NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ingin Ibuku

Aku Hanya Ingin Ibuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Anak Yatim Piatu / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Ibu Tiri
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dion diharuskan tinggal bersama sang ayah. Kehidupan Dion pun berubah drastis manakala sang ayah menikah lagi. Dion yang kala itu hanya seorang anak kecil, selalu merindukan sosok ibu kandungnya namun tidak bisa melakukan apa-apa.

Setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan sang ibu, Dion yang beranjak dewasa mulai mencari tahu tentang keberadaan ibunya. Dengan sedikit petunjuk yang didapat Dion akhirnya pergi mencari keberadaan sosok wanita yang selama ini dirindukannya. Berhasilkah Dion bertemu kembali dengan sosok sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Kehidupan Baru Dimulai

Kehidupan rumah tangga Baron bersama istri barunya nampak bahagia. Maya memperlakukan anak tirinya dengan cukup baik. Meskipun belum bergelar seorang ibu namun Maya mampu menjadi sosok ibu yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada Dion. Setiap hari Minggu mereka sekeluarga pergi berjalan-jalan ke luar. Mereka terlihat layaknya sebuah keluarga bahagia. Meskipun di luar Dion terlihat tersenyum namun sesungguhnya di dalam hatinya ia masih belum bisa menerima Maya sebagai pengganti ibunya. Di dalam hati ia masih sangat merindukan ibu yang telah melahirkannya.

Hari mulai berganti malam. Baron dan keluarganya masih berada di luar. Sebelum pulang ke rumah ia mengajak istri dan anaknya makan malam.

Baron: "Sudah malam nih. Sebelum pulang kita pergi makan dulu, ya!"

Maya: "Boleh. Jadi pulang gak perlu repot-repot masak lagi."

Baron: "Kamu mau makan apa, Sayang?"

Maya: "Aku tanya Dion dulu, ya!" (Bertanya kepada Dion) "Dion, kamu mau makan apa?"

Dion: "Apa saja boleh."

Maya: "Kalau apa saja boleh Mama malah jadi bingung. Nanti malah ke tempat makan yang makanannya yang tidak kamu sukai. Bagaimana?"

Dion: "Enggak. Dion tidak pilih-pilih makanan kok."

Baron: "Jadi sudah diputuskan mau makan apa?"

Maya: "Kalau begitu biar Ayah saja yang pilih, ya!"

Dion: (Mengangguk)

Maya: "Kamu yang pilih deh!"

Baron: "Bagaimana kalau makan bakso?"

Maya: "Jangan bakso deh. Mana kenyang? Yang pakai nasi saja."

Baron: "Em... Kalau begitu ke rumah makan Padang saja, bagaimana? Kan banyak pilihan sayurnya juga."

Maya: "Bagaimana, Dion? Mau?"

Dion: "Iya."

Maya: "Baiklah kalau Dion setuju. Ayo, kita makan malam di sana!"

Baron kemudian membawa mereka menuju ke salah satu rumah makan Padang. Banyak lauk pauk tersedia di sana. Dion bebas memilih lauk yang ia suka. Setelah selesai makan Baron membawa mereka pulang ke rumah.

...⚜️⚜️⚜️...

Dua bulan berlalu. Maya kemudian hamil. Baron sangat senang mendengar kehamilan istrinya. Ia juga memberitahu Dion tentang kabar bahagia itu.

Baron: "Dion, akhirnya kamu akan punya adik."

Nampak ekspresi bahagia terpancar di wajah Baron. Namun tidak dengan Dion. Ia justru tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.

Maya: "Iya, Dion. Sebentar lagi kamu akan jadi abang."

Dion: "Selamat, ya... Ayah, Mama..."

Kemudian Dion berjalan pergi ke kamarnya. Sayup-sayup masih terdengar suara tawa bahagia dari ayah dan ibu tirinya.

Semenjak mengetahui Maya hamil, Baron mendadak menjadi sangat protektif terhadap istrinya itu. Sampai-sampai ia rela mengambil alih semua pekerjaan rumah agar Maya dapat banyak beristirahat. Baron juga bangun lebih pagi untuk memasak.

