Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Kebangkitan Ketiga Mata Dewa Kuno
Bab 20 : Kebangkitan Ketiga Mata Dewa Kuno
_________
Nama Shen Yan kini sangat terkenal di seluruh Puncak Sekte. Sebagai kuda hitam pendatang baru , ia mampu mengalahkan jenius jenius muda dari keluarga terkenal.
"Kau sekarang sangat terkenal , adik Yan!" ucap Cheng Yuan bangga.
Pagi ini semua murid Puncak Meditasi berkumpul di Aula Utama , nampak Tetua Ming Yue juga duduk disana. Di sampingnya ada kursi kosong terbuat dari giok putih.
"Guru , kenapa kita berkumpul disini?" tanya Cheng Yuan penasaran.
Jam yang biasanya di pakai untuk berlatih mendadak di pakai untuk berkumpul di Aula utama. Tetua Ming Yue tersenyum dan meminta semuanya untuk tenang.
"Sebentar lagi kita akan kedatangan Leluhur Wu Chen! Sebaiknya jaga sikap kalian!" ujarnya.
"Cling Cling Cling"
Suara gemericik lonceng kecil di atas pintu masuk Aula Utama terdengar , angin berhembus pelan. Suara tua terdengar menyapa semua orang yang ada di dalam ruangan.
"Krekk"
Retakan spasial terbentuk di udara , sosok tua Leluhur Wu Chen muncul dari dalamnya dengan ekspresi hangat. Ia turun menapaki udara kosong dan semua orang menyambutnya dengan sopan.
"Hormat , Leluhur!"
Orang tua itu berjalan pelan lalu duduk di hadapan semua orang , matanya menyapu semua orang dan berhenti di tubuh Shen Yan yang berada paling ujung. Ia tersenyum kecil dan berkata bahwa ia datang secara pribadi ingin menyerahkan hadiah Pertemuan Naga Muda sebelumnya.
"Kemari lah , nak!" ucapnya lembut.
Shen Yan maju ke depan , ia menangkupkan kedua tangannya tepat di hadapan Leluhur Wu Chen. Meskipun sebenarnya ia adalah Dewa Kuno , namun ia dengan rendah hati mau memberi penghormatan kepada orang tua di hadapannya.
"Kau , sangat bagus! Mungkin di antara semua murid di Puncak ku , kau adalah yang paling berbakat sejati!" ucapnya menyanjung.
"Terima kasih Leluhur , Shen Yan tidak berani menerima pujian tinggi itu!"
Leluhur Wu Chen lalu mengeluarkan sebuah kantong Qian Kun yang berisi jutaan batu spiritual , plakat emas Puncak Terang dan sebuah kotak hitam misterius. Tetua Ming Yue terlihat menyipitkan matanya saat menatap sebuah kotak kayu hitam di depannya. Namun ia tak berani mempertanyakannya.
"Terimalah ini sebagai hadiah untuk kalian!"
Leluhur Wu Chen pertama menyerahkan kantong Qian Kun dari tangannya.
"Dan ini untukmu!" sambung Leluhur Wu Chen.
Leluhur Wu Chen menyerahkan plakat emas yang bisa di gunakan untuk keluar masuk ke puncak lainnya dengan bebas dan sebuah kotak kayu hitam yang terlihat misterius.
Shen Yan menerimanya dengan tenang , ia juga mengucapkan kata terimakasih kepada leluhurnya dengan sopan. Setelah beberapa waktu bersama di Aula Utama , akhirnya pertemuan itu berakhir dengan hangat.
_________
Pukul 7 malam , kediaman Shen Yan.
"Apa ini?"
Shen Yan membuka kotak kayu hitam di depannya , itu adalah pemberian Leluhurnya secara pribadi. Shen Yan cukup terkejut saat melihat isi di dalamnya , pil langka yang memang sangat berguna untuknya.
"Hun Dan!"
Pil Jiwa yang mampu meningkatkan kekuatan jiwanya dalam waktu singkat. Itu memang sangat dibutuhkan oleh Shen Yan mengingat untuk membuka mata dewanya membutuhkan kekuatan jiwa yang sangat besar.
"Glekk"
Shen Yan mulai bermeditasi , ia menelan Pil Jiwa itu lalu mencoba menyerapnya. Dengan cepat reaksinya muncul , lautan jiwanya bergolak dan aura yang sangat besar mampu menimbulkan gelombang kejut di seluruh Puncak Meditasi. Tetua Ming Yue yang sedang bermeditasi pun mendadak membuka matanya karena terkejut dengan fluktuasi besar tersebut.
"Kekuatan jiwa ini!" gumam Tetua Ming Yue.
