NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang ratu di singgasana kaca

Enam bulan telah berlalu sejak kepulan asap dari reruntuhan "Eden II" menghilang di cakrawala Pasifik. Jakarta kini telah kembali ke ritme normalnya yang hingar-bingar, namun di balik dinding kaca gedung pencakar langit yang paling tinggi di Sudirman, sebuah peta kekuatan baru telah terbentuk.

Gedung itu kini bernama Vandana-Arunika Tower. Tidak ada lagi dua nama yang bersaing; yang ada hanyalah satu entitas tunggal yang menguasai sektor energi, telekomunikasi, dan data siber di seluruh Asia Tenggara. Dan di puncaknya, di lantai 99, duduk sang arsitek dari kedamaian yang tegang ini: Selena Arunika Vandana.

Selena menatap pantulan dirinya di dinding kaca ruang kerjanya yang luas. Ia tidak lagi mengenakan gaun sutra lembut yang membuatnya tampak seperti pajangan. Hari ini, ia mengenakan setelan jas tailored-made berwarna abu-abu baja yang tajam. Rambutnya diikat rapi, menonjolkan garis rahangnya yang tegas dan sorot matanya yang kini lebih dingin daripada algoritma keamanan paling mutakhir.

"Nyonya CEO, para dewan direksi sudah menunggu di ruang rapat utama," suara asisten pribadinya melalui intercom memecah keheningan.

Selena tidak menjawab. Ia hanya mengambil tablet tipis di mejanya dan melangkah keluar. Langkah kakinya yang mantap dengan sepatu hak tinggi bergema di lorong yang dilapisi marmer putih.

Di dalam ruang rapat, dua belas pria paruh baya—sisa-sisa direktur dari faksi Vandana lama dan faksi Arunika yang sempat memberontak—duduk dengan gelisah. Mereka adalah orang-orang yang dulu menganggap Selena hanyalah "hadiah perjodohan" atau "barang dagangan".

Saat Selena masuk, ruangan itu seketika hening. Tidak ada yang berani berbisik. Bahkan Dahayu, yang duduk di kursi penasihat teknis, hanya mengangguk kecil dengan rasa hormat yang tulus.

"Laporan kuartal ini menyebutkan adanya kebocoran dana sebesar 150 juta dolar di divisi pembangunan infrastruktur laut," Selena memulai tanpa basa-basi. Ia tidak duduk; ia berdiri di ujung meja, menatap satu per satu wajah di hadapannya.

"Itu... itu adalah biaya tak terduga akibat badai, Nyonya," jawab salah satu direktur dengan suara gemetar.

Selena meletakkan tabletnya di meja. Layar proyektor di belakangnya menyala, menampilkan aliran dana yang rumit yang berpindah melalui tujuh akun cangkang di Kepulauan Cayman. "Jangan menghina kecerdasanku dengan alasan cuaca. Aku mungkin sudah tidak memiliki akses satelit global secara biometrik, tapi aku masih tahu cara melacak kode bank yang kalian pikir sudah kalian hapus."

Ia mendekati direktur tersebut, membungkuk sedikit hingga wajah mereka sejajar. "Aku tidak akan memecatmu. Aku akan menyerahkan seluruh sejarah pajak keluargamu kepada Interpol secara anonim sore ini jika kau tidak mengembalikan dana itu dalam dua jam. Pilihannya sederhana: penjara internasional atau kebangkrutan pribadi."

Direktur itu pucat pasi, nyaris pingsan di kursinya.

Setelah rapat yang mencekam itu usai, Bhanu masuk dari pintu samping. Ia mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung, tampak lebih santai namun tetap memancarkan aura predator yang siap menerkam siapa pun yang mengganggu istrinya.

"Kau terlalu lembut pada mereka, Sayang," ucap Bhanu sambil berjalan mendekati Selena dan melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu. "Raka pasti lebih suka jika kau membiarkan dia 'membereskan' mereka di parkiran bawah tanah."

Selena menyandarkan kepalanya di bahu Bhanu, melepaskan topeng CEO-nya sejenak. "Dunia sudah terlalu banyak melihat kekerasan, Bhanu. Terkadang, ketakutan akan kemiskinan lebih efektif daripada ketakutan akan kematian bagi orang-orang seperti mereka."

Bhanu mencium pelipis Selena. "Kau benar-benar telah menjadi Ratu yang ditakuti. Aku hampir merasa kasihan pada siapa pun yang mencoba bermain api denganmu sekarang."

Namun, momen tenang itu terganggu oleh kedatangan seorang staf keamanan senior yang membawa sebuah kotak hitam kecil. Wajah staf itu tampak sangat tegang.

"Tuan, Nyonya... kotak ini ditemukan di meja depan. Tanpa pengirim, tanpa catatan di sistem kurir. Namun, sensor pemindai kami mendeteksi adanya frekuensi radio pasif yang sangat lemah dari dalamnya."

Bhanu segera menarik Selena ke belakang tubuhnya. Dahayu mendekat dengan perangkat pemindai genggam. Setelah memastikan tidak ada bahan peledak, Dahayu membuka kotak itu dengan hati-hati.

Di dalamnya bukan bom, melainkan sebuah tes kehamilan digital yang menunjukkan hasil positif, diletakkan di atas sebuah foto ultrasonik yang sangat jelas. Namun, yang membuat napas Selena tercekat bukan hanya kabar kehamilan itu.

Di samping foto tersebut, terdapat sebuah catatan kecil dengan tulisan tangan yang sangat mereka kenal:

"Dewa baru telah memilih rahimnya. Sejarah tidak bisa dihapus, ia hanya berganti kulit. Selamat atas janin Alpha pertama di dunia, Selena."

Darah Selena seolah berhenti mengalir. Ia belum melakukan tes apa pun, namun seseorang di luar sana sudah tahu tentang apa yang terjadi di dalam rahimnya bahkan sebelum ia merasakannya.

"Ibu..." bisik Dahayu, wajahnya memucat. "Dia tidak pernah mati. Dia sedang menunggu momen ini."

Bhanu mencengkeram kotak itu hingga retak. Ketakutan yang ia pikir sudah terkubur di Pasifik kini bangkit kembali, jauh lebih nyata dan lebih berbahaya, karena kali ini, musuh mereka mengincar sesuatu yang ada di dalam darah mereka sendiri.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!