NovelToon NovelToon
Dear Mommy

Dear Mommy

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:651.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

Novel ke-enam

Kejadian satu malam dengan pria lain akhirnya merusak kepercayaan Louis terhadap Elena. Setelah bercerai dan terpaksa meninggalkan putranya yang masih berusia dua bulan, Elena memutuskan mendekati kembali putranya yang kini berusia delapan tahun.

Karena keadaan tersebut, Elena rela dipanggil bibi oleh putranya dan menjadi orang lain demi menghindari tatapan kebenciannya.
Dengan percaya diri ia membuat kesepakatan dengan mantan suami yang menyadari kehadirannya.

"Aku jal*ang yang mempesona, kan?" senyumnya tanpa beban. "Aku hanya minta waktu satu tahun dari seumur hidup yang kau punya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan

Pagi harinya Elena telah siap dengan setelan glamornya. Bukan hal yang jarang para karyawan butik melihat penampilan Elena yang jauh dari kata sederhana. Pada dasarnya wanita itu telah hidup mewah sejak kecil dan dimanjakan kekayaan oleh keluarganya.

Suara heels bertubrukan dengan tangga dan menampilkan Elena dengan kaca mata hitamnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai lurus sehingga memberi kesan elegan.

Para karyawan hanya bisa menatap iri juga penuh kagum. Sosok Elena memang tidak pernah mengecewakan. Wanita itu terlihat seperti dewi yang membuat siapapun yang melihatnya akan terpaku dengan kecantikannya.

Jangan lupakan barang-barang mewah yang menempel pada tubuhnya itu. Tas yang dikenakannya saja bisa mencapai puluhan ribu dollar. Beginilah gaya hidup Elena, hidup mewah dan menikmati kesenangan.

"Bagaimana penampilanku, Ellie?" Menaikkan kaca matanya dan mengibas rambutnya pelan.

"Seperti biasanya anda luar biasa, Nona Elena." Tidak ada kebohongan dari ucapan Ellie. Elena tersenyum bangga mendengarnya.

"Tutup saja butik hari ini. Pergilah kemanapun kalian mau." Ia sedang berbaik hati membiarkan semua orang libur, "tapi tetap buka besok!" Hanya hari ini, haha.

"Terima kasih, Nona," ucap semua orang senang.

"Bagaimana denganku?" tanya Jeff.

"Kau karyawan butik?"

"Bukan," jawab Jeff.

"Kalau begitu tutup mulutmu." Setelah mengatakan itu Elena berjalan melewatinya dengan acuh. Lagi-lagi Ellie menahan tawanya karena kesialan Jeff.

"Kau asistennya, Jeff. Kau berharap apa jika dia akan bergerak seharian."

"Dia memang terlalu aktif." Lalu menyusul Elena secepatnya.

-

-

-

Elena menghentikan langkahnya sejenak seraya menatap seseorang yang sudah menunggunya di dalam ruangan khusus. Sebelum mendekat, Elena sudah mengatur raut wajahnya sebaik mungkin dengan senyuman yang ia miliki.

"Aku tak percaya kau yang memanggilku lebih dulu ... Sir."

Mungkin Elena hampir tidak mempercayainya. Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu lagi. Louis Halbert, mantan suami yang tak kalah di rindukannya. Hari ini memanggilnya untuk bertemu secara pribadi melalui butik miliknya.

"Aku tidak memanggilmu untuk berbasa-basi," datarnya.

Elena terpaku sesaat hingga kemudian memasang senyum ringan tanpa beban.

"Benar juga. Mana mungkin kau mau melakukannya. Jadi ada apa, Sir. Louis?"

"Menjauhlah dengan perlahan," pinta Louis langsung pada intinya.

"Ah! Jadi aku ketahuan," gumam Elena sedikit mengerucutkan bibirnya. Louis sedikit mengerutkan kening. Pria itu hendak bicara lagi, tapi seorang pelayan datang.

"Berikan saja menu terbaik kalian," kata Elena.

"Baik. Akan kami sajikan segera." Pelayan itu undur diri.

"Aku suka tempat ini. Kau pandai memilih tempat," ujar Elena lagi.

Louis berdecih, "aku tahu kau menyukai hal mewah. Kau masih tetap sama, Elena."

