NovelToon NovelToon
TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di balik kesuksesan Bian sebagai Manajer, ada Husna istri sah yang anggun, mandiri, dan pemegang kendali finansial keluarga. Saat Bian tergoda Salma, karyawatinya dan meminta izin menikah lagi, Husna tidak mengamuk. Ia memberi satu syarat mutlak 100% gaji resmi Bian wajib ditransfer ke rekeningnya.
Sementara bagi Salma yang menawari cinta ala ABG hanya dinafkahi dari hasil toko swalayan baru yang belum pasti untung.

​Merasa menang, Salma setuju tanpa sadar ia salah lawan. Situasi makin panas saat Devan dan Deka, putra kembar yang saat ini sudah sekolah tingkat SMA, terang-terangan membela sang ibu dan membenci Bian. Siapa pemegang tahta sejati dalam keluarga ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

​

​Suasana di kediaman orang tua Husna malam itu terasa hangat namun sarat akan ketegangan yang tertahan. Rumah berarsitektur klasik modern yang megah itu selalu menjadi tempat bernaung yang paling nyaman bagi Husna. Setelah mendapat panggilan telepon dari sang Papa yang meminta seluruh keluarga berkumpul, Husna datang seorang diri tanpa didampingi Bian maupun kedua anak kembarnya.

​Di ruang keluarga yang luas, Papa dan Mama Husna sudah duduk menunggu di sofa utama. Tak jauh dari sana, Mas Rian kakak kandung Husna yang bekerja sebagai pengacara senior tampak berdiri di dekat jendela dengan lengan kemeja yang digulung hingga siku. Raut wajahnya tegang, mengisyaratkan emosi yang membumbung tinggi.

​"Duduk, Na," suara Papa Husna terdengar berat namun penuh wibawa.

​Husna melangkah anggun, membetulkan letak tunik serta hijab sutra mewahnya, lalu duduk di hadapan kedua orang tuanya. Ketenangan yang terpancar dari wajah Husna sama sekali tidak menggambarkan seorang wanita yang rumah tangganya sedang dilanda badai besar.

​"Papa tidak mau berbelit-belit," buka sang Papa dengan mata menatap lurus putri kesayangannya. "Kabar burung yang Papa dengar dari relasi bisnis Papa... apa benar Bian mau menikah lagi? Apa benar suamimu itu mau berpoligami?"

​Pertanyaan itu melayang di udara. Mama Husna menggenggam erat jemari suaminya, menatap Husna dengan mata yang mulai berkaca-kaca, berharap kabar itu hanyalah isapan jempol semata.

​Husna membasahi bibirnya pelan, mengangguk halus tanpa ada keraguan sedikit pun. "Benar, Pa. Mas Bian sudah meminta izin, dan proses menuju pernikahan itu sedang berjalan."

​"Astaghfirullahal'adzim"

​Mama Husna seketika terisak. Air matanya menetes merembesi pipi. "Kenapa bisa begitu, Na? Kurang apa kamu selama ini? Kamu merawat Bian dari zaman dia bukan siapa-siapa, kamu bantu bisnisnya di belakang layar, kamu urus anak-anak sampai jadi anak yang soleh... Kenapa dia tega menduakanmu, Nak?"

​Suara tangis sang Mama memecahkan keheningan ruangan. Bagi seorang ibu, melihat anak perempuannya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan kehormatan harus berbagi suami dengan wanita lain adalah sebuah pukulan yang sangat menyakitkan.

​"Gila si Bian!" potong Mas Rian dengan nada tinggi. Langkah kakinya lebar mendekati meja, tangannya mengepal erat di atas permukaan kayu. "Dia pikit dia siapa?! Tanpa koneksi dan pasokan dari jaringan bisnis keluarga kita, swalayan rintisan yang dia banggakan itu tidak akan ada apa-apanya! Baru jadi Manajer di perusahaan orang saja lagaknya sudah seperti raja! Aku tidak terima kamu diperlakukan seperti ini, Na!"

​Mas Rian menatap papanya dengan napas memburu. "Pa, kita tidak bisa diam. Biar Rian yang urus lewat jalur legal. Kita tarik semua investasi dan koneksi keluarga kita dari Bian! Kita bikin dia sadar diri siapa yang selama ini menopang hidupnya!"

​Papa Husna pun tak kalah murka. Rahangnya mengetat keras, matanya memancarkan amarah seorang ayah yang harga diri putri tunggalnya diinjak-injak oleh menantu yang tidak tahu diri.

​"Bian sudah melampaui batas," tegas sang Papa dengan suara dingin menakutkan. "Jika dia pikir dia bisa bersikap seenaknya di rumah tangga ini hanya karena merasa sudah mapan, dia salah besar. Papa yang akan turun tangan langsung memutus semua jalur bisnisnya."

