NovelToon NovelToon
Black Shadow

Black Shadow

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Thriller / Tamat
Popularitas:46.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Arin

Awal Judul Ada & Tiada

Berawal dari kesurupan massal di malam puncak penerimaan mahasiswa/i baru menjadi titik awal temu mereka. Saling menyadari bahwa mereka sama, sama-sama hidup diantara mereka yang tiada namun sebenarnya ada.

Kisah tentang perjalanan sekelompok anak muda yang memiliki kemampuan sixth sense, melihat apa yang semestinya tidak terlihat, dan merasakan kehadiran mereka yang tak tersentuh.

Akankah mereka bisa menjalani hidup normal seperti orang lain?

Kisah mereka akan hadir setiap hari pukul tujuh malam. Jangan baca sendiri, siapa tahu kau sedang tak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A Warm Hug (Pelukan Hangat)

Malam pertama mereka di Djogja rencananya akan mereka habiskan untuk nongkrong di salah satu tempat tongkrongan paling hits disekitaran Djogja, tempatnya berada di puncak bukit fenomenal disana, berjarak hanya 15km saja dari kota Djogja, mereka semua tidak sabar untuk cepat-cepat sampai di Bukit Bintang, bukan bukit yang berbentuk bintang namun tempat nongkrong di puncak bukit dengan bertabur bintang di langit, dan kemerlap lampu kota Djogja di malam hari.

Sesampainya mereka di sana, Haura begitu antusias bahwa kini dirinya sedang ada di puncak tertinggi bukit tersebut, dengan pemandangan indah yang membuat siapapun terpukau dan jatuh hati karenanya. Bahkan Haura dan semua orang sedang menikmati indahnya kota Djogja di malam hari ini.

Dikarenakan begitu besar rasa antusiasme Haura, ia tidak menyadari jejak langkahnya dan hampir saja terpeleset karena lengah, Aldi yang lagi-lagi bediri di belakang Haura pun sudah siaga membantu Haura agar tidak jatuh.

"Ah, maafkan aku Di, aku tidak melihat langkah ku." ucap Haura sambil membenarkan rambutnya.

"It's okay, mau ku temani ke titik teratas cafe ini?" tanya Aldi memberanikan diri untuk mengajak Haura ke lantai teratas. Haura yang mendengarnya pun mengangguk senang tak karuan. Aldi yang biasanya selalu menatap sendu Haura kini sudah bisa menatap Haura sebagai diri Haura bukan lagi Anita, sang mantan kekasih yang sudah tiada.

Kini Aldi dan Haura sedang memandang langit dan fenomena kota Djogja yang luar biasa indahnya, kedua tangan Haura kini bertumpu ke pagar pembatas cafe tersebut, begitu pula Aldi, karena begitu asyik memandang langit yang sama, tangan mereka berdua pun tak sengaja menyentuh tangan satu sama lain, Haura dan Aldi yang menyadarinya pun langsung kikuk dan sesekali saling bertatap muka.

"Kau sudah bisa menyukai alam?" tanya Aldi, Aldi mencoba mencairkan suasana yang sempat kaku sejenak.

"Hm, sepertinya begitu, setelah dijalani ternyata tak selamanya yang berbau dengan Alam itu menyeramkan, justru menenangkan. Kau tahu aku sangat ingin kembali kesini suatu hari nanti dengan pria yang aku cintai, tempat yang begitu indah nan menyejukkan mata, menenangkan jiwa dan raga, terlihat romantis hingga membuat ku ingin menangis, menangis karena kenapa aku baru menyadarinya sekarang bahwa alam itu indah tak seperti yang aku bayangkan selama ini." ujar Haura ke Aldi sambil matanya sayup-sayup menatap kota Djogja kala itu.

"Aku berharap saat itu aku yang menemani mu." lirih Aldi namun terdengar jelas di telinga Haura. Haura hanya terdiam tak merespon ucapan Aldi kepadanya, sadar akan dirinya yang teralalu cepat melangkah ia pun menjelaskan kembali maksud ucapannya tadi.

"Ah maksud ku adalah jika kau ingin kembali kesini aku akan siap kapan pun jika kau butuh teman jalan." ujar Aldi yang menatap Haura dan di tatap balik oleh gadis disampingnya itu. Haura pun tersenyum mendengar penjelasan Aldi.

"Apa kau menyukai Kak Ari?" tanya Aldi to the point, Haura yang ditanya pun langsung menoleh dan mengarahkan tubuhnya bediri menghadap Aldi. Aldi pun menatap Haura dalam diam, entah setan apa yang membuatnya berani bertanya hal gila seperti itu ke Haura, yang bahkan baru saja bisa bersikap santai dengannya.

