Bilawal Kenta Faaruq nama seorang anak lelaki tampan yang mempunyai arti lelaki yang selalu menjaga kehormatan, harga diri dan bijak dalam bertindak apapun nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.
Al biasa dia dipanggil oleh teman-temannya adalah seorang ketua Basis di sekolahannya. Tiada hari tanpa masalah yang menghiasi hari-harinya. Keluar masuk ruang BP dan kantor polisi selalu ia lakoni namun tak kunjung jua dikeluarkan dari sekolahnya karena keponakan dari kepala sekolah tempatnya belajar sekaligus papanya menjadi penyumbang utama di sana.
Suatu hari Al bertemu dengan Makaila yang tidak lain ketua OSIS yang terkenal galak.
Konflik terjadi antara mereka berdua sampai akhirnya Al menyukai Makaila dan menjadi cinta pertamanya. Segala cara Al lakukan agar Makalia menyukainya, sampai Makalia menjadi target musuh anak Basis Al.
Segala cara Al lakukan untuk melindunginya sampai nyawa menjadi taruhannya.
Hi jangan lupa follow akun IG snow_white97suga
Tik-tok. snowwhite19975
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback 3 Tahun Lalu (Awal Mulai Api Menyala)
Ethan berlari sangat cepat dari gerbang sekolah sampai ke kelasnya, saat melihat seseorang membawa Nares sahabatnya ke belakang sekolah yang baru saja turun dari mobil pribadinya.
Dia adalah Ghio teman satu angkatan yang sangat terkenal dikalangan guru yang selalu membuat masalah sekaligus pemimpin anak-anak basis di sekolah ini.
Sepertinya pagi ini napas Ethan tidak bisa berfungsi dengan baik, terlihat baru saja dirinya berlari setengah jalan mulai merasakan sesak kekurangan oksigen.
Apakah karena sudah beberapa minggu tidak pernah lagi olahraga bersama dengan sahabatnya? Sebisa mungkin Ethan terus berlari melewati kelas-kelas yang sudah mulai ramai dengan para siswa yang baru saja datang.
Wangi parfum mahal yang dipakainya seketika berubah aromanya karena sedikit keringat mulai membasahi dahi dan sebagian tubuhnya.
Langkah kaki Ethan terhenti dan tubuhnya terdiam kaku saat sampai di kelasnya.
Rasa lemas menyelimuti dirinya karena pagi ini telah melewatkan sarapannya karena Kelvin hendak mentraktirnya di kantin sekolah pagi ini. Namun semua sia-sia karena dirinya melihat Nares dibawa oleh anak-anak BASIS sekolahnya.
Ethan masih mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan, sambil salah satu tangan kirinya bersandar pada pintu kelas.
Sesaat kemudian dirinya mengangkat dagunya lalu mencari seseorang didalam sana. Ya, Ethan mencari Kelvin yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.
"Vin!" Teriak Ethan dengan suara terdengar sedikit kelelahan dari pintu kelas.
Suara Ethan membuat Kelvin yang sedang duduk bersama dengan kedua sahabat lainnya menoleh secara bersamaan.
Mereka melihat Ethan seperti sedang gelisah dan ketakutan. Sontak Bilawal yang sedang asik duduk mengobrol dengan Kelvin dan Jericho menghampiri Ethan yang masih berdiri di ambang pintu kelas disusul oleh Kelvin dan Jericho dari belakang.
"Kenapa lo ngos-ngosan kaya gini?" tanya Bilawal menatap Ethan memperhatikannya dari bawah kaki sampai wajahnya yang terlihat sedikit kelelahan.
"Lo abis lari?" tebak Bilawal lagi bertanya saat Ethan belum sempat menjawab pertanyannya karena masih merasa kehabisan napasnya.
Bukan hanya Bilawal yang sedari tadi menatap Ethan, tapi juga Kelvin dan Jericho yang berdiri di samping Bilawal.
Mereka keheranan karena melihat Ethan begitu gelisah dan panik seakan sudah terjadi sesuatu.
"Jangan bilang kalau lo kabur dari kejaran Pak Oho karena terlambat?" tebak Kelvin menduga menatap Ethan keheranan.
"Ah, mana mungkin. Ini kan belum jam masuk," timpal Jericho seraya melihat arloji di tangan sebelah kanannya karena Ethan masih belum menjawab pertanyaan sahabat-sahabatnya.
Sepertinya Ethan tidak ada keinginan menjawab semua pertanyaan sahabat-sahabatnya saat ini. Yang dinginkan olehnya adalah memberitahu mereka jika Nares sedang dalam bahaya saat ini.
Entah apa yang membuat Ghio membawa Nares bersama antek-anteknya, yang pasti jika seseorang sudah dibawa oleh Ghio and the Genk pasti sudah akan menimbulkan masalah besar.
"Nares dibawa sama Ghio ke belakang sekolah," jelas Ethan saat dirinya sudah merasa lebih baik dan tenaganya sudah mulai terkumpul sempurna meski masih dengan suara terbata-bata.
Wajah ketiga sahabatnya yang awalnya terlihat begitu santai kini berubah seketika saling menatap satu sama lain.
Tanpa banyak bicara Bilawal langsung berlari melewati Ethan yang masih berdiri untuk menyusul Nares. Secepat kilat Bilawal berlari begitu sangat kencang tanpa memperdulikan bel masuk yang baru saja berbunyi.
