NovelToon NovelToon
Kemelut Di Istana Juragan

Kemelut Di Istana Juragan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Harem / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Roh Supernatural / Thriller / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:567.8k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Wulan Candramaya, seorang gadis belia yang terpaksa turun gunung atas permintaan bapaknya untuk menikah dengan seorang penguasa dari istana Nagari. Juragan Nataprawira, laki-laki dewasa yang berwajah tampan, tapi terkenal dengan kekejamannya.

Laki-laki berusia tiga puluh lima tahun, memiliki tiga orang istri dan satu orang anak. Wulan adalah istri keempatnya, istri tebusan hutang bapaknya.

Wulan dibuang ke gunung Munding sejak kematian sang ibu oleh bapaknya sendiri. Gunung yang tak terjamah oleh manusia dan konon dihuni oleh para demit. Wulan setuju menikah hanya untuk mengungkapkan misteri kematian sang ibunda tercinta.

Bagaimana Wulan menghadapi intrik licik dari para istri juragan di istana itu? Misteri apa saja yang Wulan temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Juragan meminta pesta pernikahan yang mewah. Semua biaya ditanggung oleh juragan sendiri, besok jangan sampai ada kesalahan. Kalau tidak ingin juragan marah," ucap Kang Sumar, kepala pelayan yang diutus juragan untuk mengantarkan barang-barang lamaran ke rumah Asep.

Dengan wajah sumringah, mata berbinar-binar, Asep dan istrinya menatap rakus pada kotak yang berisikan seperangkat perhiasan mengkilap.

"Ba-baik, Kang Sumar. Katakan pada juragan kami pasti tidak akan mengecewakan," sahutnya tak sabar ingin menikmati barang-barang milik Wulan itu.

Kang Sumar mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian, tanpa dipersilahkan ia duduk di bangku kayu di ruang tamu rumah Asep. Sang empu saling melirik satu sama lain, bertanya-tanya di dalam hati mengapa tidak segera pergi.

"Saya menunggu Neng Wulan, memastikan calon istri juragan sendiri yang menerima barang-barang lamaran ini. Ini juga atas perintah juragan," ucapnya menjelaskan tanpa diminta.

Asep gugup, tapi istrinya mendengus kesal. Sari yang sejak tadi mengintip di balik pintu kamarnya pun ikut merasa jengah dengan sikap Kang Sumar. Dia tergiur dengan kilau menyilaukan emas di dalam kotak tersebut.

"Sial! Si tua bangka itu bukannya cepat pergi. Kenapa malah duduk, sih?" Sari mengumpat kesal, menghentak-hentakkan kaki sambil berjalan mendekati ranjang.

"Ta-tapi, Kang, Wulan tidak ada di sini. Kemarin dia pulang ke gunung, katanya tidak mau tinggal di sini," ucap Asep berbohong.

"Saya tidak mau tahu, sebelum ketemu neng Wulan saya tidak akan pergi," ucap Kang Sumar keukeuh.

Asep dan istrinya saling berbisik satu sama lain, bingung harus melakukan apa untuk mengusir lelaki seusianya itu. Beberapa saat menunggu, sesosok bayangan muncul perlahan mendekati pintu yang terbuka. Dia Wulan, gadis jelita yang mengenakan kebaya sederhana berwarna coklat muda datang tanpa diundang.

Kang Sumar beranjak, mendekati Wulan penuh takzim seolah-olah ia adalah nyonya istana yang harus dihormati.

"Neng Wulan? Memang benar kabar yang beredar. Neng Wulan memang cantik jelita, kembang desa Munding. Mutiara yang tersembunyi di puncak gunung dan tidak tersentuh. Perkenalkan, saya Sumar, kaki tangan juragan Nata datang mengantarkan barang lamaran untuk Neng Wulan," ucap Kang Sumar sedikit membungkuk memberi penghormatan kepada Wulan.

"Oh, saya kira tidak akan ada barang-barang lamaran. Kang Sumar, saya mau tanya. Semua ini apa ada catatannya? Terus apa besok boleh saya bawa ke rumah juragan?" tanya Wulan dengan polos.

Kang Sumar tertawa, sementara Asep keringat dingin mendengar pertanyaan itu. Mengumpat dan menyumpah-serapahi Wulan karena ingin membawa semua barang itu bersamanya.

"Oh, tentu saja. Neng Wulan boleh membawa semuanya karena ini semua punya Neng Wulan sendiri. Pemberian juragan, dan ini semuanya sudah saya catat tidak kurang satu pun," jawab Kang Sumar seraya memberikan secarik kertas yang terbuat dari kulit kambing.

"Terima kasih banyak, Kang." Wulan menerima kertas tersebut dan menyimpannya di pinggang.

"Kalau begitu saya permisi dulu, Neng. Kebaya pengantin sudah disiapkan, jangan pakai yang lain. Kalau tidak juragan akan marah, itu juragan sendiri yang milih," ingat Kang Sumar sembari melirik istrinya Asep yang begitu tergiur dengan bahan brokat mewah yang tergeletak di atas meja.

Wulan mengangguk, mengumpulkan semua barang-barang lamaran dan menyimpannya ke dalam kotak kayu yang sudah ia siapkan.

