mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Alexo melihat wajah Darren, dirinya bangkit berdiri “Darren kamu hebat bisa lacak villaku ini” ucap Alexo tersenyum cekikikan....
...“Wahh seperti nya otak Alexo sudah geser karena kekasihnya di tembak” bisik Samuel....
...“Dasar laki laki sinting” gumam Jesy masih melihat drama di depannya....
...“aku gak peduli dengan masalah kalian karena aku sebenarnya sudah tahu drama kalian yang Aku mau kamu lepaskan presiden Roland” ucap darren....
...“Gak akan” ucap Alexo....
...“Roland dan kamu itu pantas mati, karena kalian berdua gerakku terbatas. Semua yang aku rencanakan hancur karena kalian. Mungkin dua peluru yang masih tersimpan di dalam pistol ini aku luncurkan dulu di kamu baru satu nya untuk Roland” tawa Alexo....
...“Jangan bodoh Alexo” ucap Darren....
...“Kamu yang bodoh, karena kamu kerjasama ku dengan pabrik sentral bakti gagal” ucap Alexo marah....
...“Karena kamu membohongi publik, peralatan tempur yang kamu beli di sentral bakti itu semua ilegal” ucap Darren....
...“Tahu apa kamu Darren? Kamu itu hanya kacungnya Roland” ucap Alexo....
...“Karena aku kacungnya dia makanya aku tahu semuanya, dibanding Helim kamu lebih jahat lexo. Kamu sudah menggelapkan dana pembelian alat tempur, kamu bekerjasama dengan komunitas harimau bahkan serigala juga kamu manfaatkan demi urusan pribadimu sendiri, kamu juga bekerjasama dengan para pebisnis luar negeri untuk membangun bisnis ilegalnya di negara kita, kamu itu sebenarnya hanya menjadikan Helim pion agar keinginan mu tercapai. Selama ini Roland menolak rencana kerjamu karena semua itu hanya merugikan generasi kita saja dan hanya menguntungkan satu pihak saja yaitu kamu. Disetiap kerjasama kamu mengambil keuntungan” ucap Darren....
...“Karena kamu sudah tahu semuanya giliranku sekarang untuk memberikan kamu hadiah” ucap Alexo menodongkan pistol....
...“Jangan gegabah Alexo, kalau kamu bunuh dia sekarang sama saja kamu mengambil nyawanya dengan mudah seharusnya kamu siksa dulu dia” ledek Jesy....
...“Lebih kamu diam daripada kamu juga aku tembak” teriak Alexo....
...“Siapa yang berani tembak wanitaku?” Teriak Frederick....
...“Tuan Frederick” ucap Alexo segan....
...“Sayang” panggil Jesy kepada Frederick....
...“Lancang kamu panggil tuan Frederick sayang” ucap Alexo melototi Jesy....
...“Kenapa gak? Gak hanya memanggil nya sayang, aku memanggilnya dengan sebutan kasar pun dia rela” ucap Jesy santai sambil melangkah menghampiri Frederick....
...“Cepat minta maaf kamu sama tuan Frederick” suruh Alexo....
...“Hubungan spesial antara Jesy dan Frederick saja kamu gak tahu Alexo” ucap Darren tersenyum sambil melempar kan bukti foto pada Alexo....
...Alexo mengambil foto yang terjatuh di lantai, “ini” ucapnya nampak terkejut....
...“Terimakasih kamu sudah membuangku dan menjualku pada Frederick, mungkin bayangan kamu itu aku akan disiksa dengannya tapi sayang sekali aku di hadapan Frederick seperti ratu” ucap Jesy tersenyum sinis....
...“Dasar wanita murahan” teriak Alexo tidak terima....
...“Jaga mulutmu Alexo” ucap Frederick menunjuk muka Alexo diikuti anak buah Frederick menodongkan pistol kepada Alexo....
...“Jangan sampai kamu mengotori tanganmu lebih baik kita pulang, aku sudah lelah melihat adegan drama di rumah ini soalnya gak seru karena si pion sudah meninggal dan kekasihnya sudah di tembak sama si pion” ledek Jesy tertawa....
...“Oke oke silahkan ambil dia tuan tapi jangan lupa dengan kerjasama kita” ucap Alexo mengingatkan....
...“Aku tidak lupa hanya saja semua kerjasama aku serahkan urusannya pada Jesy” ucap Frederick merangkul Jesy....
...“Dia” ucap Alexo melirik Jesy....
...“Iya aku, surat kesepakatan sudah kamu tandatangani dan selamat mulai detik ini kamu jatuh miskin” ucap Jesy melempar surat kesepakatan di depan Alexo....
...Alexo melihat kembali surat yang sudah dirinya tandatangani saat janji temu dengan Jesy sore lalu, “kamu jebak aku” ucap Alexo melempar surat kesepakatan diatas lantai tanda tak terima dengan isinya yang menyatakan bahwa harta yang Alexo miliki semua akan dilimpahkan kepada Jesy sebagai ganti rugi nafkah yang selama berumah tangga Jesy tidak menikmati bahkan di surat kesepakatan juga tertera apabila pabrik yang akan dibangun di pulau molai keuntungan akan dibagi dengan Jesy....
...“Aku belajar dari kamu lexo” ledek Jesy sambil berjalan beriringan dengan Frederick keluar dari rumah Alexo....
...“Aku gak terima” teriak Alexo marah besar....
...“Itu hukuman buat mu” ledek Samuel....
...“Tutup mulutmu” ucap Alexo melototi keduanya....
...“Ihh serem” ledek Samuel lagi....
...“lebih baik kamu lepaskan presiden Roland, setidaknya hukumanmu akan berkurang jika kamu menyerahkan diri dan melepaskan presiden Roland” ucap Darren bernegosiasi....
...“Ternyata aku anggap remeh kamu Darren, pengawal cepat tangkap dia” teriak Alexo yang membuat semua pengawal berlarian mengepung ruang tamu untuk menangkap Darren....
...“Cepat kita kabur” senggol Samuel....
...“Lari” ucap Darren berlari duluan....
...“Woy malah ninggalin aku” teriak Darren....
...Darren dan Samuel dengan cepat melarikan dirinya, mereka berlari menghindari setiap tembakan yang meluncur dari senapan pengawal Alexo....