Terusan novel Muslimah Itu Milik Seorang Mafia.
Jika bingung dengan pemerannya, bisa baca novel di atas terlebih dahulu🥰
Cerita ini hanyalah fiksi.
Terlalu memandang derajat membuat Gamian Alvaro Morgan menjadi seorang laki-laki yang merasakan betapa pahitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Wanita yang selalu ia hina sebagai "anak pungut" berhasil membuat ia merasakan apa itu cinta dan juga apa itu terluka.
Demi menenangkan pikirannya, laki-laki 22 tahun itu pergi ke desa untuk menemui paman dan bibinya. Berniat berlibur dan menenangkan diri malah menjadi sebuah masalah yang besar.
Laki-laki itu di tuduh melakukan pelecehan terhadap gadis polos.
Mampukah ia keluar dari masalah itu, atau malah masalah itu akan membuat ia terhanyut akan sensasi baru.
Penasaran?
Simak cerita lengkapnya di sini❤️
Baca juga kisah Gamian sebelumnya di Muslimah Itu Milik Seorang Mafia ❤️
jangan lupa like, komen, hadiah dan juga vote nya.
Jika tidak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak yah.
Note:
1. DILARANG MELAKUKAN TINDAKAN PLAGIAT! JIKA DI TEMUKAN KASUS PLAGIAT, SAYA AKAN MEMBAWA KE RANA HUKUM TANPA TOLERANSI!
2. COVER: Google search
Editing: Little rii.
3. DILARANG SPAM PROMOSI!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laki-laki pengganggu.
Setelah mendapatkan izin dari suaminya, Lana langsung pergi ke pinggir pantai. Menikmati suara deru ombak dan juga angin yang membelai wajahnya.
"Ternyata begini rasanya berada di pinggir pantai, pantas saja Shanaz sangat suka berlibur ke kota. Ternyata, dia menikmati pantai yang indah," gumam Lana duduk di bawah pohon di tepi pantai.
Memandangi laut yang berombak sembari bernyanyi kecil, Lana sangat menikmati suasana tenang itu. Tanpa di sadari nya, sedari tadi Gamian terus memperhatikannya dari jendela ruang kerja milik Gamian. Laki-laki itu tak mau istrinya membuat masalah, itulah mengapa ia terus mengawasi istrinya.
Kembali pada Lana yang masih asyik bernyanyi, gadis itu bahkan sesekali tertawa karena merasa lucu dengan dirinya sendiri.
"Hai nona," sapa seorang pria mendekati Lana. Gadis itu menoleh dan langsung tersenyum.
"Hai juga, paman."
"Paman? Hahahaha, boleh aku duduk di sini?" tanya pria itu.
"Boleh," jawab Lana tak keberatan. Lagi pula pantai ini bukan miliknya, setiap orang punya hak untuk duduk dimana yang mereka suka. Itulah mengapa Lana mengizinkan pria itu duduk tak jauh darinya.
"Apa kau mengenalku?" tanya pria itu.
"Siapa?" tanya Lana mencoba mengingat masa lalu. "Oh, paman yang waktu itu. Paman yang ada di parkiran gedung besar itu kan?" tanya Lana.
"Wah, ternyata ingatan mu sangat kuat. Aku sangat senang karena kau mengingatku," ucap pria itu yang tak lain adalah pria yang menghampiri Lana di parkiran Mall.
"Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan. Apakah kau mau berkenalan dengan ku?" tanya pria itu.
"Boleh," jawab Lana.
"Baguslah, perkenalkan nama ku David Marcos, kau bisa memanggilku David. Nah, sekarang siapa nama mu?" tanya David.
"Nama ku Lana," jawab Lana singkat tanpa mau menyebutkan nama panjang nya.
"Hanya Lana?" tanya David menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa? Apa nama Lana itu jelek hingga harus di sambung dengan nama lain?" tanya Lana membuat David kikuk.
"Bukan begitu, aku hanya bertanya. Nama Lana itu sangat cantik seperti orang nya." Lana hanya tersenyum simpul lalu kembali menatap laut.
"Tapi suamiku bilang aku ini jelek," sahut Lana.
"Itu berarti dia buta, bagaimana bisa suami mu mengatakan bahwa kau itu jelek sedangkan kau memiliki wajah yang imut, cantik dan menggemaskan."
"Terimakasih pujiannya," ucap Lana tersenyum.
"Heh, siapa yang kau sebut buta, ha?" ketus Gamian dari arah belakang. Lana dan David pun sontak menoleh ke belakang, ternyata laki-laki itu sudah berdiri sembari melipat kedua tangannya di dada.
"Siapa lagi kalau bukan suami nona Lana," jawab David tersenyum menyeringai.
"Cih, jangan sebut nama istriku dengan mulut kotor mu. Itu sangat menjijikan," sinis Gamian.
