NovelToon NovelToon
Sikap Aneh Suamiku

Sikap Aneh Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / Duda / Berondong
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Awalnya kupikir Roni adalah tipikal suami yang baik, romantis, lembut, dan bertanggung jawab, namun di hari pertama pernikahan kami, aku melihat ada yang aneh dari diri Suamiku itu, tapi aku sendiri tidak berani untuk menduga-duga sebenarnya apa yang tersembunyi di balik semua keromantisan suamiku itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyakitkan

Aku penasaran kenapa Mas Roni bisa masuk ke dalam rumah itu, bukankah kata Sisi, Dokter Eva itu sudah berkeluarga, dia punya suami dan anak-anak, tapi kenapa mereka seberani itu?

“Bang tunggu sini sebentar ya, saya mau ke warung kopi yang ada di depan situ!" Kataku pada tukang ojek sambil menunjuk ke warung kopi yang terletak di seberang jalan, depan klinik Dokter Eva.

"Iya Mbak!“ sahut tukang ojek itu.

Aku kemudian langsung berjalan menuju ke warung kopi yang terletak di seberang klinik bidan Eva, rencananya ingin mengetahui tentang keluarga itu, supaya rasa penasaranku terjawab.

Hari sudah terlihat gelap, sepertinya ini sudah jam 06.00 lewat, seorang ibu penjaga warung kopi itu sedang membuatkan kopi untuk salah seorang pelanggan yang terlihat sedang duduk di sana, Aku pun segera menghampiri ibu itu.

"Permisi Bu, boleh numpang tanya?" tanyaku.

"Oh iya Mbak, mau tanya apa ya?” sahut ibu tukang kopi itu.

"Apakah hari ini Dokter Eva ada praktek? Kelihatannya kliniknya sepi!“ ujarku berbasa-basi.

“Oh hari ini kan hari libur, Dokter Eva tadi praktek setengah hari, kliniknya tutup cepat, paling hanya ada beberapa perawat saja yang berjaga di dalam, memangnya Mbaknya mau periksa apa?“ tanya si Ibu warung.

“Saya mau periksa kehamilan Bu, Kebetulan saya sudah positif, lalu apakah rumah yang di samping itu adalah rumah Dokter Eva? Tapi kenapa rumah itu kelihatan sepi?“ tanyaku lagi.

“Kalau mau periksa besok pagi lagi saja Mbak, kebetulan suami Dokter Eva sedang ke luar kota, dan anak-anak mereka pun sedang liburan ke rumah neneknya, jadi memang di rumah itu tidak ada orang paling hanya Dokter Eva saja yang sedang beristirahat!“ jelas ibu tukang kopi itu.

"Ibu tau dari mana?"

"Bu Dokter sendiri yang bilang waktu tadi beli kopi serenceng!" sahut si Ibu lagi.

Aku terdiam, mataku terpaku pada rumah Dokter Eva yang ada di samping kliniknya, pantas saja rumah itu terlihat sepi, suami Dokter Eva sedang dinas keluar, dan anak-anaknya pun sedang tidak ada, itu berarti di dalam rumah itu hanya ada Dokter Eva dan Mas Roni, entah apa yang mereka lakukan di sana. Mereka juga masuk ke dalam rumah itu begitu cepat, seolah Mas Roni itu hanya mengantarkan Dokter Eva saja, tapi kini motornya pun sudah terparkir di dalam rumah itu.

Entah kenapa hatiku begitu sakit, kemungkinan besar Mas Roni dan Dokter Eva sedang bermaksiat di dalam sana, Apakah aku harus mendatangi rumah itu lalu langsung menggerebek mereka, aku benar-benar bingung apa yang harus aku lakukan.

"Lho kok malah bengong Mbak?" tanya ibu warung kopi itu bingung, karena melihatku yang langsung terdiam dan masih berdiri terpaku di depan warungnya.

“Bu, Apakah ada orang yang suka keluar masuk ke dalam rumah itu kalau sedang sepi?” tanya ku balik, aku sangat ingin tahu bagaimana situasi lingkungan sekitar sini, sampai tidak ada yang tahu kalau di dalam sana ada perbuatan maksiat.

