Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Ratu Kampus
Empat tahun telah berlalu. Selama itu, Sesilia tidak pernah lagi bertemu sang monster. Lelaki Steel itu bagai hilang ditelan bumi. Ada rasa syukur dan lega yang gadis itu rasakan. Ia bebas dari hinaan dan komentar pedasnya.
Gadis bernama Sesilia Kira itu, dalam waktu empat tahun, telah barubah. Dari sosok gadis pendiam dan pemalu, menjadi sosok menyilaukan bagai mentari pagi. Ia bertransformasi dari ulat menjadi kupu-kupu indah.
Sesilia tidak lagi bersembunyi di balik kacamata tebal yang dulu selalu ia gunakan kemana-mana. Sekarang ia adalah sosok yang berani dan siap menghadapi apapun di depannya.
Langkah kakinya di koridor kampus tidak lagi menyerupai cicitan tikus kecil yang ketakutan. Langkahnya telah berubah menjadi penuh percaya diri, anggun dan berwibawa.
Gadis cantik itu memilih Fakultas Kedokteran, tujuannya untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter dan bisa menyelamatkan nyawa banyak orang. Agar orang-orang kecil dan miskin seperti ia dan ibunya, bisa berobat tanpa harus kesusahan atas biayanya. Gadis itu bertekad ia akan menjadi dokter yang mengobati tanpa pandang bulu.
Alasan lainnya ia memilih Fakultas Kedokteran adalah untuk membunuh rasa takut dalam dirinya sendiri. Rasa takut yang ditanamkan ayahnya, saat menyiksanya. Jika ia bisa menguasai anatomi manusia dan menaklukkan rasa takut di meja operasi, maka gadis itu percaya diri, bahwa tidak akan ada monster manapun yang bisa mengintimidasinya lagi. Seperti empat tahun lalu atau seperti saat ia kecil dulu.
Di kampus, Sesilia Kira adalah seorang yang bergelar Ratu kampus. Ia cerdas tanpa harus mengemis pujian. Juga cantik dengan cara yang anggun, elegan dan mahal. Serta sangat populer, karena auranya selalu menarik orang lain agar mendekat.
Namun, dibalik keanggunan itu, ada dinding kaca yang sangat tebal. Sebuah perisai pertahanan yang ia bangun dan ditenun dengan batu-batu luka yang ditinggalkan seorang pria sempurna bernama Axel Steel.
Di tengah kesibukannya di laboratorium, penelitian, laporan bedah dan malam-malam tanpa tidur yang hanya ditemani segelas kopi pahit. Sang ratu kampus adalah objek yang didambakan banyak pria.
Mulai dari mahasiswa hukum yang ambisius hingga residen senior yang mapan, bahkan dosen muda tampan yang belum menikah, semua mencoba mendekat.
Tetapi, semuanya berakhir dengan kegagalan. Sesilia tidak pernah menolak dengan kasar. Namun, keanehan terjadi setiap kali seorang pria mulai mencoba mengajaknya makan malam, tetapi takdir seolah menolak mentah-mentah rencana itu.
Sebagai contohnya Minggu lalu. Seorang residen bedah syaraf bernama Arga yang cerdas dan gigih. Lelaki itu telah berhasil mengajak gadis itu makan malam, untuk yang kedua kalinya. Namun, sepuluh menit sebelum mereka bertemu, Arga menerima telepon penuh ketakutan dari ayahnya.
Ayahnya, adalah seorang kontraktor sukses, mendadak menghadapi tuntutan hukum masif karena masalah kontrak dengan Steel Group. Dalam semalam, reputasi keluarganya di ambang kehancuran.
"Maaf banget yah, Sesi... aku tidak bisa datang ke acara makan malam kita. Ayahku baru saja menelpon, katanya ada masalah bisnis keluarga yang sangat mendesak," Ucap Arga saat menelpon Sesilia, suaranya gemetar dan penuh kepanikan.
Sesilia memaklumi dan segera menutup sambungan telepon itu. Helaan napas panjang terdengar keluar dari mulutnya. Ini bukan kali pertama, sebelumnya ada Aldo, Trian, Dimas. Semua pria yang mencoba mendekatinya selalu mengalami nasib buruk.
Ada yang tiba-tiba beasiswanya dicabut secara misterius, mobil yang rusak total di malam kencan atau kebangkrutan mendadak keluarga mereka yang selalu berujung pada satu nama, yaitu Steel Group.
