NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan

Menikahi Pria Bangkrut Dan Arogan

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Cinta Terlarang / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:110.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jesi Jasinah

Patah hati saat mengetahui kenyataan kekasihnya menikahi perempuan lain yang sudah dihamilinya. Membuat Elena terpaksa menerima lamaran seorang lelaki yang jauh dari impiannya selama ini. Hal ini terpaksa dia lakukan demi menutupi rasa malu kedua orang tuanya karena undangan pernikahannya yang sudah tersebar.

Diliputi rasa sedih, akhirnya kini dia sah menjadi istri Anggara seorang lelaki yang usahanya sedang bangkrut, dan terkenal dingin juga arogan.

Menikah tanpa cinta dengan kondisi ekonominya yang sulit ditambah sikap arogan dan dingin suaminya, sungguh merupakan tantangan berat baginya. Namun tekatnya yang ingin mempertanggung jawabkan keputusan yang telah diambil dan hanya ingin menikah sekali seumur hidup membuatnya harus bertahan dan berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesi Jasinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Lamaran Dari Seseorang

Dengan terbata-bata aku menceritakan kalau pernikahan antara aku dan Andrea tak mungkin terjadi, karena dia baru saja menikahi Nina Adik kelasku yang telah dihamilinya.  Semua penghianatan Andrea aku ceritakan secara detail pada ibu.

Ibu langsung terduduk memelukku sambil menangis.  Aku merasakan bahunya terguncang hebat.  Aku sangat mengerti bagaimana perasaan ibu. Acara pernikahan yang sudah dinantikan sejak lama dan undangannya pun telah tersebar justru gagal dilaksanakan.  Sungguh tak terbayangkan betapa malunya kedua orang tuaku.  Namun akupun tak mampu berbuat apa-apa  ini semua bukan kemauanku.

Saat kami sedang meratapi kesedihan, ayah datang dari bekerja. Raut wajah bingung menghiasi wajah tua yang telah berjasa dalam kehidupanku.

"Ada apa ini, kenapa kalian pada bersedih.  Elena kamu terluka, kenapa? kamu habis kecelakaan, gitu aja pada nangis, dasar perempuan manja," ujar ayah seraya terkekeh.

"Ayah....pernikahanku gagal ayah," tangisku pecah saat memeluk ayah yang duduk tepat disampingku.  

Sepertinya ayah bingung dengan ucapanku. Dia memandang ibu sembari bertanya dengan bahasa isyarat, namun ibu hanya bisa menjawab dengan air mata.  Ayah membelai rambutku dan mengecup pucuk kepalaku.

"Tenangkan dirimu nak, ceritakan pada ayah apa yang telah terjadi.  Jangan pernah sungkan dan merasa bersalah.  Apapun alasan atas gagalnya pernikahanmu, ayah akan coba mengerti, ayah dipihakmu nak, jangan khawatir ayah akan selalu menjagamu sampai kapanmu"

Ucapan ayah membuatku merasa nyaman.  Ternyata ayah terlihat lebih tenang, menanti pemaparanku.  

Ku ceritakan semua apa yang terjadi hari ini pada ayah tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun, mulai dari saat aku mendengar informasi dari Dewi tentang pernikahan Andrea dan Nina hingga aku melabraknya dan pulang mengalami kecelakaan. Wajah ayah terlihat merah padam menahan geram, kulihat kedua tangannya mengepal, ayah pasti sangat emosi namun ayah terus menahannya.  Kasian ayah, harus sakit hati karena masalahku, aku kasihan melihat ayah, sampai diusiaku saat ini, belum pernah aku membuat kedua orang tuaku bahagia apalagi bangga.  Benar-benar tak berguna aku ini, batinku.

Beberapa kali ayah menarik nafas panjang.  Tangannya membelai pundakku kemudian menghapus air mataku.

"Sakit memang, tapi mungkin ini yang terbaik untukmu.  Lebih baik pernikahanmu gagal daripada harus menjadi istri seorlang lelaki penghianat.  Mungkin saat ini Tuhan sedang menyiapkan jodoh terbaik untukmu," nasihat ayahku.  

Kufikir ayahku benar, lebih baik dia menghianatiku sebelum terjadi pernikahan daripada penghianatan itu terjadi disaat aku telah menikah dan mempunyai anak.  Akan sulit bagiku untuk memutuskan perpisahan dan akan menjadi dilema.  Berpisah maka anak akan menjadi korbannya, jika tetap bersama maka rasa sakit itu akan aku rasakan seumur hidupku.

"Kamu tahu nak, alasan Andrea menghianatimu karena kamu menolak dia sentuh.  Hal itu membuat ayah sangat bangga padamu.  Kamu benar-benar telah menjaga dirimu dengan benar dan itu artinya kamu juga telah menjaga kepercayaan yang ayah berikan. Ayah sangat bangga padamu nak, itu yang harus kamu ingat"

Ucapan ayah benar-benar menyejukan hatiku, ayah benar-benar mengerti aku dan aku senang ayah begitu bangga padaku.

"Tapi rasanya ibu tidak terima, Andrea seenaknya saja menyakiti putri kesayanganku.  Ibu Andrea itu teman baikku, aku yang telah menolongnya dari keterpurukan, tanpa aku mungkin Wati saat ini sudah menjadi gembel.  Aku harus mendatangi wanita itu untuk membuat perhitungan.

Dengan langkah yang tergesa-gesa, ibu bangkit berjalan keruang tamu hendak keluar menuju teras.  Sontak aku dan ayahku berlari ingin mencegah ibu.

