Seorang pria muda yang tegas dan berwibawa sedang duduk diruang kerjanya.
"Jika kau pergi selangkah saja maka hukumanmu akan semakin berat!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Cih, gadis nakal dan sulit di atur! Coba saja kalau kau bisa pergi dari sisiku."
"Tentu aku bisa!"
"Pak Hen tolong ajari anakmu tata krama!"
"Baiklah Tuan."
"Jangan menyulitkan Ayah, diam dan patuhlah!"
"Ayah jangan berpihak kepadanya, dia pria jahat dan kejam!"
"Dia adalah Bos Ayah kau tahu apa tentangnya. Cepat patuh dan menurutlah kepadanya!"
"Ayah! Lepaskan!"
"Mulai sekarang kau harus ku didik dengan benar!"
Baca selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Xiao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story 20
Antara aku, temanku dan atasanku
_____________________________________________
Sekitar pukul 19.00 malam, semua karyawan bersiap-siap untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing. Berbeda dengan Kirana yang diberi tugas sangat banyak karena, dia harus mempelajari tentang produk dan perkembangan perusahaan dibidang marketing dan pemasaran diruang direksi 3.
"Kak Kirana, pulang bareng yuk!" ajak Cici.
"Hah! Aku sih mau aja, Ci. Tapi, lihatlah tugasku masih banyak."
"Baiklah, Kak. Aku pulang duluan ya! Sampai jumpa besok pagi. Selamat malam."
"Iya, Ci. Selamat malam juga. Hati-hati dijalan, ya?"
"Iya, Kak," ujar Cici sambil melambaikan tangannya.
Kirana sudah tidak canggung lagi dengan Cici, karena Cici selalu membantunya jika ada yang tidak dimengerti oleh Kirana.
***
"Huh! Kenapa aku jadi ngantuk begini. Huamm, bikin kopi dulu ahh."
Kirana pun pergi untuk membuat kopi. Diruang direksi 3 hanya tinggal Kirana, Merry dan Beno. Beno adalah editor periklanan untuk pemasaran produk perusahaan. Biasanya, dia pulang paling akhir karena dia harus mengedit semua hasil kerja para karyawan sebelum diserahkan kepada kepala bagian direksi 1.
Pekerjaan Beno yang super sibuk membuat dia tidak pernah memikirkan penampilannya. Bahkan, dia membiarkan rambut kritingnya tumbuh dengan acak-acakan yang membuat Merry gemes dan geram melihatnya. Dari dulu, Merry ingin sekali mencukur rambut Beno. Namun, Beno menganggapnya itu adalah sebuah fasion rambut kekinian mirip Michael Jackson.
"Ben, l pulang duluan ya! Kerjaan l udah kelar. Nitip Kirana ya cin, awas kalau sampai you mencoba merayu dia, l cukur you punya rambut dan l potong you punya burung dua kali. Ngerti you!"
"Idih! Serem amat. Dasar bencong gila, kalau udah keluar lakinya serem coy."
"Iya, mak Merry sayang. Udah pulang sono, biar Kirana gw yang jagain." Hus ... hus."
"lhh, Beno. Jahat," ucap Merry sambil berjalan pulang.
Kirana pun kembali sambil membawa tiga gelas kopi yang dia buat untuknya, Merry dan Beno.
"lho, dimana kak Merry?" tanya Kirana kepada Beno.
Beno pun menoleh kearah Kirana. "Oh, Merry udah pulang barusan. Kerjaannya udah kelar."
"Yah, saya udah buatin kopi buat dia."
"Yaudah taro sini jatah Merry, biar gw yang minum, Hahaha."
"Tapi, saya juga udah buatin untuk kakak."
"Ahh! gak apa-apa, sini dua-duanya."
"Yasudah ini, Kak."
"Ehh, jangan terlalu formal sama gw. Santai aja."
"Tapi, gak akan dimarahin kan?"
"Hahaha, yaelah siapa yang berani marah sama putri orang nomor dua dikantor ini."
"Baiklah, saya ... ehh aku mau kembali bekerja ya, Kak."
"Nah, gitu lebih baik."
Kirana pun memberikan dua gelas kopi untuk Beno dan kembali bekerja untuk menyelesaikan tugasnya.
