NovelToon NovelToon
Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: rehuella

Karena sebuah kesalahan Kalundra Ananda Ramones, harus menikahi wanita yang baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah tidak lagi mempedulikan statusnya sebagai tunangan orang yang dicintainya.

Aluna Dinda Soeharjo wanita cantik berusia 25 tahun, demi menghindari kakak tirinya dia pergi ke Jakarta. Aluna terpaksa menerima tawaran yang diajukan Kalundra demi menutupi rasa malu keluarganya. Dia belum yakin sepenuhnya jika yang mengucapkan ijab qobul, bukan orang yang dia cintai.

Surat perjanjian disepakati oleh keduanya, mereka tinggal seatap, layaknya pasangan pada umumnya.

Seiiring berjalannya waktu cinta tumbuh di antara keduanya, siapakah yang akan Kalundra pilih? Cinta masa kecilnya atau wanita yang sekarang menyandang status sebagai istrinya? Dari pada penasaran baca yuk.

Ini Sekuel Kepincut Cinta Dokter ya. Tapi ini kisah anaknya, kalau kalian baca langsung juga nyambung kok, karena di novel pertama itu, tentang kisah lahirnya Kalundra dan saudaranya.

Selamat membaca semoga suka dengan tulisan saya ini.

Follow Ig : rehuella1
Fb Yetha itu Yhenie

Pesan saya jangan lupa favoritkan dan like ya, kalau mau kritik saran, boleh banget.😅

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

“Aaaahhhh ... harusnya aku tidak mengizinkanmu pergi ke London,” ucapnya yang semakin emosi. Dia tidak memperhatikan kondisi jalanan saat itu. Dia berpikir jika malam sudah larut, kondisi jalanan juga lenggang, tapi dia sontak kaget saat melihat motor yang tiba-tiba menyebrang sembarangan di depannya.

Braaakk ....

Kecelakaan itu tidak bisa terhindarkan lagi, suara decitan rem yang keluar dari mobil Kalun terdengar sangat nyaring. Tubuh Kalun membeku ketika melihat sosok laki- laki yang tergeletak di depan mobilnya. Dia lalu melepaskan seatbelt yang dia kenakan, mencoba turun untuk melihat lelaki yang baru saja dia tabrak.

“No ... nggak mungkin, aku nggak mungkin melukai orang!” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya, dia melihat ke arah lelaki dewasa yang sudah bersimbah darah di depannya itu. Dia lalu kembali ke mobil meraih ponsel yang ada di dashboard, dia segera menghubungi Doni yang mungkin belum keluar dari resto tempatnya meeting tadi.

Tidak banyak yang melihat kejadian malam itu, mungkin tidak lebih dari 5 orang. Mereka tidak berani mendekat, karena kondisi lelaki yang ditabrak Kalun memang terlihat parah.

Doni yang sudah tiba langsung mendekat ke arah Kalun, dia mengangkat tubuh lelaki yang berlumuran darah tadi ke dalam mobilnya, dan segera membawa lelaki itu ke rumah sakit terdekat.

Saat berada di dalam mobil Kalun terus menoleh ke arah kursi belakang, sambil mengepalkan tangannya, demi mengurangi rasa khawatirnya. Saat sampai di rumah sakit terdekat, mereka langsung membawanya ke ruang UGD.

Sudah hampir 30 menit mereka menunggu dokter yang tengah menangani lelaki tersebut, tapi dokter tidak kunjung keluar untuk mengabari kondisi pasien, Doni yang mendengar dering ponsel dari jaket lelaki yang ditabrak Kalun, hanya menatap layar ponsel itu, dia membaca nama yang tertera di layar ponsel yang dia pegang.

“Mau diangkat Pak?” tawar Doni sambil memperlihatkan nama yang tertera di layar ponsel.

“Angkatlah!” perintah Kalun yang langsung diikuti Doni.

