Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 pertama kali
Ester terlihat menuruni anak tangga dan langsung menuju kepada kedua orang tuanya yang berada di teras rumah,
" pagi ma...pa..." sapanya sambil melirik sekilas dengan ketus kearah Yoga yang juga berada di sana.
Menerima lirikan Ester Yoga hanya menelan ludah.
Hari ini.....
Pagi ini, ia akan mengantar Ester ke kampus. Dan ini adalah yang pertama baginya mengantar gadis itu yang di klaim tuan Anthony dan nyonya Hagia sebagai calon istrinya.
Dan kedua pasangan paruh baya itu berkata dengan tegas dan penuh permohonan kepadanya agar ia menjaga Ester dengan segenap jiwa dan raganya.
Jujur....
Saat ini jantung Yoga sedang tak baik baik saja, sejak tadi ia sudah berusaha mati matian menenangkan dirinya sendiri.
Bahkan sejak semalam, sejak ia tahu bahwa ia akan mengantar Ester ke kampus ia sampai tak bisa tidur.
Hatinya tak tenang.
karena ini adalah untuk yang pertama kalinya ia hanya akan berdua saja dalam satu mobil dengan gadis bar bar itu.
Ia cukup khawatir akan tingkah dan sikap liar Ester yang spontanitas.
" saya ke mobil dulu tuan....nyonya.." pamit Yoga
" papa Ga....mama...bukan tuan dan nyonya " protes tuan Anthony juga nyonya Hagia.
Yoga tersenyum kikuk
" iya pa....ma...." jawabnya kemudian
" nanti setelah mengantar Ester langsung aja ke kantor Ga...
Aku ke kantor bersama Tyo.."
" iya pa...." jawab Yoga lagi dan kali ini ia sambil mengangguk pelan untuk kemudian ia benar benar berlalu dari tempat itu menuju mobil tanpa melihat sedikitpun kepada Ester yang saat ini sedang memperhatikannya juga.
Sementara Ester....
Gadis itu mencebikkan bibirnya mendengar perbincangan tidak bermanfaat bahkan terkesan berlebihan sang papa barusan.
" Ester berangkat ma..pa...." Ester akhirnya ikut pamit juga meski hatinya sedang sangat berontak sekali sekarang.
Ia tak punya pilihan selain menurut, ia tak punya apapun untuk hidup tanpa fasilitas dari sang papa.
Hemm...
Semanja itu memang seorang Esterlita.
Termasuk pagi ini, ia juga tak mampu membantah ketika ia harus pergi ke kampus di antar oleh Yoga.
" kamu tidak sarapan dulu ?! " tanya sang mama sambil mencium kedua pipi Ester setelah gadis itu mencium punggung telapak tangan kananya.
" nanti saja ma di kampus ....
Ester takut terlambat " jawab Ester, saat ini ia gantian berpamitan kepada sang papa. Ia memang harus buru buru saat ini karena ada kelas pagi untuknya dan dosennya sangatlah killer.
" ingat pesan papa, jaga sikapmu dan jangan pernah bersikap kurang ajar kepada Yoga apalagi menyulitkannya....
dia adalah pengganti papa saat papa tak ada bersamamu,
kau mengerti... ?! " pesan tuan Anthony lagi dengan wajah seriusnya.
" hemmm...." jawab Ester hanya berdehem dengan berat sambil berlalu dari sana.
Tak lama Ester terlihat masuk ke dalam mobil dan kemudian di susul oleh Yoga.
Mobil yang membawa Ester dan Yoga mulai berlalu dari area halaman rumah dengan diiringi tatapan mata nyonya Hagia dan tuan Anthony.
" mereka kelihatan serasi sekali kan pa....?! " cicit nyonya Hagia sambil tersenyum penuh bahagia.
Wajahnya menyiratkan harapan yang begitu besar akan hubungan kedua muda mudi tadi
" iya...semoga kita tidak salah pilih ma...." jawab tuan Anthony.