“Duh Mbak, itu kan Jalan Raya Mbak, mobil motor tiap hari padat lalu lalang, saya mana Perhatikan Kalau ada teman atau saudara atau siapa yang datang ke rumah Dokter Eva, walaupun saya kadang suka melihat Dokter Eva itu naik ojek, entah dari mana, tapi kan saya tidak terus-terusan memperhatikan dia, karena saya buka warung dan kadang juga warung suka ramai!“ jawab ibu warung kopi itu.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku tanda mengerti, ya benar, ini adalah pinggir jalan raya yang sangat ramai, banyak motor dan mobil lalu lalang dan orang-orang pun juga tidak mungkin memperhatikan klinik maupun rumah itu, dan siapa saja yang masuk ke dalamnya, Wajar saja sih Ibu warung kopi ini juga tidak memperhatikan, meskipun dia mengatakan kalau Dokter Eva sering pulang naik ojek, tapi setelah itu dia tidak memperhatikan lagi karena dia juga punya warung dan pelanggan yang harus dilayani.

"Ya sudah Bu, terima kasih informasinya, besok lagi saja deh saya datang buat periksa!" Pamitku pada ibu warung kopi itu, sang Ibu hanya menganggukan kepalanya karena ada beberapa orang yang memesan kopi dan mie rebus, dan aku pun langsung kembali berjalan menuju ke abang tukang ojek yang masih setia menungguku.

Sebelum aku sampai di tempat Abang ojek yang menungguku, aku sempat mengambil foto rumah itu, setelah itu aku kembali berjalan.

Entah dengan perasaan yang bagaimana, yang pasti sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata.

“Bang, Kita balik pulang ke rumah saya ya!" Kataku lemas saat sudah sampai di tempat Abang ojek menungguku.

"Sudah selesai mbak? Memangnya Mbak tidak mau masuk rumah itu? Saya tahu Mbak sedang mengikuti suaminya kan, kenapa tidak digerebek saja sekalian Mbak?" tanya tukang ojek itu, kelihatannya dia sangat bersimpati padaku.

"Tidak usah bang, belum waktunya, sekarang lebih baik kita pulang saja, Terima kasih karena sudah lama menunggu!" Jawabku yang kemudian langsung naik ke atas motor yang sudah dinyalakan oleh Abang ojek itu.

Kemudian Abang ojek Itu melajukan motornya kembali pulang ke rumahku, sepanjang perjalanan aku berpikir, aku butuh orang untuk berkonsultasi, aku tidak mungkin gegabah melabrak sendirian ke rumah itu, Aku tidak punya cukup keberanian meskipun emosiku sudah di atas ubun-ubun, aku teringat pada janin yang kini baru bersemi di dalam rahimku, aku tidak ingin karena emosiku membuat aku jadi tidak stabil dan malah akan merugikan Bayiku ini, walau bagaimana ini bukan bayi yang berdosa, dia tidak tahu apa-apa, dan aku berkewajiban untuk menjaganya sampai lahir ke dunia nanti.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam karena jalanan yang terlihat macet, aku pun langsung masuk ke dalam rumah.

Entah kenapa di ruang tamu itu aku langsung menangis, aku juga tidak tahu kenapa perasaanku begitu rapuh aku hanya bisa menumpahkan semuanya dengan tangisan.

Kini sudah jelas, suamiku Mas Roni berselingkuh dengan Dokter Eva, entah mereka sudah berapa lama, tapi yang lebih pahitnya lagi mereka sudah bersama bahkan sebelum aku menikah, dan saat aku mengikutinya itu sudah sangat terbukti mereka bersama di dalam satu rumah yang sedang sepi, aku sudah bisa membayangkan apa yang mereka lakukan di sana, itu sungguh sangat menyakitkan hatiku.

Setelah aku mulai bisa menenangkan diriku Aku kemudian mengambil ponsel, Aku hendak menelepon Sisi, Aku ingin mencurahkan isi hatiku padanya, paling tidak hanya Sisi yang tahu masalahku saat ini.

