Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#20 "Di culik"
Happy reading guys!
Arti segera beranjak dari posisinya yang begitu intim dengan suaminya itu, setelah kekasih halalnya itu melepaskannya. Dia segera melangkahkan kakinya menuju nakas lalu meraih handphonenya yang diletakkannya di sana. Wanita cantik itu mengerutkan keningnya menatap layar benda pintarnya itu, ketika melihat tidak ada nama si penelepon yang tertera di sana. Al segera menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang.
"Siapa yang nelpon sayang?" Tanyanya sambil menaruh kepalanya dibahu wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku gak tau Hubby." Jawab Arti sembari menyentuh tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
Perasaan cuma aku yang tau nomer kontak baru istriku." Batin Al ikut menatap layar handphone istrinya.
"Mungkin cuma orang salah sambung sayang. Yaudah yuk kita makan!" Ajak Al sambil menuntun istrinya duduk di kursi meja makan yang ada di sana.
Arti menganggukkan kepalanya lalu menyendokkan nasi, lauk dan sayuran di piring suaminya.
Mereka berdua akhirnya menikmati makanannya dengan lahapnya sambil saling menyuapi satu sama lain, hingga habis tidak bersisa karena saking laparnya. Seusai makan dan membereskan semua peralatan makannya, Arti menghampiri suaminya yang duduk di sofa sambil memainkan handphonenya. Al sedang mengirim pesan kepada Rano untuk melacak siapa sebenarnya yang terus-menerus menelpon istrinya lewat nomor kontak penelpon misterius itu. Apalagi sekarang mereka berdua tengah asyik menikmati bulan madunya, dia benar-benar merasa sangat terganggu oleh orang yang kurang kerjaan itu.
"Hubby aku rindu sama Om Toni dan Tante Tia. Bolehkah aku menemui mereka?" Tanya Arti sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Al melirik istrinya sekilas lalu berkata dengan nada sangat lembut.
"Boleh sayang, tapi ada syaratnya." Jawabnya dengan menekankan kata-katanya.
"Apa syaratnya Hubby?" Arti menegakkan posisi duduknya lalu menghadap ke arah suaminya.
"Yang pertama aku mau memperpanjang waktu honeymoon kita, kedua jangan pernah menolak semua keinginanku, ketiga jangan pernah tinggalkan aku walau apapun yang terjadi di antara kita." Al membelai wajah cantik istrinya dengan lembut." Kamu kesana harus sama aku dan gak ada acara menginap!" Tegasnya tanpa mau dibantah.
"Hemm, iya terserah kamu aja Hubby." Arti menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan karena tidak mau berdebat dengan suaminya.
"Terima kasih nya mana?" Al menaikturunkan alisnya.
"Makasih ya Hubby." Ucap Arti sambil mencium pipi suaminya.
"Kok cuma pipi kiri? Nanti yang kanan ngiri loh sayang." Al menunjuk pipi kanannya.
Cup...Arti menciumnya dengan cepat, lalu menundukkan wajahnya yang sudah memerah bagaikan tomat matang.
Al mengangkat dagu istrinya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik wanita yang sangat dicintainya itu, hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua. Tuan muda Adriansyah Alrizzi itu menempelkan bibirnya kebibir ranum kekasih halalnya itu dengan lembut, sambil mencecap dan menghisap kedua benda kenyal itu secara bergantian. Arti refleks mengalungkan tangannya di leher suaminya untuk membalas perlakuan suaminya, pasangan halal yang baru saja menikmati surga dunia itu benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya, hingga akhirnya terjadilah kembali apa yang selalu dilakukan suami istri untuk menyalurkan hasratnya masing-masing kepada pasangan halalnya.
-
"Hubby dingin." Keluh Arti dengan suara bergetar ketika harus kembali membersihkan dirinya di bawah shower kamar mandi bersama suaminya.
Al tersenyum menatap istrinya yang masih tampak sangat polos luar dalam menurutnya, dia segera mengatur suhu air menjadi hangat lalu membantu wanita yang sangat dicintainya itu menggosok badannya dengan sabun secara bergantian.
"I love you so much my wife." Ucapnya sembari menatap wajah cantik istrinya setelah selesai melakukan ritual mandinya.
"I love you too my husband." Balas Arti seraya mengulas senyumnya.
-
Keduanya lalu keluar dari kamar mandi kemudian mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"Sini biar aku bantu sayang." Al langsung mengambil alih pengering rambut itu dari tangan istrinya.
"Hubby kira-kira berapa lama lagi kita ada di sini?" Tanya Arti sembari menatap wajah tampan suaminya dibalik pantulan cermin.
"Memangnya kenapa sayang? Kamu udah gak betah lagi di sini?" Bukannya menjawab pertanyaan istrinya Al justru balik bertanya sambil terus mengeringkan rambut kekasih halalnya itu.
"Aku takut kalau harus terlalu lama disini Hubby." Jawab Arti dengan lirihnya sembari menatap sendu kearah suaminya.
"Yaudah kalau begitu besok kita pindah ke villa ku yang ada di puncak." Ujar Al lalu meletakkan hairdryer diatas meja rias karena sudah selesai mengeringkan rambut istrinya.
