NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:776
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai muncul kecurigaan

Rosa mondar-mandir di teras rumah sambil memegang HP berusaha menghubungi Dio kakak nya. Kepanikan dan amarah muncul ketika tidak ada tanggapan sama sekali dari Dio. 

(Kemana ini orang dari tadi dihubungi tidak merespon, apa yang mereka rencanakan sebenarnya, kenapa tidak menghubungi ku sebelumnya)

Begitu terbawa suasana, Rosa jadi terlewat untuk menjemput Antoni pulang sekolah. Untung saja waktu itu, Tio ada janji bertemu dengan kepala sekolah untuk meminta data tentang Nur. Dan sekalian Dia membawa Antoni pulang.

Awalnya Tio hanya ingin mengantar Antoni dan langsung kembali ke kantor. Tapi melihat  Rosa dalam kondisi masih panik Dia mengurungkan niatnya. 

"Ant, kenapa tante Rosa terlihat gelisah?"

"Entahlah Om, Aku juga tidak tahu. Apa Om mau turun sekalian untuk bertanya?"

Tio dengan senang hati menerima tawaran Antoni. 

Kehadiran mereka yang tanpa suara membuat Rosa terkejut. 

"Ka.. kalian kenapa datangnya bisa bersamaan?"

Sebelum Tio menjawab Antoni sudah lebih dulu bilang ke Rosa kalau tadi Dia sudah terlalu lama menunggu Rosa menjemputnya. Dengan wajah memerah karena malu Rosa meminta maaf pada Antoni karena kelalaiannya. Antoni segera masuk ke dalam dan memberi kesempatan Tio dan Rosa untuk mengobrol. 

Tio mendekat ke Rosa sambil tersenyum genit. Ketika Dia mau melancarkan gombalannya, Rosa tiba-tiba dengan nada tinggi memintanya untuk mundur menjauh darinya. 

"STOP jangan bicara! Kamu pasti mau bilang kan kalau aku ini janda muda mu!?"

"Ups... begitukah? Sebenar nya bukan itu yang mau ku katakan padamu."

"Haahh???"

Benar-benar malu yang berlebihan terpancar dari raut wajah Rosa. Dengan salah tingkah Dia mulai mundur teratur. 

Bukan ikut mundur , Tio malah semakin mendekat padanya, bahkan sangat dekat. 

"Aku cuma mau tanya sesuatu pada mu tentang Ibu nya Antoni."

Rosa diam seribu bahasa saat Tio mengajukan pertanyaan tentang Haya. 

(Apa yang ingin Dia tahu tentang Haya, bukannya sudah pernah ku ceritakan padanya tentang keluarga Antoni? atau Dia suka dengan Haya) 

"Memang apa yang ingin kamu tahu tentang wanita itu?"

Tio menggandeng tangan Rosa dan membawanya duduk di kursi teras rumah. Dengan penuh hati-hati dalam menyusun kata-kata Tio berusaha menjaga perasaan Rosa agar tidak berfikiran negatif dengan semua pertanyaannya. 

Meskipun sudah sangat hati-hati tetap saja tanggapan Rosa sinis. Dia bahkan tidak mau menjawab satu pun pertanyaan Tio. Hingga akhirnya memancing sedikit rasa percaya diri Tio terhadap Rosa. 

"Ehh... sayang ku janda muda, jangan cemburu dulu. Aku bertanya tentang Ibunya Antoni bukan karena aku ingin berpaling dari mu cuma aku ingin.... "

"Hust... DIAM! Kamu terlalu percaya diri sekali, memang aku suka sama kamu, ngaca dong, ngaca...!"

Berpura-pura polos, Tio dengan cepat berdiri di depan kaca jendela. Sambil mengelus wajah nya dan berputar di tempat seolah Dia sedang berkaca seperti apa yang dikatakan Rosa. 

"Memang apa yang salah denganku, wajahku tampan, tinggi dan perut sixpack , apa masih ada yang kurang???"

Muak dengan tingkah Tio, Rosa berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah. 

