NovelToon NovelToon
The Ustaz'S Dark Secret

The Ustaz'S Dark Secret

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di balik jubah dakwahnya sebagai ustadz muda karismatik, Musa menyimpan rahasia besar sebagai mafia yang disegani. Selama setahun, ia terus bayangi sosok wanita misterius yang pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya dari jebakan musuh sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

​Titik terang muncul ketika orang tua Musa, Kyai Adam dan Umi Sinta menjodohkannya dengan Musdalifah, putri seorang sahabat. Namun, kejutan besar menanti: wanita misterius yang dicarinya selama ini ternyata adalah Laila, adik kandung Musdalifah. Tanpa ragu, Musa menolak Musdalifah dan menuntut untuk menikahi Laila. Decision nekat itu tidak hanya memicu rasa sakit hati dan dendam Musdalifah, tetapi juga menyeret mereka ke dalam konflik keluarga yang sengit, dibayangi oleh rahasia masa lalu serta bahaya dari dunia kelam Musa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Sesampainya di pondok pesantren, suasana terasa begitu mencekam dan sepi secara tak biasa.

Seluruh santri dan santriwati telah diperintahkan masuk dan dikunci di dalam kamar masing-masing agar tidak mendengar kegaduhan serta keretakan yang tengah terjadi.

Musa menuntun Laila melangkah masuk ke dalam kediaman utama.

Di ruang tamu, telah berdiri Kyai Adi, Kyai Adam, dan Umi Sinta dengan tatapan mata yang dingin menatap kedatangan mereka.

"Musa, apa benar kamu seorang mafia?!" tanya Kyai Adam penuh penekanan, menatap putra tunggalnya dengan raut wajah kecewa yang teramat sangat.

Musa berdiri tegap di hadapan ayahnya, menganggukkan kepala tanpa ragu.

"Iya, Abah. Musa seorang mafia, dan semua ini Musa lakukan demi melindungi pondok pesantren serta keluarga kita dari ancaman dunia luar."

"Melindungi pondok pesantren?! Bohong kamu, Musa!" bentak Kyai Adi dengan napas memburu dan emosi yang membuncah.

"Kamu cuma mencari alasan! Kamu sudah menculik Musdalifah!"

"Abah, Musa tidak menculik Mbak Musdalifah!" sela Laila cepat, melangkah maju membela suaminya.

Kyai Adi menatap putri bungsunya itu dengan pendar mata tak percaya.

"Laila, apa kamu sudah tahu kalau suamimu ini seorang mafia?!"

Laila menganggukkan kepalanya perlahan, menggenggam jemari Musa makin erat.

"Laila tahu, Abah. Satu tahun yang lalu, Laila yang menyelamatkan Musa saat dia tertembak."

Astaghfirullah, Laila. bisik Umi Sinta merancau lirih.

Matanya berkaca-kaca menatap menantunya. Wanita yang selama ini sempat ia pandang sebelah mata dan ia jauhi, ternyata adalah sosok yang pernah menyelamatkan nyawa putra tunggalnya dari kematian.

PLAKKK!

Suara tamparan keras mendadak memecah keheningan.

Umi Mina muncul dari arah pintu samping dan langsung mendaratkan tamparan keras ke pipi Laila hingga wajah gadis itu terlempar ke samping.

"Lepaskan Musdalifah!" jerit Umi Mina histeris dengan wajah penuh keputusasaan.

"Kamu sudah merebut Musa dari Musdalifah, dan sekarang suami mafiamu itu menculiknya!"

"Umi, Musa tidak pernah menculik Mbak Musdalifah! Dia dijebak!" seru Laila menahan rasa panas di pipinya.

Umi Mina yang kalap kembali mengangkat tangannya tinggi-tinggi, hendak menampar pipi Laila untuk kedua kalinya.

Namun sebelum telapak tangan itu menyentuh kulit Laila, sebuah cengkram tangan tegap dan dingin menahannya di udara dengan sangat kuat.

"Jangan lakukan hal itu," tumpah suara Musa rendah dan sarat ancaman, menatap Umi Mina dengan pendar mata murka yang membakar.

Musa menghempaskan tangan Umi Mina dengan kasar, lalu merengkuh Laila ke belakang tubuhnya.

Ia menatap Laila, lalu beralih menatap Umi Mina dengan senyum miring yang dingin.

"Laila, wanita ini bukan ibu kandungmu, dan Musdalifah bukan kakak kandungmu," tegas Musa lantang, membongkar rahasia kelam itu di depan semua orang.

