NovelToon NovelToon
SKENARIO TUAN DANENDRA

SKENARIO TUAN DANENDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Duda
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lovelyiaca

[TAHAP REVISI] [UPDATE 3 HARI SEKALI]

Elleta Clarissa Crassia, ia tahu bahwa nama belakangnya bukanlah hal yang harus di banggakan. Terlahir dari keluarga pengusaha sukses membuatnya menahan beban yang tak seharusnya ia pikul. Keputusan sang ayah membuatnya tak memiliki pilihan, sebuah perjanjian bisnis dengan kata "pernikahan."

Elleta di jodohkan dengan laki-laki, pewaris utama keluarga Danendra. Steve Athariz Danendra, laki-laki dingin yang katanya tak pernah tersentuh. Dan semuanya berawal dari sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lovelyiaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Matcha dan Kenangan Lama

Matahari terbit mulai terik merayap masuk ke celah gorden jendelanya. Mencoba membangunkan pemilik kamar. Suara tarikan gorden mengusiknya hingga tepukan halus mendarat di kedua pipinya.

"Elleta, bangun. Ini sudah siang." Suara lembut Rena yang perlahan menarik Elleta kembali ke dunia nyata.

Dia menguap pelan, lalu menarik bantal untuk menutupi wajahnya. "Bentar lagi, Ma. Lima menit, di California masih pagi, Ma."

Rena terkekeh geli, menarik bantal itu dengan gemas. "Ini di Jakarta, El. Bukan di California. Lihat jam, sudah pukul sembilan pagi. Ayo cepat mandi, Mama sudah menyiapkan makanan special di bawah."

Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya, Elleta bangkit lalu mendudukkan diri di tepi ranjang. Ia mengusap matanya, menatap sekeliling kamarnya yang terasa asing baginya tapi juga akrab di waktu bersamaan.

Setelah beberapa menit ia mengumpulkan niat, Elleta melangkah gontai menuju kamar mandinya. Kebiasaan lama hidup di Amerika yang menuntut cepat. Sepuluh menit cukup untuk membersihkan diri.

Ia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang di gerai, lalu memilih dress one set rumahan yang berwarna putih tulang. Potongannya simpel mirip daster modern. Elleta menuruni tangga rumah megah itu, langkah kakinya yang menggema di sepanjang lorong yang sunyi.

Begitu sampai di ruang makan, aroma rempah yang kuat mengunggah selera makannya. Di atas meja kayu jati yang panjang, mamanya telah menata semua jenis hidangan khas Indonesia. Ada nasi uduk, ayam kari opor, rendang, sambal goreng ati hingga kerupuk udang yang renyah.

"Wah! Ini enggak kebanyakan untuk sarapan, ma?" ujar Elleta sambil menaruk kursi.

"Mumpung kamu ada di sini, mama mau kamu makan enak," jawab Rena hangat sambil menuangkan teh manis hangat untuk putrinya.

Elleta mulai menyuapkan nasi uduk ke dalam mulutnya. Gurih santan dan wangi pandan langsung membuat ia teringat rasa yang selama ini ia rindukan. Namun, matanya beralih ke ujung meja makan. Ia menyadari kursi ke kebesaran papanya yang sudah kosong.

"Papa ke mana, ma?" tanya Elleta setelah menelan makanannya.

"Papamu sudah berangkat kerja, El."

Dahi Elleta berkerut. "Berangkat jam berapa? Kok jam sembilan udah berangkat."

Rena menarik kursinya. "Sudah berangkat dari jam tujuh pagi tadi, El."

"Tunggu, bukannya jam kerja biasanya mulai jam 8-9 pagi ya, ma? di San Diego, orang-orang baru mulai kerja jam segitu, Ma."

Rena tertawa renyah, suara tawa yang memecahkan keheningan rumah yang luas itu. "Elleta, sayang. Kamu jangan samakan jam kerja di California sama Jakarta. Di sini kalau berangkat jam 8-9, kamu bisa kalah sama kemacetan kota Jakarta. Nah, papamu itu anti terlambat sedetik pun."

Rena mencoba mengganti topik, menatap putrinya dengan tatapan sendu. "Abangmu, gimana kabarnya? Sering ngabarin kamu, El?"

"Baik kok, ma. Abang itu workaholic, mana sempet kasih kabar ke Elleta, yang ada Elleta duluan yang kasih kabar."

Rena terkekeh kecil, ia setuju kalau anak sulungnya itu sangat mencintai pekerjaannya. "Carikan pacar abangmu itu, El. Masa mau jomblo terus," imbuh Rena. Ia hanya terheran dengan anak sulungnya, sudah umur 30 tahun tapi masih tak kunjung punya gandengan.

Elleta menyuap sesendok nasi lagi, sebelum menjawab, "Bukannya enggak mau cariin, Ma. Abangnya aja yang enggak mau di kenalin sama temen-temenku. Di Canada juga banyak yang cantik-cantik, Ma."

