NovelToon NovelToon
Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Istana/Kuno / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom young

Apa jadinya ketika seorang pria yang tidak memiliki perasaan harus disandingkan dengan seorang wanita yang mampu merubah seluruh hidupnya, Raja Gustaf pria dingin keturunan bangsawan itu sudah memiliki dua istri, akan tetapi selama pernikahan dengan kedua istrinya dia tidak merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

Namun dengan datangnya Layla Candra kedalam hidupnya menjadi istri ke tiga Gustaf merasakan adanya perasaan cinta untuk Layla...

Namun Layla sendiri merasa pernikahnya dengan Raja Gustaf adalah kematiannya setiap hari, karena ia di paksa menikah oleh Ayahnya sebagai aliansi demi sebuah wilayah benteng Candra...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter~3 Serangan di Fajar berdarah

"Bisakah Yang Mulia, menyebutkan ciri-cirinya?" Pena menunduk sopan, seraya ia mendekap kanvas dan juga kertas lukis.

Raja Gustaf duduk santai, sambil mengigit buah apel, ia memberitahukan pada Pena ciri-ciri seperti apa wanita yang ia lihat tadi.

Dalam hitungan detik berikutnya Pena sudah menggambar dengan sempurna, bahkan saat lukisan itu telah selesai Pena terkejut karena lukisan yang Raja Gustaf inginkan adalah lukisan Putri Layla. Putri kerajaan Batara Candra.

"Maafkan hamba Yang Mulia, apakah hamba salah? karena ciri-ciri Yang Mulia ucapan itu adalah Putri Layla." Pena menunduk takut.

Raja Gustaf malah tersenyum bengis, ia tidak mengatakan apapun, ia langsung beranjak dari duduknya memberikan Pena koin emas.

"Pergilah, dan ini bayaran mu." kata Raja Gustaf dengan wajah yang nampak senang.

Setelah Pena pergi, ia memandang lukisan itu lama. Ia tersenyum kearah lukisan itu.

"Cantik, sungguh cantik." Raja Gustaf meraba lukisan itu.

"Layla...." saat nama itu ia sebut seolah darahnya mengalir dengan deras, bahkan seketika angin berhembus kencang, menggoyahkan rambutnya yang nampak ikal bergelombang.

"Rupanya kau berani-beraninya hendak memenggal kepala ku. Layla!" Raja Gustaf kembali tersenyum getir kearah lukisan itu.

Ia berdecak sambil tersenyum bengis, ia langsung mengambil lukisan Layla dari papan, lalu tiba-tiba membakarnya.

Senyuman di wajahnya seolah sangat sulit diartikan, ia benar-benar sengaja membakar lukisan Layla, membiarkan api melahap habis lukisan itu.

Sementara wajahnya kembali dingin seolah ia kembali merencanakan sesuatu.

"Surya..." Raja Gustaf memangil mantrinya suaranya terdengar berat.

"Ya, Yang Mulia." Surya langsung datang menghadap Raja Gustaf.

"Kita kirim serangan mendadak untuk kerajaan Batara Candra besok!" kata Raja Gustaf, ia memandang dingin. Tangannya mengepal kuat menggenggam pedang.

"Tapi Yang Mulia, besok bukanlah waktu yang tepat, jika kita melakukan serangan mendadak pada wilayah Raja Batara. Wilayah kekuasaan sekitar Raja Batara juga pasti akan terusik Yang Mulia, dan bisa saja mereka akan bersekutu dan melawan kita." Surya nampak ketar-ketir

"Jangan katakan itu!" Raja Gustaf mendengus, tatapan mata itu kembali dingin, saat bicara rahangnya sampai mengeras.

"Kau tahu. Aku adalah Raja, dan sudah menjadi tugas mu menuruti perintah ku, jadi jangan pernah kau berani membantah perintah ku!" rahang Raja Gustaf mengeras. Ia paling tidak suka jika perintahnya di bantah.

"Baiklah Yang Mulia." Surya menunduk hormat.

"Baik. Kabarkan juga kepada, Serasa di kerajaan, suruh ia mengirimkan beberapa prajurit lagi, untuk membantu kita menyerang wilayah Candra." Raja Gustaf begitu niat dengan rencananya.

Ia sampai meminta Surya agar mengirimkan surat pada Serasa sodara tirinya yang juga menjadi panglima di Kerajaan nya Malta Wijaya.

Raja Gustaf begitu haus akan peperangan, bahkan selama beberapa bulan ia lebih betah berada dalam medan perang, di bandingkan bercengkerama dengan para Permaisurinya.

Karena ia tidak memiliki hati, tidak memiliki cinta murni, bahkan hati nurani, ia terkenal kejam dan juga dingin.

.

.

Pagi harinya saat matahari baru saja bersinar dari ufuk timur, tidak ada tanda-tanda angin ataupun tiupan angin kemarau, tidak ada tanda-tanda kalau wilayah Candra akan kembali di serang. Pagi itu. Raja Batara sama sekali tidak mempersiapkan peperangan, bahkan ia tersentak saat tiba-tiba prajurit menghadapnya dan berkata kalau kerjaan Candra kembali diserang Raja Gustaf dan pasukan nya.

Pagi itu anak panah tepat mengenai sasaran, Raja Gustaf menunggang kuda dengan gagah berani, ia tanpa takut memimpin pasukannya dengan gagah berani.

