Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Langkah demi langkah, Ye Chen berjalan menjauhi kawasan taman tersembunyi itu, kembali menyusuri jalan lebar yang ramai dipadati ribuan orang. Setiap kali kakinya menyentuh tanah, ia bisa merasakan getaran kekuatan yang dahsyat berbalik naik dari telapak kaki hingga ke seluruh tubuhnya. Rasanya berbeda. Sangat berbeda. Bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan dengan dirinya yang beberapa jam yang lalu.
Dulu, saat berada di ranah Qi Condensation, ia merasa energinya seperti air di dalam wadah—ada batasnya, terasa berat jika digunakan berlebihan, dan mudah habis. Namun sekarang, sejak saat ia berhasil memadatkan lautan energinya menjadi satu titik Fondasi yang kokoh di tengah Dantian, perasaan itu berubah total. Kini, kekuatan di dalam dirinya terasa bagaikan mata air yang tak pernah kering, bagaikan sumur dalam yang terus-menerus memancarkan esensi murni ke seluruh meridiannya tanpa henti.
Di dalam tubuhnya, gumpalan energi padat berwarna biru tua pekat itu berdenyut berirama dengan detak jantungnya. Setiap kali berdenyut, ia memancarkan gelombang kekuatan dingin yang menyebar ke seluruh tulang, darah, dan otot, menjaga tubuhnya tetap dalam kondisi puncak, membersihkan setiap kotoran, dan memperkuat setiap inci jaringan tubuhnya. Kekuatan ini bukan lagi sekadar energi yang dikumpulkan, melainkan kekuatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya sendiri.
"Inilah kekuatan ranah Foundation Establishment..." gumam Ye Chen pelan di dalam hatinya, matanya bersinar penuh kekaguman dan rasa percaya diri yang meluap-luap. "Dibandingkan dengan sekarang, kekuatanku dulu hanyalah seperti cahaya lilin di bawah sinar matahari. Dengan kekuatan ini... bahkan jika aku berhadapan langsung dengan Tetua Mo Feng saat ini, aku tidak akan lagi merasa takut atau tertindas."
"Benar sekali, Nak!" suara Yue-Jian terdengar penuh kegembira dan kebanggaan yang luar biasa, bahkan terdengar sedikit bergetar karena emosi yang meluap. "Kau telah melakukannya, Ye Chen! Kau telah menembus ambang batas yang memisahkan manusia biasa dengan pendekar sejati. Dan yang paling hebat... kau tidak hanya membangun Fondasi biasa. Berkat Cairan Sumsum Yin, berkat teknik Seni Es Yin Kesembilan, dan berkat energi murni Danau Roh Bumi... kau telah membentuk Fondasi Es Murni, salah satu jenis fondasi paling istimewa dan paling kuat yang hanya ada dalam catatan sejarah kuno ribuan tahun lalu!"
Yue-Jian menjeda sejenak, membiarkan informasi luar biasa itu meresap ke dalam kesadaran muridnya, lalu melanjutkan dengan nada yang semakin agung.
"Fondasi Es Murni berarti seluruh energi di dalam tubuhmu kini bersifat dingin, pekat, dan stabil melebihi pendekar Foundation Establishment biasa mana pun. Seranganmu akan membawa hawa dingin yang bisa membekukan darah dan meridian musuh hanya dengan sentuhan ringan. Pertahananmu akan sekeras dan setebal lapisan es purba yang tak mudah ditembus. Pemulihan energimu berkali-kali lipat lebih cepat. Dan yang paling penting... jalan masa depanmu kini terbuka lebar tanpa batas. Dengan fondasi sekuat ini, menembus ke ranah-ranah tinggi selanjutnya akan jauh lebih mudah dan jauh lebih kokoh dibandingkan siapa pun di wilayah ini."
Mendengar penjelasan itu, langkah kaki Ye Chen terhenti sejenak. Rasa bangga dan harapan memenuhi dadanya hingga hampir meledak. Ia tahu ia kuat, tapi ia tidak menyangka bahwa terobosannya akan menghasilkan sesuatu yang begitu istimewa dan langka. Ia tidak hanya menjadi setara dengan para tetua Sekte Azure Cloud... ia kini bahkan jauh melampaui standar kekuatan mereka.
Namun, kegembiraan itu perlahan berubah menjadi senyum dingin dan tajam saat pandangannya kembali tertuju ke arah alun-alun utama di depan Menara Pusat.