Tuk tuk tuk

Suara sepatu heels yang beradu dengan lantai marmer rumahnya. Hingga membuatnya menolehkan kepalanya.

"Elleta! Ya ampun, kenapa pakai baju ini, sih?!" seru Dania yang tiba-tiba muncul dengan pakaian yang super modis, lengkap dengan tas branded di lengannya.

Dania menatap Elleta dari atas hingga ke bawah. Melihat Elleta memakai baju yang terlewat santai. "Kok pakai baju ini sih? Kita mau jalan-jalan, El. Cepat ganti!"

"Emang mau ke mana? Bagus kok bajunya." Elleta memeriksa bajunya, ia merasa tidak ada yang aneh.

Dania beralih menatap tantenya dengan wajah cemberut. "Tante juga! Kenapa enggak kasih tahu Elleta, kalau mau aku ajak jalan-jalan ke mall. Elleta jadi belum siap-siap."

Rena hanya tersenyum tenang menanggapi protes keponakannya. "Ya tante lupa, Dania. Lagian Elleta udah di sini, sekalian minta nomornya."

"Ish, tante mah gitu!" Dania mendengus gemas. "Cepat ganti baju, El! Aku kasih waktu lima menit, awas ya. Bikin aku nunggu lama sampai lumutan."

Elleta terkekeh geli melihat tingkah sepupunya yang masih sama sifatnya heboh dari dulu. Selagi menunggu Elleta ganti baju di kamarnya. Dania menarik kursi di dekat Elleta duduk tadi. Lalu menyambar buah yang tersedia di piring itu. Mengunyah potongan pepaya dengan lahap.

"Dania! Ngomong-ngomong kamu pasti udah punya pacar, kan?" tanya Rena sedikit usil.

Dania yang asik melahap buah itu, seketika hampir tersedak. Ia berdehem, mencoba mengontrol ekspresi wajahnya untuk tetap santai. "Punya dong, masa! Cewek seimut aku jomblo, tan. Rugi dong, ada deh pokoknya. Nanti tante tahu kok." Dania tersenyum penuh arti.

"Wah, rahasia dong itu namanya," ujar Rena dengan nada menggoda sambil memotong buah apel.

Dania baru saja mau membalas ucapan tantenya, dia malah terpaku melihat Elleta yang kembali ke area dapur.

"Tuh, kan. Kamu cocok pakai baju apa aja, El. Bener, ya. Aura anak California itu beda. Ya udah, ayo langsung berangkat aja, sebelum mallnya tutup."

Sebelum mereka berdua melangkah pergi. "Tante, ma, kita pamit berangkat ya," pamit Elleta dan Dania bersamaan.

Rena mengangguk sebagai jawaban sembari mengulas senyum, ia menatap punggung kedua gadis itu yang perlahan menjauh.

...***...

Selama perjalanan menuju ke salah satu mall di pusat kota Jakarta, diisi dengan obrolan ringan penuh canda tawa di dalam mobil. Dania yang fokus menyetir sesekali menatap sepupunya, mencoba mengulik kehidupan Elleta selama di Amerika.

"Jadi, El. Selama kamu di sana, pasti ada dong. Cowok yang nyantol sama kamu? Ya kali, El. Cewek secantik dan se sexy kamu, enggak ada yang nyantol. Apalagi cowok-cowok San Diego, kan. Ganteng-ganteng, tuh," tanya Dania, melirik ke kaca spion tengah tepat di atas kepalanya.

Elleta tersenyum tipis. Wajah hangat Daniel terlintas di benaknya. "Ada, namanya Daniel Alvarez. Laki-laki blasteran Indonesia-Amerika."

"Enggak tahu, kenapa bisa pacaran sama Daniel. Kalau di pikir-pikir aku sama Daniel ketemu tuh unik banget." Elleta tertawa riang, Dania yang mendengar tawa sepupunya ia ikut tersenyum.

"Lucu ya berarti Daniel itu," sambung Dania.

"Banget, Dan. Jadi kangen aku sama dia."

Dania bersiul kecil, ikut merasakan kebahagian sepupunya. "Pantas aja kamu betah banget di sana, El. Jangan sampai lupa pulang ke Indonesia lagi, El."

Elleta terdiam sejenak. Kalimat Dania sukses menyentil relung hatinya, kenyataan pahit tentang ancaman papanya masih teriang di kepalanya.

Aku enggak tahu kapan kembali ke sana, Dan. Jujur aku kangen kak Daniel, batin Elleta dalam hati.

Mobil Dania sampai di parkiran mall itu, mata Elleta bukan tertuju ke kosmetik. Malah ke sebuah kedai makanan di area food court.

"Seblak?" Dania memastikan pandangan Elleta dengan raut tak percaya.

"Serius, kamu jauh-jauh pulang dari Amerika. Cari seblak, El?"

"Kamu tahu enggak? Susahnya cari kencur sama seblak pas di California," sahut Elleta semangat.

Elleta melangkah masuk ke kedai itu tanpa memperdulikan Dania yang mematung di depan kedai.

