NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Bisikan di Dekat Perapian

"Kamu tidak takut?" kata Cassian pelan, memecah keheningan ruangan.

"Biasanya, bangsawan ibu kota yang pernah merasakan dinginnya pedang di leher mereka bakal gemetar ketakutan atau setidaknya meneteskan air mata. Tapi kamu... malah tersenyum."

Evelyn meletakkan cangkirnya kembali ke atas tatakan. Ia mengulas senyum tipis, menatap lurus mata Cassian.

"Kenapa harus takut sama orang yang sebenarnya sedang kebingungan mencari jalan keluar buat rakyatnya, Lord Obsidian?" balas Evelyn dengan intonasi santai namun menusuk.

"Pedang di leher tadi cuma gertakan pria frustrasi yang tidak suka rahasianya dibongkar sama wanita yang fisiknya jauh lebih lemah."

Cassian menyipitkan matanya.

"Frustrasi? Hati-hati dengan kata-katamu, Putri Rosenberg. Kesabaran saya ada batasnya."

"Tentu saja," kekeh Evelyn halus, menyandarkan punggungnya makin nyaman.

"Tapi bukankah kita ke sini buat saling bertukar hal berharga? Penawaran pasokan kristal Luminite Asteria dan penyerahan Bunga Frost-Blooded Amaryllis cuma bagian kulit luar dari kesepakatan ini, Cassian. Penawaran sesungguhnya... ada di informasi yang mau saya bisikkan sekarang."

Cassian memajukan badannya sedikit, meletakkan kedua lengannya di atas meja. "Informasi apa?"

Evelyn merogoh bagian dalam sakunya. Jemarinya menarik keluar selembar kertas perkamen kecil yang sudah agak kusam.

"Coba buka dan baca poin pertamanya," bisik Evelyn manis.

Cassian menatap perkamen kecil itu sejenak, lalu meraihnya dengan jemarinya yang panjang.

Saat ia membuka lipatan kertas tersebut dan membaca dua baris kalimat pertama yang ditulis dengan tinta hitam khusus... Mata Cassian membelalak lebar! Pupil matanya bergetar hebat, sebuah reaksi emosional yang sangat langka dan tidak pernah diperlihatkan oleh sang "Monster dari Utara" di depan siapa pun!

"Dari mana... dari mana kamu mendapatkan peta skema penambangan rahasia ini?!" desis Cassian, suaranya mendadak berubah menjadi sangat dalam, dingin, dan dipenuhi kepanikan.

Tangannya meremas pinggiran perkamen itu begitu kuat hingga kertas itu agak terlipat.

Tulisan di kertas itu bukan hanya sekadar data perdagangan biasa. Tulisan itu memuat pemetaan alur bawah tanah dan jaringan pipa minyak sihir purba yang tersembunyi di bawah dasar Benteng Obsidian—sebuah rahasia pertahanan paling terlarang yang hanya diketahui oleh garis keturunan langsung Duke Obsidian dan para tetua keluarga inti!

Evelyn tersenyum miring, memiringkan kepalanya dengan santai.

Tentu saja aku tahu, batin Kirana riang dalam hatinya. Itu kan poin konflik utama yang baru terbongkar di bab akhir novel saat Benteng Obsidian diserang dari dalam oleh pengkhianat!

"Itu tidak penting dari mana saya dapat," sahut Evelyn. "Yang paling penting adalah... saya tahu kalau saluran pipa minyak sihir di kedalaman seratus meter di bawah benteng ini sedang mengalami kebocoran mana dingin sejak dua bulan lalu. Kebocoran itu yang membuat batu-batu sihir pemanas di bentengmu makin redup, kan?"

Cassian berdiri dari kursinya.

Pria tinggi besar itu melangkah cepat mengitari meja, membanting kedua telapak tangannya ke pegangan kursi tempat Evelyn duduk, mengunci keberadaan gadis itu di antara kedua lengannya!

Wajah Cassian hanya berjarak beberapa senti dari wajah Evelyn.

"Siapa kamu sebenarnya, Evelyn von Rosenberg?!" desis Cassian.

"Mata-mata Istana tidak mungkin tahu soal rahasia bawah tanah ini! Bahkan ksatria kepercayaan saya sendiri tidak tahu soal kebocoran alur mana itu! Siapa yang membocorkan rahasia keluarga saya padamu?!"

Evelyn sama sekali tidak membuang pandangannya. Sebaliknya, Evelyn justru mengangkat tangannya, secara berani menyentuh kerah kemeja Cassian, merapikan lipatan kain di leher pria itu.

