudian Bibi menyajikan minuman dan cemilan. "Laras dan Mama duduk di situ. Kita bicara yang dilakukan Juan, supaya tidak terjadi salah paham." Ucap Papa Juano saat Laras dan Mamanya masuk ke ruang tamu.

Papa Juano menarik nafas perlahan melihat Laras duduk dengan kesal di samping Mamanya. Sikap yang tidak sesuai dengan usia dewasa dan sudah bekerja.

"Juan, jelaskan mengapa kau mengajak Kak Rafa ke rumah ini." Papa Juano memberikan kesempatan Juano menjelaskan, bukan kepada Rafael. Sebab Juano yang tidak diberikan kesempatan oleh kakaknya.

Juan menjelaskan dari awal kejadian bertemu Rafael di halte bus. Laras dan Mamanya mendengar tapi tidak berkomentar. Papa Juano melihat Rafa mengeluarkan lipatan kertas dari saku untuk mendukung penjelasan Juano. Laras tidak bereaksi mendengar ceritanya.

"Sudah, ya. Tidak ada lagi yang bertanya." Ucap Papa Juano setelah Juano dan Rafael bercerita.

"Untuk Laras dan Juano, dengar Papa. Supaya kalian tidak seperti Tom and Jerry." Rafael melirik ke arah Laras yang duduk diam, tidak seperti sebelumnya.

"Laras, Papa dan Mama mengerti kau khawatir, karna sayang adikmu. Kau tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya. Tapi tanganmu jangan ringan memukul sebelum dengar penjelasannya. Dia sudah hampir 14 tahun."

"Tadi Laras kaget ada orang asing dalam rumah..." Laras tidak meneruskan penyebab emosinya cepat tersulut, sebab dia ingin berlalu dari ruang tamu.

"Juan, ini terakhir kali kau membawa seseorang ke dalam rumah. Kau seharusnya kasih tahu kami atau kakak, sebelum bawa orang yang tidak dikenal ke rumah."

"Iya, Pa. Tidak lagi. Juan ajak Kak Rafa masuk rumah karena pikir ada Mama dan Bibi." Juano merasa bersalah.

"Ok. Papa anggap, ini sudah clear. Sekarang minum sambil tunggu kabar dari polisi. Kalau Papa selesai mandi dan belum ada info, kita pergi tanya di stasiun." Papa Juano terpanggil untuk menolong Rafael.

Juano langsung berdiri dan memeluk Papanya. Dia sangat senang, Papanya akan menolong Rafael. Begitu juga dengan Rafael yang langsung berdiri dan menunduk hormat sebagai rasa terima kasih.

"Mama dan Laras juga boleh ikut, supaya bisa dengar sendiri." Ucap Papa Juano sambil minum.

"Aku lelah, mau istirahat." Laras menolak ikut. Papanya mengangguk mengiyakan dan tidak memaksa.

"Baik, setelah pulang, baru kita bicara lagi." Papa Juano berdiri meninggalkan ruang tamu. Disusul oleh Laras dan Mamanya.

"Kak Rafa jangan sedih lagi. Papa mau bantu." Juano mendekati Rafael dan duduk di sampingnya.

"Terima kasih, Juan." Ucap Rafael sambil mengusap kepala Juano. Mamanya yang baru masuk, jadi terharu mendengar percakapan mereka, terutama suara Rafael.

Mama Juano segera menyusul ke kamar. "Pa, baru pulang. Apa gak cape, mau pergi lagi?"

"Cape, Ma. Tapi mau bagaimana lagi, putra kita sudah bawa Rafa yang tertimpa musibah ke dalam rumah ini. Kita tidak bisa biarkan dia di luar. Juan akan pikirkan dia sepanjang malam..."

"Kau tahu dia. Kucing nyasar di luar, dia kasih makan tiap hari sampai kucing itu bisa pergi. Apa lagi Rafa. Kau gak lihat dia bawa celengan?"

"Itulah yang bikin aku gak ikut memarahi dia. Cuma aku jadi was-was dengan tindakannya. Padahal kita sudah ingatkan wanti-wanti, waspada pada kejahatan jaman sekarang."

"Ya, mau bagaimana lagi. Diberikan anak dengan hati seperti iu. Seperti kita menerima sikap keras Laras."

"Maksud Papa?"

"Tutup pintunya, jangan sampai ada yang menerobos masuk." Papa Juano menggerakan kepala ke arah pintu sambil membuka pakain kantor.

"Tadi aku lihat Rafa di taman dan mendengar cerita Juan, aku yakin dia tidak berbohong. Kecuali dia aktor film atau pemain drama. Raut wajahnya sangat sedih, walau sudah berusaha tegar."

"Setelah dengar cerita Juan, aku yakin dia terpukul kehilangan ranselnya. Itu sepeti seluruh masa depannya ikut dirampok."

"Bayangan sendiri di sini, tanpa uang dan identitas. Seperti dilepas ke dalam gua gelap dan tidak tahu ujungnya di mana."

"Iya, Pa. Tadi dengar cerita Juan, aku jadi mengerti dan kasihan padanya."

"Aku berpikir, kedatangannya bukan kebetulan bagi kita. Laras anak yang sangat cerdas, tapi tidak cukup itu. Aku sudah ingatkan berkali-kali, manusia itu harus cerdas ini dan ini." Papa Juano mengetuk pinggiran kepala dan dada.