Arti menanganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya, dia berjalan menuju kopernya yang diletakkan di samping ranjang kemudian mengambil pakaiannya dan suaminya.
"Ini bajumu Hubby." Arti menyerahkannya ke tangan suaminya.
"Makasih sayang." Ucap Al seraya mengulas senyumnya.
"Sama-sama." Arti membalas senyuman manis kekasih halalnya itu.
Al segera memakai pakaiannya di depan istrinya tanpa ada rasa malu sedikitpun, ketika tubuh atletis hasil olahraga rutin nya terekspos nyata. Arti segera menutup matanya ketika melihat benda pusaka milik suaminya kembali bergerak-gerak bebas karena pembungkusnya belum terpasang dengan sempurna.
"Kenapa kamu tutup matamu sayang? Apa kamu masih malu melihatnya?" Goda Al sambil berbisik di telinga istrinya.
Blushing pipi Arti kembali merona dibuatnya, dia segera membalikkan badannya lalu mengambil langkah seribu menuju kamar mandi. Wanita cantik itu menutup pintunya lalu menyandarkan tubuhnya di balik pintu, dia merasakan dadanya kembali berdegup kencang napasnya pun ikut memburu.
Kamu benar-benar bikin aku salah tingkah Hubby." Batinnya sambil memegangi dadanya.
Kamu benar-benar menggemaskan sayang." Gumam Al dalam hatinya seraya tersenyum penuh makna mengingat wajah cantik istrinya yang selalu merona ketika dia berhasil menggodanya.
-
Setelah berwudhu dan menunaikan kewajibannya kepada sang pencipta segalanya. Pasangan suami istri itu melanjutkannya dengan berzikir dan berdoa, setelah itu Arti mencium punggung tangan suaminya lalu Al membalasnya dengan mencium kening istrinya cukup lama untuk menyalurkan betapa sayangnya dia kepada kekasih halalnya itu. Dia merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya itu kedalam pelukannya lalu bertanya.
"Apa kamu masih kedinginan sayang?" Tanyanya sambil menciumi puncak kepala istrinya.
"Iya." Singkat Arti dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Kita tidur yuk!" Ajak Al lalu melepaskan pelukannya.
"Ok." Arti menganggukkan kepalanya lalu melepaskan mukenanya.
Setelah melipat sajadah dan mukenanya Arti sangat terkejut dibuatnya, ketika suaminya langsung menggendongnya ala bridal style menuju ranjang king size super empuk yang ada di sana. Al membaringkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati, lalu merebahkan tubuhnya di samping kekasih halalnya itu.
"Jangan lupa baca doa sebelum tidur Hubby." Ujar Arti mengingatkan.
"Iya sayang." Al langsung membaca doa bersama istrinya.
Bacaan doa sebelum tidur: “Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”. Artinya; “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”.
Setelah selesai berdoa tuan muda Adriansyah Alrizzi itu menarik selimut lalu meletakkan lengannya di bawah kepala istrinya, dia merengkuh tubuh kekasih halalnya itu dengan erat
bagaikan guling hidupnya. Arti langsung terlelap dalam dekapan hangat suaminya karena merasa sangat nyaman diperlakukan seperti itu. Malam semakin larut udara dingin seakan menusuk ke dalam pori-pori kulit, Al masih terjaga sambil menatap wajah cantik istrinya yang tertidur pulas dalam pelukannya.
Aku akan selalu berusaha membahagiakanmu dan mencintaimu sayang, sampai maut memisahkan kita." Batinnya lalu menempelkan bibirnya dikening istrinya.
Hingga akhirnya dia tertidur dalam posisi seperti itu dalam buaian mimpi indahnya, tentang kehidupan rumah tangganya yang akan datang.
Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh berjamaah pasangan suami istri itu langsung bersiap-siap untuk pergi ke villa yang ada di puncak.
Setelah check out dari villa pinggir pantai itu Al menarik kopernya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggandeng tangan istrinya menuju mobilnya yang terparkir di area parkiran villa tersebut.
"Aku mau menaruh kopernya di bagasi dulu ya sayang." Pamitnya lalu melepaskan genggaman tangannya.
Arti menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius dosis tinggi, hingga wanita cantik itu terkulai lemas tidak sadarkan diri. Orang itu dengan sigapnya menggendong tubuh mungil Arti lalu membawanya ke dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.
Al baru saja selesai menutup bagasi mobilnya, lalu melangkahkan kakinya menuju kemudinya. Dia mengira istrinya sudah masuk ke dalam kendaraan roda empatnya itu.
"Sayang ayo kita berangkat." Ujarnya sambil membuka pintu mobilnya.
Dia sangat terkejut dibuatnya ketika tidak mendapati sosok wanita yang sangat dicintainya itu, tuan muda Adriansyah Alrizzi itu langsung mencarinya kemana-mana sambil berlari kesana-kemari seperti orang yang kehilangan akalnya. Dia tampak sangat frustasi dibuatnya hingga tanpa sadar indera penglihatannya menangkap sesuatu yang sangat dikenalnya.
...*****...
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Siapakah yang menculik Arti?
Tunggu jawabannya di episode selanjutnya.
See you next time!
Maaf ya karena tidak bisa up tiap hari karena kesibukan dunia nyataku lebih utama dari dunia novel ku ini.
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