NovelToon NovelToon
Ingat! Kita Itu Mantan

Ingat! Kita Itu Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:588
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!

Bianca, putus dengan pacarnya yang sudah bertahun-tahun bersama. Namun, setelah putus bukannya asing, mereka justru terus dipertemukan dalam kejadian yang tak terduga.
Entah ini kebetulan? atau memang sengaja di buat oleh Arsen.

"Bagaimana bisa, bos baruku ternyata adalah dia?! Arsenio sialan! Bagaimana caranya kami menjadi mantan jika terus seperti ini?!" geram Biancca yang sudah frustrasi.

"Aghh, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menjadi mantan!" --Arsenio Kendrick

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

“Iya-iya, aku tidak akan bilang pada kak Nando, lagian, biasanya aku pergi berdua hanya dengan Kayla.” Jelas Bianca, dan hal itu membuat Arsen sangat sennag mendengarnya.

“Kamu sepertinya, sangat dekat ya dengan Kayla.”

“Hahaha, iyalah kami kan sahabat.” Bianca pun tertawa kecil, gelak tawa dari gadis itu juga sontak membuat Arsen  ikut tertawa. Pria itu benar-benar sangat nyaman berada di dekat Bianca. Bersama dengan Bianca, Arsen selalu merasa menjadi dirinya sendiri. Bahkan, ia tidak merasa canggung sedikit pun jika bersama dengan Bianca.

“Hiks, hiks, mama.” Seorang anak kecil kini tengah merengek menangis, Arsen dan Bianca yang tengah berjalan mencari penjual minum, kini malah bertemu dengan seorang anak kecil. Melihat bocah kecil itu yang menangis sesegukan seorang diri, membuat keduanya tak tega dan pada akhirnya mendekati anak kecil itu.

“Hai cantik, ada apa denganmu? Di mana ibumu?" tanya Bianca, namun gadis kecil itu hanya menggelengkan kepalanya, tangisannya malah semakin keras setelah Bianca bertanya.

“Kamu kenapa menangis lagi, kakak tidak jahat kok.” Bukannya diam, anak kecil itu malah semakin menangis, Bianca yang semula tampak tenang, kini mulai panik.

"Haduh, sepertinya aku salah bicara." Ujar Bianca lirih.

Bianca benar-benar di buat kebingungan oleh anak kecil itu, ia kemudian menoleh, berharap Arsen bisa menolongnya.

“Kak Arsen, ini bagaimana? Dia terus menangis,”

“Loh, ke mana dia pergi?” Namun pria itu malah menghilang, entah ada di mana sekarang.

"Kak Arsen, kak..." Panggil Bianca, sebari menatap sekitar, namun sial baginya karena Arsen benar-benar tak ada di sana. Bahkan saat ini, Bianca telah berpikir, bahwa Arsen telah meninggalkannya.

“Ha ha ha ha ha,” Anak kecil itu tertawa seketika, saat melihat sebuah dinosaurus hijau yang tengah bergoyang dan menghiburnya. Bianca yang melihat anak kecil itu sekarang tertawa pun akhirnya menoleh. Bianca juga kini benar-benar sangat terhibur akan badut dinosaurus itu. Hal itu pun membuat Bianca ikut tertawa.

Gadis kecil itu kembali ceria, ia tak lagi menangis. Orang di balik kostum itu pun kini

membuka kostum di kepalanya, rupanya yang ada di dalam kostum itu adalah Arsen.

“Loh, kak Arsen.” Bianca benar-benar tak menyangka, ternyata sedari tadi Arsen menghilang adalah untuk ini.

“Tada, jangan menangis lagi cantik. Bagaimana jika kakak traktir kamu, dengan kakak cantik di sana es krim.” ucap Arsen kepada anak kecil itu.

Bianca mengulurkan tangannya, dan anak kecil itu pada akhirnya mau mengapai tangan Bianca. Ia sudah tidak takut lagi kepada gadis itu, bahkan kini tersenyum lebar kepada Bianca. "Ayo kita beli es krim, Kak Arsen yang traktir.” ujar Bianca, dan anak kecil itu langsung melompat  kegirangan. .

“Hore, terima kasih kakak cantik dan kakak tampan.” Bianca yang mendengar anak kecil itu berkata demikian, membuatnya langsung menatap Arsen dan begitu pun sebaliknya.

Bianca kini bersimpuh, menyelaraskan tingginya dengan anak kecil di hadapannya sekarang. “Nama kamu siapa?” tanya Bianca kepada anak kecil itu.

