NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Titah Sang Penguasa

"Silakan duduk, Dokter Naya. Kita tidak punya waktu seharian hanya untuk menunggumu mematung di dekat pintu," suara bariton yang dingin itu memecah keheningan ruang rapat.

Naya tersentak keras. Kakinya yang tadinya kaku seperti paku kini dipaksa melangkah mendekati kursi kosong satu-satunya di ujung meja. 

Mata tajam Aksa Dirgantara terus mengikutinya, menguliti setiap gerak-geriknya tanpa ampun. Naya menunduk menatap meja kayu, meremas ujung jas putihnya kuat-kuat untuk menyembunyikan tangannya yang mendadak gemetar. Pria ini seharusnya tidak ada di sini, batinnya menjerit.

"Baik, karena semua sudah berkumpul, kita langsung ke inti masalah," lanjut Aksa tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas di tangannya. "Grup Dirgantara mengambil alih RS Medika Jaya bukan untuk kegiatan amal. Ini bisnis murni. Dan dari laporan keuangan yang aku pegang, departemen yang paling banyak membakar uang tanpa hasil maksimal adalah Bedah Umum."

Bisik-bisik tertahan langsung terdengar dari beberapa dokter di ruangan itu. Naya mengangkat wajahnya cepat, menatap lurus ke arah CEO baru itu. Rasa terkejutnya perlahan digantikan oleh insting untuk melindungi timnya.

"Maaf memotong, Pak Aksa," ucap Naya dengan suara yang berusaha keras agar tidak bergetar. "Departemen Bedah Umum menangani nyawa manusia. Kami butuh alat yang memadai, obat-obatan terbaik, dan staf yang cukup. Anggaran yang kami ajukan sudah sesuai dengan standar operasional medis untuk menyelamatkan pasien. Itu bukan pemborosan."

Aksa membanting berkasnya ke atas meja. Suara keras itu membuat beberapa orang berjengit kaget di kursi mereka. Tatapan pria itu kembali mengunci Naya, kali ini dengan kilat kemarahan yang sama sekali tidak disembunyikan.

"Kamu pikir aku peduli dengan omong kosong operasionalmu?" balas Aksa dengan nada merendahkan. "Kamu memesan klem bedah dari luar negeri yang harganya tiga kali lipat lebih mahal dari produk lokal. Kamu juga meminta tambahan dua asisten untuk setiap operasi besar padahal standar rumah sakit ini hanya butuh satu. Itu inefisiensi. Kalian terlalu manja bekerja."

"Produk lokal yang Bapak maksud itu sering macet saat dipakai menghentikan pendarahan kritis!" bantah Naya tidak mau kalah. Darahnya mulai mendidih naik ke kepala. Dia lupa sejenak siapa pria arogan di depannya ini. "Satu detik saja klem itu gagal berfungsi, pasien bisa mati kehabisan darah di atas meja operasi. Kami tidak manja, kami sedang menjaga nyawa!"

Dokter Hendra yang duduk di sebelah Naya langsung menyenggol lengan wanita itu, berbisik panik, "Naya, sudah cukup. Jangan melawannya, kamu bisa dipecat."

Namun Naya mengabaikan peringatan itu. Ruangan kembali sunyi senyap. Tidak ada satu pun Kepala Departemen lain yang berani ikut campur. Semua orang menahan napas melihat Naya yang berani menantang bos besar mereka secara terang-terangan.

Aksa tersenyum miring, sebuah seringai tipis yang justru membuat aura ruangan terasa semakin mencekam. Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai.

"Lalu apa tugasmu sebagai ahli bedah terhebat di sini? Mengeluh pada alat?" ejek Aksa telak. "Argumen yang sangat heroik, Dokter Naya. Tapi di rumah sakit ini, aku yang membuat aturan. Jika kamu merasa sangat hebat, mari kita ubah sistemnya. Mulai hari ini, anggaran departemenmu dipotong dua puluh persen."

"Apa? Tapi itu tidak mungkin cukup untuk menutupi kebutuhan vital kami di ruang operasi."

