NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihadang

Setelah melakukan tugas masing-masing, Shu Hua dan Yu Xuan kembali bertemu. Dan untung saja mereka berdua bisa menyelesaikan tugas masing-masing tanpa tertangkap oleh siapapun; walaupun sebelumnya Shu Hua sempat bertemu dengan Hao Lin, Shu Hua merasa jika ia tidak perlu memberitahu hal itu kepada Yu Xuan.

"Jika sudah selesai semua, lebih baik kita segera kembali sebelum matahari terbenam." Yu Xuan menggenggam tangan Shu Hua dan kemudian menariknya pergi.

Saat itu Shu Hua hanya ikut. Dan tepat pada waktu yang sama, Hao Lin melihat Shu Hua yang pergi bersama dengan Yu Xuan.

"Dia pergi bersama dengan laki-laki? Dan sebenarnya apa yang mereka rencanakan? Sejak tadi Shu Hua hanya melihat-lihat kediaman menteri. Apa yang mereka rencanakan?" Hao Lin yang sejak awal tidak berhenti mengikuti Shu Hua, kini dia bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya ingin Shu Hua lakukan.

Namun, saat itu dia tidak bisa menemukan jawaban yang pas.

→→→

Yu Xuan dan Shu Hua berhasil kembali dengan selamat. Dan saat mereka kembali, Shu Hua dan Yu Xuan mulai mengungkapkan tentang segala hal yang mereka tahu.

"Tiga tempat yang aku datangi, semuanya orang jahat," ungkap Shu Hua.

"Mereka menimbun banyak gandum, banyak padi, jamur dan bahkan beberapa tanaman obat umum. Mereka benar-benar orang yang tidak pantas duduk di kursi menteri! Mereka hanya peduli kepada diri mereka sendiri!" Shu Hua menjelaskan dengan amarah yang tidak bisa ia tahan.

"Dan aku juga sama seperti Shu Hua. Mereka yang datangi... mereka semua melakukan hal yang sama. Dan ini artinya, tidak ada pejabat negeri yang memikirkan tentang nasib rakyat biasa. Mereka hanya memperdulikan diri mereka sendiri," tambah Yu Xuan.​

"Benar-benar sampah masyarakat. Orang-orang seperti mereka itu tidak pantas dibiarkan hidup! Mereka pikir hanya mereka yang pantas untuk hidup dengan semua bahan-bahan itu. Mereka bahkan tidak berpikir untuk berbagi! Benar-benar tidak punya adab! Aku tidak sabar untuk merampas semua yang mereka punya!" ungkap Shu Hua.

"Shu Hua." Suara lembut Li Hua langsung menutup mulutnya sesaat kemudian. Padahal saat itu masih ada beberapa hal yang ingin Shu Hua katakan karena terlalu kesal.

"Walaupun mereka salah, bukan berarti kamu wajib menghukum mereka dengan kejam. Tidak masalah jika ingin memberikan hukuman, tetapi kamu juga harus tetap ingat. Mereka juga manusia. Mereka melakukan itu hanya karena mereka ingin bertahan hidup dengan keluarga tercinta mereka," ujar Li Hua.

"Kakak itu terlalu baik, sampai kadang-kadang aku berpikir, apakah aku ini benar-benar adik kandung kakak? Kenapa sikap dan sifat kita sangat berbeda? Aku benar-benar tidak mengerti dengan keluasan hati kakak," ucap Shu Hua, duduk menjaga jarak dengan Li Hua.

Sikap Shu Hua yang ceria membuat suasana yang awalnya terasa dingin dan tegang berubah menjadi jauh lebih hangat.

"Apapun itu, sekarang kita harus fokus pada rencana awal kita. Dan malam ini kita akan mulai bergerak. Yu Xuan dan Shu Hua... kalian berdua sudah siap 'kan untuk aksi malam ini?" Guru Bai Yun ingin memastikan jika Yu Xuan dan juga Shu Hua benar-benar telah siap untuk menjalankan misi besar malam ini.

Misi untuk mencuri bahan-bahan untuk bertahan hidup pada saat masa perang berlangsung entah sampai kapan.

"Kalau aku tidak perlu ditanya. Aku selalu siap kapan pun itu," jawab Shu Hua.