Bilawal tahu saat ini Nares sedang berada dalam bahaya. Kelvin dan Jericho masih terlihat kebingungan apa yang harus dilakukan terhadap Ethan. Sama seperti Bilawal mereka berdua berlari meninggalkan Ethan di depan kelasnya.
"Semoga gue nggak terlambat," kata Bilawal dalam hati bicara sendiri sambil terus berlari melewati kelas-kelas yang lama kelamaan mulai sepi karena hampir semua murid sudah memasuki kelasnya masing-masing.
Hentakan kaki Bilawal terdengar begitu kencang di lorong kelas menuju belakang sekolah. Sampai akhirnya Bilawal sampai di tempat di mana yang diucapkan oleh Ethan tadi.
Suasana di sana terlihat sangat tegang karena begitu banyak anak buah Ghio yang sedang berkerumun mengelilingi Nares. Wajah Bilawal terlihat jelas sangat ketakutan melihat keadaan di depan matanya saat ini. Bilawal mencari sosok Nares di antara anggota Genk Ghio.
Dengan wajah penuh ketakutan serata sorot mata tajam Bilawal menerobos masuk di antara kerumunan anak buah Ghio.
Satu persatu Bilawal mendorong tubuhnya sembari mencari jalan untuk masuk mencari Nares.
Kehadiran Bilawal yang tiba-tiba membuat semua yang ada di sana kaget dan menoleh secara bersamaan ke arah Bilawal, begitu juga Ghio yang sedang berdiri tepat di depan Nares.
"Pada ngapain pagi-pagi di sini main keroyokan?" tanya Bilawal dengan nada tegas serta sorot mata yang tajam menghampiri Nares yang sedang berdiri di tengah-tengah kerumunan bersama dengan Ghio.
Bilawal melihat Nares sedikit tertekan dan ketakutan, suasana mendadak menjadi hening hanya tatapan tajam terkesan sinis yang dilihat oleh Bilawal dari semua anak buah Ghio yang sedang menatapnya.
Ghio hanya tertawa ringan seolah meledek pertanyaan Bilawal, selangkah demi selangkah lelaki berbadan kekar yang mempunyai kulit sawo matang menghampiri Bilawal yang kali ini berdiri di depan Nares seolah sedang melindungi sahabatnya dari cengkraman Ghio.
"Lo sendiri ngapain di sini? Gue nggak punya urusan sama Lo!" Tegas Ghio dengan nada sinis menunjuk wajah tampah Bilawal dengan jemari telunjuknya.
Bilawal terlihat begitu tenang meski dalam keadaan apapun, dirinya selalu bisa mengendalikan emosinya.
Makanya ia sangat disukai oleh keempat sahabatnya, penawarannya yang tenang membuat mereka selalu merasa nyaman jika berada bersamanya.
Hanya senyum simpul terkesan sinis yang disampaikan oleh Bilawal atas pertanyaan Ghio seolah menegaskan kalau ini juga menjadi urusannya jika sudah mengusik sahabatnya.
"Sekarang juga jadi urusan gue," balas Bilawal tegas menatap Ghio dengan tajam.
Tawa ringan terdengar dari anak buah Ghio seolah mengejek Bilawal karena sudah ikut campur dalam urusan Nares. Mungkin ini pertanda jika akan ada masalah yang besar terjadi antara mereka berdua.
"Mau apa lo dari temen gue sampai bawa dia ke sini?" tanya Bilawal langsung ke inti permasalahan.
Sepertinya Ghio mendapatkan angin segar dengan pertanyaan Bilawal, dan tentunya sudah menyiapkan rencana besar bagi berdua.
Secara Bilawal memang sudah diincar oleh Ghio sejak kelas 8 SMP dan sudah satu tahun Ghio menginginkan Bilawal masuk ke dalam anggota BASIS-nya.
"Temen lo bikin masalah," jawab Ghio seraya kedua bola matanya menatap Nares yang masih berdiri di belakang Bilawal.
Deg, apakah yang dimaksud oleh Ghio adalah tentang kejadian dua hari lalu, saat mereka berdua(Nares dan dirinya) melihat salah satu anggota Ghio memakai narkoba di toilet sekolah.
Sadar akan ucapan Ghio membuat Bilawal menutup kedua bola matanya sejenak sambil sesekali menarik napasnya seraya mengepalkan kedua telapak tangannya sebagai tanda jika dirinya begitu sangat kesal kepada Nares.
Padahal Bilawal sudah memperingatkan Nares jangan sampai ikut campur masalah ini, tapi Nares tetap saja keras kepala dan akhirnya menjadi masalah yang sangat besar.
"Udah gue bilang kalau lo berdua jangan ikut campur! Tapi Lo berdua nggak denger apa kata gue!" Tambah Ghio lagi mulai kesal dan Bilawal hanya bisa terdiam karena bingung harus bicara dari mana.
"Gara-gara temen lo, Arsen di DO dari sekolah ini dan kita-kita jadi incaran guru. Bukan cuma itu aja, tapi kita jadi incaran anak luar karena obat-obatan terlarang itu!" jelas Ghio lagi dengan nada bicara yang sedikit mulai meninggi.