“Hallo ...” ucap Doni saat mengangkat telepon.

“Hallo Sayang ... kamu di mana? Aku sudah lama menunggumu,” ucap wanita di ujung telepon.

“Maaf Nona, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan, dia sedang ditangani oleh dokter, kalau Anda bisa datang, segeralah ke rumah sakit xx sekarang juga.” Telepon terputus secara sepihak. Doni hanya menatap layar ponsel yang sudah berubah menjadi warna hitam tersebut.

Cukup lama Kalun dan Doni menunggu dokter untuk menangani pasien yang Kalun tabrak, Kalun khawatir jika nyawa orang yang berada di dalam tidak akan selamat, dia pasti akan merasa sangat bersalah Pada keluarganya, dia hanya bisa berjalan mondar-mandir seperti orang kebingungan.

Suara langkah kaki berlarian mendekat ke arah Kalun dan Doni, wanita itu terlihat panik sambil berdiri cemas di depan pintu ruang UGD, terlihat wanita itu mengeratkan kepalannya, menggigit kuku jempol demi meredam rasa khawatirnya , Kalun hanya memperhatikan wanita yang baru dua jam tadi bertemu dengannya.

Pintu ruang UGD terbuka, dokter keluar untuk memberitahukan kondisi pasien pada keluarganya. Tangan Kalun mencegah Doni yang ingin mendekat ke arah dokter, dia hanya ingin mendengarkan dari arah kejauhan, dan ingin mengetahui siapa wanita yang berdiri di sana.

“Maafkan kami,” ucapan dokter itu tertahan karena merasa berat untuk menyampaikan berita duka itu pada keluarga pasien.

“Katakan Dok, apa yang terjadi dengan calon suami saya!” ucap wanita itu yang sudah menaikan nada bicaranya. Kalun yang tadi menunduk, langsung menoleh ke arah wanita tersebut.

“Maafkan kami yang tidak bisa menyelamatkan pasien, kami tidak bisa menghentikan pendarahan di kepalanya,” jelas dokter pada wanita yang berdiri di depannya, wanita itu terlihat lemas, saat mendengar kabar itu, tubuhnya berusaha mencari sandaran, supaya tidak terjatuh.

Kalun yang melihat wanita itu menangis, merasa kasihan dengannya, beberapa jam yang lalu dia bisa melihat senyuman manis dari wanita yang berdiri di sana, tapi sekarang dia hanya bisa melihat kesedihan dan tangisan di bibirnya.

“Apa saya bisa melihatnya?” tanya wanita itu, yang langsung diangguki oleh dokter. Kalun yang penasaran, akhirnya ikut melangkahkan kakinya masuk ke ruang UGD.

Kalun hanya bisa melihat dan mendengar suara wanita di depannya, dia merasa sangat bersalah karena sudah menyebabkan calon suaminya meninggal. Pikirannya langsung tertuju pada mama dan adik-adiknya, bagaimana jika mereka akan menerima balasan dari perbuatannya saat ini? Dia mengembuskan nafas kasar, dia lalu berjalan keluar kamar ruang UGD. Namun, dia menghentikan langkahnya, saat mendengar suara pintu terbuka keras dari arah luar.

Suara tangisan dari pasangan suami-istri itu semakin menambah rasa bersalahnya. Mereka kehilangan orang yang mereka cintai karena kesalahannya, dia yang lalai ketika mengendarai mobil.

“Ini semua gara-gara kamu!” maki wanita paruh baya sambil menunjuk ke wajah wanita di depannya.

Kalun hanya memperhatikan kejadian di depannya, dia menajamkan pendengarannya untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, dia penasaran akankah seperti drama indonesia yang selalu dilihat para pelayannya di rumah?

“Kalau kamu tidak hadir dalam hidup anak saya, dia tidak akan meninggalkan kami. Pergi dari sini, aku tidak mengizinkanmu mendekat ke anakku! Meski dia sudah menjadi jenazah sekalipun, perempuan pembawa sial!” lanjutnya memaki wanita di depannya.

