Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Riak Cemburu Sang Naga Palsu
Lin Xinyue kembali ke panggung kehormatan VIP dengan langkah yang tetap terlihat anggun. Namun, para tetua Sekte Pedang Suci yang mengenalnya dengan baik dapat melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda dari tatapan matanya.
Sikapnya yang biasanya dingin dan fokus, kini tampak sedikit teralih. Sepasang mata indahnya sesekali melirik ke arah tribun bawah blok barat—tempat di mana pemuda bertopeng perak bernama Yu Ling itu berada.
Perubahan kecil itu tidak luput dari perhatian Zhou Feng.
Sebagai tunangan yang memiliki keangkuhan setinggi langit, ego Zhou Feng sangat sensitif terhadap apa pun yang melibatkan Lin Xinyue. Sejak gadis itu kembali dari taman batu, perhatiannya tidak lagi sepenuhnya tertuju pada demonstrasi kultivasi yang dipamerkan di arena utama.
Zhou Feng menyipitkan matanya, lalu memberi isyarat kepada seorang pelayan klan di belakangnya. "Cari tahu apa yang terjadi di taman belakang tadi."
Hanya dalam beberapa menit, pelayan itu kembali dan berbisik dengan tubuh gemetar, "Tuan Muda... tampaknya Peri Lin sempat berpapasan dan menegur peserta jalur bebas bernama Yu Ling di lorong taman."
Braakk!
Cawan arak perak di tangan Zhou Feng remuk seketika, menumpahkan isinya ke atas meja giok yang mewah. Wajah tampannya berkedut menahan amarah yang membakar dada. Kecemburuan dan rasa tersinggung yang luar biasa melonjak di dalam dirinya.
Dia, sang naga baru Klan Zhou yang berada di ranah Pendirian Fondasi Tingkat 4, bahkan jarang mendapatkan tatapan lembut dari Lin Xinyue. Bagaimana mungkin seorang pengembara bertopeng dari jalur sampah bisa menarik perhatian tunangannya?
"Yu Ling..." Zhou Feng menggertakkan giginya, matanya berkilat penuh hasrat membunuh. "Kuharap kamu bisa bertahan hingga babak utama, karena aku sendiri yang akan menguliti wajahmu di atas arena ini!"
Di sudut tribun bawah yang gelap, Zhou Yu sama sekali tidak memedulikan riak kebencian yang mulai diarahkan kepadanya dari panggung VIP. Sambil menyilangkan dada, dia berdiri bersandar di dekat pilar batu.
Saat seorang pelayan dari Paviliun Mu Rong berjalan melewatinya secara santai untuk mengantarkan air minum, tangan Zhou Yu bergerak dengan kecepatan yang tidak kasat mata. Slip giok yang berisi salinan cetak biru rute patroli kastil klan berpindah tangan tanpa memicu kecurigaan siapa pun.
Dengan ini, Kapten Yuan dan pasukannya sudah bisa mulai bergerak mengambil posisi pengepungan rahasia di titik-titik buta formasi kastil klan.
'Bidak-bidakku sudah berada di tempatnya. Sekarang tinggal membersihkan panggung depan,' batin Zhou Yu dingin.
Duar!
Suara gong raksasa bergema dahsyat, menandakan dimulainya babak perempat final untuk blok barat. Atmosfer arena semakin memanas karena intensitas pertarungan yang meroket tinggi.
"Pertandingan pertama perempat final blok barat!" teriak wasit utama. "Murid Inti faksi utama klan, Zhou Jian... melawan peserta jalur bebas, Yu Ling!"
"Ooooohhh!"
Penonton di tribun langsung bersorak riuh. Ini adalah pertandingan yang paling dinantikan di blok barat. Zhou Jian adalah keponakan kesayangan Zhou Gung. Di usianya yang baru dua puluh dua tahun, dia telah mencapai ranah Pendirian Fondasi Tingkat 2 Puncak. Dia terkenal di Ibu Kota karena kekejamannya yang ekstrem; hampir semua lawannya di masa lalu berakhir cacat permanen atau tewas di tempat.
Bum!
Zhou Jian melompat dari balkon tribun langsung ke tengah arena batu, menciptakan retakan kecil di lantai bawah kakinya karena berat hantaman mendarat. Di kedua tangannya, dia memegang sepasang kapak kembar raksasa yang dilapisi oleh energi spiritual elemen bumi berwarna kuning kecokelatan yang pekat dan berat.
Dia menatap Zhou Yu yang sedang berjalan turun dengan santai dari lorong tribun. Sebuah seringai kejam terukir di wajah Zhou Jian yang penuh berang.
"Bocah bertopeng!" Zhou Jian meraung keras, mengayunkan salah satu kapak besarnya hingga memicu desing angin yang berat.
"Tuan Muda Feng telah memberikan perintah khusus kepadaku. Dia ingin aku memastikan bahwa tidak akan ada satu pun tulang di keempat anggota tubuhmu yang tersisa utuh hari ini! Kamu telah menyinggung orang yang salah!"
Mendengar nama Zhou Feng disebut, Zhou Yu menghentikan langkahnya tepat sepuluh meter di depan Zhou Jian. Tudung jubah hitamnya sedikit terangkat ditiup angin, menampakkan kilatan dari sepasang matanya di balik topeng perak setengah wajah.
Aura di sekeliling tubuh Zhou Yu mendadak berubah drastis.
Jika sebelumnya dia memancarkan ketenangan yang acuh tak acuh, kini hawa membunuh yang sangat pekat, dingin, dan murni mulai merembes keluar dari pori-pori tubuhnya. Suhu di sekitar arena batu itu mendadak terasa mencekik, membuat Zhou Jian yang semula beringas secara tidak sadar mengambil setengah langkah mundur karena insting pertahanannya tiba-tiba menjerit histeris.
Dari balik topeng peraknya, sudut bibir Zhou Yu terangkat, membentuk senyuman yang sangat tipis namun mengerikan.
'Bagus,' batin Zhou Yu. 'Mari kita mulai memotong garis keturunan Zhou Gung dari bajingan ini.'