"Apa kamu benar-benar mau bawa semuanya ini, Wulan? Bapak rasa tinggalkan saja di rumah. Kami pasti akan menjaganya untukmu," rayu Asep berharap Wulan akan setuju.

Wulan mendengus, apalagi saat melihat wajah serakah ibu tirinya itu. Tak akan dia meninggalkan satu barang pun di rumah itu.

"Sebaiknya Bapak tidak ingkar janji, besok surat tanah warisan ibu harus Bapak berikan pada Wulan," ujar Wulan seraya membawa kotak itu masuk ke kamarnya.

"Anak kurang ajar! Anak durhaka!" umpat Asep kesal.

****

Esok hari, Wulan mengenakan kebaya yang diberikan juragan. Dengan dandanan sederhana, rambut disanggul, dan dipasangkan untaian bunga melati segar. Wulan yang cantik, semakin bersinar.

"Harusnya kebaya itu aku yang pakai. Kebaya bagus itu terlihat jelek di tubuhnya," umpat Sari kesal melihat sosok Wulan yang duduk anggun di depan cermin.

Dua orang dayang dikirim langsung dari kediaman juragan, memastikan penampilan Wulan sempurna di hari pernikahannya. Ia beranjak, dituntun kedua dayang itu keluar dari kamar.

"Wulan, sado mang Ujang tidak besar. Kamu tidak keberatan kalo kita semua naik di sana, 'kan?" ujar Asep saat melihat Wulan keluar.

"Neng Wulan akan dijemput oleh Kang Sumar sendiri. Kalian tidak perlu khawatir," ucap salah satu dayang seraya membawa Wulan keluar ketika suara kuda terdengar meringkik.

Sado Kang Sumar sudah terparkir di halaman, dibantu kedua dayang Wulan menaikinya. Di bawah tatapan iri Sari serta ibunya.

"Dia cuma istri penebus hutang, kenapa juragan memperlakukannya dengan istimewa?" kesal Sari cemburu.

"Kamu jangan iri. Sekarang dia seperti ratu, tidak tahu setelah masuk ke rumah itu akan seperti apa nasibnya. Semua orang tahu seperti apa juragan Nata itu," ucap Patma mencibirkan bibir.

Sari tersenyum sinis, dia sangat menantikan kabar itu.

1
Ocha Nano
makanya cerita dong b8ar wulan tau
Ocha Nano
rencara bunuh diri sendiri nanti ya
🤣🤣
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Firma Firma
keren.ngt
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Fuziie_aN
gak nyangka ceritanya sebAgus ini .. rekomended banget
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
syh 03
aku ingat dulu iparku cowok di rasuki mahluk pliharaan buyutnya...setiap di rasukin badannya sakit2 gitu kya di gebukin ktnya..dan di suruh makan daun kelor jg😅
Aisy Hilyah: emang bener. kalo habis kerasukan itu pasti badan pada sakit semua.
total 1 replies
syh 03
bener2 cerita fantasinya mistis 🫡🫡
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
syh 03
tetap aja nyalahin wulan..pdhl mrk nya yg rakus dan serakah 😒😒
Aisy Hilyah: bener bener banget
total 1 replies
syh 03
waw...bnyk misteri di tempat juragan 🤔🤔
Aisy Hilyah: benar sekali
total 1 replies
syh 03
pntes juragan g duka istri yg lain..sejahat itu soalnya
Aisy Hilyah: iya bener banget
total 1 replies
syh 03
knpa rata2 novel ayah ibu dan saudara tiri selalu jahat
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Aulelie Aulelie
aku suku certany is the est👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾😘😘😘😘😘😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍😍😍
total 1 replies
Nao_Hangesti 🍀
ceritanya bagus ka author makasih ya, 👍🏻
apalagi kalo dibuat film, seperti film-film kolosal, ceritanya bagus-bagus semua ka.
semangat terus ka author 🙏🏻🙏🏻
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Nao_Hangesti 🍀
Novelnya bagus banget ka author saya suka sekali, apalagi MC cewenya pinter bgt dan kuat alur ceritanya juga bagus bgt tidak bertele-tele,
waktu bacanya saya sambil membayangkan film-film kolosal era kerajaan di Nusantara, tp saya membayangkan MC cewenya itu artis asal china zhao lusi, 😁😁
makasih ya ka author, semangat terus dalam berkarya.👍
Aisy Hilyah: terimakasih masukannya. nanti dipikirkan
total 3 replies
tuti raniati
luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Maureen
goood,,klo dibikin film mantab ini..pemeran utamanya luna maya👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭 terimakasih banyak. Luna Maya ketuaan gak sih?
total 1 replies
Sapna Anah
alhamdulilah ikutan lega hati sya lanjut Thor Setu cetitanya💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Sapna Anah
nata bodoh jasa d suruh jga bapaknya Mala d abaikan
Aisy Hilyah: yah begitulah
total 1 replies
Sapna Anah
Sekar umur msh 10 tahun bicara seperti orang dewasa
Aisy Hilyah: dia mah agak Laen
total 1 replies
mimief
wah.... Alhamdulillah endingnya epic juga
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!