Ya Allah drama apa ini, apa ada orang kehilangan bisa memaki orang seperti itu. Ucap Kalun dalam hati.

“Tapi Ma ....”

“Jangan panggil aku Mama, anakku meninggal gara-gara kamu, dia pergi dengan terburu-buru untuk menjemputmu,” jelas wanita paruh baya itu, “Coba saja kamu lebih sabar! Pasti dia tidak akan pergi!” lanjutnya dengan air mata yang berderai.

“Cepat pergi! Jangan lagi muncul di hadapan kami!” makinya lagi sambil menunjuk ke arah pintu keluar ruang UGD.

Kalun menatap wanita muda yang tengah menatap calon suaminya. Bibir wanita itu bergumam mengucapkan kata ‘maaf’ berulang kali pada jenazah calon suaminya. Wanita itu lalu keluar ruangan meninggalkan jenazah calon suaminya yang sudah turbujur kaju di brankar rumah sakit.

Kalun terus mengikuti wanita itu, yang tengah berjalan keluar rumah sakit dengan air mata yang berderai. Wanita itu mengambil ponsel di tasnya yang sejak tadi berdering.

“Iya Pa ...” ucapnya saat menempelkan ponsel di telinga. Suasana hening tidak ada sahutan di ujung telepon yang bisa kalun dengar.

“Kak Fandi, sudah pergi Pa ... hiks, dia meninggalkan Luna. Dia tidak bisa menepati janjinya Pa ... Apa yang harus Luna lakukan sekarang?” tanya wanita yang bernama Luna itu pada lelaki di ujung telepon.

“Nggak papa Lun, tenanglah! Jangan pikirkan lagi ... urus jenazah Nak Fandi dengan baik,” jelas lelaki di ujung telepon, Kalun tidak bisa mendengar suara lelaki itu meskipun dia berusaha menajamkan pendengarannya.

Kalun masih terdiam menatap wanita di depannya, cukup lama wanita itu bertelepon. Jaraknya memang tidak begitu dekat, tapi dia bisa merasakan ke khawatiran wanita di depannya itu.

Wanita itu lalu menutup ponselnya, dia kembali meneruskan langkahnya untuk keluar dari rumah sakit.

Kalun masih mengikuti langkah wanita yang membelah derasnya air hujan. Angin kencang mulai datang, bahkan dia tidak mempedulikan kondisinya lagi, dia merasa kasihan dengan wanita yang tidak sengaja dia sakiti. Dia mendengarkan rintihan kecil yang keluar dari bibir wanita di depannya, yang sepertinya tengah memanggil-manggil nama calon suaminya.

“Kenapa kamu tega meninggalkan aku Fan, bahkan di hari sebelum kamu akan menikahiku, hiks ... hiks ... aku nggak mau Fan, ini sakit please tolong jangan pergi,” gumam wanita itu yang bisa di dengar oleh Kalun.

Wanita di depan Kalun itu terlihat putus asa, dia terus berjalan di tengah hujan yang menguyur kota Jakarta. Dia lalu berhenti di sebuah jembatan yang dia lewati.

“Ya Allah izinkan aku untuk menyusulnya, aku sangat mencintainya hiks ... aku tidak akan sanggup jika dia meninggalkan aku, aku tidak bisa lagi menahan perihku ya Allah. Apalagi Mama yang pasti akan malu karena batalnya pernikahan ini hiks ... hiks ....”

Kalun yang mendengar ucapan wanita itu segera mendekat. Dia yang berdiri di belakang wanita itu hanya memperhatikan saja. Baju Kalun yang bewarna biru kini sudah terlihat basah karena guyuran air hujan.

“Maaf Pa ... maafkan Aluna,” ucapnya lirih sambil mengankat kakinya ke tembok jembatan.