Sebenarnya ia tidak mau membahas hal lain selain Noah apalagi membahas masa lalu yang tidak ingin Louis ingat. Tapi wanita itu memang pandai mengalihkan perhatian orang lain.

Wanita itu masih sama. Menyukai kekayaan dan kemewahan. Tempat yang ia pesan juga bukan tempat murahan yang tidak disukai Elena. Disini adalah restoran bintang lima dengan banyak pertemuan resmi. Tempat para konglomerat berdatangan.

"Aku tidak mengerti yang kau sebut sama. Kupikir aku sudah banyak berubah." Pria itu sedang menyindirnya dan ia tahu itu. Tapi apa ia harus marah dan tersinggung? Tidak perlu. Jangan lakukan hal sia-sia. Tidak ada salahnya berpendapat begitu.

"Semoga saja." Louis tersenyum meremahkan.

Wanita itu memang cantik dan menawan. Orang bilang ia seperti dewi dan Louis beruntung memilikinya sebagai kekasih. Namun itu hanya ucapan orang-orang yang tidak mengenal sosok Elena yang sebenarnya.

Apa mereka tahu bahwa wanita yang mereka sebut seperti dewi itu merupakan seorang wanita yang memiliki sifat buruk? Ya, itulah kenyataan sebenarnya. Wanita itu pernah menjadi pembully di sekolahnya dan suka memandang rendah pada orang lain.

Louis merasa pernah menjadi salah orang bodoh karena percaya wanita itu akan berubah hanya dengan menunjukkan sedikit perlakuan baiknya. Sayangnya terlambat menyesalinya sekarang, kan? Dirinya terlanjur menikahi wanita itu dan memiliki Noah.

"Kau semakin tampan, Louis!" puji Elena tanpa malu. Hei! Ia serius.

"Kenapa? Apa kau sedang menyesal?"

"Aku sangat menyesal! Kau kan pria paling tampan di kampus. Semua orang iri padaku."

Lihat sendiri kan? Apa yang berubah darinya? Tidak ada! Wanita itu selalu percaya diri meski ada yang menghinanya sekalipun.

"Jadi apa? Kau mau kembali padaku lagi?"

"Apa bisa?" Elena memajukan wajahnya. Louis ikut memajukan wajahnya.

"Tidak bisa, bit*ch!" bisik Louis, "tapi aku bisa menunjukkanmu seseorang yang bisa memuaskanmu ... seperti dulu." Mengangkat dagu Elena dengan jari telunjuknya. Mata keduanya saling bertatapan intens.

"Aku jala*ng yang mempesona, kan?" senyum Elena. Louis segera menjauhkan wajahnya.

"Aku suka kepercayaan dirimu. Aku tidak bisa berbohong bahwa kau memang mempesona, tapi tidak ada artinya untukku." Meski ia terang-terangan menghina mantan istrinya itu, Elena masih tampak biasa saja.

Elena tertawa pelan. Ternyata masih sama cara orang memandangnya. Ya, dirinya terdengar sangat buruk, kan? Memang bagus Noah tidak mengetahui bahwa ia ibunya. Anak itu bisa malu jika mendengarnya apalagi jika teman sekolahnya tahu bahwa Noah memiliki ibu yang sangat buruk. Sudah benar jika Noah dan Louis sangat membencinya.

"Kalau begitu beri aku waktu satu tahun!" pinta Elena tiba-tiba sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"Aku tahu kau takut aku membawa pengaruh buruk untuk Noah. Jadi berikan aku waktu untuk bersamanya setelah itu aku akan pergi. Aku janji."

"Kenapa harus? Aku tidak tahu kan jika kau akan mencuci otaknya selama setahun itu."

"Kalau begitu awasi aku."

Elena mengambil tangan Louis dan menggenggamnya penuh harap.

"Biarkan aku menjadi pengasuhnya!"

"What?!"

"Aku tidak keberatan menjadi pelayan juga. Aku akan mencuci, mengepel lantai atau apapun itu!"

"Apa kau gila?" Tersenyum miring dan menarik tangannya. Wanita itu mulai tidak waras. Tidak mungkin ia mau menurunkan harga dirinya dengan menjadi pelayan, "kau mau merendahkan dirimu sendiri?"

"Tidak masalah. Kau mau aku mengelap sepatumu juga? Akan kulakukan."