"Belum selesai," potong Aksa tajam, suaranya menggelegar menghentikan protes Naya. "Sebagai Kepala Bedah Umum yang sangat peduli, kamu akan menjadi penanggung jawab tunggal untuk semua operasi berisiko tinggi. Kasus tumor, trauma parah, semuanya harus lewat tanganmu. Tidak ada tambahan asisten. Tidak ada jadwal jaga yang longgar. Kalau kamu memang dokter bedah yang hebat, buktikan padaku. Tangani semuanya sendiri."

Naya melebarkan matanya tidak percaya. Itu sama saja dengan membunuhnya pelan-pelan. Jadwal operasinya sudah sangat padat, dan sekarang pria ini membebankan semua kasus berat ke pundaknya sendirian?

"Kamu tidak bisa melakukan itu secara sepihak," desis Naya dengan rahang mengeras. "Ini menyangkut keselamatan pasien. Kalau aku kelelahan parah, risiko kesalahan medis akan sangat tinggi."

"Kalau begitu, jangan sampai lelah," jawab Aksa enteng tanpa dosa. "Atau silakan letakkan jas putih kebanggaanmu di mejaku sekarang juga, dan angkat kaki dari rumah sakitku detik ini juga."

Naya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan emosi yang meledak-ledak. Dia tahu betul Aksa sedang membalas dendam masa lalu mereka. Pria itu sengaja merancang jebakan ini untuk menyiksanya. Tapi Naya tidak punya pilihan. Dia tidak akan membiarkan pasien-pasiennya terlantar begitu saja.

"Baik," jawab Naya akhirnya dengan suara bergetar. "Aku akan buktikan kalau timku tidak seperti yang kamu tuduhkan."

"Bagus," Aksa berdiri dari kursinya, merapikan jas mahalnya dengan gerakan elegan. "Rapat selesai. Kembali bekerja semuanya."

Satu per satu dokter dan staf segera berdiri dan bergegas keluar dari ruangan seolah sedang lari dari kejaran monster mematikan. Mereka bahkan tidak berani menatap Naya yang masih duduk mematung. Ruang rapat itu dengan cepat menjadi kosong melompong.

Naya memejamkan mata sejenak, menarik napas panjang untuk mengusir rasa sesak di dadanya. Setelah merasa sedikit tenang, dia berdiri dan melangkah gontai menuju pintu kayu besar di ujung ruangan. Dia ingin segera pergi dari sana untuk menenangkan diri.

Namun, tepat saat jemari Naya menyentuh kenop pintu, suara langkah kaki panjang terdengar mendekat dengan sangat cepat dari arah meja rapat. Sebelum Naya sempat memutar kenop, sebuah tangan kekar yang terbalut jas mahal membanting telapak tangannya ke permukaan kayu di atas kepala Naya, menahan pintu itu agar tetap tertutup rapat.

Naya tersentak kaget dan menahan napas. Punggungnya menegang keras. Aksa ternyata menyusulnya, berdiri mengungkung tubuh Naya dari belakang. Jarak mereka begitu rapat. Naya bisa mencium aroma parfum maskulin yang sangat familiar, aroma yang langsung memutar ribuan memori menyakitkan di kepalanya.

Aksa perlahan menundukkan kepalanya. Pria itu sengaja mencondongkan tubuhnya ke depan hingga wajahnya berada tepat di samping telinga Naya. Helaan napas Aksa yang hangat menyapu kulit leher Naya, membuat wanita itu merinding hebat ketakutan.

"Ini baru pemanasan, Dokter," bisik Aksa pelan, suaranya terdengar berat dan sarat akan kebencian yang mendalam. "Nikmati nerakamu."

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
Muft Smoker: sabar kakk ,, sabar ,, jgn emosii ,, jgn emosii ,, tarik napas buang pelan pelan ,, naah klo udh tenang ,, silahkan mauu di tendang ke laut si Aksa ,, waktu dann tempat di persilahkan🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!