"Kau lihat Lana, suamimu bahkan sangat kasar. Selain buta, suamimu itu sangatlah kasar." David mencoba mempengaruhi Lana.
Lana hanya diam, suasana tenang dan damai yang ia rasakan kini berganti dengan suasana yang menggangu. Mood nya sudah memburuk, ia memilih diam dan kembali menatap laut.
"Masuk ke mobil Lana, kita pulang!"
Lana hanya menurut, ia berdiri lalu mengucapkan salam perpisahan pada David dan pergi menuju parkiran. Sedangkan Gamian kini tengah saling tatap dengan David.
"Kau terlalu kasar, tuan."
"Apa urusanmu, ha?" sinis Gamian.
"Aku hanya menegur saja, jangan terlalu kasar pada wanita. Mereka itu sangat rapuh dan juga lemah," jelas David tersenyum menjengkelkan.
"Cih, daripada kau sibuk-sibuk mengurus itu. Lebih baik kau urus saja hidup mu, bajingan!" tegas Gamian.
"Lalu bagaimana jika aku ingin mengurus hidup istrimu?" tanya David tersenyum sinis.
Bughh...
Satu bogem mentah mendarat di wajah David. Gamian sudah tersulut emosi. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana ia menghabisi laki-laki yang ada di hadapannya ini sekarang.
David memegangi wajahnya yang nyeri, ia tersenyum smirk sambil menatap Gamian dengan dingin.
"Yang kau berikan padaku hari ini akan aku balas nanti, tuan. Dan tentunya pembalasan itu akan lebih menyakitkan daripada yang hari ini!" tekan David pergi meninggalkan Gamian yang masih emosi. Laki-laki mencoba mengatur nafasnya, ia tak takut dengan ancaman pria bodoh yang ada di hadapannya tadi.
Ia sudah terbiasa dengan hal-hal berbau darah, kalaupun nanti ia harus berurusan dengan kekerasan lagi, ia akan siap.
Gamian berjalan menuju parkiran, dirinya masih marah. Ia membanting pintu mobil dengan keras lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Meski ia marah, tapi ia masih waras dalam mengemudikan mobil. Jika ia mengemudi dalam kecepatan tinggi, maka bersiaplah untuk membersihkan mobil dari muntah istrinya.
"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Gamian datar.
"Apanya?" tanya Lana bingung.
"Apanya? Apanya? Jawab saja! Apa yang kalian bicarakan tadi, kau dan laki-laki gila itu!" hardik Gamian. Mendengar suara Gamian yang keras, sontak Lana terkejut dan diam membisu.
Gadis itu sudah terbiasa, jika di bentak maka ia akan diam seribu bahasa meski tubuhnya nanti akan di pukuli.
"Jawab aku, Lana!"
Lana hanya diam, ia hanya menunduk sembari termenung. Melihat istrinya yang hanya diam, Gamian menghela nafas kasar. Ia tak bisa mengendalikan emosinya padahal ia tahu istrinya itu tidak bisa di marahi.
Gamian mengulurkan tangannya lalu mengelus kepala Lana dengan lembut. Lana yang tadi menunduk mengangkat kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Maaf," ucap Gamian pelan. Daripada hantu penjaga Lana marah, lebih baik ia meminta maaf.
"Tidak apa-apa," jawab Lana menghapus air matanya. Ia tersenyum ke arah Gamian, senang karena suaminya masih memperdulikannya.
"Jangan menangis."
"Iya," jawab Lana memberikan senyuman sejuta Watt nya. Melihat istrinya kembali tersenyum, Gamian merasa lega. Rasa marah yang ada di hatinya kian memudar. Ia akan menyelesaikan masalah ini sendirian. Ia sudah mendapatkan ancaman, maka ia harus segera bertindak.
Aku harus mencari identitas laki-laki sialan itu. Bisa jadi dia berasal dari kelompok yang berbahaya. batin Gamian.
_
_
_
_
_
_
Wadidauw.......
Ada yang nanyak nih, Thor kok gak up 2 kali sehari. Kan gampang tinggal salin aja dari naskah yang udah author ketik sebelumnya atau sudah di cadangkan.
Jawaban nya.
Tidak ada cadangan atau apapun itu. Semua ini memang real fresh. Author kalau mau update di situ nulis dan mikir, jadi lumayan lama kalau update nya.
Nah, ketika author bisa double up ataupun triple up, itu berarti ide nya sedang lancar jaya😅.
Jadi gak ada cadangan, di situ author mau update di situ juga author menulis😁
terimakasih.
Jangan lupa like komen dan juga vote nya agar author makin semangat untuk up setiap hari.
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
ga ada apa cerita lain dari novel yg lain alurnya
sial ,aku ingat sudah ada satu dirumah 🙄
biar imajinasi ny smkin pas