NovelToon NovelToon
Memilih Terbawa Arus

Memilih Terbawa Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Mengubah Takdir
Popularitas:414
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Selama tujuh malam, dia memimpikan hal buruk tentang pria yang selama ini dicintainya. Ketika hari lamaran tiba, dia memilih membatalkan perjodohan dan menjadikan Arus, pria berandal yang dibenci warga desa, sebagai alasannya.

Namun, semakin dekat dengan Arus, semakin dia menyadari bahwa pria itu tidak seperti yang orang-orang katakan. Di balik luka dan reputasinya, tersimpan kehidupan yang tak pernah dia bayangkan.

Awalnya hanya pelarian. Tapi bagaimana jika arus yang dia ikuti justru membawanya menemukan cinta yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Benar saja, 15 menit kemudian arus sudah kembali.

Walau Alya sempat mendengar amarah dewangga, dan ini membuatnya sedikit panik. Tapi dia tetap menurut apa kata suaminya untuk tetap di kamar.

Melihat arus yang sudah di depan pintu sambil membawa sepiring nasi beserta lauknya, Alya langsung menghampiri.

"kakak tidak papa...."

arus menggeleng, sembari mengajak Alya duduk.

Bahkan arus memilih menyuapi langsung sang istri, meski Alya mencoba mengambil sendok untuk makan sendiri. Tapi arus bersikeras kalau dia yang akan menyuapi Alya.

Setelah makan, arus mengajak Alya berbaring di kasurnya.

"kamu tidur dulu, ku denger kamu belum tidur dari kemarin. Itu gak baik buat kesehatan."

arus memperlakukan Alya benar benar lembut, ia mengelus punggung Alya sampai ia tertidur.

Alya pun tak menolak, ia entah mengapa merasa nyaman dengan tindakan arus.

Setelah Alya benar benar terlelap, dengan perlahan arus membenarkan posisi tubuh sang istri, ia pun mengatur suhu AC agar pas untuk tidur.

Matanya kini terus menatap ke arah wajah Alya yang masih sembab, terlihat jelas kalau itu bekas tangisan tak henti.

Melihat hal ini, entah mengapa arus merasa sangat pedih di dalam dadanya. Rasa yang tak pernah ia rasakan untuk wanita lain kecuali sang ibu, rasa bersalah yang teramat dalam.

Tak sanggup terus menatap Alya, arus memilih ke balkon.

Mengambil rokok dan mengisapnya, terlihat tarikan cukup dalam di mulutnya dengan hembusan asap yang terlihat panjang.

Setelah beberapa menit tatapannya kosong, arus mengambil ponselnya.

"bagaimana, apa sudah di selidiki..."

pesan terkirim.

Di atas pesan itu ada pula pesan lain yang arus kirim sekitar setengah jam lalu, itu adalah pesan untuk menyelidiki semua yang terjadi selama ia tak ada.

"aku sudah berhasil masuk ke salah satu akun anggota grup itu. Tuan.."

"lalu hasilnya...?" balas arus.

"permasalahan utama ada di dua foto. Foto awal adalah foto bos mau naik ke mobil, dan itu hanya pantulan kecil. Lalu ada yang mengirim foto lain, dan aku dengan atas nama Bagas terus memprovokasi anggota grub untuk mengarah ke hal negatif tentang anda."

arus menerima screenshot pesan grub, ia tertuju ke satu foto dirinya.

"ini... Bukankah ini foto saat aku menyelamatkan pak Mahmud, bagaimana bisa mereka mendapatkannya. Bukankah kejadian itu hanya ada aku dan beberapa penculik itu...?"

"untuk ini aku sedang menelusurinya tuan, karena tempat itu tak ada cctv jadi akan sedikit sulit mencari siapa yang mengambil, apa lagi orang yang mengirim foto sudah keluar dari grub beberapa detik setelah mengirim foto ini"

tangan arus mengepal kuat...

"siapa sebenarnya yang ingin bermain main denganku."

setelah itu arus kembali membuka screenshoot itu, melihat cacian dan hinaan terhadap dirinya arus sama sekali tak memperdulikannya.

Namun saat di foto terakhir tangannya terhenti, terlihat ada satu pesan beserta sebuah foto yang mengusiknya.

"lihat.... Bahkan sekarang Alya yang lemah lembut sudah bisa menampar orang. Jika terus bersama arus aku takut dia akan ikut ikut pergaulan di luar sana seperti orang orang yang menjual diri." pesan Bagas sambil menunjukkan memar di pipi bekas tamparan.

setelah melihat ini, arus langsung mencengkram erat ponselnya.

Ia berlari ke luar, bahkan saat dewangga menegurnya lagi. Ia sama sekali tak menyahuti atau berhenti.

Motornya langsung melaju ke arah yayasan, beberapa orang yang melihat wajah arus yang merah padam, membuat mereka reflek menahan napas.

setelah sampai, arus berjalan lurus ke arah ruangan Bagas.

Saat sampai di sana, tenyata Bagas tak sendiri. Masih ada beberapa orang yang duduk di sana.

Tanpa memperdulikan orang orang itu, tangan arus sudah mengayun tepat ke wajah Bagas.

Bahkan Bagas yang tak siap langsung tersungkur.

Saat hendak berdiri, kaki arus sudah mengayun kembali membuat tubuh Bagas kembali terjatuh.

"apa apaan kamu" marah Bagas.

arus menunjukkan screenshoot...

"apa ini..."bingung Bagas.

"kalau kau mau menjelekkan aku maka kau bisa lakukan sesukamu, Tapi yang kau lakukan malah merendahkan Alya. Kamu mengaku menyukainya tapi dari pesanmu malah terlihat jelas merendahkannya."

setelah mengatakan itu arus berbalik, ia pergi ke luar begitu saja.

setelah kepergian arus, baru beberapa orang mendekati Bagas.

Bahkan Laras langsung membantu Bagas berdiri.

"kamu tidak apa apa...?" tanya Laras.

Bagas terdiam sambil memegang pipi yang terasa perih dan bengkak.

Laras menuntun Bagas duduk, bahkan ia dengan sigap mengompres memar di wajah Bagas.

"gas tenang, apa perlu kita lapor polisi" tanya Laras...

"lapor polisi...? Sebenarnya aku ingin, tapi tempat ini tak ada cctv jadi aku tak memiliki bukti kuat."

" tenang, aku udah ngerekam semuanya tadi."

setelah dari yayasan yang ada di desa, arus memilih pergi ke tempat lain untuk menenangkan diri.

Dia juga sempat melihat hp, dan melihat pesan dari sang ayas yang sudah mendengar berita pemukulan ini.

Bahkan dari sang ayah arus tau kalau pihak Bagas akan melaporkan ini ke polisi.

arus sendiri kini santai duduk lesehan di bawah pohon besar, tempat ini sudah biasa ia tempati.

tempat di pinggir kota, namun tetap sepi dan menenangkan baginya.

"tumben kemari..."suara seseorang.

Arus menoleh, melihat seorang polisi datang mendekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!