"Percuma pintar secara akademik, tapi hati nurani hanya berisi setengah atau kosong. Kedua hal ini harus balance, supaya bisa menimbang sesuatu dengan baik."

"Lihat saja kejadian ini, dia bereaksi sesuai pikirannya, hitung-hitungan matematik. Satu tambah satu, dua. Di luar itu tidak terima."

"Apa lagi setelah berpacaran dengan Jarem. Dia cepat gusar dan emosi kalau ada yang tidak sesuai keinginannya."

"Dia seperti dipasang kacamata kuda. Laki-laki yang hebat itu seperti Jarem. Penilain negatif kita terhadap Jarem, dia anggap itu karena unsur tidak suka."

"Aku berharap, dengan melihat Rafa. Mata hatinya bisa tercelik, membandingkan Jarem dan Rafa. Sedikit banyak, ada referensi dan punya gambaran positif. Pria baik itu seperti apa."

"Kalau dipikir pikir lagi, mungkin ini jalan keluar yang diberikan Tuhan atas keresahan hati kita terhadap hubungan Laras dan Jarem."

"Papa yakin, Rafa pria baik?"

"Aku sudah bilang tadi. Mungki instingku sama dengan Juan saat melihatnya. Dia membutuhkan tempat tinggal dan uang, tapi tidak manfaatkan kepolosan Juan."

"Makanya aku mau ke stasiun untuk lihat yang sebenarnya. Mungkin dengan begitu, ada jalan keluar buat semuanya."

"Kembali kepada Laras, jangan disinggung nama Rafa di depannya, apa lagi membandingkan dengan Jarem. Nanti kita bukan menyelesaikan masalah, tapi menimbulkan konflik baru dalam rumah."

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Rafael sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang pondasi nya tidak kuat padahal sebelumnya sudah dijelaskan Rafael apa konsekuensi nya nanti, ternyata Laras hanya ingin mendapatkan sanjungan biar dikatakan hebat padahal asli nya bertolak belakang, kasihan anak yg tak berdosa itu sekarang terpisah dengan Papa nya yg menyayangi nya sepenuh hati
Aku kamu tak terpisahkan
Laras kenapa main logika padahal kamu pasti perkataannya menyakiti mama kamu
Risa Istri Yayang
Wah Juano mau makan saat di tawari Rafael tapi ayahnya Laras malah menyuruh membawa makanan ke rumah dan langsung pulang ke rumah
Risa Istri Yayang
Rafael senang ya melihat perkembangan darah dagingnya ngga seperti Laras yang sibuk bekerja
Risa Istri Yayang
Rafa kamu luar biasa menjadi ayah yang merawat anakmu ngga seperti Laras yang ngga merawat anak sama sekali
Risa Istri Yayang
Laras papanya kamu marah ke kamu karena kamu keterlaluan ngga menuruti perintah papamu padahal dia menyuruh baik supaya kamu ngga sakit lagi
Risa Istri Yayang
Laras kalau kamu mau meminta maaf ke mamamu pasti rasa sakit yang kamu alami sembuh
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Rafael kenapa Laras semakin semena mena dan semaunya sendiri
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras kenapa ngga memikirkan anak sendiri malah sibuk kerja deh
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Rafael memang ayah yang baik dan bertanggung jawab mengurus darah dagingnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
kasihan aileen. aku pingin jorokin laras ke empang. mungkin dia sadar kalau ubun2nya disedot cacing tanah.. pasti aileen merasakan hati papanya 🙈🙈🙈
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ayahnya Laras nasehatnya ngga di dengarkan oleh Laras keterlaluan Laras pengen banget menyeburkan Laras ke laut
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras kamu ngga mau mendengarkan omongan papamu padahal dia menasehati supaya kamu ngga sakit lagi
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭђi̽єʀᴀ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Pasti Aileen nangis terus nyari apaaa nya dan anak kecil biasanya lebih peka karena ikatan batin juga kalo orangtuanya sedang tidak baik2 saja, takutnya nanti dia sakit karena biasa ada Rafa disisinya. Kalo bisa larang juga tuch Laras ambil anaknya biar diurus aja sama orangtua Laras sampai Rafa kembali
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
kasian Aileen nyariin Rafael terus dia dan ibu Esther sama Pak Yafeth sungguh merasakan kesedihan mereka bisa tahu kalo anaknya sendiri pasti berkata kata yang tidak baik ke Rafael makanya Rafael pergi dan menitipkan Aileen kerumah mertuanya 🤔kira kira Laras nanti apa akan bicara jujur sama kedua orang tuanya tentang permintaan dia yg minta cerai 🤔
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭђi̽єʀᴀ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
huaaaa ceritanya bawang banget sich /Sob//Sob//Sob/ Rafa pasti sedih banget harus berpisah sama anaknya, semangattt Rafa hinaan jadikan motivasi semoga segera mendapatkan pekerjaan tetap agar bisa mengambil hak asuh anakmu. Laras aku tunggu amukan dari keluargamu😤😡
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Pas aja, Rafa hrs 'pergi' dulu utk bangun karir ny yg tertunda saat mmilih mnikah dg Laras, biar Laras sadar juga 👍👍👍
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras bukan cuma egois tapi ngga menghargai pengorbanan Rafael yang selalu mengurus anak
Risa Yayang Cinta Sejati
Rafael kasihan banget merawat anaknya tanpa bantuan Laras tapi Rafael ngga pernah mengeluh sama sekali
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras sibuk banget dengan pekerjaannya sampai ngga menyayangi anaknya sendiri ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!