~♥~
Ditempat lain, Emil sedang sibuk dengan pekerjaan diruangannya. Setelah sukses menghadiri peresmian gedung baru, Hendrik langsung mengabari Emil. Emil menyuruh Hendrik untuk segera pulang dan beristirahat, karena besok, akan ada rapat untuk rencana proyek besar dengan rekan bisnis yang sangat penting. Hendrik pun menuruti perintah Emil.
Jam menunjukan pukul 21.00 malam. Kirana pun telah menyelesaikan tugas-tugasnya hari ini. Dia pun berpamitan kepada Beno.
"Ahh! Akhirnya selesai juga. Kak Ben, aku pulang duluan ya! Selamat malam."
"Ehh, gak mau nemenin gw dulu disini nih?"
"Kan kakak udah ada temennya."
"Siapa? gak ada."
"Nyamuk. Hehehe."
"Haha, ternyata lo punya selera humor juga. Yaudah hati-hati ya."
"Siap komandan."
Kirana pun pulang dan seperti biasa dia menunggu bus didepan kantor.
"Ehemm." Suara laki-laki dari arah belakang Kirana.
"Dirga! Jangan bilang kamu menungguku dari tadi."
"Kamu kepedean banget sih, aku baru saja datang."
"Lalu, kenapa bisa pas begini."
"Aku kan punya orang dalam. Haha."
"Hah! Aku lupa. Kak Merry?"
"Yap, betul. Yaudah, ayo kita pulang."
Dirga pun membukakan pintu mobilnya untuk Kirana. Namun, saat Kirana akan masuk tiba-tiba tangan nya ditarik oleh seseorang.
"Pak Emil!" ujar Kirana yang terkejut melihat bos nya sudah ada disampingnya.
"Hei brother, lepaskan tangan Kirana." Dirga tidak terima Kirana diperlakukan seperti itu oleh Emil. Menurutnya sikap Emil terlalu kasar dengan menarik tangan Kirana.
"Apa kau tidak lihat, ini masih diwilayah kantorku. Jadi, aku berhak atas semua karyawanku. Aku yang akan mengantar dia pulang," ucap Emil kepada Dirga.
"Biarkan Kirana yang memilih, walaupun anda bosnya tapi, tidak pantas menarik tangannya seperti itu," ujar Dirga mencoba melindungi Kirana.
Kirana pun mengajak Dirga berbicara berdua pelan-pelan.
"Dirga, sudahlah. Jangan berdebat dengannya, nanti akan aku jelaskan kepadamu. Terima kasih karena kamu sudah mau menjemputku hari ini. Namun, biarkan aku pulang bersamanya. Aku takut, ayahku akan kehilangan pekerjaannya jika aku tidak menuruti perkataan nya."
"Baiklah, tapi kau harus jaga dirimu baik-baik ya. Jika dia menyakitimu langsung hubungi aku," ujar Dirga yang khawatir.
"Terima kasih atas pengertianmu Dirga, kau adalah sahabat baikku."
Kirana pun kembali menemui Emil.
"Baiklah, Pak. Saya ikut pulang bersama anda." Kirana pun masuk kedalam mobil Emil dan mereka pulang bersama.
Diperjalanan, Kirana merasa kasihan kepada Dirga, dia segera mengirim pesan kepada Dirga untuk meminta maaf. Kirana juga heran, kenapa dia tidak tahu jika bosnya juga belum pulang. Sesekali dia melirik ke arah Emil yang terlihat sangat bahagia. Dia ingin bertanya kepada Emil, apa yang membuatnya bahagia. Namun, dia takut menyinggung perasaan atasannya itu.
🍀Bersambung ...🍀
###
Hai Readers ... 🙆😊
Sudah tidak sabar ya menunggu bab ini? Hehe ... Sama, saya juga. 😂😂😂
Jangan lama-lama ya thor...
Jangan terlalu sedikit thor...
Jangan membuat kami menunggu... 😅😅😅
Author menjawab: 👉 Jangan lupa like 👍 dan vote sebanyak-banyaknya ya. Hehe 💃💑
Terima kasih. 🙏
🌹~l Miss You~🌹
mohon di aaminkan bunda 😄
uda pacaran yahhh😂😂