"Kenapa kau ... Apa kau sedang memperhatikan ku?" tanya Haura kebingungan. Kini Aldi menatap Haura dengan tatapan rindu dan sendu itu lagi. Melihat betapa cantiknya Haura malam itu meembuat Aldi kembali mengingat sosok Anita yang ia cintai. Aldi pun kini kembali membuang tatapan rindu itu ke hamparan luas kota Djogja.

"Kau mirip sekali dengan adik perempuan Kak Ari satu-satunya, namanya Anita. Kau tahu, kami semua masih belum bisa melepas kepergiannya hingga saat itu, namun ketika kini kami semua sudah bisa mengikhlaskn kepergianny, kita semua dipertemukan oleh mu. Sepertinya Tuhan sedang berbaik hati memberikan kami Anita yang lain untuk mengobati rindu kami semua kepadanya. Jika kau menyukai Kak Ari berhentilah untuk melanjutkan perasaan mu, karena Kak Ari hanya menatap mu tak lebih dari seorang adik perempuannya, bukan sebagai seorang pria dan wanita. Aku hanya ingin memberitahu mu agar kau tidak semakin jauh masuk ke dalam cinta yang kau buat sendiri. Kak Ari memang selalu perhatian kepada siapapun yang dekat dengannya, namun tak sedikit pula yang salah paham akan sikapnya. Di dalam hati Kak Ari hanya ada satu nama wanita yang bisa membuatnya jatuh hati hingga begitu dalam, wanita itu adalah Kak Mega, Production Director (PD) di tempat stasiun radio yang menjadikan nama Kak Ari dan Kak Al hingga sebesar ini." jelas Aldi dengan begitu gamblangnya ke Haura.

Ada sedikit rasa kecewa di dalam hati Haura saat mendengar penjelasan Aldi, Haura tidak menyangka Ari yang begitu perhatian kepadanya bukan karena menatapnya sebagai seorang pria kepada seorang wanita, namun karena mendiang sang adik.

Haura menguatkan pegangan tangannya di pagar cafe tersebut, perasaannya sedih bukan karena Ari yang tidak mencintainya, namun karena Ari menatap Haura sebagai orang lain bukan sebagai Haura, Haura pun tersenyum kecut menghadapi kenyataan dirinya kini.

"Terima kasih sudah menjelaskan ini kepada ku, setidaknya aku tahu kini sebagai siapa kalian melihat ku." ujar Haura sambil menyeka sedikit air matanya yang terurai begitu saja. Aldi yang menyadari pun mencoba mengerti dan tidak banyak berkomentar, memang sakit rasanya jika kehadiran kita dalam hidup orang lain bukan sebagai diri kita namun karena masa lalu orang itu yang berkaitan dengan diri kita.

"Kau menangis?" tanya Aldi memastikan, karena Haura memalingkan wajahnya dari Aldi, ia menangis dalam diam karena hatinya begitu sakit. Haura yang ditanya pun mencoba menenangkan perasaan dan suaranya, ia mencoba tersenyum dalam tangis.

"Ah ini hanya kelilipan saja, tidak apa-apa." ujar Haura dengan suaranya yang serak karena menahan tangis. Aldi yang ikut merasa sakit di hatinya melihat Haura menangis langsung bersikap impulsif dengan menarik tangan Haura agar tubuhnya lebih mendekat padanya.

"Haura ..." ucap Aldi lirih, Haura yang dipanggil dengan nada seperti itu pun hanya bisa tertunduk dan semakin deras air matanya membasahi pipi. Tangis memang bisa menyembuhkan sedikit luka, namun menangis dalam diam adalah hal yang dilakukan oleh seseorang jika dirinya sudah terluka begitu dalam, namun mencoba untuk tetap terlihat tegar di depan orang lain.

"Menangis lah, tidak ada yang akan melarang mu untuk menangis." ucap Aldi sambil tangannya memegang kedua tangan Haura. Haura yang diperlakukan seperti itu pun tidak lagi bisa membendung air matanya dan menahan isak tangis yang sedari tadi ia tahan.

Haura langsung berhambur memeluk Aldi dan menumpahkan semua tangisannya itu, bahkan suara tangisan Haura begitu terdengar pilu bagi siapa saja yang mendengarkannya, berhubung pengunjung cafe disana tidak sebanyak satu lantai dibawahnya membuat Haura semakin bebas mengekspresikan perasaan sedihnya.

