NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:560
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 [Ketenangan yang terganggu]

Pagi di desa Hinomura datang dengan perlahan.

Kabut tipis masih menyelimuti ladang gandum ketika cahaya matahari mulai menembus perbukitan di timur. Udara terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan kayu yang terbakar dari tungku-tungku rumah warga.

Di ujung desa, berdiri sebuah rumah kayu kecil yang tampak sederhana.

Rumah itu tidak besar.

Hanya satu lantai, dengan atap miring yang terbuat dari papan tua. Di depan rumah terdapat halaman kecil yang ditumbuhi beberapa tanaman liar, serta tumpukan kayu bakar yang tersusun rapi di dekat dinding.

Di dalam rumah itu

Seorang pemuda sedang menyalakan tungku.

Api kecil menyala perlahan ketika ia memasukkan potongan kayu kering ke dalamnya.

Cahaya oranye dari api itu menerangi ruangan yang sederhana.

Meja kayu kecil.

Dua kursi tua.

Sebuah rak dengan beberapa peralatan makan.

Tidak ada sesuatu yang mewah.

Pemuda itu menuangkan air ke dalam panci besi lalu meletakkannya di atas api.

Ia berdiri diam beberapa saat sambil menatap nyala api yang bergerak pelan.

Pemuda itu dikenal di desa sebagai Akira.

Namun dunia pernah mengenalnya dengan nama yang jauh lebih besar.

Shiranui Akihara.

Grandmaster Api yang pernah mengubah jalannya perang dua tahun lalu.

Kini ia hanya hidup sebagai pemuda biasa.

Air dalam panci mulai mendidih.

Akihara mengambil cangkir tanah liat dan menuangkan teh sederhana ke dalamnya.

Ia duduk di kursi kayu sambil menatap keluar jendela.

Dari sana ia bisa melihat jalan desa yang masih sepi.

Beberapa petani sudah mulai berjalan menuju ladang mereka.

Seekor anjing desa berlari melewati rumahnya sambil menggonggong pelan.

Akihara menyesap tehnya perlahan.

Hidup seperti ini terasa… damai.

Tanpa perang.

Tanpa jeritan.

Tanpa api yang membakar langit.

Hanya pagi yang tenang seperti ini.

Setelah sarapannya selesai, Akihara mengambil jaket sederhana yang tergantung di dekat pintu.

Ia melangkah keluar rumah.

Udara pagi menyambutnya dengan lembut.

Desa Hinomura mulai hidup.

Beberapa warga sedang menjemur pakaian di depan rumah mereka.

Seorang tukang kayu memotong papan di dekat bengkel kecilnya.

Dan tidak jauh dari sana

Beberapa anak kecil sedang bermain di jalan tanah.

“Lempar! Lempar!”

Seorang anak berteriak sambil melempar bola kayu kecil ke arah temannya.

Bola itu melambung terlalu jauh dan akhirnya menggelinding ke arah Akihara.

Ia berhenti berjalan dan memungut bola itu.

Anak-anak itu berlari mendekatinya.

“Kak Akira!”

Salah satu dari mereka tertawa lebar.

“Bola kami!”

Akihara melemparkan bola itu kembali dengan ringan.

Anak-anak itu bersorak senang.

“Kak Akira mau main juga?”

tanya seorang anak laki-laki kecil.

Akihara tersenyum tipis.

“Lain kali saja.”

Anak-anak itu tidak kecewa.

Mereka kembali bermain sambil tertawa.

Akihara berdiri di sana beberapa detik, memperhatikan mereka.

Suara tawa mereka memenuhi udara pagi.

Tawa yang ringan.

Tawa yang tidak mengenal perang.

Untuk sesaat, sesuatu terasa hangat di dalam dadanya.

Namun perasaan itu tidak bertahan lama.

Karena pikirannya tiba-tiba teringat sesuatu.

Sebuah buku tua di perpustakaan desa.

Tulisan yang ia baca kemarin.

Nama yang sudah lama tidak ia dengar.

Argiel Lucifer.

Raja Iblis.

Akihara menghela napas pelan.

Ia mencoba mengusir pikiran itu.

Perang itu sudah selesai.

Dua tahun telah berlalu.

Raja Iblis telah dikalahkan.

Setidaknya… itulah yang selalu dikatakan oleh semua catatan sejarah.

Namun satu kalimat dalam buku itu terus terngiang di pikirannya.

“Ia tidak mati. Ia hanya menghilang.”

Akihara memejamkan mata sejenak.

“Legenda lama,” gumamnya pelan.

Ia tidak ingin memikirkan hal itu lagi.

Namun ada satu hal lain yang lebih mengganggunya.

Sebuah nama.

Nama yang belum pernah ia dengar selama perang dulu.

Railer Zernaldha.

Akihara mengerutkan kening.

Selama perang melawan pasukan iblis dua tahun lalu, ia telah melihat banyak hal.

Ia pernah menghadapi jenderal iblis.

Ia pernah melihat monster raksasa yang bisa meratakan benteng dengan satu pukulan.

Namun tidak pernah sekali pun ia mendengar tentang sosok itu.

“Permaisuri Neraka…”

Ia mengulang kata itu pelan.

Jika benar Raja Iblis memiliki seseorang di sisinya

Kenapa ia tidak pernah muncul di medan perang?

Kenapa tidak ada satu pun prajurit yang pernah menyebut namanya?

Akihara menatap langit pagi yang cerah.

Pikirannya dipenuhi pertanyaan.

Namun tiba-tiba

“Kak Akira!”

Seorang anak kecil menarik ujung bajunya.

Akihara menunduk.

Anak itu menunjukkan sebuah mainan kayu kecil yang patah.

“Ini rusak…”

Akihara mengambil mainan itu.

Ia memeriksanya sebentar, lalu mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.

Dengan beberapa gerakan cepat, ia memperbaiki bagian yang patah.

Ia mengembalikannya kepada anak itu.

“Nih.”

Anak itu langsung tersenyum lebar.

“Terima kasih!”

Ia berlari kembali ke teman-temannya.

Akihara melihat mereka bermain lagi.

Tawa mereka kembali memenuhi udara desa.

Dan untuk sesaat

Semua pikiran tentang Raja Iblis terasa jauh.

Mungkin dunia benar-benar sudah berubah.

Mungkin perang itu benar-benar sudah berakhir.

Mungkin ia tidak perlu kembali menjadi seseorang seperti dulu.

Matahari perlahan mulai tenggelam di balik perbukitan.

Langit berubah menjadi warna merah keemasan.

Di atas sebuah bukit kecil di luar desa, Akihara duduk sendirian di bawah pohon besar.

Angin sore bertiup pelan.

Dari sana ia bisa melihat seluruh desa Hinomura.

Asap tipis naik dari cerobong rumah warga.

Lampu-lampu kecil mulai menyala satu per satu.

Desa itu terlihat begitu damai.

Akihara menatap pemandangan itu lama.

Kemudian ia berbicara pelan pada dirinya sendiri.

“Jika Raja Iblis benar-benar kembali…”

Ia berhenti sejenak.

Angin meniup rambutnya perlahan.

“…aku harap itu bukan urusanku lagi.”

Namun jauh dari desa Hinomura

Di tempat yang bahkan tidak tercatat dalam peta manusia

Sesuatu bergerak di dalam kegelapan.

Sepasang mata perlahan terbuka.

Dan legenda lama yang seharusnya telah berakhir…

Mulai bangkit kembali.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!