"Halo Fani, kamu baik-baik saja kan? Tumben kamu meneleponku malam-malam begini!“ terdengar suara Sisi dari seberang telepon saat aku menghubunginya.

"Si, Aku baru saja membututi Mas Roni, ternyata benar dia pergi ke klinik Dokter Eva, tapi bukan ke kliniknya, melainkan rumah yang ada di samping klinik itu, saat itu keluarga Dokter Eva sedang tidak ada di rumah, aku sudah tanyakan pada ibu warung kopi yang ada di seberang jalan klinik itu!" ungkapku sambil menahan tangis.

“Lalu?"

“Saat itu rasanya aku ingin sekali datang ke rumah itu untuk menggerebek mereka, tapi aku ingat, aku tidak boleh gegabah, yang akan menyakiti diriku sendiri, aku harus tetap waras, apalagi kini kondisiku sedang mengandung, tapi di sisi lain hatiku sangat sakit Si, Bahkan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya!" lanjutku yang sudah tidak lagi bisa menahan air mata yang tumpah

"Ya Tuhan Fan, aku ikut merasakan apa yang kamu rasakan, aku bisa bayangin Bagaimana rasanya, kamu tenang saja dulu, jangan terpancing emosi, kalau semuanya sudah jelas, kamu pun sudah punya bukti, menurutku kamu jujur saja pada suamimu saat dia pulang nanti, ajak bicara dari hati ke hati!“ jawab Sisi.

"Jujur? Apakah aku harus mengungkapkan semua pada Mas Roni?" tanyaku lagi.

"Iya Fan, karena kamu sudah melihat sendiri bukti-bukti yang kamu temukan selama ini, dan sudah saatnya kamu meminta pertanggungjawaban dari suamimu, dan mengungkapkan semua apa yang kamu ketahui, sudah tidak ada yang harus diselidiki lagi, karena semua sudah jelas!" Jawab Sisi.

"Baik Si, Malam ini aku akan tunggu Mas Roni pulang, dan aku akan bicara serius dengannya, dan kalaupun aku harus berpisah dengan Mas Roni aku ikhlas, aku ikhlas merawat bayi ini sendirian, karena walau bagaimana hatiku telah sakit dan hidupku juga telah hancur karena kebohongannya!“ ucapku dengan suara parau dan tangis yang tidak bisa tertahankan lagi.

Bersambung….

1
Cookies
next thor, eva kah
Cookies
siapa kah itu
Cookies
jgn² silvia, dokter eva kah
Neng Saripah
masih teka teki 🤔
Soraya
sekalipun kmu butuh jgn sampai kmu narik uang dari ATM Sandi jgn cari masalah baru Fani
Lee Mbaa Young
knp novel ini dukung Roni krn korban Roni dan Eva adlh lelaki.
coba kl korban perselingkuhan perempuan pasti karma akn berat buat pelakor. krn roni lelaki mk namanya Pebinor.
Lee Mbaa Young
Fani polos banget orang baik kadang untuk nutupi busuk nya.
kayak pak RK baik casing nya tp busuk selingkuh.
bgitu juga dng Roni baik cm casing tp laki pezina 🤣.
kl Roni baik gk akn zina dng istri orang. kesalahan roni fatal lo.
Soraya
terlepas dari karmanya Roni, klo kita lgi butuh bantuan jgn kn orang lain saudara sendiri pun enggan membantu sekalipun orang itu pernah minta tolong sm kita
Soraya
jangan nyari masalah Fani lebih baik kmu kembalikan ATM dari Sandi
Lee Mbaa Young
itulah karma pezina, anak perempuan hasil zina. ntar sekolah akte binti ibu nya,saat nikah gk bisa jd wali 😄🤣.

