NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

tok tok tok. . . suara ketukan pintu di balik ruangan Meira. Gadis itu pun mempersilahkan masuk pada orang yang berada di balik pintu ruangan nya, dan terlihatlah seorang pria tampan yang melangkah menghampiri Meira yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.

"hai gadis mandiri, minumlah jangan terlalu capek." ucap Sakha sambil menaruh kaleng minuman di hadapan Meira.

"em, makasih."

"lagian gak capek kok, karena selama ini kan di bantu sama kamu." sambung Meira yang menatap wajah Sakha.

"gak kuliah?"

"hari ini free, jadi aku kesini udah beberapa hari juga gak lihat perkembangan nya."

Sakha melemparkan senyumnya yang tersirat arti di dalamnya. Ia kemudian merogoh saku jas nya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang di berikan Yoona tempo hari. Ia menaruh kotak itu di hadapan Meira yang sedang fokus dengan layar komputer nya. "apa itu?" tanya Meira yang melirik kotak tersebut.

"titipan dari mama kamu."

"mama?"

Sakha hanya mengangguk, dan mengisyaratkan Meira untuk membukanya. Gadis itu pun mengambil kotak kecil itu dan membukanya yang ternyata di dalamnya terdapat sebuah kalung berlian yang di pesankan khusus untuk Meira dengan lambang huruf G yang di ambil dari nama Gultom sebagai simbolis keluarganya.

Meira menatap sendu kalung itu, sebagaimana ia membenci mama nya namun yang namanya hati kecil tidak bisa di bohongi ia tetap merindukan sosok seorang ibu.

"kapan kalian bertemu?"

"dua hari yang lalu, saat kamu menghilang semalaman, dia menunggu di depan rumah kamu."

"ahh.. gitu, makasih."

"biar aku bantu memakaikannya."

Sakha meraih kalung itu dari tangan Meira dan memasangkan di lehernya. "cantik, pilihan seorang ibu gak pernah salah." seketika ucapan Sakha itu membuat Meira teringat dengan kejadian di pagi hari tadi ketika Alexi memberikan surat perjanjian dengan Yoona pada Meira. "apa itu artinya Alexi juga pilihan mama?" gumam gadis itu dengan tatapan yang entah mengarah kemana.

"kamu bilang apa barusan?"

"ahh. . bukan apa-apa."

"baiklah, aku tunggu kamu dalam waktu 15 menit."

"mau kemana?".

"hanya ingin mengajak kamu jalan-jalan." ucap Sakha dengan kedipan mata genitnya.

"ashhh.. selalu seperti itu." ucap Meira

Sakha pun melangkah keluar dan menemui sekretaris Bai di ruangannya. Ia mendekati pria itu dan menanyakan berkas penting yang ia minta untuk mencapai tujuannya. "semuanya telah lengkap dalam satu file ini." ucap sekretaris Bai memberikan sebuah file yang berisi beberapa lembar kertas.

"antarkan ke perusahaan Florence, dan simpan di laci meja saya."

"baik."

Saat sekretaris Bai keluar dari ruangannya, dengan secara bersamaan Meira pun keluar dari ruangannya dan melihat sekretaris Bai yang berjalan terburu-buru dan seperti menyembunyikan sesuatu. Ketika Meira akan melangkahkan kakinya, satu langkah terhenti ketika melihat Sakha yang keluar dari ruangan sekretaris Bai.

"apa yang dia lakukan dengan pak Bai? seperti nya mereka begitu akrab." gumam Meira.

"ahh sudahlah."

Gadis itu mencoba mengusir rasa curiganya terhadap mereka berdua, karena bagaimanapun juga sekretaris Bai adalah tangan kanan mendiang papa nya jadi ia mencoba untuk selalu mempercayai nya.

"Sakha..." panggilan itu membuat seorang pria yang sedang berdiri di ambang pintu sebuah ruangan membuatnya sedikit kaget.

"udah selesai?"

"em.. ayo." ucap Meira yang melangkah lebih dulu.

Setelah memasuki lift dan berada di sebuah lobby, Meira di kagetkan dengan kedatangan seorang wanita yang berparas cantik dan memiliki lekuk tubuh yang indah walau sudah berumur. Ya, siapa lagi kalau Hana mama dari tuan muda Alexi yang telah kebelet memiliki seorang menantu.

Meira menghentikan langkahnya dan membelalakkan matanya ketika melihat wanita itu berjalan ke arahnya.