Sementara itu pasukan yang dibawa Serasa juga telah tiba, pertumbuhan darah itu kembali terjadi sepagi ini.

Raja Batara siap tidak siap, ia langsung mengerahkan pasukan nya, dan meminta agar semua wanita berlindung di tempat aman, sebuah goa rahasia, yang sengaja dibuat untuk melindungi diri dari kejaran para musuh.

"Ayah, sudah aku katakan bukan! Gustaf bukan hanya pria licik dia juga sangat serakah." Layla memicingkan matanya.

"Sudah Nak' tidak banyak waktu kalian, segera selamatkan dirimu, lindungilah semua wanita yang kau bawa bersamamu Nak." Raja Batara bersiap menghadapi serangan Raja Gustaf.

"Ayah jangan pernah katakan salam perpisahan padaku Ayah, yakinlah kita akan mampu mengalahkan Raja Gustaf dan pasukan nya." Layla menjunjung harapan itu kepada Ayah Handanya.

Raja Batara berkaca-kaca, namun waktunya tidak banyak, ia akan melawan Raja Gustaf dan pasukan nya. "Selamatkan semuanya Nak' Ayah bangga denganmu." Raja Batara mengecup lembut pucuk kepala Layla, karena Layla adalah anak perempuan yang paling dekat dengan Ayah Handanya.

Sementara itu mereka berpisah di koridor istana. Layla hendak keruang bawah tanah, dan Raja Batara keluar istana ia akan menghadapai Raja Gustaf.

Banyak darah berceceran dimana-mana, udara pagi yang awalnya sejuk berubah menjadi polusi karena jejak kaki kuda yang berbondong-bondong.

Serta bau amis darah menusuk indra penciuman mereka, karena peperangan ini banyak korban yang berjatuhan.

Raja Gustaf merasa puas melihat kearah pedangnya yang berlumuran darah, matanya menatap bengis kearah pedang itu, senyumnya menyeringai tanda ia puas dengan peperangan ini.

Namun sebenarnya bukan kematian Raja Batara yang ia harapkan dalam peperangan ini, akan tetapi ia sengaja membuat Raja Candra itu akan tunduk dibawah kekuasaaan perintahnya.

"Jika sudah banyak korban seperti ini apa yang akan Yang Mulia lakukan selanjutnya?" Serasa menatap kaka tirinya heran.

"Kita kembali tawan Raja Batara." Raja Gustaf kembali tersenyum bengis.

"Lalu kita akan menguasai benteng Candra?" Serasa menimpali ucapan Kaka tirinya.

"Tidak, kau lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan!" Raja Gustaf seolah berpikir dengan strateginya sendiri ia tidak mau siapapun mampu menebak jalan pikirannya.

Sementara itu, pagar benteng Candra berhasil di runtuhkan pasukan Raja Gustaf, dan sekarang mereka saling berperang memasuki wilayah benteng Candra.

Raja Batara menarik nafas dalam, tangannya mengepal kuat hinga buku kukunya memutih.

"Rupanya kau tidak pantas di panggil Raja, karena ternyata kau hanyalah seorang pengecut!" Raja Batara geram saat ia berhadapan dengan Raja Gustaf.

"Bukankah peperangan adalah sebuah hal yang lumrah Yang Mulia. Karena aku haus akan kemenangan." Raja Gustaf menatap bengis kearah Raja Batara, ia sengaja meminta menghadapi Raja Batara tanpa bantuan adik tirinya Serasa.

"Tapi caramu yang menjijikan kau tak layak disebut sebagai seorang Raja!" Raja Batara mengayunkan pedangnya.

Mereka berdua beradu pedang, akan tetapi Raja Gustaf menangkis serangan itu, ia memang menantang perang akan tetapi ia tidak mau jika Raja Batara sampai tewas terbunuh, ia mengunakan pedang untuk melindungi dirinya karena Raja Batara begitu bertubi mengayunkan pedangnya pada dirinya.

Pedang Raja Batara berhasil terlepas dari tangannya. Dan sekarang Raja Gustaf mengacungkan pedang tepat di dada Raja Batara. Sembari ia tersenyum sinis.

1
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ di usir bocah
Seroja_layu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dasar memang sifat lu itu ....susah kasih tahu lalat jika bunga lebih wangi di banding sampah 🤧🤧🤧
vj'z tri
selamattt 🫣🫣🫣🫣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 masa langsung kebuka kartu lu
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 salah cari lawan Mpok
vj'z tri
samperin say 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hayolah keluarkan insting detektif mu 🤧🤧🤧
vj'z tri
maka nya kenalan Mpok kalau gak kenal 🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
hadeuhhhh para lampir mulai bergosip ria 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
kerennnnnn🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
yakin amat mas bro ,kaya nya nanti lu yang tunduk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
mau kesel ,tapi semua itu benar 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hadeuh 🤧🤧🤧kan juga gegara u nyerang tadi malam neng 🤧🤧
FiaNasa
akankah Laila bisa mewujudkan dendamnya pada guztaf
vj'z tri
yang kemarin itu di hapus ta ?
Blueberry Solenne
iya tapi tindakannya terlalu kejam
Blueberry Solenne
Dasar ibl!$ serakah ya
Blueberry Solenne
wah sekeluarga di sandera, kejam juga tu raja Gustaf
Blueberry Solenne: Heheh takut kena sensor,
total 2 replies
Blueberry Solenne
Ya Tuhan serem amat isinya kelapa orang (takut di hide jadi di plesetin)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!