Memasuki trimester kedua, perut Maya mulai terlihat membuncit. Beruntungnya ia sama sekali tidak mengalami morning sickness seperti ibu hamil pada umumnya. Ia tetap makan dengan lahap seperti biasa. Pagi ini tidak seperti biasanya Dion bangun kesiangan. Ia dengan cepat mandi dan memakai seragam. Kalau dulu ayahnya akan membangunkannya jika ia terlambat bangun semenit saja. Namun sejak menikah lagi sudah tidak pernah. Dion terburu-buru menuju ke meja makan. Namun pagi ini meja makan justru kosong. Tak ada satupun makanan yang tersaji di atasnya. Batang hidung Baron pun tidak terlihat. Padahal belakangan ini ayahnya itulah yang selalu menyiapkan sarapan.

Maya: "Baru bangun?"

Tiba-tiba suara ketus terdengar di belakang Dion. Dion menoleh.

Dion: "Ma-"

Belum selesai Dion berucap langsung dipotong oleh Maya.

Maya: "Apa ma, ma, ma... Enak banget bangun-bangun tinggal makan. Itu dapur berantakan, baju kotor sudah menumpuk, piring kotor, lantai juga harus disapu dan dipel. Cepat sana bersihkan!"

Dion terperanjat mendengar kata-kata itu.

Dion: "Ta, Tapi aku harus sekolah."

Maya: "Gak ada sekolah sekolah. Kamu lihat sudah jam berapa sekarang? Hah? Sekolah apa jam segini? Jangan banyak alasan. Cepat sana kerjain!"

Dion: "Tapi-"

Maya: "Eh, masih mau melawan? Gak ku kasih makan kamu nanti, ya!"

Dion menunduk tidak berani membantah. Ia pun hanya bisa pasrah melakukan apa yang disuruh ibu tirinya. Dion tidak mengerti mengapa sikap Maya kepadanya tiba-tiba berubah drastis. Wanita yang sebelumnya selalu tersenyum dan berbicara dengan lembut padanya tiba-tiba berubah menjadi seperti monster yang garang dan menakutkan. Dion terpaksa mengerjakan semua pekerjaan rumah yang disuruh Maya tanpa istirahat sedikitpun. Pekerjaan yang tidak seharusnya dikerjakan oleh anak seusianya. Bahkan sampai tidak makan. Sementara Maya hanya duduk ongkang-ongkang kaki sambil menonton TV. Dion juga harus mengepel seluruh lantai rumah dengan tangan. Maya melarangnya menggunakan mop dengan alasan tidak bersih. Dion yang lapar karena tidak makan sejak pagi berhenti sejenak untuk istirahat.

Maya: "Eh, kenapa berhenti?"

Dion: "Aku boleh istirahat sebentar? Aku capek dan lapar."

Maya: "Gak ada istirahat dan makan sampai semua pekerjaan beres. Paham?"

Dion: "I, Iya."

Lagi-lagi Dion hanya bisa pasrah. Sambil menitikkan air mata ia kembali melanjutkan pekerjaannya.

Maya: "Manja!"

Dion baru diberi makan saat hari menjelang sore. Namun enaknya makanan sama sekali tidak bisa ia nikmati meskipun ia sangat lapar. Karena sikap dan perlakuan Maya hari ini membuatnya harus makan sambil bercucuran air mata. Dia tidak menyangka nasibnya akan berubah menjadi seperti ini.

Malam telah larut, Baron masih belum terlihat batang hidungnya. Dion memberanikan diri bertanya kepada Maya.

Dion: "Ma, Mama, Ke, kenapa ayah masih belum pulang?"

Maya: "Kenapa cari-cari ayahmu? Mau ngadu sama ayahmu, heh?"

Dion: "E, Enggak, Ma... Cu, cuma udah malam. Biasanya ayah tidak pulang selarut ini."

Maya: "Ayahmu sedang tugas di luar kota. Besok baru pulang. Awas aja kalau kamu ngadu, ya! Gak akan ku kasih makan kamu!"

Dion cepat-cepat menggeleng.

Dion: "Eng, enggak, Ma. Dion gak berani ngadu."

