NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Dari Hasrat Yang Buta

Malam pun berlalu dengan tenang. Saat sinar matahari mulai menyelinap melalui celah tirai jendela, Rizky perlahan mulai sadarkan diri. Kepalanya terasa sedikit pusing dan tubuhnya merasa tidak nyaman. Dia berusaha menggerakkan tubuhnya tapi merasa ada sesuatu yang menempel erat di sisinya.

Ketika mata nya mulai terbuka, dia terkejut melihat dirinya tanpa berpakaian dan selimut yang menutupi tubuhnya juga menutupi sosok lain di sampingnya , Sarah yang masih tertidur dengan wajah yang tampak damai. Tangan Sarah masih menyentuh dadanya dengan lembut.

Rizky segera merasa bingung dan sedikit panik.

"Apa yang terjadi malam ini?" pikirnya dengan hati yang mulai berdebar kencang. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dia tertidur , dia ingat membuat teh untuk Sarah, minum air putih dari botol, lalu tidur di sampingnya dengan guling pembatas. Tapi ingatan setelah itu sama sekali tidak ada di benaknya.

Dia perlahan menggeser tangan Sarah yang menyentuh dirinya dan mulai merapikan diri. Saat dia akan mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, Sarah pun mulai terbangun dengan mata yang masih mengantuk.

"Rizky... kamu sudah bangun?" tanya Sarah dengan suara lembut, sambil mengulurkan tangan untuk menyentuh lengannya.

Rizky mundur sebentar dan menatapnya dengan wajah bingung. "Sarah... apa yang sebenarnya terjadi malam ini? Kenapa kita seperti ini?" katanya dengan nada yang sedikit tegang.

Sarah melihat ekspresi bingung dan sedikit marah di wajah Rizky, lalu perlahan duduk di atas ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lebih erat. Dia terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab dengan suara yang sedikit gemetar.

"Rizky... maaf ya," ucapnya pelan.

Rizky semakin kesal, dia merapikan pakaiannya dengan tergesa-gesa sambil menatap Sarah. "Kenapa kamu lakukan itu, Sarah?! Aku punya hak untuk tahu dan memilih sendiri!" serunya dengan nada yang jelas marah tapi juga ada rasa kecewa yang terlihat di matanya.

"Karena aku mencintaimu, Rizky!" teriak Sarah dengan mata berkaca-kaca. "Kalo bukan karena Rini, kita pasti masih bersama seperti dulu. Aku takut kehilanganmu lagi!"

Rizky terdiam sejenak mendengar kata-kata itu. Ia melihat wajah Sarah yang penuh kesedihan, tapi tetap tegas berkata,

"Cinta tidak bisa dipaksakan, Sarah. Kita sudah berlalu, dan aku tidak bisa kembali ke masa lalu. Kamu seharusnya tidak melakukan ini padaku."

Setelah itu, Rizky segera menyelesaikan berpakaian dan mengambil barang-barangnya. Ia melihat Sarah satu kali lagi sebelum keluar dari kamar.

"Aku perlu waktu untuk berpikir tentang semua ini. Jangan lakukan hal yang sama lagi ya, Sarah."

Tanpa menunggu jawaban, Rizky keluar dari apartemen Sarah dengan hati yang penuh dengan pikiran kacau.

"Aku tahu aku salah, tapi aku hanya takut sendiri..." gumamnya sambil mengulurkan tangan ke arah tempat Rizky baru saja berdiri. Tanpa sadar, dia mulai berbicara sendiri seperti sedang berbicara dengan Rizky yang masih ada di sana.

"Salah kan aku, Rizky? Aku harusnya menghormati keputusanmu. Tapi aku benar-benar tak bisa kehilanganmu lagi..." ucapnya pelan sambil menatap jendela yang sudah mulai terang karena sinar matahari pagi.

Di sisi lain, Rizky berkendara menuju kantor dengan kecepatan tinggi. Pikirannya penuh dengan kejadian tadi malam dan kata-kata Sarah. Ia merasa terkhianati tapi juga ada rasa iba yang muncul ketika melihat kesedihan di wajah Sarah.

"Kenapa harus jadi seperti ini?" pikirnya sambil mengerem mobil sebentar di depan lampu merah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!