NovelToon NovelToon
Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:132.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

# No Plagiat

Novel ini adalah novel karya pertama saya yang saya unggah di grup facebook sebelum saya mengenal Aplikasi. Saya menyalin ke aplikasi ini agar Semua karya saya berkumpul disini. Jika ada yang menyamai cerita diatas artinya karya saya yang sudah di plagiat. Sebab, cerita ini sudah lama saya buat pada tanggal 22 Juni 2021.

Sinopsis

Perjalanan kisah Cinta yang di mulai dari perjodohan menimbulkan banyak cobaan. Termasuk per cekcoan layaknya Tom and Jerry.

Melewati fase sulit dengan berbagai cobaan menghiasi rumah tangga Arga dan Vania.

Itu semua diakibatkan dendam panjang yang belum usai dari cerita kelam kedua orang tua mereka. Air mata, kehilangan anak dan Amnesia bahkan mereka lewati demi sebuah kebahagiaan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_03 Penentuan Tanggal

"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya pak Dana membuyarkan pandangan mereka pada Arga dan Vania.

"Bener tu, Lebih cepat lebih baik," timpal Kakek menengahi.

"Kami setuju saja kapan tanggal pernikahan mereka," jawab Romy menyerahkan keputusan pada pihak lelaki.

"Bagaimana kalau minggu depan lima juli adalah kelahiran Arga," saran Dana menyampaikan usulannya.

"Apa!" Vania dan Arga kaget bersamaan.

"Kalau tanggal lima itu artinya satu minggu lagi dong, Pa?" sungut Arga kurang cocok.

Kakek terkekeh akan reaksi Arga.

"Kamu kurang cepat ya? apa tidak sabar," goda kakek pada Arga.

Arga bingung sendiri menjawab pertanyaan sang Kakek.

"Bukan begitu Kek, apa tidak terlalu cepat. Apa lagi Arga dan Vania baru bertemu beberapa menit saja. Bagaimana kalau Vania keberatan?" tutur Arga beralasan dan melirik Vania.

Mereka menodong Vania dengan tatapan. Mereka ingin mendengar sendiri tentang pendapat Vania.

"Cantik, apa kamu keberatan?"tanya kakek pada Vania.

"Em..., Vania ikut aja kek," jawab Vania lirih. Cukup cepat menurutnya tapi tak ada gunanya juga Ia protes juga semua sudah menyetujuinya.

Arga melirik Vania lagi atas jawabannya. Arga tidak mengerti mengapa Vania begitu pasrah dan menurut.

Kakek adalah yang paling di percayakan di dalam rencana mereka maka pendapatnya adalah yang paling ampuh.

"Mulai besok, kalian akan sering bertemu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Besok tugas kalian yang paling utama adalah mencari cincin pernikahan. Kalian paham kan?" tanya Kakek serius.

"Iya, Kek," jawab Arga dan Vania bersamaan.

"Bagaimana pendapatmu Rom?" tanya Dana kemudian pada Papa Vania yang juga berhak mengeluarkan keinginannya.

Romy mengangkat bahu. Ia sependapat dengan sang Kakek.

"Aku mau bilang apa, kecuali setuju saja," ujarnya terkekeh.

Vino dan ibu-ibu hanya terdiam saja sambil sesekali ikut tertawa jika lucu.

Setelah penentuan tanggal sudah ditentukan dan musyawarah lainya selesai. Arga dan keluarnya pun berpamitan.

***Keesokan Harinya dimeja makan****

Seperti biasanya sarapan pagi bersama sudah menjadi rutinitas penting dalam keluarga Arga. Mereka berkumpul dan mendiskusikan semua nya bersama-sama.

"Arga kamu ingat hari ini, kamu dan Vania akan pergi mencari cincin pernikahan. Jadi kamu harus menjaga Vania baik-baik ya?"pesan kakek mengingatkan.

"Ia, kek" jawab Arga datar sambil meneguk air putih dalam gelas sampai tandas.

"Pa, Ma, Kek kalau gitu Arga pergi dulu," ucapnya lalu menyalami.

"Assalamualaikm," pamitnya sambil melangkah pergi.

"Wa'alaikum salam," jawab mereka kompak.

"Anakmu itu sudah dewasa Mut," ucap kakek pada mantunya.

"Ia Pa, semoga dia bisa jadi imam yang baik," jawab Mutia senang.

Arga telah tiba dirumah Vania dan memarkirkan mobil sport mewah warna merah kesayanganya dengan tampilan yang begitu memukai tak lupa kaca mata hitam menutupi sorot matanya yang sipit bak aktor korea lee min ho. Ia pun menanggalkan kaca matanya dikantong jaketnya.

Tok !

Tok !

Tok!

"Assalamualaikum!"