"Mbak seblak komplit ya 2 porsi level 3," ujar Elleta duduk di salah satu kursi kosong yang tersedia.

Dania ikut duduk di sebelah Elleta. Makanan seblak 2 porsi itu selesai di masak, aroma kencur dan sambelnya yang mengunggah selera. Mereka berdua menikmati. Hingga suara nada dering terdengar di balik tasnya.

Elleta dengan sigap langsung meraih ponselnya. Tertera nama Daniel disana. Elleta melirik ke Dania, menunjuk ponselnya yang berbunyi. Dania mengangguk. Dia keluar dari kedai itu, mengangkat panggilan telepon itu.

"Halo kak?"

"El, jujur sama aku. Kamu di mana? Jangan coba bohongin aku, kamu selalu kayak gini. Kalau ada masalah suka menghilang, kamu nganggep aku pacar kamu enggak, sih?" Di seberang terlihat menahan amarah dari nada bicaranya.

"Aku cuman butuh waktu sendiri kak, kamu jangan khawatir sama aku." Kali ini Elleta bohong, ia hanya tak ingin laki-laki yang ia cintai di lukai.

"Waktu sendiri apa, El! Jawab aku? Kamu di mana?!" Baru pertama kalinya Elleta di bentak oleh laki-laki yang ia cintai. Mungkin benar, Elleta keterlaluan di California. Kalau ada masalah suka menghilang, tiba-tiba sudah di Canada tempat abangnya tinggal.

Kenapa ada rasa sakit yang sulit di jelaskan, sejak ancaman papanya. Dia cukup sensitif dengan nada tinggi. "Aku..aku di Jakarta kak." Ada rasa lega di hatinya, bisa kasih tahu ke laki-laki itu.

"Astaga El! Kamu tahu enggak, aku sampai enggak bisa tidur. Pikirin kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa."

"Ngapain pulang? Kenapa enggak cerita sama aku? Apa caramu mengatasi masalah kayak gini ya, El. Pergi tanpa kabar."

Elleta yang di desak, merasa ingin berteriak. Ia pulang bukan keputusannya, ini demi laki-laki itu. "Aku pulang sama papa. Tolong, kak Daniel jangan telepon aku dulu."

"El, tunggu dulu..."

Elleta langsung mematikan panggilan telepon itu sepihak. Lalu kembali ke meja kedai itu. Mencoba menghabiskan sisa seblak. Hingga seblak itu habis tak tersisa. Dania langsung menarik pergelangan tangan Elleta.

"Beli mencuci mulut, yuk. Kita beli es krim," ajak Dania.

Mereka akhirnya ke kedai es krim yang tak jauh dari kedai seblak. Antre es krim karena kedai es krim itu sedang populer, saat tiba waktunya giliran Elleta memesan, Dania langsung berkata pada staff itu. "Dua cone, ya. Yang satunya rasa matcha."

Elleta menoleh cepat ke arah Dania. Ia menatap Dania dengan pandangan heran. "Loh? Kok tahu aku mau pesan matcha?"

Dania menyerahkan es krim berwarna hijau itu ke tangan Elleta sambil tertawa. "El, kamu lupa? Dulu sebelum kamu pindah, setiap kali kita nongkrong, kamu tuh bucin banget sama matcha. Semua hal yang ada rasa matcha pasti kamu borong. Aku masih inget itu tahu!"

Elleta menerima es krim itu dengan perasaan haru yang menjalar ke hatinya. Ia bersyukur, walaupun ia merasa asing dengan kota ini. Masih ada orang-orang terdekatnya yang masih mengingat hal kecil tentangnya.

Mereka berdua asik menikmati es krim di area lounge, ponsel Dania bergetar di atas meja. Ia membaca sebuah pesan masuk, seketika wajahnya ada semburat merah di pipinya.

Ben : Ay, ke kantorku ya, aku tunggu

Ben : Ada sesuatu yang mau aku kasih

Dania : Otw, by

"El, Ben baru aja kirim pesan ke aku," ucap Dania, menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan ruang obrolan.

"Ben? Pacarmu?" tanya Elleta dengan nada penasaran.

Dania mengangguk cepat setelah memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. "Dia bilang aku di suruh ke sana. Kantornya enggak jauh kok, El. Dari sini deket. Kamu mau ikut, kan?"

Elleta terdiam sejenak, Ada rasa ingin menolak. Jujur saja, ia ingin cepat pulang dan menghubungi Daniel lagi. Namun, ia mengurungkan niatnya, mata Dania yang berbinar cerah. Dia menjadi tidak tega. Tapi boleh juga, ia butuh kesibukan agar pikirannya tidak terus menerus di hantui ancaman papanya.

"Boleh," jawab Elleta mantap. "Ayo ke sana, aku juga penasaran sama cowokmu itu. Kok bisa suka sama sepupuku yang aneh ini."

1
Maryati ramlin
cerita bagus di tunggu kelanjutan
Lovelyiaca: Terima kasih sudah membaca karyaku, di tunggu kelanjutannya ya 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!