"Maksud kamu apa, Musa?!" bentak Umi Mina dengan raut wajah panik dan tegang.

Di sudut ruangan, Kyai Adi seketika terduduk lesu di kursi.

Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis sesenggukan.

Rasa bersalah yang tertahan belasan tahun akhirnya pecah tak terkendali.

"Maafkan Abah, Laila." isak Kyai Adi parau di selaksa tangisnya.

"Ibu kandungmu sudah meninggal dunia sejak kamu masih bayi."

Laila membeku seketika. Pertahanannya hancur mendengar pengakuan jujur dari mulut ayahnya sendiri.

Air mata mengalir deras membasahi pipinya yang masih memerah bekas tamparan.

"Abah, membohongiku selama ini?" bisik Laila dengan suara bergetar dan napas tersengal karena hantaman kekecewaan yang teramat dalam.

"Abah jahat,"

"Jadi selama ini kebencian mereka, karena aku bukan anak kandung Umi?" bisik Laila di sela isak tangisnya yang kian pecah.

Dada Laila naik turun menahan rasa sesak yang menghantam jiwanya.

Kenyataan pahit itu meruntuhkan seluruh kenangan masa kecil yang berusaha ia pertahankan.

Tanpa membuang waktu, Musa merengkuh tubuh mungil istrinya ke dalam pelukan hangat, mengusap punggung Laila yang bergetar hebat untuk menyalurkan kekuatan.

Di tengah suasana hening yang sarat air mata dan ketegangan, langkah kaki tergesa-gesa memecah kesunyian.

Yusuf—orang kepercayaan Musa—menerobos masuk ke dalam kediaman utama dengan berkas dokumen di tangannya.

"Permisi, Kyai. Saya minta maaf atas kelantangan saya," ucap Yusuf tegas, memecah keheningan.

"Saya datang untuk membawa bukti bahwa Bos Musa sama sekali tidak terlibat dalam penculikan Musdalifah."

Yusuf melangkah maju dan membentangkan beberapa cetakan rekaman serta analisis digital di atas meja, di hadapan Kyai Adam dan Kyai Adi.

"Sejak kemarin hingga detik ini, Bos Musa beserta seluruh pasukan berada di markas dan rumah aman untuk mendampingi Ibu Laila yang sedang sakit. Semua log aktivitas pergerakan tim terrekam sempurna dan tidak ada satu pun yang keluar menuju lokasi Musdalifah," jelas Yusuf lugas.

Ia kemudian menunjukkan rekaman terakhir dari area kafe tempat Musdalifah menghilang.

"Musdalifah terakhir kali terlihat di sebuah kafe bersama seorang pria. Tak lama kemudian, sistem CCTV kafe sengaja dirusak secara paksa dari luar oleh pihak ketiga. Ini bukan cara kerja pasukan kami, melainkan tindakan kelompok luar yang sengaja ingin memfitnah Bos Musa dan memecah belah keluarga ini," lanjut Yusuf dengan pendar mata serius.

Kyai Adi dan Umi Mina membeku menatap bukti-bukti di atas meja.

Rasa bersalah dan malu seketika menyeruak, menyandera mereka dalam kebisuannya sendiri.

"Musa, aku ke belakang dulu," ucap Laila lirih, menyapu pelan sisa air mata yang masih membasahi pipinya.

Musa menatap raut wajah istrinya yang sembap dengan pendar cemas yang pekat.

"Aku temani," potong Musa cepat, tak ingin membiarkan Laila sendirian sedikit pun di tengah kondisi mentalnya yang sedang terguncang.

Laila menggeleng pelan sembari mengulas senyum tipis yang dipaksakan.

"Tidak usah, Musa. Aku tidak apa-apa, aku cuma butuh waktu sebentar."

Melihat tatapan memohon dari Laila, Musa akhirnya mengalah.

Ia menganggukkan kepalanya perlahan dan melepaskan genggaman tangannya.

"Jangan lama-lama, Sayang. Kalau ada apa-apa, langsung panggil aku."

Laila berjalan perlahan menuju area belakang kediaman pondok pesantren.

Begitu langkah kakinya sampai di dekat koridor belakang yang sepi dan remang, pertahanan dirinya benar-benar runtuh.

Laila bersandar pada tembok dingin, lalu menangis sesenggukan menumpahkan seluruh rasa sesak di dadanya.

Ternyata mereka bukan ibu kandung dan kakakku. Kenapa Abah tega menyembunyikan ini dariku selama belasan tahun? batin Laila menjerit dalam kepedihan.

