Setiap wanita pastinya mengimpikan rumah tangga yang harmonis dan utuh. Tidak ada satupun wanita yang mengharapkan perselingkuhan terjadi dalam rumah tangga nya. Begtu juga dengan Sinta.
Sinta adalah seorang istri yang cantik meskipun usianya sudah memasuki usia 50an. Selain cantik dia juga wanita yang setia dan selalu berfikir positif tentang suaminya. Tidak pernah terlintas di benaknya Santo suaminya akan menghianati kesetiaan nya
Diam-diam Santo menikahi seorang wanita muda yang kini membuahkan dua anak kembar tanpa sepengetahuan Sinta.
Seperti apa reaksi Sinta ketika mengetahui suaminya selingkuh?
Akankah rumah tangga mereka bertahan?
Mungkinkah Sinta rela berbagai Cinta dengan wanita lain?
Laura yang ingin memiliki Santo seutuhnya memaksa Santo untuk meninggalkan istri dan kedua anaknya serta menuntut Santo agar segera menikahinya secara sah.
Siapa yang dipilih Santo?
Bagaimana kisah cinta mereka? nantikan cerita KESETIAAN bersama ~kasih~
Diusahakan update setiap hari 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa Kabar
Pagi pun tiba, hari ini adalah hari terakhir mereka menikmati liburan di Bali. Cindi yang sudah bersemangat ingin menikmati indahnya air terjun, bangun lebih dulu di bandingkan Ibunya dan Fera.
Cindi bangun dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Cindi tidak membangunkan Fera karena Cindi berfikir kakak nya itu pasti akan segera bangun.
"Lah... tumben ka Fera belum bangun juga.. biasanya dia paling tepat waktu orangnya. "
" Ka... ka... Bangun ka, ini sudah jam 7 ka. " ucap Cindi sambil mengguncang-guncang tubuh kakaknya itu.
"Apa shi de... kakak masih ngantuk de." ucap Fera yang makin mengeratkan selimutnya.
"Ihhhh... kaka... nanti kita telat, wisata air terjunnya lumayan jauh kata..ka Riki jadi harus lebih awal perginya supaya bisa agak lama di sana ka. "
Dengan terpaksa Fera membuka matanya, iya mengosok-gosok matanya yang masih susah di buka karena masih sangat mengantuk dan kembali memejamkan mata.
"De.. bisa gak ya kakak gak ikut ke sana? " ucap Fera dengan mata yang masih tertutup.
"Gk bisa ka, Cindi maunya kita semua pergi..Mama, ka Fera juga harus ikut. " jawab Cindi yang merasa kesal mendengar kata-kata Fera.
"Ayo ka.. mandi ka. " Cindi menarik tangan kakanya agar beranjak dari tempat tidur.
"Iya... iya... kakak bisa jalan sendiri de." ucap Fera yang merasa pergelangan tangannya sakit saat di tarik oleh Cindi.
"Hehehe.... gitu donk ka." senyum manis Cindi merekah ketika mendengar Fera akan bergegas untuk mandi.
Fera beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk untuk mempersiapkan diri mandi. Kemudian berjalan kearah kamar mandi dengan mata yang masih di pejamkan.
"Kaka sudah seperti mu'min aja ka. Jalani pelan banget. " sambil menggeleng-gggelengkan kepalanya.
Fera tidak mempedulikan apa yang di katakan adiknya, dia tetap berjalan dengan mata yang tertutup.
"Aduhh... sakit. " pekik Fera sambil mengelus-elus keningnya yang terbentur dinding kamar hotel.
"Hahaha... kan udah Cindi bilang ka... pasti kakak akan terbentur dinding. " Cindi tertawa sambil memegang perutnya karena dia tertawa sampai membuat perutnya sakit.
"Aduh... sakit tau de. " ucap Fera yang merasa kesal adiknya terus mentertawakan dirinya.
" Habis kakak lucu... jalan pake acara tutup mata. Habis tu nubruk dinding pula. Hahaha.. " Cindi tertawa sampai terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.
"ihhhh... orang kesakitan bukannya di tolongin malah di ejek. " Gerutu Fera dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Cindi mempersiapkan dirinya, dandan dan menggunakan pakai dress. Setelah itu Cindi mengambil hpnya untuk memastikan Sinta ibunya sudah Bang tidur.
Dretttt..... Dretttt.... dretttt.... bunyi panggilan yang sedang tersambung.
"Halo... ada apa nak. " tanya Sinta yang terdengar baru bangun tidur.
"Ma... mama baru bangun tidur juga. "
"Iya nak.. semalam mama lambat tidur. " ucap Sinta kepada anaknya.
"Ayolah ma, mandi lagi kitakan hari mau jalan ke air terjun ma. " Cindi meningkatkan rencana mereka untuk pergi ke tempat wisata air terjun.
"Mama ga ikut ya nak, kamu sama Fera aja yang pergi. " ucap Sinta.
"Yahhh... mama! Kenapa gak ikut ma.... ayolah ma ikutan pergi. " Rengek Cindi yang memaksa Sinta untuk pergi.
Sinta yang sudah tidak bersemangat untuk jalan-jalan karena memikirkan Santo. Mencari cara agar Cindi tidak memaksanya pergi.
"Kepala mama pusing nak, mungkin karena mama semalam lambat tidur. Mama baru bisa tidur jam 5 subuh. " Ucap Sinta.
