NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJUN KE GULITA

Suara gonggongan anjing pelacak itu kini terdengar begitu dekat, memantul di antara batang-batang pohon raksasa yang seolah memerangkap mereka. Cahaya lampu senter dari tim pemburu bayaran mulai menyapu pucuk-pucuk daun di belakang mereka, membelah kegelapan hutan perbatasan dengan kejam.

Ghazali mencengkeram tangan Keyra, merasakan jalinan kabel tembaga di jari manis gadis itu bergesekan dengan telapak tangannya. Sebuah pengingat bisu bahwa kini ada nyawa lain yang terikat pada takdirnya.

---

"Ghaz, jalannya buntu!" teriak Keyra tertahan.

Di depan mereka, tanah hutan mendadak hilang, berganti dengan jurang curam yang di bawahnya menderu aliran sungai berbatu. Airnya tampak hitam pekat, berbuih putih karena hantaman arus yang deras akibat hujan badai semalam. Jarak dari tepian tebing ke permukaan air setidaknya lima belas meter.

Bastian dan Yudha muncul dari semak-semak di samping mereka, wajah mereka bersimbah peluh dan lumpur. "Kapten, mereka sudah mengunci posisi kita! Radius 200 meter!"

Ghazali melirik bahunya yang mulai mati rasa, lalu menatap Keyra. Mata gadis itu membelalak ngeri melihat kedalaman jurang di bawah mereka. "Kita harus melompat, Key. Itu satu-satunya cara memutus jejak bau dan sensor panas mereka."

"Melompat? Ghaz, aku tidak bisa melihat dasarnya! Bagaimana kalau ada batu?" Keyra menggeleng cepat, napasnya memburu karena panik.

"Percaya padaku," Ghazali menangkup wajah Keyra dengan tangan kanannya, mengabaikan desing peluru pertama yang menghantam batang pohon di dekat mereka. Pshht! Peluru peredam itu menandakan musuh sudah dalam jarak tembak efektif. "Aku tidak akan membiarkan tunanganku mati di hari pertunangannya. Begitu masuk air, langsung lepaskan ranselmu agar tidak terseret beban. Paham?"

Keyra menelan ludah, menatap cincin kabel di jarinya, lalu mengangguk mantap. "Siap, Kapten."

"Yudha, Bastian, lompat di hitungan ketiga! Lindungi tas medis Keyra!" perintah Ghazali.

Satu... dua...

"ITU MEREKA! TEMBAK!" Teriakkan komando musuh terdengar dari balik semak.

"TIGA!"

Ghazali memeluk pinggang Keyra erat, menyembunyikan kepala gadis itu di dadanya, dan melompat ke dalam kekosongan. Rasa mual akibat gravitasi menyerang seketika. Angin dingin menusuk telinga sebelum akhirnya

BYUURRR!

Air sungai yang sedingin es menyergap seluruh tubuh mereka. Keyra merasakan tekanan air yang luar biasa menghantam paru-parunya. Kegelapan total. Ia sempat kehilangan arah, namun pegangan tangan Ghazali di pinggangnya tidak terlepas sedikit pun. Pria itu menariknya ke permukaan.

Keyra terbatuk hebat, menghirup oksigen dengan rakus di antara deburan air. "Ghaz... dingin..."

"Jangan berhenti bergerak! Arus membawa kita ke hilir, menjauh dari zona merah!" Ghazali berenang dengan satu tangan, menggunakan kakinya untuk mendorong tubuh mereka agar tetap di tengah aliran sungai yang aman dari benturan batu pinggiran.

Di atas tebing, rentetan tembakan membabi buta menghujani permukaan air, namun arus sungai yang liar telah membawa mereka beberapa puluh meter lebih jauh dalam hitungan detik.

Mereka hanyut selama hampir satu jam dalam keheningan yang mencekam, hanya ditemani suara riak air dan napas yang terengah-engah. Saat arus mulai melambat di area rawa-rawa hutan, Ghazali menarik Keyra ke tepian yang berlumpur.

Keyra merangkak naik ke daratan, tubuhnya menggigil hebat. Ia segera memeriksa jarinya. Cincin kabel itu masih ada. Ia bernapas lega, namun kelegaannya sirna saat melihat Ghazali ambruk di sampingnya.

"Ghazali!" Keyra berlutut di sampingnya. Bahu Ghazali yang tadinya diperban kini terbuka, lukanya memutih karena terendam air dan mulai mengeluarkan darah segar lagi. Lebih buruk lagi, wajah Ghazali terasa sangat panas saat disentuh.

"Suhu tubuhnya naik... dia mulai demam," gumam Keyra panik. Ia menoleh mencari Bastian dan Zidan, namun kabut tebal di rawa itu membuat pandangannya terbatas. Mereka terpisah.

Kini hanya ada Keyra dan tunangan barunya yang sedang sekarat di tengah hutan antah-berantah, sementara musuh dipastikan akan menyisir pinggiran sungai saat fajar menyingsing.

"Kamu bilang... kamu tidak akan membiarkan aku menunggu di paviliun sendirian..." bisik Keyra sembari merobek baju medisnya untuk membalut luka Ghazali. "Jadi jangan berani-berani memejamkan mata sekarang, Ghazali Atharrazka!"

---

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!