Di sana, kemeriahan masih berlangsung meriah. Ribuan orang bersorak, bertepuk tangan, dan bersorak sorai memuji kejayaan Sekte Azure Cloud. Di panggung kehormatan, sosok Tetua Mo Feng berdiri tegak di tengah-tengah, wajahnya bersinar penuh wibawa dan kemenangan palsu. Di sebelahnya, Bai Long berdiri dengan sikap angkuh, jubah putihnya berkibar indah, menjadi pusat perhatian semua orang. Baru saja ia selesai memamerkan kekuatannya—menunjukkan serangan di tingkat Qi Condensation Tingkat Kedelapan—dan membuat semua penonton berdecak kagum.
"Dia baru saja mencapai tingkat kedelapan... dan sudah dianggap jenius terbesar dalam seratus tahun sejarah sekte ini," gumam Ye Chen sambil menatap tajam ke arah sosok Bai Long yang sedang tersenyum puas itu. "Sedangkan aku... aku baru saja mencapai ranah yang jauh di atasnya, dan mereka sama sekali tidak menyadarinya. Mereka bersorak untuk jenius palsu, sementara musuh terbesar mereka berdiri diam di antara kerumunan mereka sendiri."
Seringai dingin tersungging di bibir Ye Chen. Rasa benci dan dendam yang membara di dadanya kini tidak lagi terasa berat dan menyakitkan. Sebaliknya, rasa itu kini berubah menjadi bahan bakar yang membara panas, didukung oleh kekuatan dahsyat yang kini ia miliki. Semakin tinggi mereka terbang, semakin hebat kemuliaan yang mereka nikmati... semakin menyakitkan rasa jatuh yang akan mereka rasakan nanti.
"Nikmati saja kemenanganmu itu, Bai Long. Nikmati pujian dan kemegahanmu, Tetua Mo Feng," bisik Ye Chen pelan, suaranya dingin dan berisi ancaman maut yang tak terdengar oleh siapa pun. "Hanya tinggal sedikit waktu lagi. Saat aku memutuskan untuk membuka kedokku, saat aku melepaskan seluruh kekuatanku di hadapan ribuan orang ini... aku ingin melihat wajah kalian saat menyadari bahwa apa yang kalian anggap sampah, ternyata adalah bencana terbesar yang pernah datang menimpa hidup kalian."
Ye Chen tidak berniat pergi begitu saja. Ia ingin melihat lebih dekat. Ia ingin melihat wajah-wajah mereka lebih jelas. Ia ingin melihat betapa sombong dan bahagianya mereka, agar rasa ingin membunuhnya semakin tajam dan semakin kuat.
Ia pun kembali bergerak, menyelinap masuk ke dalam kerumunan penonton yang padat, berjalan perlahan namun pasti mendekati panggung utama. Berkat keramaian yang luar biasa, tidak ada yang memperhatikan sosok pemuda berwajah asing ini. Semua mata tertuju sepenuhnya ke arah panggung kehormatan di depan sana.
Semakin dekat ia berjalan, semakin jelas ia bisa mendengar suara-suara pujian yang memenuhi udara.
"Wah, Tuan Muda Bai Long benar-benar jenius sejati! Di usia semuda itu, kekuatannya sudah setara dengan tetua-tetua tua sekte!"
"Dengan dia sebagai penerus, kejayaan Sekte Azure Cloud akan bertahan seribu tahun lagi!"
"Dan lihatlah Tetua Mo Feng... beliau benar-benar pahlawan kita. Berkat penemuannya di reruntuhan kuno itu, sekte kita menjadi sangat makmur dan kuat. Beliau adalah penyelamat kita semua!"
Kata-kata itu masuk ke telinga Ye Chen seperti ribuan jarum tajam. Penyelamat? Pahlawan? Semua kemuliaan ini dibangun di atas kebohongan, dibangun di atas penderitaannya, dibangun di atas warisan yang dicuri secara kotor.
Namun, di tengah rasa marah itu, ada rasa kasihan yang dingin. Kasihan pada mereka yang begitu mudah ditipu, begitu buta melihat kebenaran, begitu bangga dengan sesuatu yang sebenarnya bukan milik mereka.
Ye Chen kini berdiri tepat di barisan penonton paling depan, hanya berjarak kurang dari sepuluh meter dari tepi panggung. Di sini, ia bisa melihat setiap detail wajah Mo Feng dan Bai Long dengan sangat jelas. Ia bisa melihat senyum puas di bibir Mo Feng, ia bisa melihat kilatan keserakahan dan ambisi di mata tua itu. Ia bisa melihat tatapan angkuh dan meremehkan dunia milik Bai Long.