Aldi yang ragu pun kini sudah membalas pelukan Haura, Aldi segaja tidak menceritakan siapa Anita dalam hidupnya, karena Aldi merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakannya terlebih tidak ada satu pun dari mereka semua tahu tentang kisah cinta tragis keduanya.

Dilain tempat, Ari menyadari ada beberapa dari mereka yang tidak ada ditempat, Ari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut lantai cafe tersebut namun nihil. Ari pun berdiri dari tempatnya ingin mencari ke lantai teratas cafe tersebut.

"Kau mau kemana Ri?" tanya Awan ke Ari yang kini sudah berdiri dan bersiap untuk menyusul Aldi dan Haura.

"Aku ingin mencari Aldi dan Haura, apa kalian melihatnya?" tanya Ari, ia mengedarkan pandangannya satu per satu ke arah teman-temannya yang sedang duduk dan bersiap untuk makan.

"Ah tadi aku sedikit mendengar bahwa mereka akan ke lantai teratas." jawab Arindita, sontak Al yang mendengarkannya pun langsung berfikir dan yakin jika Aldi yang mengajak Haura.

"Pasti ini karena Aldi terbawa suasana bukit bintang, jangan sampai Ari menyadari hal ini." ucap Al dalam hati sambil mematikan rokok miliknya.

"Biarkan saja mereka disana, mereka bukan anak kecil lagi, mungkin keduanya sama-sama nyaman karena seumuran, duduk lah. Aku yang akan mengirimkan pesan ke Aldi nanti." ucap Al sambil tangannya menarik tangan Ari mencoba menahan pria itu agar tidak menyadari sikap Aldi kali ini. Ari yang mendengar perkataan Al pun akhirnya memilih untuk duduk kembali di kursinya.

"Baiklah, kalau begitu kita mulai makan saja, Aldi dan Haura sebentar lagi akan turun. hari sudah semakin larut dan angin juga semakin kencang, setelah ini kita langsung kembali pulang saja." kata Al kepada yang lain. Mereka pun hanya mengangguk setuju tanpa perlawanan. Ochi yang biasanya banyak bicara kini lebih memilih untuk diam mengamati maksud dari sikap Al ke Ari.

Bersambung ....

1
rara fan
astaga, diriku sangat rindu
rara fan
even it's from a long time ago, I'm still have butterflies in my stomach
rara fan
udah setahun yaa
rara fan: ceceee😭😭😭
total 2 replies
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
yeyyyyyyy pas buka dan download lagi Noveltoon..novel ini akhirnya up😍😍
semangat Kaka Arin...lanjuttt yaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
pertamaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
semangatttt Kakak cantikku😘😘
☘●⃝§ 玫瑰_khan⁴⁰⁴🎴
asih kak ayin love you
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
up kak rin
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
kak Arin lanjutin lagi episode nya walupun gaada lagi fams nya
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sakit ya kalo kita dianggap orang lain bukan diri kita sendiri😭😭huaaaaa😭😭😭😭😭
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
ekhem ekhem ada yg di cium nih😋🤣🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
khem khem ada yg naksir nih😂😂😂
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aku juga punya sahabat campur² namanya okta, dea, izmi, diva, amel, kiran, rizki dan si rizki itu cowo sendiri tapi kita gk pandang cewe cowo kita kalo kumpul kayak gitu seru seruan tp karna sekarangan corona kita cmn lewat chatting atau video call😭😭😭sediihh banget gk bisa kumpul bareng
🦩Robin: Thans Acha sudah mampir dan share tentang sisi kamu :)
salam hangat :)
total 1 replies
L A
Thor ceritanya bagus, tapi yg agak mengganggu ttg kebiasaan merokok, klo boleh jangan terlalu banyak diceritakan ttg cowok2 saat merokok...syukur klo bisa di skip aja 😍
delesia
bagus 👍👍 Aldi cowok gentle
delesia
ocha kan sama bang Keenan😁
delesia
kasihan Aldi..
kalo Ari suka Haura Krn sbg adik saja kan
Dhewie Puspita
meninggalkan kedua adiknya sendirian...kalimat aneh & salah.... membungkukkan kepala...aish !! yg betul menundukan kepala...
Dhewie Puspita
tokohnya langsing keluar banyak ya...berani banget thor
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
aku kira mau kencan dan ngatain perasaannya...
TPI aku terharu Aldi bisa juga mengikhlaskan Anita dan TDK menganggap Haura bayangan nya Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!