"Nggak ada pengkhianat di pasukanmu, Cassian..." bisik Evelyn halus.

"Saya tahu hal ini karena saya memperhatikan pola penurunan energi kristal dan arah angin es yang keluar dari ventilasi bawah bentengmu sejak pertama kali saya melangkah masuk ke sini."

Evelyn memajukan bibirnya sedikit mendekati telinga Cassian, berbisik lirih:

"Kebocoran itu bakal makin parah dalam tiga minggu lagi, Cassian. Kalau alur mana dingin di bawah tanah itu meledak... bukan cuma Benteng Obsidian yang hancur, tapi seluruh distrik pemukiman rakyat di sekitar lembah ini bakal tertimbun lahar es purba."

Tubuh Cassian bergetar halus. Pria kuat yang ditakuti oleh seluruh musuh di medan perang itu kini merasakan kebas yang luar biasa di dalam dadanya.

Rahasia terbesar yang selama ini menjadi beban pikirannya saban malam... dijabarkan dengan begitu mudahnya di atas meja oleh seorang gadis muda yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bentengnya!

"Kamu..." suara Cassian terdengar agak serak. "Kamu punya cara buat menutup kebocoran itu?"

Evelyn menepuk pelan kerah kemeja Cassian, lalu menyunggingkan senyum kemenangan.

"Satu-satunya cara buat menetralkan kebocoran mana dingin purba itu... adalah dengan menyuntikkan intisari panas murni dari kristal Luminite kelas A milik Asteria yang sudah dilarutkan menggunakan formula khusus," terang Evelyn percaya diri.

Ia melepaskan genggamannya pada kerah Cassian, lalu mendorong dada pria itu agar memberi jarak yang secara tidak langsung memerintahnya untuk berdiri.

Cassian, seolah tersihir oleh kata-kata gadis di depannya, secara refleks melangkah mundur.

Evelyn menegakkan punggungnya.

"Sekarang... mari kita hitung ulang posisi tawar kita, Lord Obsidian," ujar Evelyn.

"Saya nggak hanya membawa penawaran bisnis kristal biasa. Saya membawa kunci buat menyelamatkan benteng ini dan seluruh rakyatmu dari bencana ledakan mana es."

Cassian menatap gadis di depannya dengan pandangan yang benar-benar berbeda.

"Apa... apa yang kamu minta sebagai imbalan dari seluruh informasi dan bantuan ini?" tanya Cassian rendah, suaranya kini terdengar begitu jujur dan patuh pada alur permainan Evelyn.

Evelyn tersenyum manis, melangkah mendekati meja lalu menunjuk ke arah peta wilayah Utara yang terhampar di dinding.

"Pertama... serahkan Bunga Frost-Blooded Amaryllis itu ke tangan saya hari ini juga," kata Evelyn tegas. "Kedua... tanda tangani perjanjian kerja sama Asteria dan Obsidian tanpa ada perubahan satu pasal pun. Dan ketiga..."

Evelyn berpaling, menatap mata Cassian dengan binar jenaka yang mengagumkan.

"...kamu harus berjanji buat menjaga rahasia pemulihan alur mana saya dari Istana. Mulai hari ini, keluarga Rosenberg dan wilayah Obsidian adalah sekutu yang nggak bisa dihancurkan oleh siapa pun di kerajaan ini."

Cassian terdiam selama beberapa detik.

Pria itu menarik napas dalam-dalam, merapikan kemejanya, lalu melangkah menuju lemari kayu tebal berukir di sudut ruangan.

Dari dalam lemari tersebut, Cassian mengeluarkan sebuah kotak kayu cendana hitam bertatahan kristal pelindung sihir.

Saat kotak itu dibuka... cahaya merah keemasan yang begitu hangat dan memikat merekah memenuhi seluruh ruangan, memancarkan wangi harum alami yang seketika menghilangkan rasa dingin di kulit.

Di dalam kotak itu, terbaring setangkai bunga dengan lima kelopak kristal transparan dan benang sari berwarna merah menyala bagaikan kobar api di tengah salju.

Bunga Frost-Blooded Amaryllis.

Cassian berjalan mendekati Evelyn, memegang kotak kayu berisi bunga paling berharga di wilayah Utara itu dengan kedua tangannya.

"Bunga ini milikmu, Putri Evelyn," kata Cassian dengan suara bariton yang hangat.

"Dan mengenai aliansi kita... wilayah Obsidian bakal berdiri paling depan sebagai sekutumu, mulai hari ini."

Evelyn menatap pendar hangat dari bunga ajaib di depannya, "Senang berbisnis denganmu, Lord Obsidian," bisik Evelyn manis.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!