“Hey! Jangan bertindak bodoh!” teriak Kalun pada wanita di depannya. Wanita itu diam sejenak, tidak menoleh ataupun mengindahkan ucapan Kalun. Dia langsung mengangkat kaki satunya, bersiap untuk melompat ke dasar sungai, air matanya yang belum berhenti semakin terasa deras mengalir di pipinya. Dia lalu melompat ke sungai itu, beruntungnya Kalun berhasil menangkap tangan kanan wanita yang dianggapnya bodoh tadi.

“Jangan lakukan! Pegang tanganku kuat!” perintah Kalun dengan sedikit berteriak. Namun, wanita itu hanya menggelengkan kepalanya, sambil mencoba melepaskan tangan Kalun yang mengenggam erat tangannya, hujan yang semakin deras membuat tangan wanita itu sulit untuk Kalun tahan. Dia lalu menggunakan kedua tangannya untuk menarik tubuh wanita tadi.

“Biarkan aku pergi, ku mohon biarkan aku pergi! hiks ...” mohon wanita tersebut dengan air mata yang masih mengalir, tapi Kalun masih berusaha mengangkat wanita di depannya itu, meski sulit Kalun berusaha sekuat tenaga mencoba menyelamatkan wanita di depannya ini.

“Nggak! Jangan melakukan hal bodoh!” maki Kalun sambil menahan tangan wanita itu supaya tidak terlepas.

Kalun menjatuhkan tubuhnya di pinggir jembatan, saat berhasil menolong wanita itu.

“Apa maksudmu!” maki wanita itu sambil mendorong tubuh Kalun.

“Aku tidak pernah mengenalmu! Kenapa kamu mencegahku untuk terjun ke bawah sana? Hah!” ucapnya lagi sambil mendorong keras tubuh Kalun.

Kalun berpikir hendak mengatakan semuanya pada wanita itu. Tapi dia mengurungkan niatnya saat wanita itu berceloteh tentang hubungannya dengan lelaki yang dia tabrak tadi.

“Aku akan dinikahinya 5 hari lagi, apa kamu tahu itu? 5 hari lagi!” bentaknya di depan tubuh Kalun.

“Pikirkan undangan sudah tersebar di kampungku sana! Tapi dia justru meninggalkan aku! Kamu tahu rasanya bagaimana? Nggak kan! Jadi? Jangan mencoba lagi menghalangiku untuk terjun ke sana, aku sudah capek menjalani semua ini! Ini tidak adil untukku, please biarkan aku menyusulnya,” ucap wanita itu panjang lebar dengan air mata yang masih mengalir, dia sudah mendekat ke arah tembok jembatan. Tapi kalun yang sudah berdiri berusaha menahan tangan wanita itu. Dia lalu membawa wanita itu ke dalam pelukkannya.

“Jangan lakukan lagi!” ucapnya sambil memeluk erat wanita itu, dia sedikit nerveos, karena ini pertama kalinya dia memeluk wanita selain keluarganya.

“Jangan mencegahku! Kamu tidak akan tahu betapa sakitnya ini.” Kalun tetap mengeratkan pelukannya, membiarkan wanita itu meluapkan kesedihan di dalam pelukkannya.

“Lepaskan ... ku mohon! Kita tidak saling mengenal, jadi biarkanlah aku pergi, anggap saja kamu tidak pernah melihat kejadian ini,” ucap wanita itu, dia masih menangis keras di sana, pelukkan Kalun yang erat tidak mampu menenangkan suara tangisnya.

Kalun berpikir sejenak, sambil berulang kali mengucapkan kata ‘maaf’ dalam hatinya.

“Aku akan menikahimu.”