Tepat saat itu, Bai Long seolah merasakan sesuatu. Pandangannya yang dingin dan sombong menyapu ke bawah, meneliti kerumunan penonton, dan tiba-tiba berhenti tepat di arah Ye Chen.
Jantung Ye Chen berdegup sedikit lebih kencang, namun ia tetap tenang. Ia menurunkan kepalanya sedikit, menampilkan ekspresi kagum dan hormat, persis seperti ribuan pemuda lain di sekitarnya. Ia menekan aura kekuatan Foundation Establishment-nya hingga ke titik paling dasar, menyembunyikannya rapat-rapat, dan hanya memancarkan aura Qi Condensation Tingkat Keempat yang biasa saja.
Mata Bai Long menatapnya sebentar, meneliti sosok pemuda berwajah asing itu. Ada kilatan samar keheranan di matanya, seolah ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, ada sesuatu yang familier namun tak bisa ia ingat. Namun, karena wajah Ye Chen telah berubah total dan kekuatannya terlihat lemah, Bai Long hanya menganggapnya sebagai salah satu dari ribuan pendekar muda desa yang datang untuk melihat kemegahan sekte itu. Ia pun memalingkan wajahnya kembali dengan acuh tak acuh, seolah sosok Ye Chen hanyalah debu tak berharga di matanya.
"Masih belum sadar, ya?" gumam Ye Chen pelan sambil tersenyum miring dingin. "Tidak apa-apa. Nanti saat kau sadar, saat kau tahu siapa aku sebenarnya... saat itu adalah saat terakhir kau melihat dunia ini."
Saat itu juga, Tetua Mo Feng mengangkat tangannya ke udara, meminta keheningan. Suara gemuruh ribuan orang perlahan mereda, semua mata tertuju pada sosok tua yang dihormati itu.
"Anak-anakku, teman-teman sekalian, dan para tamu kehormatan..." suara Mo Feng bergema keras dan jelas, dibantu oleh energi dalamnya hingga terdengar di seluruh penjuru kota. "Hari ini kita merayakan kejayaan kita, kita merayakan kekuatan kita, dan kita merayakan masa depan gemilang yang menanti kita. Namun, ingatlah... kekuatan besar ini tidak datang begitu saja. Itu datang dari ketekunan, dari keberanian menjelajah bahaya, dan dari warisan para leluhur."
Mo Feng menjeda, matanya menatap tajam ke arah kejauhan, seolah menatap ke arah Lembah Kabut Beracun di mana ia dulu menemukan jejak reruntuhan itu.
"Beberapa waktu lalu, saat aku memimpin pasukan menjelajah kawasan terlarang... kami menemukan sesuatu yang luar biasa. Kami menemukan jejak peradaban kuno yang hilang. Di sana, kami menemukan banyak harta, banyak ilmu, dan banyak kekuatan yang kini menjadi milik kita semua. Namun, dalam perjalanan itu, ada satu hal yang sangat disayangkan..."
Nada suara Mo Feng berubah menjadi sedih dan berat, seolah ia sedang mengenang sesuatu yang menyakitkan. Di sekeliling penonton, keheningan menyelimuti udara.
"Ada seorang murid muda yang ikut serta dalam ekspedisi itu. Namanya... Ye Chen."
Mendengar namanya sendiri disebutkan dari mulut musuh besarnya, tangan Ye Chen mengepal kuat di samping tubuhnya, kuku menusuk hingga ke daging. Di dadanya, badai amarah meledak hebat, namun ia tetap berdiri diam, wajahnya tetap tenang tanpa ekspresi, matanya menatap tajam ke arah Mo Feng.
"Ye Chen adalah pemuda yang berbakat, penuh semangat, dan sangat berjanji," lanjut Mo Feng dengan suara yang penuh kepalsuan. "Namun, sayang sekali... di tengah perjalanan, pemuda itu tergoda oleh kekuatan gelap. Ia mencoba mengambil barang berbahaya yang tidak mampu ia kendalikan. Ia menjadi liar, menjadi berbahaya, dan terpaksa kami hentikan. Ia melarikan diri ke dalam hutan belantara, dan hingga kini belum kembali. Kami mengira ia sudah tewas dimakan binatang buas atau terperosok ke jurang."
Mo Feng menghela napas panjang, menggelengkan kepalanya seolah sangat menyesal.
"Sayang sekali... bakat yang besar, namun hati yang lemah dan tidak tahan godaan. Jadilah pelajaran bagi kalian semua. Kekuatan besar harus diiringi hati yang suci dan setia. Jangan sampai nasib Ye Chen menimpa kalian. Ingatlah dia bukan sebagai pahlawan, tapi sebagai peringatan bahaya."
