NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Hangat Daniel

Devita telah menyelesaikan makannya, sup asparagus setelah tandas dan jus pun tak tersisa.

'' Haaaah.. perutku kenyang sekali,'' gumam Devita.

Devita beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. 20 menit Devita melakukan ritual mandinya, sekarang dia sudah keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebihlebih fresh.

Devita menuruni anak tangga dengan mangkuk bekas makannya tadi.

'' Lhoo Nona kenapa keluar kamar?'' tanya Linda.

Devita mengernyitkan alisnya, ''Memangnya aku kenapa?''batinnya.

'' Ini aku ingin mengembalikan bekas makanku ke dapur.'' jawab Devita dengan lembut.

'' Mestinya Nona panggil saya saja,''..

'' Aah, tidak perlu lagi pula Saya bosan di kamar.''..

'' Nona bosan? apa Nona ingin berjalan-jalan ke taman belakang gedung ini?'' ucap Linda yang disambut dengan binaran mata Devita.

'' Ya aku mau. Aku juga belum pernah berkeliling di sekitar gedung ini hehehe.''..

'' Ya sudah, tapi Nona harus memakai pakaian tebal karena angin malam tidak bagus untuk kesehatan.''..

'' Sebentar saya ambilkan dulu.'' Dengan Sigap Linda berlari ke arah kamar Devita untuk mengambil hoodie yang cukup tebal untuk dipakai Devita.

'' Linda ini sangat Sigap sekali. tapi, rasanya tidak terlalu nyaman diperlakukan seistimewa ini,'' gumam Devita.

'' Ini Nona pakaiannya, Mari saya bantu untuk memakainya.'' Dengan sabar Linda membantu Devita memakai hoodie yang dibawanya.

Mereka berjalan dengan beriringan, dan sesekali mereka saling bercerita.

''Emmmm.. Linda bisa tidak, tidak usah berbicara formal dengan saya, panggil saya Devi saja, tidak usah pakai kata, Nona.'' pinta Devita.

'' Maaf sekali Nona. saya tidak bisa menuruti permintaan Nona karena itu sangat tidak sopan bagi saya, dan jika saya memanggil Nona dengan nama, saya takut Tuan Daniel akan marah pada saya,'' jelas Linda.

'''Heeemm,, Ya sudah terserah kamu saja,'' pasrah Devita.

Tidak terasa mereka telah sampai di taman yang tepatnya di belakang gedung apartemen itu.

'' Duduk di sana saja Nona, bagaimana?'' ucap Linda dengan tangan yang menunjuk kearah kursi besi panjang.

'' Iya boleh, ternyata indah juga ya pemandangan Taman ini di malam hari.'' Ucap Devita dengan mata yang terus memperhatikan sekelilingnya.

'' Oh iya Linda, Aku boleh bertanya sesuatu?'' ucap Devita.

'' Silakan nona, Selagi saya bisa menjawabnya Kenapa tidak.'' Jawab Linda dengan senyum manisnya.

'' Sebenarnya Tuan Daniel itu siapa ya?'' pertanyaan Devita sukses membuat Linda tergelak dengan tawanya.

'' Kok kamu malah tertawa, Apa pertanyaanku ini lucu yah.'' ucap Devita dengan wajah polosnya.

'' Tidak-tidak Nona, Maaf jika saya tertawa.'' Ucap Linda dengan wajah yang memerah karena masih menahan tawanya.

'' Pantas saja, Tuan Daniel sepertinya sangat menyukai Nona Devita, ya memang pantas mana Devita mendapatkan perhatian serta kasih sayang Tuan Daniel,'' batin Linda.

'' Linda,'' Panggil Devita menyadarkan Lamunan Linda.

'' Eeh. Iya Nona,''

''Tuan Daniel itu seseorang yang sangat terpandang di kota ini. beliau pengusaha muda yang telah merambah ke dunia bisnis serta pertambangan dengan sangat sukses sejak 10 tahun lamanya.'' Penjelasan Linda membuat Devita tercengang.

Pasalnya ya memang Devita tidak tahu-menahu Siapa itu Daniel yang sebenarnya.

'' Orang yang terpandang? Astaga kenapa aku berurusan dengan dia.'' Gumam Devita yang masih terdengar ke telinga Linda.

'' Nona benar-benar tidak tahu siapa Tuan Daniel?'' tanya Linda memastikan.

'' Iya Linda, Aku benar-benar tidak tahu siapa Daniel, aku hanya tahu kalau Daniel itu orang yang berada,'' lirih Devita.