" feeling mama sih enggak pa, papa ngerasa nggak sih kalau sebenarnya Yoga sudah memiliki perasaan dan perhatian sama Ester ?! "
" kayaknya iya sih ma, tapi papa khawatir....sifat buruk Ester akan membuat Yoga putus asa dan cintanya menjadi layu sebelum berkembang "
" jangan bilang gitulah pa....kok papa jadi bikin mama insecure "
" ya kita harus jaga jaga juga kan untuk kemungkinan yang tidak sesuai harapan kita "
Mendengar penjelasan sang suami wajah nyonya Hagia berubah sendu.
" ini salah kita pa...
sehingga Ester jadi cewek kelakuannya minus semua " omel nyonya Hagia
" semoga Tuhan mendengarkan doaku....semoga mereka memang berjodoh " lanjut nyonya Hagia lagi.
" aamiin...." sambut sang suami.
🍀
Yoga duduk di depan kemudi dengan tegang, sementara Ester nampak sibuk menatap ke arah luar jendela mobil.
Kedua orang itu berada dalam keheningan dan pemikiran mereka masing masing.
" jam berapa kau akan pulang nanti ?! " akhirnya Yoga bersuara lebih dulu.
" tidak usah repot repot, aku bisa pulang sendiri..." jawab Ester dingin
" ok...aku akan menyampaikannya pada papamu " jawab Yoga Enteng tanpa beralih menatap kepada Ester di sampingnya.
Sementara Ester langsung menoleh menatapnya dengan sinis ketika ia mendengar ucapannya barusan.
Rasanya ingin sekali ia menampol wajah tampan di hadapannya itu.
ups...tampan....benarkah....!!
Diam diam Ester tanpa sadar memuji Yoga, tapi ia meralatnya juga sendiri diam diam.
Ia kembali menatap Yoga dengan sinis. Ester memiringkan tubuhnya dan menghadap kepada Yoga langsung.
Dan hal itu sukses membuat Yoga panas dingin.
" kau mengancamku ?! " sinis Ester.
" tidak...untuk apa aku mengancammu, aku tidak punya kepentingan apapun " jawab Yoga cepat dengan mulai waspada.
Ia tak mau lagi tersiksa karena tingkah dan reaksi spontanitas Ester.
" kenapa kau tidak menolak perjodohan ini ?! " tanya Ester kemudian dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
" kau sendiri ?! Kenapa tak menolaknya ?! Yoga balik bertanya
" aku terpaksa...."
" sama...aku juga " jawab Yoga, Ester mengerutkan keningnya mendengar jawaban Yoga itu.
" kau...?! Terpaksa ?! Terpaksa apa ?! " tanya Ester penuh selidik
" hutang budi...
keluargaku banyak berhutang budi kepada papamu " jawab Yoga jujur, dan jawaban Yoga entah kenapa mampu membuat hati Ester terasa tercubit.
" kau ternyata pandai bicara juga " ejek Ester mencoba menghibur diri.
" terserah kau mau percaya atau tidak..tapi itu kenyataannya " jawab Yoga lagi yang kian membuat hati Ester terasa Entah.
" berikan ponselku, aku akan kabari kau nanti kalau kuliahku sudah selesai " ucap Ester kemudian sembari mengubah posisinya dengan kembali menatap ke depan.
Yoga merogoh saku kemejanya dan kemudian menyerahkan sebuah ponsel kepada Ester.
Ester menerimanya dan segera membukanya, tapi netranya seketika melebar ketika ia membuka ponselnya itu.
" apa apaan ini...?! " pekiknya terkejut,
Bagaimana tidak,
Semua nomor yang tadinya ia simpan di dalam ponselnya tiba tiba menghilang tanpa terkecuali termasuk nomor Pietter dan hanya meninggalkan nomor mama papanya, kedua kakak kembarnya dan kedua kakak iparnya.
Dan satu lagi,
Sebuah nomor baru yang di beri nama
SUAMIKU.
Ester menoleh menatap Yoga dengan raut wajah merah padam.
" jangan bertanya padaku apalagi menyalahkan aku,
aku bahkan tidak tahu sandi ponselmu.
aku hanya menyimpannya saja ketika mama dan papamu menitipkannya padaku " Yoga dengan cepat menjelaskan.
Ia tak mau Ester mengkambing hitamkan dirinya.
Sementara Ester meremas ponselnya kuat.
( mama....papa....keterlaluan kalian....) jeritnya di dalam hati.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