Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.
Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.
Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?
Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?
Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-3- Bram Adipati
Mentari mulai menyapa, kini di dalam sebuah kamar gorden otomatis di kamar tersebut perlahan terbuka menampakkan sinar matahari yang memasuki kamar itu.
Dan tentunya sinar matahari itu menganggu tidur nyenyak seorang perempuan yang kini mulai menerjabkan matanya.
Ingin bergerak dari posisi nya, tetapi tubuh Aqila terasa di tindih sesuatu. Lantas dengan susah payah perempuan itu membuka paksa matanya.
"Tidurlah sebentar lagi" Bisik berat seorang pria tepat disamping telinga Aqila.
Mata Aqila langsung melotot kaget dan hendak bergerak, tetapi pria yang tadi bersuara kini memeluk erat tubuhnya bagaikan guling.
"Lepas! Siapa anda!"
"Sutt.. Tidur lah, semalam kita menghabiskan waktu begitu lama dan menguras tenaga"
Deg!
Aqila mematung sesaat mendengar ucapan pria itu, perlahan matanya mengedar melihat kamar tersebut dan napas nya tercekat begitu melihat ini bukan kamarnya.
"A-apa yang terjadi semalam?"
"Sesuatu yang sangat panas"
Aqila melepaskan paksa tangan pria yang melingkar di perut nya dan mengintip tubuhnya di dalam selimut.
Mata yang tadinya melotot kaget, kini berubah menjadi tatapan sendu dan berair kala melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun.
"A-apa yang kau lakukan padaku?" Tanya bergetar Aqila memeluk erat selimut nya.
"Kamu yang memulainya lebih dulu, baby girl"
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipi Aqila, lantas pria yang tadi mengecup pipi Aqila kini bangkit dari posisi nya.
"Ti-tidak mungkin.. Kau pasti menjebak ku hikss.."
"Baby, jangan menangis" Ujar lembut pria itu seraya berjongkok tepat di hadapan Aqila.
Dapat Aqila lihat wajah pria yang sedari tadi berbicara, dan Aqila akui wajahnya sangat tampan.
Bahkan sangat sempurna bak seorang dewa yunani dengan hidung mancung dan bibir tipis yang dimiliki pria itu.
Tangan pria itu terangkat menyeka air mata Aqila yang menetes, dan setelahnya ia mengusap-usap pipi perempuan di hadapannya.
"Dimana pakaian ku, aku ingin pulang" Ujar Aqila menjauhkan kepalanya
"No, no, no. Kamu akan tetap disini"
"Aku ingin pulang hikss, berikan pakaian ku"
"Lebih baik sekarang kamu mandi dulu, oke?"
Aqila bangun dari posisinya dan melilitkan selimut di tubuhnya seraya menyeka kasar air matanya.
"Kau pria brngsek! Cepat berikan pakaian ku dan lupakan semuanya!" Teriak Aqila di depan wajah pria itu.
"Kamu benar-benar melupakan ku, baby girl?"
"Melupakan apa?! Kau hanya orang asing yang merenggut kesucian ku, brngsek!"
Wajah pria dihadapan Aqila berubah masam, dan terlihat tatapan sendu yang berasal dari mata bernetra coklat itu.
"Bram.. Aku Bram, Om tampan-nya Aqila, kak Bram-nya Aqila" Seru pria itu yang tak lain adalah Bram Adipati.
"Tidak! Aku tidak mengenal mu!" Wajah Aqila memerah, menunjukkan betapa emosinya ia saat ini.
Matanya berair dan bersiap kembali meneteskan air matanya, entah kenapa mendengar nama Bram, tiba-tiba hatinya terasa sakit.
"Tentu kamu tidak mengenal ku karena kejadian itu, kamu melupakan semuanya, melupakan kenangan kita. Sayang" Sendu Bram mencoba meraih tangan Aqila.
Tetapi Aqila malah berjalan mundur dan menjauhi pria yang bernama Bram itu dengan kepala yang terus menggeleng.
"Aku mau pulang hikss.. Aku mau pulang!!"
Melihat pintu berada di dekatnya, lantas Aqila berlari mendekati pintu itu. Sedikit lagi tangan nya meraih handle pintu, tetapi tiba-tiba tubuhnya kembali melayang dan sudah berada di dalam gendongan pria yang merenggut semuanya.
"Lepaskan! Turunkan aku!!" Aqila memberontak dan terus menggerakkan tubuhnya.
"Mandi dulu, aku sudah menyiapkan pakaian mu di dalam kamar mandi. Dan setelah itu kita sarapan" Ujar Bram menurunkan Aqila di dalam kamar mandi miliknya.
Tetapi begitu kaki nya menginjak lantai, Aqila langsung berlari dan hendak kabur hanya bermodalkan selimut yang melilit tubuhnya.
Tetapi lagi-lagi di tempat yang sama tubuhnya kembali di tangkap oleh Bram.
"Stt, kamu benar-benar nakal Aqila!" Desis geram Bram.
"Lepaskan brngsek!" Maki Aqila
"Mandi sendiri atau aku mandikan!" Tegas Bram berhasil menghentikan gerakan memberontak Aqila.
Menurunkan Aqila di dalam bathtub kosong, lantas Bram memegang kedua pipi chubby Aqila hingga tatapan kedua nya bertemu.
"Mau mandi sendiri dan memakai baju sendiri, atau aku yang melayani mu, baby girl?" Tawar Bram dengan nada berat nya.
"Cuih! Aku tidak sudi!"
"Aqila.." Geram tertahan Bram mengusap wajahnya.
"Silahkan anda keluar, dan saya pastikan anda akan menyesal telah melakukan hal ini kepada saya!" Ancam Aqila dengan tatapan tajam nya.
Tetapi bukan nya takut, Bram malah tertawa dan menarik dagu perempuan mungil itu.
"Bahkan kakak ipar kesayangan mu, Grey. Mendukung aku, sayang.."
Mendengar penuturan Bram, membuat mulut Aqila bungkam dengan mata melotot.
"Dan nanti malam kita akan pulang ke New York, lalu melangsungkan pernikahan"
"Tidak sudi! Aku hanya akan menikah dengan kekasih ku, Revan!" Sahut marah Aqila.
"Heum.. Kita lihat saja nanti, baby girl"
Cup!
Bram kembali melayangkan kecupan di bibir manis milik Aqila-nya, lantas langsung keluar dari kamar mandi tanpa mendengar makian perempuan itu.
...****************...
Jangan lupa like, komen, gift dan votenya😻
Kali ini othor akan memberikan visual tampan mas Bram.
...Bram Adipati, 32 Tahun...
See you next bab🤫