NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Langit Malam dan Pelindung Sejati

Gemuruh tepuk tangan dan kilatan lampu kamera di dalam aula JCC perlahan memudar begitu pintu keluar VIP tertutup rapat di belakang mereka. Vaxerion tidak membiarkan Kirei tertahan sedetik pun oleh kepungan wartawan yang haus akan konfirmasi skandal sabotase tadi. Dengan ketenangan yang tak tergoyahkan, pria itu menuntun Kirei membelah lorong belakang gedung, menjauhkannya dari hiruk-pikuk yang melelahkan mental.

Langkah kaki mereka terhenti di area parkir privat tempat SUV listrik hitam matte Mahendra Motors terparkir tegap. Begitu Kirei masuk ke dalam kabin yang wangi aroma kayu cendana, dia langsung mengempaskan punggungnya ke jok kulit dengan helaan napas panjang. Blazer yang tadi dia pasang di atas panggung perlahan luruh, menyisakan kerapuhan seorang wanita yang baru saja bertaruh harga diri melawan Bianca.

Vaxerion masuk ke balik kemudi, menghidupkan mesin tanpa suara, dan melajukan mobil membelah jalanan Jakarta malam hari yang basah sisa gerimis. Dia tidak mengarahkan mobil kembali ke Vancort Tower ataupun ke rumah Kirei. Vaxerion membiarkan kabin tetap sunyi, memberikan waktu bagi Kirei untuk menata detak jantungnya yang sempat berdegup gila.

Setengah jam berlalu, mobil berbelok memasuki sebuah gerbang besi tinggi yang tersembunyi di kawasan Jakarta Selatan. Begitu mobil berhenti, Kirei tertegun melihat pemandangan di luar jendela kaca. Itu adalah sebuah taman rahasia pribadi yang sangat luas, dikelilingi pagar tanaman mawar kelabu yang tinggi. Di tengah padang rumput yang hijau, ribuan pendar cahaya kunang-kunang buatan dari lampu-lampu LED mikro kuning temaram menyala redup, menciptakan atmosfer magis yang begitu indah dan menenangkan.

"Turunlah, Kirei. Badainya sudah selesai," suara berat Vaxerion mengalun lembut, memecah kesunyian kabin.

Kirei membuka pintu mobil, melangkah turun ke atas rumput yang masih menyisakan aroma tanah basah yang segar. Angin malam yang agak dingin berembus halus, meniup ujung kemeja sutra champagne dan rambut tebalnya yang tergerai. Sebelum Kirei sempat merapatkan pelukan pada tubuhnya sendiri, Vaxerion sudah berdiri di belakangnya. Dengan gerakannya yang penuh perhatian mendalam, pria itu menyampirkan jas tuksedo hitamnya yang hangat ke atas pundak Kirei.

Aroma maskulin yang bersih dan wangi kayu cendana langsung membungkus tubuh ramping Kirei, mengirimkan rasa hangat yang meluluhkan seluruh dinginnya sisa trauma masa kecilnya.

Vaxerion berjalan memutar, berdiri tepat di depan Kirei. Di bawah pendar cahaya kunang-kunang taman yang temaram, wajah tegas pria itu terlihat luar biasa tampan dengan garis wajah matang yang menawan. Tatapan matanya yang jernih dan tajam menatap lurus ke dalam manik mata jernih Kirei—sejenis tatapan pekat penuh ketulusan yang sanggup membuat pertahanan wanita mana pun meleleh tanpa sisa.

"Kamu hebat sekali di panggung tadi, Kirei," bisik Vaxerion, suaranya merendah, terdengar begitu lembut di antara desau angin malam taman yang sunyi. Tangan besarnya yang hangat terulur ke depan, jemari kokohnya dengan sangat lembut mengusap sisa ketegangan di pipi cantiknya. "Melihatmu membalikkan keadaan dengan caramu yang cerdas... aku sadar duniaku yang membosankan ini benar-benar tidak akan pernah sama lagi tanpa kehadiranmu."

Pipi Kirei mendadak terasa panas terbakar hebat oleh rayuan dari pria di depannya. Gengsi lamanya sebagai CEO tangguh mencoba bertahan, namun rasa haru yang teramat sangat yang menyeruak di dadanya membuat tenggorokannya tercekat parau.

"Aku tadi hampir kehilangan kendali saat lampu padam, Vaxerion," bisik Kirei jujur, matanya berkaca-kaca menatap pria di depannya. "Fobia gubuk pinggir rel itu... selalu membuatku merasa kerdil."

Vaxerion tersenyum sangat tampan, sebuah senyuman tipis yang memancarkan perlindungan yang hangat. Dia melangkah maju satu langkah besar, mengikis seluruh jarak di antara mereka hingga dada bidangnya yang tegap bersentuhan lembut dengan Kirei. Kedua tangan hangatnya bergerak turun, menggenggam erat jemari Kirei yang sempat dingin, menyatukan jemari mereka dengan begitu kokoh.

"Kamu tidak akan pernah kerdil lagi, Kirei," kata Vaxerion dengan suara berat yang sarat akan janji setia seorang pria matang. "Gubuk itu sudah lama runtuh, dan malam ini kamu berdiri di atas imperiummu sendiri. Mulai detik ini, setiap kali kegelapan itu datang mencoba mengusikmu, ingatlah bahwa aku akan selalu berdiri di depanmu sebagai benteng yang menghalau badai. Seluruh kekayaan tersembunyi dan kekuasaan yang kupunya di kota ini... semuanya kupertaruhkan hanya untuk memastikan kamu aman berjalan di sebelahku."

Mendengar rayuan romantis yang dibungkus pembuktian perlindungan nyata dari pria dewasa di depannya, pertahanan es di hati Kirei benar-benar hancur lebur tanpa sisa malam itu. Air mata harunya yang nyata akhirnya menetes lembut melewati pipinya. Di tengah kota Jakarta yang asing, kejam, dan penuh kepalsuan manipulasi bisnis, akhirnya Kirei menemukan jangkar hidupnya seutuhnya. Dia mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Vaxerion, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu dengan rasa syukur yang mendalam, mengunci takdir mereka berdua untuk selamanya di bawah langit malam taman yang sunyi.

 Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!