NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2O.

Panas terik cahaya matahari memantul ke dalam ruangan divisi, tempat duduk Salindri dekat jendela jadi, sinar itu langsung mengenai mejanya dengan terang. Namun, udara di ruangan itu terasa dingin karena berAC.

Salindra masih kesal dengan Manager Adrian. Ia merasa tidak habis pikir dengan sikap Manager tersebut, sudah jelas dia yang menyuruh Salindra membersihkan ruangannya. Tapi, kenapa dia yang kena amarah… Salindra merasa diadu domba dalam satu waktu.

"Bengong saja, nih kerjakan setelah itu berikan kepada Elis. Dia sekretaris baru," perintah Citra meletakkan kertas di atas meja Salindra dengan kasar, kemudian berjalan ke meja kerjanya dengan cuek.

Salindra merasakan pekerjaannya bukan semakin ringan, tapi merasa semakin berat, entah mengapa ia merasa ada yang aneh, belum juga sehari sudah banyak banget pekerjaan yang harus ia kerjakan.

Melihat pekerjaan yang begitu banyak, tanpa membuang waktu Salindra langsung mengerjakan perintah dari Citra. Begitu selesai, ia menuju ruangan Elis di mana kemarin adalah ruangan tempatnya bekerja dan sekarang justru menjadi ruangan orang lain. Hatinya merasa dicabik-cabik dan perih di ulu hatinya.

"Aku akan cari tahu siapa di balik semua ini," gumamnya.

Di depan pintu ruang sekretaris Salindra mengetuk pintu sedikit keras. Suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja, sehingga apapun di depannya serasa mengganggu dan harus di buang. Mendengar suara dari dalam Salindra membuka pintu, udara di ruangan itu berbeda dari sebelumnya.

Salindra menatap perempuan yang belum pernah ia lihat. Wajahnya yang tegas, berkulit sawo matang dan matanya agak sipit. Perempuan itu menatap Salindra dengan perasaan tidak nyaman, tapi berusaha profesional saat bekerja.

Elis melihat Salindra heran kenapa bukan Citra yang memberikan berkas tersebut. Ada rasa yang ingin ia tanyakan, tapi waktu tidak memungkinkan karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan sekarang juga.

"Ini berkas yang anda minta," kata Salindra memberikan kepada Elis.

Elis menerima dengan ramah tanpa menunjukkan rasa tak nyamannya berdekatan dengan Salindra. Kalau boleh jujur ia tidak mau mengambil posisi itu kalau bukan perintah dari Haikal.

"Terimakasih, Salindra. Saya akan segera mengurusnya," sahutnya dengan canggung.

"Saya permisi," pamit Salindra berbalik dan melangkah keluar sambil menutup pintu.

Elis menghembuskan napas kasar setelah melihat pintu tertutup. Rasa bersalahnya semakin besar, ia tidak tega melihat teman kerjanya di tuduh yang bukan salahnya.

Di luar Salindra berjalan ke ruangannya dan duduk dibuat senyaman mungkin. Citra yang sedari tadi memperhatikan Salindra tersenyum puas. "Makanya kalau kerja itu yang benar jangan mentang-mentang jadi sekretaris berlagak sombong itulah akibatnya,"

Salindra beranjak dari tempat duduknya karena merasa terganggu dengan perkataan Citra. "Jangan asal tuduh kalau tidak punya bukti, aku tidak pernah melakukan kesalahan selama menjadi sekretaris, jaga bicaramu,"

Salindra tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan Citra. Ia kembali duduk sementara Citra terus saja memberi kata-kata yang buruk kepada Salindra dan mengecap Salindra bukan perempuan baik-baik dihadapan karyawan lain.

"Sudah cukup, kamu dari tadi bikin ribut terus apa belum puas melihat Salindra lengser dari jabatannya?" seru Agil menengahi perselisihan mereka.

"Buktinya sudah ada kok dan sebentar lagi pasti dia akan dikeluarkan dari perusahaan ini," sewot Citra sambil melirik Salindra dengan tatapan benci.

Semua yang mendengar hanya diam tidak mau ikut campur. Kalau terjadi keributan maka mereka akan terseret ke dalam masakan besar dan Haikal akan bertindak lebih tegas.

...----------------...

Pulang kerja Salindra mampir di sebuah mall akan membeli beberapa kebutuhan pribadinya yang sudah habis. Ia berjalan masuk ke dalam mall dengan langkah santai langsung pada tujuan utamanya yaitu membeli peralatan kebutuhan khusus perempuan. Setelah itu membeli beberapa makanan dan minuman, lalu berjalan ke kasir.

