Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak percaya
" Galuh memutuskan untuk tinggal di Jogja, ya tentunya kami sempat berdebat sih karena kami tidak ada yang tinggal bersama."
" Aku sangat tidak menyangka pada akhirnya kalian bertiga memutuskan untuk tinggal masing-masing di kota yang berbeda-beda pula."
" Ya makanya tadi kubilang sempat ada perdebatan di antara kita bertiga, tapi akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadi tetapi kami tetap harus berkomunikasi minimal lewat telepon genggam."
" Ya sudahlah kalau begitu, lalu kau sudah mengabari Farah kalau kau sudah sampai di Surabaya?"
" Aku belum mengabarinya sih."
" Kalau begitu Kau cepat kabarin Farah, nanti dia bisa khawatir ketika tidak mendapatkan kabar kau telah sampai atau belum apalagi saat ini jam sudah hampir malam."
" Iya deh aku akan menghabari Kak Farah terlebih dahulu, kau jangan marah-marah kayak Kak Farah napa!" ucapnya yang kemudian langsung mengabari Farah kalau dia telah tiba di Surabaya.
" Aku nggak marah-marah samamu Gabriela, Aku hanya takut kalau kakakmu itu akan berpikir yang tidak-tidak. Sejak dulu dia kan selalu saja mengkhawatirkan kau dan juga Galuh, walaupun diantara kalian bertiga itu usianya tidak berbeda jauh hanya paling berbeda 5 menit. Tapi Di Antara kalian bertiga yang paling dewasa itu adalah Farah, ya mungkin karena dialah yang paling tua di antara kalian sehingga ia selalu mendapat tuntutan dari kedua orang tua kalian."
" Sebenarnya aku juga menyadari kalau di antara kami yang paling berpikir dewasa adalah Kak Farah, dan aku juga tahu yang paling tersakiti akan ini semua juga adalah dia. Sejak dulu ia selalu saja berpura-pura kuat dan berusaha untuk menenangkan kami, tapi pada akhirnya tidak ada satupun yang menenangkannya dan dialah orang yang paling terluka."
" Kalau begitu Kau jangan membuat beban pikiran kakakmu itu semakin banyak, kau sudah tahu kalau sejak dulu ia memikul begitu banyak beban dalam pikirannya. Dan ia tidak bisa membagi kepada siapapun bebannya itu, dan hanya bisa berharap kalau kalian berdua baik-baik saja."
" Kak Farah memang adalah orang yang sangat dewasa, dan karena itu aku memutuskan untuk tinggal sendirian di sini. Itu aku putuskan juga karena aku tidak ingin membebani pikiran Kak Farah, ya walaupun aku yakin dengan keberadaan ku di sini sendirian dia juga pasti akan kepikiran sih. Tapi setidaknya aku ingin hidup mandiri, dan tidak ingin membebankan siapapun."
" Semoga semuanya berjalan dengan baik ya Gabriella, Aku juga berharap semua perselisihan diantara keluargamu itu akan segera selesai. Aku berharap kau dan juga keluargamu bisa hidup bahagia, terutama kakakmu Farah."
" Amin... terima kasih ya Utari, jujur aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi jika kau tidak berada di sisiku saat ini. Di kota Surabaya ini aku tidak memiliki siapa-siapa, dan aku juga tidak ingin harus merepoti Kak Farah."
" Sudahlah kau tidak usah membahas mengenai hal tersebut lagi, sekarang kita fokus pada tujuan kita berada di kota Surabaya ini. Dan semoga saja kita bisa sukses di sini ya, dan kemudian kau bisa hidup mandiri dan membahagiakan Farah."
" Amin..."
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka untuk tujuan mereka esok hari, karena mereka memang masih memiliki begitu banyak tujuan yang harus mereka catat terlebih dahulu. Karena mereka tidak mungkin bisa melaksanakan semuanya secara langsung, dan karena itu mereka harus menargeti mana duluan yang harus mereka kerjakan. Dengan begitu mereka bisa lebih mudah untuk menyelesaikan semuanya, dan keinginan mereka satu demi satu bisa tercapai.