Gadis itu mulai merasa menjadi pembawa sial. Seakan ada lubang hitam tak kasat mata di sekelilingnya, yang menelan siapapun yang mencoba menyentuh hidupnya.
.....
Jauh di seberang samudra, di puncak gedung pencakar langit yang membelah awan Manhattan, Axel Steel duduk di balik meja mahoninya.
Di hadapannya, bukan hanya laporan saham atau rencana akuisisi triliunan rupiah, melainkan sebuah folder digital terenkripsi yang diberi label sederhana,
FILE S.
Laporan itu dikirim setiap dua puluh empat jam oleh Tuan Han dan tim Shadow Guard.
Pria itu tidak hanya ingin tahu apa yang gadisnya makan atau jam berapa ia tidur, ia juga itu ingin tahu setiap denyut nadi pria yang berada dalam radius satu meter dari gadisnya.
[Laporan Insiden Khusus. Tanggal: 12 Oktober]
Target: Arga P. (Residen Bedah Saraf).
Aksi: Penekanan finansial melalui pembatalan kontrak sub-distributor D-Corp. Target menarik diri sepenuhnya dari interaksi dengan Nona Sesilia.
Status: Jalur Bersih.
Axel menyesap whiskey tuanya, matanya yang kelabu menatap foto terbaru gadisnya yang diambil secara diam-diam. Sesilia terlihat sedang tertawa bersama Uni di depan perpustakaan. Gadis itu sudah tumbuh menjadi wanita yang luar biasa. Cantik, mandiri, dan kuat.
Senyum Axel muncul, jenis senyum tipis dan berbahaya. Ia tidak mencintai Sesilia, setidaknya itu yang ia katakan pada dirinya sendiri.
Baginya, Sesilia adalah proyek jangka panjang. Sebuah properti yang ia biarkan tumbuh bebas, namun tetap berada di bawah pengawasan ketatnya.
"Kau tumbuh dengan sangat baik, Tikus Kecil," bisik Axel pada layar monitornya. "Teruslah menjadi Ratu. Tapi jangan pernah lupa, setiap inci dari mahkotamu adalah pemberianku."
Axel telah mengisolasi Sesilia tanpa gadis itu sadari. Ia membiarkan gadis itu merasa kuat, namun tetap memastikan bahwa satu-satunya pria yang akan tersisa di akhir hidupnya hanyalah dirinya sendiri.
Axel sedang menciptakan sebuah dunia di mana Sesilia akan merasa bahwa satu-satunya tempat yang aman baginya adalah di dalam pelukan Monster yang paling ia benci.
....
Di Jakarta, gadis itu sedang duduk di depan meja belajarnya, membuka jurnal hitam yang kini menjadi tempat ia menumpahkan segala frustrasinya.
Ia menuliskan perasaan terisolasinya, tentang bagaimana setiap pria yang ia sukai mendadak menghilang seolah ditelan bumi.
“Aku tidak tahu apa yang salah denganku. Tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan membiarkan kesepian ini menghancurkanku.
Jika dunia ingin mengisolasiku, maka aku akan menjadi Ratu di kerajaanku sendiri. Aku bukan lagi gadis kutu buku yang bodoh itu. Aku kuat. Aku adalah dokter. Dan aku tidak akan pernah berlutut pada siapa pun lagi.”
Sesilia tidak tahu bahwa kalimat penantang itu, kata demi kata, sedang dibaca oleh Axel di New York dalam waktu yang hampir bersamaan melalui perangkat lunak mata-mata yang terpasang di apartemennya.
Axel menutup laptopnya. Ia berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap kota New York yang dingin.
"Bagus, sayangku. Tetaplah menjadi Ratu yang sombong," gumam Axel.
"Karena semakin tinggi kau terbang, semakin manis rasanya saat aku membawamu kembali ke dalam genggamanku."
Axel menoleh ke arah kalender di mejanya. Tanggal kepulangannya sudah dilingkari dengan tinta merah darah. Empat tahun sudah cukup. Si Monster sudah selesai menunggu.
Aksinya untuk mengklaim sang Ratu secara terbuka hanya tinggal menghitung hari.
"Wait for me, Sesilia Steel. I'll come."
bau bau bucin😍😄