"Salindra," panggil seorang pria dari belakang. Salindra langsung menoleh dan terkejut.

"Arman," jantungnya berdegup cepat.

Arman melihat barang belanjaan Salindra yang banyak mengerutkan dahinya. "Banyak sekali bawaannya, memangnya ada banyak orang di rumah?"

Salindra melirik sekilas barang belanjaannya lalu berkata. "Buat persediaan kok," jawabnya.

Arman mengangguk paham, Salindra melihat Arman yang tidak membawa apa-apa merasa aneh. Arman melihat tatapan Salindra kepadanya hanya tersenyum tipis.

"Aku menunggu seseorang," katanya sambil menunjuk ke arah dalam mall.

"Kalau begitu aku duluan," Salindra segera membayar dan pergi.

Arman memperhatikan Salindra dengan tatapan serius. Ia melihat sikap dan cara Salindra merasa bersalah. Dalam hatinya ingin menebus kesalahannya di masa lalu.

"Mas, ayo pulang," ajak Seorang perempuan berdiri di sampingnya sambil membawa barang belanjaan di tangannya.

"Oh, iya. Ayo," sahutnya kemudian mereka berjalan keluar dari mall.

Sampai di rumah Salindra segera membersihkan diri dan makan karena perutnya terasa melilit meminta diisi. Hari ini Jayanti lembur kerja, biasanya sampai malam sekitar pukul delapan malam. Salindra sendirian di rumah, setelah makan malam ia menonton televisi.

Pintu rumah di ketuk, Salindra membukanya terlihat seorang perempuan berdiri di depan pintu dengan tatapan cemas. Salindra enggan bertanya atau menyapa justru diam menunggu perempuan itu berkata apa maksud kedatangannya.

Salindra bergeming tidak menyuruhnya masuk, secara tidak langsung mengusir perempuan tersebut tanpa kata. Perempuan tak lain Kamila ibu kandungnya dengan wajah pucat menatap Salindra dari atas sampai bawah.

"Maaf, jika mengganggu waktu istirahatmu, ibu hanya ingin melihat keadaanmu saja,“ katanya dengan senyum tipis, namun penuh luka dan harapan.

Luka yang lama belum sembuh, karena ulah mantan suami dan harapan besar dari kedua anaknya atas maaf untuknya. Ia menyadari semua rasa bersalahnya dan ingin mengubur semua kisah kelam yang menghantuinya dan kembali kepada keluarganya secara baik-baik tanpa ada perselisihan.

“Lebih baik ibu pulang, hari sudah malam. Ibu butuh istirahat, tidak baik pergi sendirian malam-malam seperti maling,“ ucap Salindra dengan nada lirih.

“Kamila," panggil seorang pria berjalan menghampiri mereka.

Mata Salindra menangkap wajah pria di samping ibunya tersenyum dalam hati. Pria itu melihat Salindra dari atas sampai bawah dengan ekspresi tanda tanya.

"Ayo kita pulang, kamu sudah seharian berkeliaran di luar rumah, memangnya apa yang kamu cari di sini?" tanya pria melirik ke arah Salindra yang tak lain suami ibunya yang baru.

"Yang aku cari ada di depan mataku, dan aku ingin membawanya tinggal bersama kita, Mas," jawab Kamila dengan mata berkaca-kaca menahan rasa perih di relung hatinya.

"Jangan mimpi, Kamila. Apa kamu lupa dengan perkataanmu dulu kalau kamu ingin meninggalkan semua masa lalu-mu dan melupakan semuanya lalu menjalin kehidupan yang lebih baik bersamaku," tekan Pria tersebut mengingatkan Kamila

Salindra mendengar perkataan pria tersebut paham dengan situasi masa dulu. Ia ingat betul kalau keluarganya sedang dalam kesulitan ekonomi yang sangat menghimpit dan tidak tahu jalan keluarnya. Dirinya yang masih kecil dan belum paham masalah urusan kehidupan rumah tangga hanya bisa menangis dan berharap segala sesuatu dengan mudah didapat.

"Jadi, selama ini ibu secara langsung sudah membuang kami selaku anak kandung ibu. Ternyata aku salah menilai ibu, aku pikir ibu meninggalkan kami karena pergi bekerja. Tapi justru pergi bersama pria lain. Sekarang pergilah karena aku ingin istirahat," ucap Salindra kemudian berbalik menutup pintu dengan kasar.

Di luar Kamila menggedor pintu dengan keras agar Salindra membukakan pintu. Ia berteriak sambil menangis penuh harap. Salindra tidak bergeming di tempatnya, ia mengusap airmata yang jatuh membasahi pipinya dan beranjak masuk ke kamar.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!