​Melihat amarah yang membakar kakak dan papanya, serta kesedihan mendalam yang melingkupi mamanya, Husna perlahan mengikis jarak. Ia menggenggam jemari sang Mama, mengusap lembut air mata di pipi wanita yang sangat dicintainya itu.

​"Mama... jangan menangis," ucap Husna lembut, suaranya bagai oase di tengah panasnya ruangan. "Husna tidak apa-apa, Ma. Sungguh. Tidak ada satu tetes pun air mata Husna yang terbuang untuk masalah ini."

​Husna kemudian menengadah, menatap Papa dan Mas Rian secara bergantian dengan pandangan mata yang sangat teduh namun penuh ketegasan yang mengintimidasi.

​"Papa, Mas Rian... Husna mohon, jangan lakukan apa-apa dulu," potong Husna tenang.

​Mas Rian terbelalak tak percaya. "Na! Kamu mau pasrah begitu saja? Kamu mau membiarkan wanita gatal itu tertawa di atas penderitaanmu?!"

​Husna tersenyum tipis sebuah senyuman dingin yang seketika membuat emosi Mas Rian terhenti di udara.

​"Pasrah?" tanya Husna halus. "Sejak kapan adikmu ini mengajari kalian cara pasrah saat disakiti?"

​Husna membetulkan posisi duduknya, menyandarkan punggungnya dengan anggun. Aura seorang pengusaha wanita yang cerdas dan dingin keluar sepenuhnya dari dalam dirinya.

​"Husna sudah menyiapkan segalanya dengan sangat rapi," jelas Husna membongkar petanya di depan keluarga. "Kemarin sore di depan notaris, Husna sudah menandatangani draf perjanjian legal. Syarat mutlak dari Husna: 100% gaji resmi, tunjangan, dan bonus Mas Bian dari posisinya sebagai Manajer wajib masuk utuh ke rekening Husna tanpa dipotong sepeser pun. Seluruh rumah, tanah, dan deposito rintisan keluarga sudah resmi balik nama atas nama Devan dan Deka."

​Ruang keluarga itu mendadak hening. Mas Rian membelalakkan matanya, sementara napas Papa Husna mulai tertata.

​"Lalu... bagaimana dia membiayai wanita itu?" tanya Mas Rian, mulai membaca arah permainan adiknya.

​"Dari hasil keuntungan bersih toko swalayannya," jawab Husna dengan nada meremehkan yang sangat berkelas. "Mas Bian terlalu sombong dan mabuk kepayang oleh pujian Salma. Dia merasa swalayan itu untung besar karena kehebatannya sendiri. Dia lupa kalau selama ini seluruh pasokan barangnya bisa murah dan bertahap karena fasilitas diskon khusus dan tenor pembayaran dari jaringan supplier milik Husna."

​Husna mengusap tangan mamanya dengan hangat. "Husna sengaja membiarkan mereka menggelar pernikahan itu dulu. Biarkan pernikahan itu berlangsung mewah, biarkan wanita itu merasa telah memenangkan tahta, dan biarkan Mas Bian merasa di atas angin."

​"Kenapa harus menunggu sampai menikah, Na?" tanya sang Papa dengan nada penasaran yang mendalam.

​"Karena kalau Husna memutus fasilitas supplier sekarang," tegas Husna, "Mas Bian bisa curiga, lalu sadar dan membatalkan pernikahan itu. Husna ingin mereka benar-benar terikat dulu dalam ikatan pernikahan sah. Begitu pesta usai dan wanita itu mulai menuntut gaya hidup mewah dari hasil swalayan... di situlah Husna akan menarik seluruh karpetnya."

​Husna menguraikan skakmat yang telah dipersiapkannya. "Husna akan menginstruksikan seluruh distributor untuk menghentikan potongan harga khusus dan membatalkan sistem pembayaran mundur. Semua pasokan barang wajib dibayar tunai dengan harga normal."

​Mas Rian tertawa kecil, kali ini tawa takjub melihat kecerdikan adiknya. "Arus kas swalayannya langsung minus seketika. Swalayan itu akan megap-megap dalam hitungan bulan."

​"Bukan cuma megap-megap, Mas," timpal Husna tajam. "Gaji kantornya terkunci rapat di rekeningku. Bisnis swalayannya hancur dan berutang. Sementara istri mudanya menuntut rumah baru dan fasilitas mewah. Di titik itulah mereka akan saling cakar dan menghancurkan satu sama lain oleh ego dan tuntutan finansial."

