NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIASAT UNTUK SARAH

Kirana tahu bahwa memindahkan aset dan menguasai saham saja tidak cukup untuk memberikan kehancuran yang mutlak bagi Aris. Ia juga harus menghancurkan hubungan Aris dengan Sarah. Ia ingin saat badai itu meledak nanti, Aris tidak memiliki tempat untuk bersandar—ia ingin Sarah juga berbalik menyerang Aris.

​Untuk melancarkan rencana ini, Kirana memanfaatkan informasi yang ia dapatkan dari Bimo mengenai ego Sarah. Sarah adalah wanita yang ambisius, namun ia juga sangat tidak aman (insecure) dengan posisinya sebagai wanita simpanan. Ia selalu menuntut Aris untuk segera menceraikan Kirana, sebuah tuntutan yang selalu ditunda oleh Aris dengan alasan "menunggu momentum bisnis yang tepat".

​Kirana mulai mengatur strategi. Suatu sore, saat Aris sedang menghadiri peninjauan lapangan di kawasan Bogor, Kirana sengaja mengirimkan sebuah paket tanpa nama pengirim ke alamat kantor pribadi Sarah di kawasan Kuningan.

​Di dalam paket tersebut, Kirana tidak mengirimkan ancaman atau makian ala istri sah yang murka. Ia justru mengirimkan sebuah album foto cetak yang sangat elegan. Di dalam album itu terdapat foto-foto kemesraan Aris dan Kirana yang diambil dalam waktu satu bulan terakhir—foto saat Aris merangkul Kirana di acara anniversary ke-6, foto saat mereka makan malam romantis di penthouse (yang sengaja diambil Kirana dengan kamera otomatis), hingga salinan manifes perjalanan liburan keluarga yang dijadwalkan Aris untuk Kirana ke Eropa akhir tahun nanti.

​Di lembar akhir album tersebut, Kirana menyelipkan sebuah catatan kecil yang ditulis dengan ketikan komputer tanpa identitas:

​"Sarah yang malang. Kamu mengira kamu adalah pemenang karena dia menghabiskan beberapa malam bersamamu di Bali? Kamu hanyalah mainan bisnisnya untuk mendapatkan akses modal konsorsiummu. Di depan keluarga besar dan di jalur hukum yang sesungguhnya, posisi Kirana tidak akan pernah tergantikan. Aris tidak akan pernah menceraikan jangkar kekayaannya demi seorang wanita yang memiliki masa lalu bebas sepertimu."

​Efek dari paket tersebut bekerja persis seperti yang diprediksi Kirana. Sifat neurotik dan ketakutan terbesar Sarah meledak seketika.

​Malam itu juga, menurut laporan dari Bimo yang memantau ponsel Aris, terjadi pertengkaran hebat antara Aris dan Sarah melalui sambungan telepon. Sarah histeris, menuduh Aris memanfaatkan cintanya demi modal 20 miliar dari Aegis Capital dan tidak pernah serius untuk menikahinya. Aris yang tidak tahu apa-apa tentang paket foto tersebut menjadi panik, mencoba menenangkan Sarah dengan janji-janji yang semakin liar dan tidak realistis, yang justru membuat komitmen bisnis mereka berdua mulai retak di bawah tekanan emosional.

​Tiga bulan berlalu dengan ketegangan yang tersembunyi rapat di balik dinding-dinding kaca korporasi. Permainan dua sisi Kirana telah berjalan mendekati akhir dari babaknya.

​Aset-aset utama berupa tanah, bangunan, dan rekening cadangan Aris kini telah bersih berpindah tangan ke dalam struktur PT Kirani Nusantara Utama di bawah pengawasan Bimo. Masa tenggang 90 hari untuk penebusan gadai 35% saham Aris di Aegis Capital juga akan berakhir dalam waktu tiga hari lagi. Dan Aris, yang perusahaannya mulai diguncang oleh ketidakstabilan internal akibat sabotase legal yang dilakukan Bimo secara perlahan, tidak memiliki dana 20 miliar rupiah untuk menebus sahamnya kembali.

Aris mulai terlihat menua dalam waktu singkat. Rambutnya di sekitar pelipis mulai memutih, dan lingkaran hitam di bawah matanya tidak bisa lagi disembunyikan oleh karisma palsunya. Ia sering duduk termenung di ruang kerja penthouse, menatap dokumen-dokumen keuangan yang semakin merah tanpa memahami mengapa perusahaannya yang begitu jaya bisa kehabisan likuiditas dalam waktu sesingkat ini.

​Di saat-saat seperti itu, Kirana akan datang mendekat, meletakkan tangannya di pundak Aris yang tegang, dan berbisik dengan kelembutan yang mematikan.

​"Ada apa, Aris? Kamu terlihat sangat lelah akhir-akhir ini," tanya Kirana, suaranya terdengar penuh kekhawatiran seorang istri yang tulus.

​"Bisnis sedang agak sulit, Kirana. Ada beberapa kendala teknis yang tidak kupahami... dan Sarah... maksudku tim investor dari Bali mulai menarik diri dari beberapa komitmen pendanaan tambahan," Aris mengusap wajahnya dengan frustrasi, tidak menyadari bahwa semua "kendala teknis" itu adalah hasil rancangan Bimo, dan kemunduran Sarah adalah hasil dari paket foto yang ia kirimkan.

​Kirana tersenyum, menyandarkan kepalanya di punggung kursi Aris, menatap pantulan wajah suaminya yang hancur di layar monitor yang gelap.

​"Tenang saja, Aris. Semuanya pasti akan selesai dalam waktu dekat. Dua hari lagi adalah acara perayaan ulang tahun ke-10 perusahaanmu, bukan? Kamu harus tampil kuat di depan semua orang. Setelah acara itu... aku berjanji, kamu tidak perlu lagi memikirkan beban berat perusahaan ini sendirian. Aku akan mengambil alih semuanya darimu," ucap Kirana, memberikan kalimat penenang yang sesungguhnya adalah sebuah vonis eksekusi mati bagi hidup suaminya.

​Aris menggenggam tangan Kirana yang ada di pundaknya, merasa sangat bersyukur memiliki istri yang begitu setia di masa-masa sulitnya. "Terima kasih, Kirana. Kamu benar-benar malaikat pelindungku."

​Kirana tidak menjawab. Ia hanya menatap dinding kamar mereka yang bisu, memikirkan bahwa dalam waktu 48 jam ke depan, panggung sandiwara ini akan diturunkan tirainya, dan Aris akan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana malaikat pelindungnya berubah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi seluruh kejayaan hidupnya. Permainan dua sisi telah selesai, dan saatnya untuk skakmat yang elegan.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!