Di dalam lautan kesadarannya , sebuah simbol mata terbentuk mengambang di atas. Simbol itu menyala redup , terdapat rune rune kuno yang melingkar mengelilingi simbol mata itu.
"Akhirnya , pembukaan ketiga!"
Pandangan Shen Yan lalu menyebar ke segala arah , itu tidak hanya mampu melihat jarak yang sangat jauh , bahkan matanya kini mampu melihat aliran darah dan Qi makhluk hidup. Itu membuatnya menjadi seorang petarung yang mengerikan karena mampu melihat kelemahan setiap lawan yang akan dihadapinya kelak.
Dengan peningkatan ini , ia merasakan aliran Qi di dantiannya membludak penuh. Ia samar samar melihat pembatas emas di atas langit langit lautan kesadarannya. Ia lalu mencoba memadatkan aliran Qi di dalam tubuhnya , hingga akhirnya lautan kesadarannya melahirkan 2 inti emas yang perlahan memadat dan bersinar. Dua buah Inti Emas itu tersambar petir berkali kali di dalam lautan kesadarannya.
"Dua Inti Emas! Bagaimana ini mungkin!" gumam Shen Yan yang masih menstabilkan tubuhnya.
Pengalaman membentuk ulang tubuhnya di masa lalu membuatnya menghadapi proses ini dengan tenang. Ia hanya terkejut mampu melahirkan dua Inti Emas di dalam tubuhnya. Meskipun menjadikan dirinya akan sangat kuat di masa depan , ia juga berpikir konsumsi sumber daya yang akan membuatnya miskin.
"Wuzz"
Suara gelombang kejut dan cahaya emas yang meledak dari tubuhnya itu sempat membuat beberapa Tetua merasakannya. Tetua Ming Yue yang terdekat mencoba mencari asal fluktuasi yang ternyata dari rumah kecil di sudut puncaknya.
"Shen Yan! Dia sudah menerobos Inti Emas! Fluktuasinya berbeda! Berkali kali lebih besar dari pada orang biasa!" gumam Tetua Ming Yue.
Ia bergegas menemui Shen Yan yang kini telah bangun dari pelatihannya. Ia melihat gurunya datang dari balik penutup matanya.
"Kreeeek"
Tetua Ming Yue membuka pintu halaman rumah Shen Yan pelan. Ia lalu tersenyum ketika tubuh Shen Yan sudah menyambutnya di depan pintu kamarnya.
"Guru!"
Tetua Ming Yue menghampiri Shen Yan dan memberikan selamat kepadanya. Shen Yan merupakan satu satunya murid termuda di Puncaknya selama ini yang bisa menerobos ranah Inti Emas tanpa bimbingan guru saat memadatkan aliran Qi cairnya.
"Aku hanya beruntung , guru!" jawab Shen Yan.
Tetua Ming Yue memberikan sebuah pil untuk menstabilkan Inti Emas nya kepada Shen Yan sebagai hadiah. Setelah pertemuan itu , keduanya nampak berbincang hingga larut malam. Penampilan Shen Yan setelah menembus ranah Inti Emas nampak berbeda. Kini penampilannya terlihat lebih dewasa dan makin tampan dengan auranya yang tenang.
________
Setelah Tetua Ming Yue kembali , Shen Yan teringat sesuatu yang mengganggu pikiran nya.
"Tian Nu! Aku harus menemuinya sekali lagi!" gumam Shen Yan.
Ia lalu mencoba menggunakan Mata Dewa nya menembus penghalang demi penghalang Puncak Pengetahuan. Tujuannya adalah Puncak menara besar perpustakaan lantai terkahir.
"Ketemu!"
Shen Yan mencoba mencari gulungan yang di sebutkan oleh Tian Nu. Setelah beberapa saat mencari dengan matanya , ia menemukan sesuatu yang aneh di dalam kotak hitam sepanjang 1 Zhang. Namun saat ia mencoba untuk masuk lebih dalam , matanya terbentur sesuatu yang aneh. Bentuknya seperti permukaan air yang tak tertembus.
"Apakah ini segel yang membuat pecahan jiwa Tian Nu terjebak selamanya?" gumam Shen Yan.
"Tap Tap Tap"
Shen Yan menyadari ada yang datang , ia menarik pandangannya dari perpustakaan Puncak Pengetahuan dengan cepat. Lelaki tua dengan rambut putih ternyata berdiri di puncak menara perpustakaan terlihat waspada. Ia adalah Leluhur Wu Chen yang menyadari sesuatu telah menerobos masuk ke puncak menara perpustakaan.
"Hampir saja!" gumam Shen Yan.
________