“Nama aku Mina kak, lalu kakak.”

“Aku Bianca, dan kakak tampan ini, nama dia Arsen.”

Mereka kemudian membeli es krim, anak kecil itu benar-benar sangat senang bersama dengan Arsen dan Bianca.  Bianca mengambil sedikit es krim miliknya, ia lalu menempelkan es krim itu di pipi Mina dan juga Arsen.

“Mina, kamu lihat. Dia benar-benar sangat jahil ya.” Ujar Arsen yang rupanya tak terima.

“Iya, kak Bibi jahat ih." Ucap Mina, dan malah terdengar sangat gemas di telinga Bianca.

“Mina, ayo kita tangkap dia!" Arsen malah mencari komplotan, dan Mina malah setuju padanya.

“Hem, aku ingin mencolekkan es krim ini ke hidung kak Bianca.” Ucap Mina dengan sangat antusias. Kini mereka mengejar Bianca, dan Bianca sebisa mungkin terus mencoba kabur dari keduanya. Gadis itu terus berlari, namun Arsen menghadangnya, dan pada akhirnya tertangkap. Mina lalu mengoleskan es krim ke hidung Bianca, mereka kini tertawa bersama.

Tak berselang lama setelah itu, ibu dari Mina akhirnya datang. “Mina,”

“Mina sayang.” Wanita itu pun langsung memeluk putrinya dengan erat. Begitu pun sama halnya dengan Mina yang langsung memeluk ibunya. Wanita itu terlihat sangat menghawatirkan putri kecilnya, ia sudah mencari Mina sedari tadi, namun tak kunjung ketemu. Sampai akhirnya ia menemukan Mina bersama dengan Arsen dan Bianca, wanita itu merasa sangat lega sekali, karena Mina bertemu dengan mereka, orang-orang yang sangat baik.

“Mas, mbak terima kasih ya sudah menjaga anak saya Mina. Saya sedari tadi mencarinya.” Ujar wanita itu, Arsen dan Bianca saling menatap lalu tersenyum. Keduanya paham akan posisi wanita itu, ia pasti panik sekali mencari putrinya.

“Iya bu, besok lagi hati-hati ya. Kasihan loh Emma, dia tadi sangat ketakutan.” Jelas Bianca, dan wanita itu spontan mengangguk.

“Iya, sekali lagi saya sangat berterima kasih, tolong terima ini. Ini mungkin tidak seberapa, tapi saya mohon terimalah!” Wanita setengah baya itu memberikan uang kepada mereka. Namun mereka menolaknya.

Namun Arsen melihat kamera yang di bawa oleh ibu itu. “Tante, bisa minta tolong satu hal saja.” Ujar Arsen.

Wanita itu pun mengangguk, “Baiklah, apa itu?"

“Bisakah tolong foto kan kita berdua dengan kamera itu.”

Wanita itu pun mengangguk, Arsen kemudian merangkul Bianca.

“Siap ya, satu, dua,”

“Klik,” suara tombol kamera yang di tekan dengan jari tangan.

***

“Arsen, kamu benar-benar ya.” Bianca rupanya tersenyum, ia tak marah. Gadis justru senang, karena Arsen maish menyimpan foto lama itu.

“Andai saja kita masih bersama, aku pasti akan mengingat hal ini lagi dan menceritakannya padamu, apabila kamu lupa.” Ujar Bianca.

Tanpa gadis itu sadari, Arsen telah berdiri di depan kamar, pria itu bersandar di balik tembok. “Bianca, aku tak akan lupa akan hal itu, semua ingatan tentang kita, dan karena itulah, aku yang harus mengingatkanmu kalau kita memang pernah ada.” ujar Arsen dalam hati. Meski sudah putus, Arsen masih belum bisa melupakannya, entah sampai kapan, pria itu akan tetap terus mengejar Bianca.

“Kamu akan selamanya menjadi milikku Bianca.” Ujar Arsen lirih.

30 menit yang lalu...

Arsen yang baru saja selesai mandi, mengambil dokumen kontrak kerja di laci mejanya. Ia kemudian tak sengaja menemukan foto itu yang ternyata masih ia simpan di dalam laci, “Foto ini, aku jadi mendapatkan ide dengan ini.” Arsen melepaskan bingkai foto, dengan foto dirinya dan menggantinya dengan foto mereka yang berada di taman.

Pria itu pun meletakkannya di sana, beserta dengan dokumen itu.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!