👣

Jangan lupa untuk like dan vote ya.🙏👍

1
Mira Hastati
bagus
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
eonnira
yeeeee ketemu juga ceritanya ayah Kalun dan bunda Luna🤗🤗
Afriyani Fristianingrum
Buruk
Arie Afnieta
bagus
Lenni Namora
Luar biasa
dini0532
Bisa2nya aku netesin air mata di kantor gara2 baca part Luna melahirkan 🥲
dini0532
Papa Erik selalu terdepan. Tim satsetsatset. Tapi anak dan mantu2nya klemer2 semua, ibarat kata musibah dibikin sendiri mulu zzz
dini0532
Aneh banget Pak Budinya juga. Kalo Kalun ga bisa dihubungi ya coba hubungi yg lain jg dong. Apalagi ini baru ketauan kalo Luna hamil tp ga ada tanda2 nyuruh Kalun dan keluarganya buat jemput. Harusnya curiga dong knp anaknya bisa sendirian lama bgt di Solo
dini0532
Kadang Kalun emang suka cemburu berlebihan, giliran Luna yg cemburu di sepelein. Tp untuk soal rumah, aku sependapat sm Kalun. Mending cari rumah lain dr pd nantinya jd kebayang2 Fandi terus
dini0532
Lemah amat luluhnya cuma sama nasi goreng. Pdhl fatal bgt kesalahannya, bukan cuma sekedar nemenin mantan yg lg sekarat tp nyaris ijab qabul. Bayangin kalo keburu ijab qabul dan si Kayra blm meninggal. Brarti kan Luna bener2 di madu. Pantes Riella di madu, ini mah bener2 karma abangnya kayanya
dini0532
Kalun kan katanya dulu dokter tapi kok sebodoh ini sih? Luna kan hitungannya habis keguguran. Papanya udah ngewanti2 buat ABC tp dengan santai dan sadarnya Kalun ngejawab nentang bodo amat kaya gitu. Kok lama2 jd makin kesel sm karakter Kalun ya?!
dini0532
Good job Aluna, sempet mikir kirain dia cepet luluh ternyata tetap tangguh. Hukuman harus ttp ada buat Kalun biar dia bisa ngehargain istrinya. Kecewa bgt pasti jd Luna
dini0532
Walaupun tau endingnya Kalun sm Luna kaya gimana. Tp gue msh ttp penasaran sm kelanjutan masalah ini. Pgn Kalun "sadar" sm kelakuannya sih
dini0532
Walaupun Kayra meninggal, tapi tetep ga suka dan ga bisa dibenarkan jg caranya Kalun sembunyi2 kaya gini. Bener2 ga ngehargain istri. Pdhl kalo jujur pasti Luna bakal izinin apalagi kalo tau Kayra sekarat
dini0532
Gue kalo jd Luna, walaupun Ferdi orang baik dan dia diwasiatin gt sama Fandi, gue ttp nolak sih. Ga kebayang kalo mesti terus2an kebayang Fandi di fisik Ferdi. Nantinya jd gatau beneran cinta sm Ferdi atau cuma krn Fandi. Trs blm lagi ibu mertua nya kaya begitu. Mending jadi mantunya Papa Erik Mama Ella dh, bener2 di syg bgt
dini0532
Kok cinta sm Emil dari sejak SD sih? Bukannya SD masih sukanya sm Kenzo ya? Baru demen Emil kan pas sekitaran SMA / kuliah, pas dia udah benci sm Kenzo kan?
dini0532
Parah bgt kalo beneran ditinggal di hotel sendirian tanpa kabar. Minimal tinggalin pesan kek di kertas / sms
dini0532
Kasihan jg sih Kalun kaya berjuang sendirian. Seandainya Luna tau pengorbanan Kalun biar bisa terus bareng dia
dini0532
Waahh kirain cuma papa Erik yg tau belangnya Kayra, ternyata papanya Kayra pun tau gmn kelakuan anaknya ckck
dini0532
Fix Aluna hamil dan papa Erik udah tau sejak Luna pingsan. Makanya kmrn ajudannya ganti kopi jd susu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!