Maya: "Ya, bagus. Sana tidur!"

Dion langsung berlari masuk ke dalam kamar. Dia duduk di atas tempat tidur, berdoa sambil menangis.

...🍀🍀🍀...

Keesokan paginya Dion bangun lebih awal. Rumah nampak sepi. Maya sepertinya masih tidur. Dion segera berangkat ke sekolah tanpa sarapan.

Di jam istirahat Dion mulai merasa lapar. Apalagi dia tidak membawa uang jajan. Dion hanya bisa menahan rasa lapar dan haus hingga pulang sekolah. Saat pulang dari sekolah ayahnya sudah ada di rumah. Dion merasa sedikit lega.

Dion: "Ayah..."

Baron: "Dion, baru pulang sekolah?"

Dion: "Iya."

Baron: "Dion, Ayah minta maaf, ya! Kamu jadi harus berangkat dan pulang sekolah sendiri sekarang."

Dion: "Iya, tidak apa-apa. Dion kan sudah besar. Ayah, kenapa tidak bilang sama Dion kalau semalam tidak pulang?"

Baron: "Ayah ingin memberitahumu tapi kamu sudah tidur. Mama bilang akan memberitahumu saat bangun nanti."

Maya yang baru muncul dari dapur melotot pada Dion. Wajahnya langsung berubah tersenyum saat Baron melihat kearahnya.

Maya: "Mama sudah bilang kan kalau Ayah tidak pulang? Kamu tidak mendengarkan dengan teliti. Coba ingat-ingat lagi."

Dion: (Menunduk) "Iya. Maaf, Dion lupa."

Maya: "Kamu pasti capek kan, Dion? Sana masuk ganti seragam sekolahnya terus makan siang."

Wajah Maya tersenyum pada Dion. Namun Dion tahu senyum itu hanyalah senyum palsu.

Dion: "Baik, Ma."

Dion segera pergi melakukan apa yang disuruh ibu tirinya. Setidaknya ia bersyukur ayahnya pulang cepat ke rumah siang ini sehingga ia dapat segera makan siang untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.

^^^bersambung...^^^

1
Sri Astuti
semoga author berbaik hati pdmu Dion.. dan nanti ksmu bs bertemu ibumu
Sri Astuti
romansa remaja.. SMA adl masa terindah buat mrk
Sri Astuti
syukurlah masalah sdh clear bagi Dion.
Mirna tipe ibu yg ga bener.. dia suka Rita krn bs dimanfaatin ternyata.. toh tetep aja dibuang suaminya dia oke" saja
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Saking rindunya Dion sama ibunya sampai Dion bermimpi ibunya
Risa Virgo Always Beau
Dion itu fokus banget makannya ngga sambil bicara saat sedang makan
Risa Virgo Always Beau
Stella dan teman temannya yang banyak makannya nanti lanjut belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Ryan tidur sama mama dan papanya gara gara neneknya Ryan tidur di rumah Ryan
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Stella pengen dekat sama Dion sampai mengajak belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Maya masih saja membohongi Baron beruntung Baron sudah menyadari kelakuan Maya
Risa Virgo Always Beau
Baron baru menyadari kalau Maya ternyata membohongi Baron
Risa Virgo Always Beau
Maya gunakan uangnya untuk foya foya sampai iuran sekolah Dion menunggak
Risa Virgo Always Beau
Maya tega banget sampai menyembunyikan foto miliknya Dion
Sri Astuti
yakin sih klo si nendk yg ambil.. scr dia pinjam ga dikasih
Sri Astuti
Dion sadar kondisi keluarganya membuat dirinya minder
Sri Astuti
masa remaja masa yg paling indah kata lagu 😂😂😂
Sri Astuti
semoga aman" pas pulang ga diapa apain
Sri Astuti
Dion aslinya baik, tp dia ga mau pusing dgb urusan orang. akhirnya Ryan dekat jg sm abangnya..
bu Mirna sdh tua ga bs jd teladan buat yg muda
Sri Astuti
selamat buat Dion.. hrsnya Maya seneng anaknya diajarin sama Dion bukannya mlh sebel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!