"Aku juga siap. Dan aku berjanji akan menjaga Shu Hua," ucap Yu Xuan dengan tegas. ​

"Kenapa kamu harus menjaga aku? Aku bukan anak kecil. Dan mungkin kamu tidak tahu, tapi aku ini sangat kuat. Aku bisa menerobos masuk ke Istana Kekaisaran dan melewati banyak prajurit sendirian! Aku tidak butuh dijaga olehmu. Kamu fokus saja menjaga dirimu sendiri!" seru Shu Hua. Tidak pernah senang saat ada seseorang yang beranggapan dirinya lemah dan tidak bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi di dalam hatinya, Shu Hua sangat senang saat seseorang ingin melindungi dirinya.

Selama ini Shu Hua tidak pernah dilindungi oleh siapapun. Selama ini hanya Shu Hua yang selalu berusaha untuk melindungi Li Hua. Shu Hua selalu menjadi pihak yang melindungi.

→→→

30 menit sebelum berangkat, Shu Hua bersiap memakai kain hitam untuk melindungi wajahnya. Dan saat itu tanpa suara tiba-tiba saja Li Hua sudah ada di belakangnya. Li Hua tampak tersenyum kepada Shu Hua, lalu kemudian memeluk sang adik dengan hangat.

"Ada apa dengan pelukan tiba-tiba ini? Jangan lakukan hal seperti ini! Aku tidak suka!" Shu Hua memaksa untuk melepaskan pelukan Li Hua.

"Kenapa kamu tidak suka?" tanya Li Hua.

"Emmm... karena aku tidak suka saja. Memangnya aku harus punya alasan yang jelas untuk tidak suka dengan sesuatu? Jika aku bilang tidak suka, maka itu artinya aku tidak suka!" tegas Shu Hua.

"Su-a... kamu tahu 'kan kalau kakak sayang sama kamu?"

"Kenapa lagi? Aku ada buat salah sama kakak? Kalau ada, aku minta maaf. Jangan begini. Kakak tau 'kan, aku tidak suka hal-hal begini!"

"Iya. Kakak tau kamu tidak suka hal seperti ini. Dan kakak juga mau kamu tahu; kakak tidak selalu butuh kamu Su-a. Sesekali, kamu bisa lebih memilih untuk peduli ke diri kamu sendiri dibanding memilih kakak," ucap Li Hua sambil menyentuh wajah Shu Hua. Sama seperti yang biasa dia lakukan. ​

→→→

Setelah obrolan yang begitu aneh dengan Li Hua, Shu dan Yu Xuan pun langsung berangkat untuk menjalankan rencana mereka. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Shu Hua dan Yu Xuan masuk ke setiap rumah dan kemudian mengambil banyak persedian gadum dan banyak hal lain.

Sesuai dengan apa yang Li Hua katakan, mereka berdua harus menyisakan bahan-bahan untuk tuan rumah dan tidak boleh menghabiskan semua.

Rumah demi rumah Shu Hua dan Yu Xuan masuki, dan malam itu mereka hanya merampok tiga rumah. Karena saat itu gerobak yang mereka bawa sudah terlalu penuh dengan barang-barang yang mereka curi.

"Kurasa tidak bisa lagi menampung banyak barang. Dan kurasa cukup untuk malam ini. Kita amankan saja dulu barang-barang ini ke tempat yang sudah disiapkan." Shu Hua memerintahkan kepada Yu Xuan untuk jalan lebih dulu, sedangkan Shu Hua berjaga-jaga di belakang, takut seseorang mungkin menangkap mereka saat sedang beraksi.

Dan benar saja. Dugaan Shu Hua tidak pernah salah. Beberapa orang dengan pakaian prajurit menghadang Shu Hua dan Yu Xuan dari belakang.

Totalnya ada 13 prajurit. Dan saat itu Shu Hua hanya berdua dengan Yu Xuan.

"Xuan, kamu pergi saja lebih dulu. Mereka biar aku yang urus. Mereka hanya prajurit biasa, aku bisa mengurus mereka. Kamu harus pergi sebelum ada orang lain yang melihat!" perintah Shu Hua.

-Bersambung-​

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!