tau kenapa rejeki seret krn Nyakiti suami sah, rasakno Sekarang nikmati saja karma nya smp miskin semiskin miskinnya.
Lee Mbaa Young
🤣🤣 karma mu.
kau itu pelaku tp macak korban. hidup mu akn terus sial krn korban aslinya alias Ivan blm memaafkanmu.
makane to jadi laki laki jng gragas, burung di jaga main masuk goa istri orang seenaknya. ntar anak perempuanmu itu juga nurun suami nya selingkuh biar tau rasanya sakit kayak Ivan yg Sekarang mlh di penjara.
Lee Mbaa Young
🤣🤣 itu karma roni krn Ivan blm memaafkan roni dan Eva.
ingat waktu kepenjara mlh songong minta maaf nya krn Ivan disini korban mlh dia yg di penjara.
smp kapanpun roni gk akn sukses lagi krn membawa dosa yg blm di maafkan Ivan. doa orang tersakiti manjur lo,.
Lee Mbaa Young
apa dng maaf semua selesai. sakit hati lo Ron. wanita yg di selingkuhi suami saja bisa gila.
lah ini dng enteng nya cm bilang maaf Dan anggap semua selesai, gila hukum gila. hukum karma nya kurang buat roni dan Eva.
dan dng enteng nya cm bilang maaf hello roni bner sombong apa katanya tadi yg penting sdh minta maaf ya Tuhan sesombong itu roni.
dng km sujud di kaki Ivan saja gk akn bisa menghapus sakit nya pengkhiatan itu. palagi smp punya anak haram.

gedek banget ma roni dng sombong nya cm bilang maaf jumawa sekali.
Semoga karma lbih pedih segera datang.
Lee Mbaa Young
nasib orang baik Ivan yg korban mlh di penjara, kasian anak nya.
nasib penjahat roni dan Eva serta anak haram nya mlh enak krn di asuh oleh fani yg tolol.
Lee Mbaa Young
kasian Ivan laki baik mlh di penjara.
kenapa Roni dan Eva mlh masih hidup enak penjahat nya.

hrse lbih kejam karma roni, misal pincang permanen atau burung nya kebakar kemarin biar gk bisa masuk lubang istri orang.

di sini yg baik jd tersangka tp penjahat sebenarnya mlh masih Selamat dan gk dpt sangsi sosial.
hrse roni dpt sangsi sosial, jng smp anak perempuan mereka les pada roni takut e nnti di ajak enak enak, soale roni istri orang saja doyan kan. gragas burung nya suka celup istri orang smp jd anak. syukur anak e perempuan nnti gk dpt wali bapak nya malu seumur hidup 🤣🤣🤣
panjul man09
mungkin karna fani ada rumah dan usaha dan roni tidak melakukan kekerasan dlm rumah tangga jadi dia bisa memaafkan dan mungkin fani belas kasihnya luas jadi banyak pertimbangan
Lee Mbaa Young
Kl aku jd fani dah ku tinggal, hidup sdh pas pas an masih hrs ngurus anak hasil selingkuh. iuhh ogah banget lah. blm lagi nnti ngurusi mertua bukan kah adik roni dah gk mau ngurus kan.🤣🤣🤣.
Selamat Selamat jd babu gratisan.
Lee Mbaa Young
bukan gk tega, km saja yg bucin mungkin bner kata dokter Eva roni itu pinter muasin mkne mau sprti apapun roni walau punya anak haram ttp km terima 🤣.
Selamat jd babu nya roni dan anak haram nya itu 🤣.
Lee Mbaa Young
anak akibat Dr burung roni yg njajah goa bini orang. gini kn nyusahin istri.
mnding kl nikah sm duda jelas bawa anak itu baru oke setidak nya anak SAH.
Lee Mbaa Young
Kl suami cm kena musibah trus miskin sih gk masalah.
la ini dah kena musibah masih hrs ngurus anak haram hasil selingkuh roni. tmbh beban.
ntar lihat Eva roni kasian trus mau nolongin.
iuhh kl aku mah ogah bnget. mnding hidup sendiri enak gk makan hati lihat anak haram nya roni.
mnding kl roni status duda bawa anak sih oke kita jd ibu tiri baik lah ini hasil niduri istri orang. bner laki gk punya martabat. istri orang pun di genjot 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!