Setelah puas meluapkan sesak dan rasa kecewanya, Laila menghapus air matanya dengan ujung lengan baju.

Ia menarik napas panjang, bersiap untuk kembali ke ruang depan menemui suaminya.

Namun, sebelum Laila sempat memutar badan, sebuah lengan kekar mendadak menyergapnya dari belakang.

Sebuah kain beraroma kimia menyengat langsung membekap erat hidung dan mulutnya.

"MMMMPPHH!" Laila memberontak hebat, mencengkeram tangan asing yang menguncinya, namun kesadarannya dengan cepat menguap akibat pengaruh obat bius.

"Ssshhh, tenang, Sayang. Aku akan membawamu pergi dari sini," bisik Dokter Nakula dingin tepat di telinganya.

Dengan pendar mata obsesif, Nakula dengan cepat membopong tubuh Laila yang sudah lunglai tak berdaya.

Ia membawa Laila menyusuri jalan setapak di belakang pesantren yang terlindung dari jangkauan CCTV utama.

Di sana, sebuah mobil hitam sudah bersiaga dengan bagasi yang terbuka.

Setelah mengikat kedua tangan Laila menggunakan tali tebal, Nakula tanpa ragu memasukkan tubuh istrinya Musa itu ke dalam bagasi mobil, lalu menutupnya rapat hingga memicu suara dentuman keras yang memecah keheningan malam.

1
Rahmawati Amma
akhirnya tamat juga bagus ceritanya ngak terlalu panjang babnya saya suka karna saya suka ceritanya kuberi gift nonton iklan 10× traktir kopi 🍵 plus kasih vote maaf thor cuma itu yg bisa saya beri😖😢🙏
my name is pho: Terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, aq suka ma ceritanya 😁🤗
Muft Smoker
akhirnya semua udh bertemu dengan kebahagiaan masing2 ,,

makasih buat cerita ny yx kak ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,, semangat buat cerita terbaru ny
total 2 replies
Yani Agustin
thor, katanya dua2nya keturunan kyai tapi koq ga ada shalat2 nya, trus ga ada ritual ahalat sunat dulu sebelum MP, trs kelakuan bu nyainya tdk mencerminkan bu nyai seh thor 🙏
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
alhmdulillah versi mini dr kalian telah lahir dg sehat dan selamat ,,
Muft Smoker
waah bayi ny aj janjian mau keluarnya ,, 🤭 ,, semoga ibu dan bayi ny sehat2 ,, baik Laila atau pun Musdalifah ,,,
Rahmawati Amma
kok sepi pembaca ya padahal novelnya lumayan bagus 🤔
Rahmawati Amma
bagus ceritanya
my name is pho: Terima kasih kak 🥰🙏
total 1 replies
Rahmawati Amma
ya berhubung nonton iklan sisa 7kali ya aku cuma bisa ngasi segitu plus traktir kopi 🍵 😅
Rahmawati Amma
ini aneh laila lah katanya bisa bela diri lah ini kenapa lembek 🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
weh thor kok nama doang yg di sebut ngak sopan itu panggil abang ke atau mas lah ini nama doang tampa embel2 😔
my name is pho: terima kasih kak. tapi nanti ada di bab ke sekian ada panggilan mas
total 1 replies
Rahmawati Amma
lah bukannya laila bercadar di sampul novelnya 🤔😅
Yati Susilawati: mungkin nnt klu sdh nikah😌
total 1 replies
Muft Smoker
akhirnya semua udh berdamai dg masa lalu ,, begitu juga dg Zafar ,, semoga stelah masa hukuman km telah selesai segera pertanggung jawabkan perbuatan mu terhadap Musdalifah ,,
Muft Smoker
alhmdulillah smua udh baik2 aj ,,
semoga ,,

lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
semoga Musdalifah bnr2 berubah ,,
hingga tinggal bahagia ny aj niih ,,
sri hastuti
semoga selanjutnya bahagia semua thor, semua rukun ,🙏
sri hastuti
bagus, musa tegas sbg pria tau batasannya, jd gak semua wanita brani goda, siippp Musa, 👍👍
sri hastuti
semoga sdh tdk ada gangguan lagi, atau pelakor,atau kejahatan ,biar mereka berdua bahagia thor 🙏
Muft Smoker
putri angkat???
bukan ny Laila ank ny kyai Adi dr almarhum istri pertama kiyai Adi yx kak ,,
apa aq yg salah baca waktu tu🤭🤭🤭😁😁😁😁
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁gpp kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!