"Bu sabar bu, tidak usah mendatangi ibunya Andrea, malu bu, apa yang ibu lakukan tidak akan merubah apapun, justru ibu akan mempermalukan diri sendiri"

Ayah berteriak sembari mengejar dan memeluk ibu, ibu menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ayah.  Hancur rasanya hatiku  melihat orang-orang yang aku sayangi terluka hatinya.  Mereka pasti bingung, undangan telah tersebar, bahkan kami sudah membayar lima puluh persen untuk catering dan Wedding Organizer.  Baju pengantinpun hampir selesai dijahit.

"Assalamuallaikum"

Aku terkejut mendengar suara berat yang sudah aku kenal.  Ibu yang sedang menangis dalam pelukan ayah langsung memgurai pelukannya dan menghapus air matanya.  Pandangan netra ayah mengarah kesumber suara tersebut.

"Wa allaikum sallam, silakan masuk nak.  Anda siapa ya, ada keperluan apa ini, apa anda temanya Elena," tanya ayah nampak gugup.

Aku heran, ada apa kak Anggara kembali lagi menemuiku. Apa ada urusan yang penting, aku sangat penasaran.

"Kamu Anggara kan yang tadi mengantar Elena, ayah dia yang menolong Elena membawa kerumah sakit kemudian mengantarnya pulang," terang ibu.

Kedua orang tuaku mengajak kak Anggara duduk diruang tamu, aku lalu mengikuti mereka dengan berjalan tertatih-tatih.  Ibu berjalan kedapur sepertinya hendak membuatkan minum.  Netraku terus menyoroti wajah kak Anggara yang terlihat gugup, sepertinya ada hal penting yang ingin dia sampaikan.

Setelah ibu kembali keruang tamu dengan beberapa gelas minuman dan cemilan ala kadarnya. Nampak kak Anggara ingin memulai bicara.  Aku menunggu apa yang ingin diucapkan kak Anggara dengan sangat penasaran.

"Maaf pak, bu kalau apa yang ingin saya sampaikan ini anda anggap lancang.  Namun dorongan hati saya yang berfikir mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hati saya"

Ayah dan ibu menatap wajah kak Anggara yang tertunduk tak berani sedikitpun menatap kami bertiga.  Seketika hatiku deg-degan menunggu kalimat apa lagi yang akan keluar dari bibir kak Anggara.

Kak Anggara melanjutkan ucapannya. Sungguh aku terperangah mendengar ungkapan hati lelaki arogan dihadapanku. Aku tak pernah menyangka kalau telah lama dia jatuh cinta padaku. namun karena aku sudah berhubungan dengan Andrea maka dia memendam perasaannya, dan yang membuat aku lebih terkejut dia melamarku dan akan menikahiku tepat dimana acara aku dan Andrea akan digelar.

"Kamu serius nak, bu bagaimana ini," tanya ayah.

Kedua orang tuaku memandang kearahku, mereka bertanya padaku dengan bahasa isyarat.

"Saya serius pak, bu.  Saya melakukan ini karena saya mencintai putri anda, saya tidak ingin melihatnya sedih," jawab kak Anggara.

Aku bingung, haruskah aku menerima lamaran kak Anggara.  Tak pernah terlintas sedikitpun kalau aku akan menikahi lelaki dingin dan minim bicara seperti dia.  Sedikitpun tak ada cinta dihatiku untuk dirinya.  Jika aku menolaknya, kasihan ayah dan ibu harus menanggung malu karena undangan pernikahanku telah terlanjur tersebar.  Jika aku menerimanya, mungkinkah aku bisa bahagia hidup dengan lelaki yang dingin dan minim bicara seperti dia, apa aku harus menderita seumur hidupku.  Memang sih kondisinya yang bangkrut tak akan jadi masalah, karena aku yakin dia pekerja keras dan akan memulai segalanya dari nol.

"Kamu tidak perlu menjawabnya saat ini juga Elen.  Fikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan, kalau perlu kamu shalat istiharah dulu untuk meminta petunjuk kepada Allah," saran kak Anggara.

Aku menyetujui saran lelaki itu, aku akan memikirkannya masak-masak dan akan berusaha mengambil keputusan yang terbaik untukku dan kami semua.

Setelah mengutarakan maksud kedatangannya, kak Angarapun pamit pulang.  Aku mengantarkannya hingga keteras begitu juga ayah dan ibuku yang wajahnya terlihat lebih cerah.

*******

 

1
Alisia Tapilatu
Kecewa
Alisia Tapilatu
Buruk
💫0m@~ga0eL🔱
mampir slm knl thor🙏
Da Kurnianto
Luar biasa
R. Kamal
haa ha NENEK BENERRR ITUUUU
auliasiamatir
awas kau leha, kalau macam macam si sumpel aja mulut leha yab elen
auliasiamatir
ise elena keren....
auliasiamatir
yam ampun buk, 🤣🤣🤣
auliasiamatir
dah lima bulan aka yah thor, koma nya.
auliasiamatir
makin keren..
auliasiamatir
semiga nina tertolong
dan andrea segera mampus
auliasiamatir
cepat bantu nina jhon
auliasiamatir
wajar sih papa nya nina, ragu
buktiin jhon kamu lelaki yang tepat 💪
auliasiamatir
semoga dapat restu dari orang tua mereka
auliasiamatir
ha....siapa dia
auliasiamatir
aku juga bahagia bacanya Anggara
auliasiamatir
semiga nanti kamu bangkit lagi yah anggara
auliasiamatir
lucu yah anggara, masa bisa ngomong gitu sama mertua 🤣
auliasiamatir
laki gak guna .😏
auliasiamatir
tobat nasuha yah nina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!