Di sekeliling penonton, terdengar suara gumaman, rasa iba yang dangkal, dan suara cercaan halus.
"Ah, jadi dia orang itu... ternyata dia pengkhianat dan tamak. Pantas saja nasibnya buruk."
"Memang benar, kekuatan besar berbahaya jika tidak punya hati yang benar. Dia pantas mendapatkan nasibnya."
"Namanya sudah hilang, jangan sebut-sebut lagi. Dia adalah aib bagi sekte kita."
Kata-kata itu masuk ke telinga Ye Chen, menembus jauh ke dalam hatinya. Mo Feng tidak hanya mencuri hartanya, tidak hanya mencuri kekuatannya... dia juga merusak nama baiknya, menanamkan kebohongan bahwa dia adalah pengkhianat, bahwa dia orang jahat, bahwa dia pantas mati.
Dan ribuan orang ini... mereka semua percaya. Mereka semua membenci sosok yang sebenarnya adalah korban kejahatan ini.
Namun, rasa sakit dan marah itu perlahan berubah menjadi senyum yang sangat dingin, sangat mengerikan, dan sangat menakutkan di bibir Ye Chen. Matanya menyala dengan kilatan cahaya biru yang tajam, menatap lurus ke arah Mo Feng yang masih berpura-pura sedih di atas panggung.
"Kau menyebut namaku... kau mengubahku menjadi penjahat... kau menjadikanku aib... kau mengira aku sudah mati..."
"Terima kasih, Tetua Mo Feng..." bisik Ye Chen pelan, suaranya bergetar karena tawa dingin yang tertahan. "Terima kasih telah menanamkan kebencian mereka padaku. Terima kasih telah membuat dosamu semakin besar. Karena saat aku muncul kembali, saat aku membuktikan kebenaran, saat aku menghancurkanmu di hadapan ribuan orang ini... rasa malu dan kehancuran yang akan kau rasakan akan berkali-kali lipat lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri."
Ye Chen tidak tinggal diam lebih lama lagi. Sudah cukup ia mendengar kebohongan ini. Sudah cukup ia melihat kemenangan palsu mereka. Kekuatannya sudah ada, tujuannya sudah jelas. Ia tidak perlu lagi berdiri diam mendengarkan pujian dan fitnah ini.
Perlahan, ia memutar tubuhnya, berbalik memunggungi panggung utama itu. Ia mulai berjalan menuruni jalan utama, menjauhi alun-alun, berjalan kembali menuju gerbang luar kota.
Di dalam hatinya, rencana besar kini sudah terbentuk sempurna.
Langkah pertamanya selesai: masuk kembali, menyamar, dan berhasil menembus ranah Foundation Establishment hingga membentuk Fondasi Es yang istimewa. Kini, kekuatannya sudah setara bahkan melampaui Tetua Mo Feng. Tinggal selangkah lagi untuk membalas dendam.
Namun, ia tidak akan menyerang sembarangan. Ia tidak akan membunuh mereka diam-diam di kegelapan. Itu terlalu mudah, terlalu murah untuk musuh sebesar mereka.
Ia ingin mereka hancur sepenuhnya. Ia ingin nama besar Sekte Azure Cloud runtuh. Ia ingin Mo Feng kehilangan segalanya: kekuasaan, kehormatan, kekayaan, dan nyawanya. Ia ingin Bai Long jatuh dari ketinggian yang paling tinggi, menjadi sampah yang dibenci semua orang. Dan ia ingin kebenaran terungkap di hadapan ribuan orang ini, agar mereka tahu siapa yang sebenarnya jahat dan siapa yang sebenarnya korban.
"Kalian masih punya sedikit waktu untuk menikmati kemegahan ini..." gumam Ye Chen saat ia melangkah melewati gerbang besar Kota Awan Melayang, keluar kembali ke dunia luar, namun dengan status dan kekuatan yang sama sekali baru. "Bersiaplah... karena Ye Chen sudah kembali. Dan kali ini, aku datang bukan untuk memohon, tapi untuk mengambil kembali segala sesuatu yang menjadi hakku... termasuk nyawa kalian berdua."
Di belakangnya, Kota Awan Melayang masih bersinar indah dan megah di bawah sinar matahari. Namun, di balik kemegahan itu, bayangan kematian kini sudah mengintai di ambang pintu. Badai besar sedang bersiap turun, dan sosok pemuda berjubah abu-abu yang berjalan menjauh itu adalah pusat dari badai kehancuran itu.