"Wa'alaikum dalam." terdengar jawaban lelaki dari dalam sudah pasti itu pak Romy.

"Arga, ayo masuk!"

"Duduk!" Pak Romy mempersilahan Arga.

"Ma panggil Vania, Arga sudah datang!" panggil pak Romy.

"Ehk nak Arga sudah datang, saya panggil dulu ya," ucap bu Sandra melangkah menuju kamar Vania.

"Iya, Tante," jawab Arga setengah menunduk kecil.

Selang beberapa menit Vania dan ibunya turun.

Ia sangat cantik dengan dress selutut berwarna putih bermotif bunga mawar. Tak lupa juga h-heels berwarna cram yang menghiasai jenjang kakinya yang putih mulus. Rambutnya diikat keatas serta poni yang tertata sejajar dengan alisnya yang berbentuk bulan sabit di lengkapi juga tas slempang ditangan kananya menampakan kesempurnaan kecantikan seorang Vania membuat Arga tak sadar melongo.

Bu sandra dan pak Romy tersemyum melihatnya. Sedang Vania hanya menunduk saja.

"Ehemz." deheman Pak Romy sontak membuat Arga kaget.

"Emz , Om kalau gitu kita pergi dulu!" ucapnya kemudian yang menutup malu karna tertangkap pak Romy menatap putrinya terlalu lama.

"Iya, hati-hati dijalan!" pesan pak Romy biasa saja seperti pura-pura tidak tau.

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam," jawab Romy.

Arga pun melangkah pergi diikuti Vania dibelakangnya.

Mereka meninggalkan rumah Vania.

Diperjalanan mereka berdua hanya diam saja sesekali Arga melirik Vania yang ada disebelahnya sambil pokus menyetir. Tak tahan diam saja Arga membuka suara.

"Apa kamu benar-benar menyetujui pernikan ini?" tanyanya penasaran pada keputusan Vania.

"Bagaimana lagi, kita tidak bisa menolakkan," jawab Vania simpel tanpa menoleh.

Setelah itu mereka pun kembali diam tanpa ada perbincangan. Sampai ditoko perhiasan mereka pun masuk dan melihat-lihat.

"Ada yang bisa kami bantu Mas, Mbak?" tanya penjual itu.

"Kami sedang mencari cincin pernikahan, Mbak," ujar Arga.

"Oh ya, kami ada cincin keluaran terbaru jika Mas menginginkanya Mas dan Mbak adalah orang pertama yang memilikinya," jelas penjual itu antusias.

"Baiklah, biar kulihat," tukas Arga .

Penjual Itu pun menunjukkan perhiasan yang Ia maksud kan.

"Apa kamu suka, Van?" tanya Arga menoleh.

"Terserah kamu saja," jawab Vania cuek.

Arga pun mengangguk.

"Baiklah saya ambil ini saja, Mbak."

Setelah sekesai dikemas dan dibayar .

"Ayo van!"

Arga pun menggandeng pergelangan tangan Vania pergi, sontak membuat matanya berkedip kaget tapi membiarkan Arga menariknya.

Mereka pun masuk kemobil tak lupa juga, Arga membukakan pintu mobil untuk Vania.

"Makasih," ucap Vania lirih hanya diangguki Arga.

Mereka mampir di cafe dan memilih tempat duduk lalu memesan makanan.

"Kamu mau pesan apa, Van?"tanya Arga pada Vania yang tak mau berkata lebih dulu.

"Apa aja aku suka," jawabnya sambil sibuk memainkan ponselnya.

1
Adek Ajhalah
ceritanya aneh dan ruet kaya senetron ikan terbang,sumpah muak bacanya
Pangeran Matahari: gk usah di baca y mbk, aku gk maksa org buat baca kok. sebab ini novel pertamaku jadi y wajar aj klau masih kacau... terima kasih komentar pedasmu🙏🙏🙏
total 1 replies
Yun Ariyun
mantep kak
semangat ya kak🥰
Febri Ana
lanjuutt
Lala Al Fadholi
rasain...ntar d tinggal aja nangis...nyesel...balik ajalah sama bagas biar menderita sekalian
Jumalia Anne
teruslah berkarya dan semangat
B.Marman
Hai Sobri Wijaya, salam kenal dari B.Marman, mampir baca novel perdana saya dong judul MARLA.
Kalau mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Terimakasih
kosong
aku sudah habis membaca nya.....good luck 4u😍😍
kosong
terima kasih cerita nya author sobry wijaya...menarik,,cantik,semoga kamu bersemangat menjadi penulis ya.....aku sokong kamu😘😘😘😘😘😘
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
kosong
siapa ya serang arga🤧🤧🤧🤧
kosong
🤧🤧🤧🤧gatal juga c nisya
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
💪💪💪💪💪💪💪
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
🤗🤗🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!