(Aku tidak boleh terjebak dengan semua kata-katanya) 

Merasa gagal Tio memilih mundur dan pergi setelah Rosa menutup pintu dengan suara keras. (Memang wanita susah untuk dipahami) 

Tiba di kantor, Tio melihat Santana keluar dengan terburu-buru masuk ke dalam taxi. Karena penasaran dengan Tuannya, Dia mulai mengikuti taxi yang Santana tumpangi. Perjalanan menuju batas kota dengan tujuan desa yang pernah mereka kunjungi pertama kali, Tio yakin kalau Santana pasti mendapat informasi tentang istri dan anak nya. 

Tidak jauh dari gapura desa Santana turun dan sudah disambut seorang wanita paruh baya. Percakapan keduanya yang tidak lama dan hanya dipinggir jalan itu sama sekali tidak terdengar oleh Tio. Yang membuat Tio penasaran, wanita paruh baya itu memberikan sesuatu pada Santana sebelum akhirnya Dia mendapat uang sebagai gantinya. 

Karena Tio juga ingin tahu apa yang diberikan wanita itu, Dia ikut menghampirinya setelah melihat Santana pergi dengan menggunakan taxi yang masih menunggunya. 

Semakin mendekat, Tio semakin ingat dengan sosok wanita yang tadi sempat bertemu Santana. 

(Oh... sekarang aku ingat, wanita itu salah satu warga yang dulu pernah mengusir kami saat pertama kali datang di desa ini) 

Tidak mau kehilangan jejak wanita itu, Tio menghidupkan mesin mobil nya dan mulai merapatkan di depan wanita itu berdiri. 

Wajah kaget juga terpancar dari wanita itu, ketika melihat Tio datang mendekatinya. Ada rasa takut dan khawatir saat Tio mulai menanyakan ada hubungan apa Dia dengan Tuannya. Wanita itu lebih memilih pergi dan tidak menjawab pertanyaan Tio. 

Dan terpaksa Tio mencegah kepergiannya dengan iming-iming imbalan uang. 

"Katakan kamu mau berapa untuk mau menjawab pertanyaan ku?"

Wanita itu berbalik dan berjalan mendekati Tio. Tanpa di tutupi lagi wanita itu menyebutkan nominal rupiah yang membuat kedua mata Tio membelalak. 

(Gila wanita ini, mahal sekali Dia pasang tarif untuk informasinya) 

Sangat terpaksa Tio pun menyetujui apa yang diminta wanita itu. Tidak bodoh pula wanita itu hanya menceritakan hal-hal yang tidak begitu penting. Dia beranggapan kalau Tio dan Santana saling bermusuhan dan akan menjadikan mereka sebagai pohon uang. 

Tio yang kecewa dengan informasi yang diberikan karena tidak sesuai dengan nominal yang dikeluarkannya, dengan tegas Dia meminta wanita itu untuk jujur. Takut dengan gertakan Tio, akhirnya wanita itu cerita hal yang sama dengan apa yang disampaikan pada Santana. 

Dari cerita wanita itu, Tio yakin kalau Haya kenal dan tahu dengan istri Tuannya. Tanpa berpamitan dan ucapan Terima kasih, Tio kembali masuk ke mobil dan menuju kantor. 

Tiba di kantor, Tio masuk ke ruang kerja Santana. Ruang yang sepi dan kosong itu membuat Tio menjadi bertanya-tanya ke mana Tuannya pergi.

(payah... sekarang giliran aku yang kehilangan jejak Tuan Santana, ke mana Dia, apa mungkin Dia....)

Saat itu yang ada dalam kepala Tio hanya Rumah Sakit yang dulu pernah menjadi saksi saat Dia meninggalkan Santika istrinya. Gerak cepat Tio keluar dari ruang kerja Santana untuk menuju ke Rumah Sakit.

Hanya membutuhkan waktu setengah jam, mobil Tio sudah masuk ke area parkir Rumah sakit. Melihat keadaan sekitar Rumah sakit yang bangunannya sudah ada yang hampir roboh, timbul kekhawatiran pada Tio tentang Tuannya.

(Rumah sakit ini apa sudah tidak beroperasi lagi, kenapa sepi dan tidak terawat)

Memberanikan diri masuk ke dalam Rumah sakit sambil menoleh kanan kiri Dia menyusuri koridor yang warna cat dinding nya sudah kotor. Dengan tenang Dia terus berjalan mencari asal suara yang terdengar sayup-sayup ditelinganya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!