...🌏🌏🌏...
Saat ini Galuh sedang berada di Yogyakarta, sebelumnya ia sudah menghubungi sahabatnya untuk menyewakan apartemen untuknya. Tapi ternyata sahabatnya itu lupa untuk menyewakan apartemen untuknya, dan akhirnya untuk hari ini Galuh harus menginap di rumah sahabatnya itu. Tentunya Galuh merasa segan karena harus menginap di rumah sahabatnya, tetapi ia tidak ada pilihan lain selain menginap di rumah sahabatnya itu.
" Sorry ya aku lupa buat sewain apartemen buatmu."
" Terus sekarang aku harus tinggal di mana Winda?"
" Untuk hari ini kau tinggal di rumahku saja terlebih dahulu ya, tadi aku juga sudah meminta izin kok pada orang tuaku kalau kau akan menginap."
" Aku merasa tidak enak jika harus seperti itu Winda, jujur saja aku merasa tidak enak dengan kedua orang tuamu."
" Kau tenang saja Galuh, kedua orang tuaku saat ini sedang berada di Singapura. yang ada di rumah cuman aku, pembantu dan juga kakakku."
" Tetap saja aku merasa tidak enak dengan keluargamu."
" Sudahlah kau tidak usah sungkan, sekarang kau ikut aku untuk pulang ke rumah terlebih dahulu." ucapnya dan mereka pun mengendarai mobil milik Winda.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka pun tiba di rumah milik Winda, tentunya Galuh melihat rumah Winda yang tampak rapi dan juga besar. Galuh sangat menyukai penataan rumah tersebut, karena menurutnya rumah itu tampak indah dan juga damai. Ia juga bersyukur bisa mengenal Winda, seorang gadis yang tampak hidup dengan keharmonisan tidak seperti dia yang hidup penuh dengan pertikaian.
" Ayo sekarang kita masuk langsung ke kamarku aja." ucapnya dan mereka pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut.
" Kau bawa teman nginap di rumah Winda?" tanya sebuah suara dan mereka pun langsung mengalihkan perhatiannya ke sumber suara.
" Eh ternyata kak Valen ada di rumah, Iya Kak ini temen aku namanya Galuh."
" Dia dari mana kenapa nginap di sini dan kayaknya dia ada di luar kota ya?" tanya Valentino dengan melihat ke arah Galuh dan juga koper besar miliknya.
" Sahabat aku Galuh ini dari Bandung, dan rencananya dia akan melanjutkan studi di Yogyakarta. Dan kemarin Sebenarnya dia meminta tolong padaku untuk menyewakan apartemen, Tapi sayangnya aku lupa Kak."
" Kau ini selalu saja sering seperti itu Winda, kau jangan suka melupakan hal yang sangat penting Winda. Nanti lama-lama temanmu ini nggak mau lagi temenan samamu, karena kau sudah melupakan hal penting baginya." ngucapnya.
" Ya udah, lagian nih ya Kak Aku juga udah minta izin sama mami dan Papi untuk dia menginap di sini."
" Kakak nggak masalah kalau temanmu menginap di sini Winda, Kakak hanya mengingatkan agar kau tidak teledor seperti saat ini."
" Iya kakakku yang paling ganteng Valentino, aku nggak akan mengulangi hal ini lagi." ucapnya yang kesal dan langsung menarik Galuh menuju ke kamarnya.
Tanpa mereka sadari sejak tadi Valen terus saja memperhatikan Galuh, paling juga tidak mengerti mengapa ia memusatkan perhatiannya ke arah Galuh. Ia merasa kalau Galuh sahabat adiknya itu sangat berbeda dengan garis-garis pada umumnya, sejak tadi Galuh hanya diam dan tidak berani menyala percakapan keduanya dan itulah yang membuat ia menjadi penasaran.