NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Pasukan Pemburu Darah di Balik Kabut

Tiga jam setelah kematian Kadal Raksasa Bersisik Besi, keheningan di dasar Jurang Tulang Iblis kembali terusik oleh suara derit rantai logam yang bergesekan dengan dinding tebing.

​Krieek... klak... klak...

​Dari balik kabut hitam tebal di ketinggian seratus tombak, lima sosok manusia meluncur turun menggunakan tali baja berukir mantra penangkal miasma. Di pinggang masing-masing dari mereka tergantung sebuah lentera giok hijau yang memancarkan kubah cahaya pelindung berdiameter tiga kaki untuk menahan Miasma Iblis Kuno agar tidak menyentuh kulit mereka.

​Kelima orang itu mengenakan jubah hitam bersulam pedang darah di dada—seragam resmi Pasukan Pemburu Darah, unit eksekutor rahasia di bawah komando langsung Aula Penegak Dharma Sekte Pedang Awan Biru!

Pemimpin mereka adalah seorang pria berwajah tirus dengan bekas luka melintang di pipi kirinya: Zhao Kuang, murid senior Aula Penegak Dharma yang telah berada di Ranah Pemurnian Qi Lapisan Kedelapan, sementara empat bawahan di belakangnya semuanya berada di Lapisan Keenam dan Ketujuh.

​Begitu kaki mereka mendarat di atas hamparan tulang purba di tepi sungai hitam, salah seorang bawahan menutup hidungnya dengan ekspresi jijik.

​"Kakak Senior Zhao, miasma di dasar jurang ini benar-benar gila pekatnya! Bahkan dengan Lentera Giok Pelindung dan Pil Penangkal Racun, Qi di tubuhku masih terasa membeku. Bocah Lin Xuan itu sudah dicabut Akar Spiritualnya dan jatuh dari ketinggian tiga ribu tombak—mana mungkin dia masih hidup? Mengapa Tuan Muda Changge masih menyuruh kita turun ke tempat terkutuk ini?"

​Zhao Kuang mendengus dingin sambil menyapu pandangan ke sekeliling tepian sungai. "Kau tahu apa? Tuan Muda Changge adalah orang yang sangat berhati-hati. Sebelum tua bangka buta Mo Chen itu tertangkap di atas tebing tadi, dia sempat memberikan Pil Penahan Nyawa Seribu Tahun kepada Lin Xuan. Tuan Muda Changge memberi perintah tegas: kalau Lin Xuan masih hidup, penggal kepalanya; kalau sudah mati, bawa tengkoraknya ke atas sebagai bukti!"

"Tapi Kakak Zhao, lihat itu!" seorang pemburu lain menunjuk ke arah bangkai Kadal Raksasa Bersisik Besi yang terbelah dua di tepi sungai. "Bukankah itu monster penguasa tepian sungai? Mengapa tubuhnya terbelah rapi seperti ditebas pedang tajam, dan seluruh darahnya kering kerontang?"

​Wajah Zhao Kuang seketika menegang. Ia berjongkok di dekat bangkai kadal raksasa itu dan menyentuh bekas luka tebasan yang masih dingin.

​"Tebasan ini baru terjadi kurang dari tiga jam yang lalu... dan dilakukan hanya dalam satu ayunan!" bisik Zhao Kuang dengan nada waspada, tangannya langsung menggenggam gagang pedang panjang di pinggangnya. "Semua merapat! Nyalakan formasi pelacak darah! Ada sesuatu yang tidak beres di tempat ini!"

​Namun belum sempat keempat bawahannya membentuk formasi, sebuah suara tenang yang terdengar begitu akrab sekaligus sedingin es bergema dari segala penjuru kabut hitam di sekeliling mereka:

​"Kalian datang jauh-jauh mengantarkan nyawa ke dasar jurang... sungguh membuatku terharu."

WUSSSH!

​Kabut miasma hitam di belakang pemburu paling ujung tiba-tiba berputar. Tanpa sedikit pun fluktuasi Qi yang terdeteksi—karena seluruh aura Lin Xuan telah disembunyikan secara sempurna oleh Lentera Abu Senja—sosok pemuda bertelanjang dada dengan jubah compang-camping muncul bagaikan hantu malam!