Baiklah. Sudah cukup! Louis tidak tahan mendengarnya lagi.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari Noah?! Mana mungkin wanita sepertimu mau bertindak seperti pelayan. Jangan macam-macam padaku, Elena. Aku membiarkanmu berteman dengan putraku karena aku masih menghargaimu sebagai ibunya," tekan Louis dengan rahang mengetat. Ia merasa sangat marah sekarang. Bukan karena Noah, tapi karena wanita itu membuatnya memandang Elena begitu rendah.

"Aku merindukan Noah, Louis. Itu saja. Aku mengerti kau cemas, tapi aku tetap ibu yang ingin mencintai anaknya. Aku hanya minta satu tahun dari waktu seumur hidup yang kau miliki. Tidak ada ibu yang ingin anaknya menjadi buruk."

Louis tidak menjawabnya, hanya menatap mata jernih kecoklatan milik mantan istrinya itu dengan lekat. Menyebalkan karena ia seperti melihat ketulusan di dalamnya.

"Berikan ponselmu."

Elena langsung tersenyum lebar dan menyerahkan ponselnya.

"Apa aku di terima?" tanyanya antusias.

Louis tidak langsung menjawab. Ia melempar ponsel Elena pelan setelah menyimpan nomor telepon wanita itu.

"Cukup jadi pengasuh selama setahun!"

"Yess! Aku akan bersama Noah setiap hari."

"Jika ada yang mencurigakan, kau akan langsung dipecat!"

"Siap mendengarkan, Sir!"

1
mimief
setiap orang selalu mempunyai luka dan derita
tapi jangan pernah menjadikan alesan untuk menyakiti orang lain apalagi terjadi yg namanya pembullyan
karena kita tidak tau seluka dan setrauma apa orang yg mengalami nya.
kau tau apa yg lebih kejam dr pembullyan itu sendiri
yaitu pengambian dan tidak melakukan apa apa .
korban satu akan membuat pelaku kejahatan yg lain.

nice ending
beautiful story
mulai saat ini pelajaran buat kita karena kesalahpahaman akan membuka kejahatan yg lain
lindungi dirimu sendiri dengan melindungi orang " sekitar mu
tapi yg utama.... lindungi dirimu sendiri
mimief
😍😍😍😍🫰
mimief
makanya jangan bercanda dengan kesakitan orang lain
bullying bukan hanya sekedar kenakalan remaja saja
apalagi terlihat teman temannya tidak ada rasa menyesal.
karena perbuatannya memberikan trauma mendalam.
jangan menormalisasikan kenakalan remaja ini
ini adalah sebuah. kriminalitas.
karena kita ga akan pernah tau,sedalam apa efek nya pada tiap korban
dan ketika membalas apa yg dia rasakan ketika dulu,dia di cap sebagai penjahat.
double standar bukan?
segala sesuatu itu tergantung sudut pandang orang 🥹🥹
mimief
itu...bentuk sayang seorang ibu yg tulus
mimief
jujur...sama karya yg ini aku terhanyut Thor.
ga ada dan ga akan pernah ada yg bisa membandingkan seciah cinta seorang ibu buat anaknya.
apalagi melukiskan seberapa megah dan besarnya rasa cinta ibu.
akhhh
sakitnya Ampe kedalem Thor, karena aku juga seorang ibu 🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
awesome moment
care yg beda
awesome moment
ibu elena tu iblis dajjal. tampilan malaikat tak bersayap daleman...dewa dajjal
awesome moment
ikutan 😭😭😭
awesome moment
bnr2 kekejian yg hqq. anak dipisahkan dri ortunya oleh kelg yg hrs.nya melindungi
awesome moment
elena ambil keputusan tepat. buat p buang energy menjelaskan pd org yg ogah menerima informasi.
awesome moment
kelg kandung elena keji bgts
awesome moment
elena dijebak. dan...kelg kandungnya dibalik smua jebakan tu
awesome moment
whoah...elena pasti bikin perkara lg n
awesome moment
elena g peduli ttg pandangan louis. slama dia bnr, bomat sm orla. s7 bgts
awesome moment
ternyata elena korban egoime kelgnya. kasihan bgts
awesome moment
s7 dgn elena. drpd sibuk klarifikasi mendingan kerja keras utk lbh beruang
Sophea Marpaung
extra part Thor plis😭
Ahyar 99
pdhl elena ga jahat 2 temannya yang jahat kn
Ahyar 99
😭😭😭 mewek part ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!