'' Nona gadis yang sangat beruntung mendapatkan perhatian lebih dari tuan Daniel, karena selama ini Setahu saya tuan Daniel tidak pernah dekat dengan wanita manapun,'' ujar Linda.

'' Memangnya Nona kenal dengan Tuan Daniel di mana?'' tanya penasaran Linda.

'' Aku ketemu Tuan Daniel dengan tidak sengaja di suatu pesta perusahaan..'' Ucapan Devita terpotong karena ada seseorang yang memanggilnya dari jarak jauh.

'' Devi..'' panggil seseorang.

Devita menoleh ke asal suara yang memanggil namanya.

'' Kak Iki.'' lirih Devita dengan wajah pias.

''Linda sebaiknya kita segera pergi dari sini, sepertinya suasana sudah tidak mendukung.'' Ucap Devita dengan panik seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan menghindari seseorang.

''Ya Nona.'' Linda sangat paham dengan reaksi Devita yang seperti itu, ya Linda tau Devita menghindari orang yang memanggilnya.

Dengan tergesa-gesa Devita menarik tangan Linda agar cepat pergi dari taman itu.

'' Nona pelan-pelan, nanti Nona terjatuh.''

Dengan tidak memperhatikan jalan, karena Devita terus saja menoleh ke belakang, dan akhirnya Devita menabrak seseorang dengan kerasnya.

*Bruukk

*Awwwww*

Devita menabrak dada bidang seorang pria yang bertubuh gagah dengan setelan jassnya.

''Vita kau kenapa?''

Suara itu??? Devita yang merasa tidak asing dengan suara yang di dengarnya, perlahan dia mengangkat kepalanya, dengan tersenyum menunjukan deretan giginya yang rapih sampai membuat pria itu menahan senyumnya.

Pria itu yang tidak lain adalah Daniel Carroll, ya Daniel sudah mencari Devita ke kamarnya tapi Devita dan Linda tidak ada di sana, sampai-sampai membuat Daniel kalap mencari keberadaan Devita.

Alis tebal dengan hidung yang bangir, manik mata yang berwarna kebiruan dan juga rahang yang tegas, tidak luput dari pandangan Devita saat ini.

'' Apa Tuan Daniel bagian dari bidadara syurga?'' Batin Devita memuji ketampanan Daniel.

Alis Daniel terangkat tatkala melihat Devita yang terdiam dengan pandangan yang terus menuju ke wajahnya.

''Heeii kau kenapa?'' Tanya Daniel menyadarkan keterpanaannya pada dirinya.

Dengan cepat Devita menjauhkan jarak tubuhnya dari tubuh Daniel.

''Maaf.'' Ucap kikuk Devita.

''Kenapa kau berlarian seperti tadi?'' tanya Daniel, tapi tidak mendapatkan jawaban dari Devita.

Daniel melihat ke arah Linda untuk meminta jawaban.

''Saya tidak tau Tuan, tadi saat di taman ada yang memanggil Nona, dan Nona langsung menarik tangan saya untuk segera pergi dari sana.'' jelas Linda dengan takut.

''Siapa yang memanggil mu sampai kau ketakutan seperti itu, Hem.'' Tanya Daniel dengan tangan yang memegang dagu Devita untuk mengangkat wajah yang sedang tertunduk itu.

Devita hanya menggelengkan kepalanya, ''Aku tidak akan mengatakannya, karena Tuan Daniel bukan siapa-siapa ku,'' batin Devita.

Senyum hangat Daniel terlukis indah.

''Tidak apa-apa jika kau tidak ingin menjawabnya, ya sudah ayo kita ke atas, anginnya sudah tidak bagus, sepertinya akan turun hujan.'' Ajak Daniel dengan lembut.

Devita hanya mengangguk dan merekapun berjalan dengan beriringan.

''Aku tidak menyangka, Tuan Daniel yang tidak pernah berbelas kasih walau dengan ibu kandung nya sendiri, saat ini bisa bersikap lembuat pada seorang wanita.'' Batin Linda terharu melihat Tuan nya yang bisa bersikap hangat dengan seseorang.

Di kejauhan dari tempat tadi Daniel dan Devita berdiri, ada seseorang yang menahan emosinya, rasa cemburu menyergapnya.

Terlihat dari cara dia mengepal begitu kuat sampai terlihat buku-buku tangan memerah di buatnya.

''Aku tidak terima sebuah penolakan.'' Gumam orang itu dengan nafas yang memburu.

Bersambung..

1
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
maredni Jiba
🤣🤣🤣😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!