Sinta memang telat tidur, jam 5 matanya baru bisa di pejamkan. Tetapi kalau dia memang ingin pergi, Sinta pasti pergi walopun matanya masih mengantuk. Alasan itu di ucapkan oleh Sinta karena memang hatinya terus memikirkan kabar suaminya Santo yang sudah 5 hari tanpa kabar sejak pulang dari Bali.
"Yahhh.... mama, gak seru lah ma... kalau mama gak ikutan. " ucap Cindi yang merasa kecewa.
" Kan ada kakamu nak, lain kali kalau kita liburan ke Bali lagi mama akan ikut nak. "Sinta berusaha menghibur anaknya.
" Iya ma.. tetap aja gak asik ma. Janji ya ma, lain kali kita ke Bali lagi. "
" Iya... iya mama janji nak."
"ya sudah, Cindi matikan ya ma telponnya. "
"Iya nak. "
Sinta kembali melanjutkan tidurnya. Rasa ngantuk membuatnya langsung tertidur setelah memejamkan mata.
*
"De... kenapa pakai dress..." ucap Fera yang merasa aneh melihat Cindi mengunakan dress.
" Iya ka.. kan Cindi mau foto-foto di sana ka. Supaya fotonya cantik ka. " ucap Cindi sambil nyengir.
" Gak cocok de... kita bukan pergi ke pantai, kita mau pergi ke air terjun. Pasti banyak batu-batu dan jalannya pasti agak jauh dari jalan raya. "Ucap Fera
" Ganti bajunya de. Pakai celana panjang aja. "
"Yahh... kakak." Cindi memonyongkan bibirnya 1 centi dan beranjak dari tempat duduk.
Fera hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang sangat kekanak-kanakan itu.
" De.. de... sifatmu masih saja tidak berubah." ucap Fera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Sudah bangunkan mama de? " tanya Fera.
" Sudah ka, tapi mama baru bangun. "
"Ohh... tapi mama ikut pergikan de? tanya Fera sekali lagi.
" gak ka.. mama masih ngantuk katanya, kepalanya pusing karena semalam susah tidur. Jam 5 subuh mama baru bisa tidur ka." jelas Cindi.
" Wahh... tumben mama gak bisa tidur, biasanya di rumah mama paling cepat tidur de. Jam 8 malam mama udah tidur kalau di rumah de."
"Gak tau tu ka.. mungkin mama kecapekan kali ka, kitakan jalan terus ka." Ucap Cindi dengan polosnya.
"Oh iya shi de. Bisa jadi mama memang capek."
Fera yang baru selesai mandi, bergegas menggantikan pakaian. Sebenarnya Fera tidak mood untuk jalan-jalan hari ini. Tapi karena Cindi sudah sangat bersemangat, Fera tidak punya pilihan lain selain pergi untuk menyenangkan hati adiknya.
"Coba dek hubungi ka Riki, dia sudah di mana ya. " Fera menyodorkan hpnya kepada Cindi.
Dretttt.... dretttt... dretttt... bunyi telpon yang sudah tersambung.
"Halo... " ucap Riki.
"Ka Riki udah dimana ka? " tanya Cindi.
"Saya sudah menunggu di depan hotel de. " Ucap Riki kepada Cindi.
"Ka... ka Riki sudah nunggu kita di depan hotel." ucap Cindi kepada Fera.
"Iya de, bilang aja sebentar lagi kita ke sana "
"Ka... sebentar lagi kami ke sana. " Ucap Cindi mengulangi kata-kata Fera.
"Iya.. gak apa-apa, gak harus buru-buru." ucap Riki.
Riki sudah menunggu sejak jam 7 lalu. Riki yang tepat waktu tidak pernah membiarkan pengunjung menunggu lama. Karena itulah Riki sangat di percaya oleh pihak hotel untuk menjadi pemandu wisata khusus orang-orang penting. Santo yang merupakan salah satu orang penting di Hotel itu selalu mendapatkan layanan spesial dari pihak hotel
dlm hukum negara juga tdk tercatat jd tdk repot.
ngapain juga pakai pengacara.
dlm kristen memang ada nikah siri!
ribet amat!
urusan Tuhan aja ribet banget.
ada Tuhan anak ,bapak dst jelasin nya aja ribet, soal Tuhan.
soal durasi!!! laki2 indonesia adalah yg paling payahh sedunia dr seluruh dunia.
98 % durasi 2 menit kebawah. 2 % 3 menit kebawah.
itu klu masih muda aja cuma segitu durasinya,apalagi klu sdh umur 45 thn ke atas nafsu doang tenaga engga ada😄😄😄😄
waktu nikah dgn laura distatus permikkahan nya apa?
1.lajang
2.kawin
3.duda/ janda cerai hidup
4. duda/ janda cerai mati
niikah diam diam kena pidana juga
psl.279 ayat 1
udh tua, itu laura msh muda seumuran sama anak tirinya.
engga malu jln saama bpk2 hrsnya iru cucu bukan anak.
.hi pelakor masuk neraka!
sdh mulai bergeloyor,berjengger,kapalan.
apalagi durasi sdh diluar ofset,nafsu doang tenaga engga ada.baru masuk sdh keluar! 😁 gaya banget nikah sama yg muda! bentar lagi istri mudanya lg hot hot nya dia udh payah, biasanya ingin menunjukkan ke kuatannya minum obat kuat. itu menuju kemarian dan kehancuran. krn obat kuat efek sampibgnya bisa melemahkan jantung,syaraf2 bisa steock, darah tinggi gagal ginjal.
bentar lg pensiyn kerka di bank ada batas umur. cari penyakit tdk safar fisik.
bagus
sukses