"kyaaaa... calon mantu kesayangan." teriak Hana sambil berlari kecil.

Spontan Meira bersembunyi di balik tubuh Sakha untuk menghindari wanita barbar itu. "hei.. ngapain kamu mengumpat disana? ayo kemari." ucap Hana yang telah berada di hadapan Sakha.

"Anda siapa? kenapa menakutinya?" tanya Sakha.

"harusnya saya yang tanya, kamu siapa? beraninya mendekati calon mantu kesayangan ku!"

"calon mantu?"

"ya, dia calon mantu ku kenapa? keberatan? atau... ahh saya mengerti sekarang kamu pasti orang ketiga yang mau merusak hubungan putra saya kan? ngaku kamu!" ucap Hana yang terus nyerocos dan menjadi pusat perhatian beberapa karyawan.

Sakha mengernyitkan dahinya menatap bingung dengan apa yang di ucapkan Hana, Sebelum terjadi ledakan susulan dari mulut Hana, seorang gadis yang bersembunyi di balik tubuh Sakha pun segera mengambil tindakan, ia menutup mulut Hana dan menyeretnya pergi dari tempat itu.

"yaakk!! kenapa kamu malah menyeret ku? mama belum selesai bicara dengannya."

"nanti Meira jelasin semuanya ya, sekarang mama mau kemana? ayo Meira temenin." ucap Meira sambil terus berjalan keluar dari perusahaan.

Sementara itu di tempat Sakha berdiri, ia masih melongo tidak mengerti dengan apa yang barusan terjadi. "Rega, cari tau siapa wanita itu? dan apa hubungannya dengan Meira?" perintah Sakha pada asisten pribadinya.

"baik tuan."

**

"menantu kesayangan! siapa pria tadi? kenapa dia terlihat dekat sekali dengan mu?" tanya Hana dengan tatapan yang mengintimidasi Meira.

"namanya Sakha direktur utama pemilik perusahaan Florence."

"untuk apa dia bersama mu?"

"kontrak kerjasama."

"hei.. calon suami kamu pemilik perusahaan terbesar, kenapa kamu malah bekerjasama dengan perusahaan lain? kenapa tidak dengan perusahaan calon suami mu saja?" ucap Hana yang terus nyerocos.

"itu karena sifat dia yang terlalu bossy." ucap Meira dalam batinnya.

Meira pun terdiam tidak menjawab satu pertanyaan pun yang di ajukan Hana. "ahh . . lupakanlah, aku datang menjemput mu untuk bersenang-senang bukan debat." sambung Hana yang mulai tenang.

"siapa juga yang mau debat nyonya?" Meira terus berbicara dalam batinnya.

"benar-benar bertolak belakang, mama nya barbar anaknya kok manusia kutub? apa jangan-jangan papa nya gunung es lagi, perpaduan kutub dan gunung Merapi, sekalinya mengeluarkan lahar langsung mencair, pantas saja dia selalu menuruti kata mama nya jadi ini sejarah nya, hahaha kau memang cerdas Meira." sambung Meira yang bicara dalam batinnya.

"hahahaha. . ." disaat suasana hening Meira mengeluarkan tawa nya tanpa ia sadari kalau ada orang lain di depan dan samping nya, dan tentu saja hal itu membuat Hana kebingungan sendiri melihat Meira yang tiba-tiba tertawa tanpa ada hal yang lucu di sekitarnya.

"kamu masih sehat kan sayang?" tanya Hana sambil mengerutkan keningnya.

"ahh.. ya.. tentu kenapa? apa aku terlihat sakit?"

"sabarlah, jangan stress karena sikap si anak kutub itu, dia keturunan papa nya jadi seperti itu, tapi kamu tenang aja mama akan memberikan jurus untuk mencairkannya, apa lagi dalam sebuah kamar, jadi kamu gak perlu cemas ok?"

"heuh?!!"

"apa dia pikir aku sedang memikirkan putra kutub nya? padahal kan aku lagi bayangin keluarga nya." gumam Meira.

Gadis itu pun mengeluarkan fake smile nya dan menahan tawa hingga membuat pipinya sedikit merah.

"gak perlu malu seperti itu, sampai wajah merah seperti kepiting rebus begitu." ucap Hana yang menggoda gadis di sebelahnya.

"ehh..?!"

***

Bersambung. . .

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!