​"Siapa—?!"

​SRAAAK!

​Pedang besi patah di tangan Lin Xuan berkelebat memancarkan garis abu-abu redup. Lentera giok pelindung di pinggang pemburu pertama itu langsung hancur berkeping-keping bersama dengan lehernya yang terpenggal!

​"Lin Xuan?! Kau belum mati?!" mata Zhao Kuang terbelalak lebar seolah melihat hantu yang bangkit dari liang kubur. "Mustahil! Dantianmu sudah dihancurkan di Aula Penegak Dharma! Bagaimana mungkin kau masih memiliki Qi—bahkan mampu bergerak di dalam Miasma Iblis tanpa lentera pelindung?!"

Ingin tahu jawabannya? Tanyakan saja pada rekanmu di neraka," sahut Lin Xuan dingin.

​BZZZT!

​Lin Xuan menghentakkan kakinya di atas tumpukan tulang. Sisi kanan tubuhnya memancarkan tenaga raksasa dari Meridian Dewa Purba, membuat kecepatannya meledak melampaui batas kultivator Lapisan Keenam biasa! Sebelum tiga pemburu lainnya sempat menarik pedang mereka sepenuhnya, Lin Xuan telah menerobos masuk ke tengah-tengah barisan mereka.

​"Brengsek! Dia hanya sendiri, bunuh dia bersama-sama! Tebasan Angin Berantai!" teriak dua pemburu Lapisan Ketujuh sambil mengayunkan pedang baja mereka secara bersamaan ke arah dada dan leher Lin Xuan.

​Lin Xuan tidak menghindar sedikit pun. Tangan kirinya yang dialiri Qi hitam Meridian Iblis Primordial terangkat menangkap bilah salah satu pedang dengan tangan kosong—kulit telapak tangannya yang telah ditempa esensi jantung iblis berdenting keras bagai besi saat beradu dengan pedang baja! Pada saat yang sama, pedang patah di tangan kanannya menyapu ke atas dalam lintasan miring yang brutal.

KLANG! CRAAASH!

​Pedang milik kedua pemburu itu patah menjadi dua, dan sisa tebasan pedang patah Lin Xuan langsung merobek dada keduanya hingga tulang rusuk mereka hancur!

​"AAAARGH!"

​Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, tiga dari empat bawahan Zhao Kuang telah tewas bersimbah darah, sementara satu bawahan terakhir sangat ketakutan hingga lentera gioknya terjatuh dan tubuhnya langsung kejang-kejang tercekik oleh serbuan kabut miasma hitam!

​Keringat dingin langsung membasahi punggung Zhao Kuang. Ia sadar betul bahwa pemuda di hadapannya ini bukan lagi murid dalam yang bisa ditindas sesuka hati—melainkan monster yang entah bagaimana telah bangkit dari kematian!

"Monster... kau pasti telah dirasuki roh iblis jurang ini!" Zhao Kuang menggertakkan gigi, lalu berbalik badan dan mengalirkan seluruh Qi Lapisan Kedelapan miliknya ke kedua kakinya untuk meraih tali baja di dinding tebing. Ia harus segera naik dan melaporkan kengerian ini kepada Gu Tianheng dan Gu Changge!

​"Datang sesuka hati, lalu ingin pergi begitu saja?"

​Tatapan Lin Xuan membeku. Ia mengambil sebilah pedang patah milik salah satu mayat di dekat kakinya, mengalirkan Qi kembar emas-hitam ke bilahnya, lalu melemparkannya sekuat tenaga menembus kabut!

​SWOOOOSH—JLEB!

​Bilah pedang itu melesat bagai anak panah petir, menembus paha kanan Zhao Kuang yang baru saja memanjat setinggi tiga tombak, dan langsung memakukannya ke dinding batu tebing!

​"AAAKHHH!" Zhao Kuang menjerit kesakitan saat pegangannya terlepas dan tubuhnya terbanting keras kembali ke atas tumpukan tulang di hadapan Lin Xuan.

1
Ilham Yono
balas dendam di mulai
Ilham Yono
keberuntungan dibalik musibah
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!