​Papa Husna menarik napas panjang, raut wajahnya yang tadinya dipenuhi amarah kini berganti menjadi senyuman penuh kebanggaan. Ia menyadari bahwa putri tunggalnya bukanlah wanita yang butuh dikasihani, melainkan seorang ahli strategi yang sedang menggiring musuhnya masuk ke dalam lubang pembantaian.

​"Papa bangga padamu, Na," ucap sang Papa penuh rasa hormat. "Pikiranmu sangat jernih dan strategimu luar biasa tenang."

​"Husna cuma minta satu hal dari Papa, Mama, dan Mas Rian," puji Husna lembut seraya menatap mereka bertiga. "Kalian tidak perlu mengotori tangan kalian dengan makian atau emosi. Cukup doakan saja agar langkah Husna dilancarkan oleh Allah. Kita duduk manis saja bersama anak-anak, menyaksikan bagaimana Mas Bian akan hancur oleh kesombongan dan kebodohannya sendiri."

​Mama Husna akhirnya bisa bernapas lega. Ia memeluk putri kesayangannya dengan erat, menyadarkan dirinya bahwa Husna telah tumbuh menjadi benteng kokoh yang tak mungkin bisa diruntuhkan oleh pengkhianatan dangkal seorang Bian.

1
Arieee
bagus 👍👍👍👍👍👍
susi ana
aku geli sama istilah "niat jantan" dr Rafli..... lucu banget 😂
falea sezi
wahh uda end ternyata si bapak durjana
Noey Aprilia
Akhir tragis buat sng pngkhianat....
btw,srius end kk????
mksh crtanya,aku otw crtamu yg lain...💃💃💃
blcak areng: terima kasih Kak
total 1 replies
Muft Smoker
ceritanya seperti biasa ,,
bagus dan banyak pelajaran ny
Muft Smoker
waaah udh tamat kak ,,

yx seburuk-buruk ny kelakuan manusia di saat Dy berpulang tetap harus d lakukan yg terbaik ,,
bian udh menyadari dan menyesali perbuatan ny ,, ,,

terimakasih buat cerita ny kali ini kak ,,
dtggu karya terbaru ny ,,
semangat dan sukses selalu buat kk ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
karya terbaru ny udh msuk list aq ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kn emnk udh jdi ibu ny kak 🤭🤭😁😁🫰
T🥀007
lanjut
Nieta Poedjo
kartu hitam = black card
bukan
kartu hitam black card
Nieta Poedjo
katanya berhijab, kok ada kalimat anak rambut?
katanya sdh nikah, kok ada kalimat calon ibu?
Muft Smoker: 👌👌👌👌😁😁😁😁
total 3 replies
Noey Aprilia
Buah ksbaran husna d msa lalu,akhrnya ktmu jg dgn kbhgiaan...
slain syng sm dia,jg syng sm ank2nya....
Noey Aprilia
Mkin meranalh nnti sng mntan...
smntra mntan istri mkin sukses plus nkah lg sm orng brkuasa,dia msh ttp jd gmbel.....😛😛😛
Muft Smoker
semangat truuus kak ,,

lanjuut kak ,,

akhirnya Bu Husna menemukan org yg tepat ,,
semoga bahagia truss keluarga kalian ,,
Muft Smoker
kak sbnrnya yg kk sypa ,, Dita tita atau Devan deka ,,
kn yg menikah dluan pak Rafli ,,
Rahmawati Amma
awalnya ceritanya menarik tapi setelah aku baca sengaja loncat di bagian bab 38an aku udah malas bacanya pada hal aku ingin melihat bian menderita dan husna walaupun janda tapi berkelas dan tambah sukses tak taunya kawin lagi jadi malas baca soalnya bosan yg cerita cerai tapi kawin lagi😔😮‍💨
Rahmawati Amma
maaf thor saya ke luar dari novelmu paling malas klu ceritanya gini awalnya saya emang suka ceritanya tapi melihat babnya saya langsung berhenti ku kira ngak bakalan kawin lagi soalnya anaknya udah pada remaja tak tahunya malahan kawin lagi sama aja mantan suaminya gila s***n## kukira habis cerai dia akan menjadi lebih sukses dan menjadi janda elegan tak taunya gini ceritanya maaf thor aku keluar maaf tidak beri bintang full😔😢🙏
Muft Smoker
laki2 kayak pak Rafli 1 banding 100000000 ,, bnr2 langka ,,
Rahmawati Amma
pembalasan berkelas🤣🤣🤣
Noey Aprilia
D saat yg lain lbh suka pmer hrta dmi pujian,tp mas rafli lbih mmilih k tnah suci dmi niat yg suci jg....salut plus mkin mnghormati dia krna skapnya...
Nieta Poedjo
ooooo gitu tho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!