Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.
Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.
Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.
Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
antagonis
"Akhir nya kita sampai juga yah di Jepang."
"Iya akhir nya, hotel nya udah di pesen kan?"
"Udah Raisa, kita sekamar."
Raisa mengangguk antusias, kalau sekamar kan mereka ada waktu untuk curhat.
"Damian kamar lo di samping gue, gue nomor 4477, lo 4476."
"Iya."
. .
brukk
Stella memejamkan mata nya dia berbaring kamar hotel, kamar ini memang mewah ada dua kasur yang berbeda, fasilitas yang lengkap sesuai harga.
Mereka tiba pada waktu sore, jadi memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, Stella dan Raisa pun terlelap di kasur yang berbeda.
...
"Berapa bulan lagi? " ucap nya dingin.
" 9 bulan lagi. "
"Masih lama, apakah situasi nya masih rumit?!"
"Tidak Putraku, namun memang harus pengalihan isu, mereka pasti nya masih tak terima saat ini."
"Hmm... baiklah,"
"kau di Jepang sekarang? bersenang-senanglah."
"Ya Mom."
tut tut tut
Seorang pria yang terlibat perbincangan handphone itu melemparkan handphone nya ke kasur, Damian? ya benar Damian.
Yang menelpon nya tadi adalah Ibu nya, dulu Damian ingin segera pergi meninggalkan mansion victoria itu, namun sekarang ada rasa tak rela, membuat keinginan Damian tak sekuat dulu.
Sore hari pun berlalu, malam hari menyapa angin Jepang cukup dingin saat ini, Stella dan Raisa tengah bersiap siap mereka akan makan malam menuju lantai bawah.
"Berarti Damian juga akan ikut kemana pun kau pergi? "
"Benar sekali, "
"Mengapa tak memberontak saja seperti biasa? ku lihat akhir akhir ini kau cukup penurut Stella. "
"Ingin sekali, tapi bisa saja setelah ini aku tak akan bisa bebas seperti ini, Papi pasti akan memperketat pengawasan ku, dan itu menyebalkan! "
Raisa mengangguk mengerti,mereka melangkah keluar ruangan, hendak melewatkan kamar Damian, tapi seketika Stella mempunyai ide.
Salah satu tujuan nya kan untuk membuat Damian kesal, pasti nya Damian tak akan tenang selama di sini kan, dan itu juga akan berdampak pada persentase nya kan.
Stella pun mengetuk pintu kamar Damian, Damian yang baru saja mandi mengernyit, siapa pikir nya.
Ceklek
"Stella? ada apa? "
"Cepet gue udah lapar, tugas lo di sini ngikutin gue kan!? "
Ucap nya sinis, Damian mengangguk, menutup pintu nya dan mengikuti Stella.
Di sini lah mereka berada, di restoran hotel ini, Stella bersemangat memesan udang kesukaan nya, dan lobster, begitu pun Raisa yang memesan ikan salmon ke sukaan nya dan banyak lagi.
"Nih, pesen lo mau apa. " sarkas sinis Stella. Damian melirik ekspresi itu, shit.
Selesai memesan Stella dan Raisa berbincang lagi, "ah lo mah kan udah gue bilang universitas yang kita pilih itu emang ada dedemit. "
"Ya mana gue tau, aish males banget gue, "
"Tapi ada kabar baik nya juga." seru Raisa antusias.
"Banyak spesies tampan, lo gak akan kecewa. "
"Really."
"Hm.. nanti gue tunjukan jurusan apa aja, setidak nya kita bisa cuci mata lah. "
"Oke, "
"Ah.mana make up terbaru yang baru itu. "
"Kata nya sih di mall deket sini, ada tas nya juga, kata nya sih Chanell,gatau sih liat aja lah besok."
"Yaudah lah besok."
Damian sedari tadi membalas pesan teman-teman nya, eh, teman? namun telinga nya tak bisa mengelak mendengar percakapan kedua gadis ini.
Di mana posisi Raisa itu berada di depan Stella, dan Damian di samping Stella.
Pelayan pun datang, mengantarkan makanan, Stella menatap udang dan lobster pesanan nya ini.
Menatap Damian, hm Damian hanya alergi kan, menyentuh nya tak akan membuat ny gatal-gatal bukan?
Tring
"Hallo Nona, jangan ragu, jangan pusing nona, langsung saja mulai aksi anda."
"Kau membuat ku kaget Sistem, tumben kau muncul, kemana saja sedari tadi? "
"Tentu aja hanya mengamati, sedari tadi tak ada yang menarik, ayo nona, bukan kah akan lebih menyenangkan melihat target tersiksa."
" Ck Sistem kriminal ini. " sarkas Stella dalam hati nya.
"Tunggu Damian, kau kupas kan udang ini, harus bersih!"
Stella menggeser piring berisi udang itu, Stella memulai aksi nya menyusahkan Damian, dia harus tega, ya harus.
Damian menatap udang di depan nya, melihat Damian yang terdiam Stella pun memulai lagi. "kenapa diem, gak suka lo! "
"Engga Stella,"
"Yaudah cepetan kupas."
"Iya Damian lo itu ya, harus nya bersyukur Stella udah gak minat sama lo maka nya hidup lo tentram akhir-akhir ini, jadi lo nurut." sinis Raisa.
Stella menatap Raisa yang berbicara seperti itu, tak usah di ragukan sahabat antagonis ini, lalu menatap Damian kembali.
"Iya cepetan gue laper,"
Damian pun mengambil satu udang itu, hendak mengambil sarung tangan.
"ett.. mau ngapain lo?"
"Pake sarung tangan."
"gak, siapa suruh, pake tangan lo langsung."
Stella berusaha angkuh, "kenapa diem cepetan gue laper."
Sedangkan Raisa hanya memperhatikan pertunjukan di depan nya, setidak nya tak akan membosankan.
Damian mengambil udang dengan tangan nya, mengupas udang itu hendak m letakan di piring Stella.
"Aaa..... "
Stella membuka mulut nya di samping Damian, sontak saja Raisa yang hendak menyuapkan makanan nya membeku. mata nya melotot kaget.
"A_ap_a" Damian kaget.
"Ck, cepet suapin gue, males gue. "
Ucap Stella memegang tangan Damian dan mengarahkan tangan berisi udang itu ke mulut nya, Stella mengunyah nya perlahan.
Lihatlah dia sudah sedikit menyusahkan Damian kan, pasti nya Damian mulai kesal lagi pada nya.
Berbeda dengan pikiran Stella, keadaan Damian jauh berbeda, hati nya berdebar telinga nya memerah.
Raisa menyaksikan itu mengerjap, sahabat nya ini, dua orang di depan nya ini sedang bermesraan di depan nya yang jomblo ini kah?
"Yak kenapa diem cepet kupasin dan suapin gue lagi gue laper ini!"
Damian mengupas kembali udang itu, terus menerus hingga habis, lalu beralih pada lobster bahkan hingga minum pun Stella ingin Damian yang mengarahkan sedotan itu pada nya.
Pasti nya karena sifat kekanak kanakan ini Damian Pasti nya akan semakin muak pada nya kan, hahaha.
"Anda... sungguh_"
"Pintar kan, sudah kenyang sekali aku dengan pujian mu itu. "potong stella dalam hati.
"Ya semau Anda nona."
Raisa mengunyah makanan nya sembari menatap adegan di depan nya yang menurut nya menjadi romansa.
Seperti seorang kekasih yang menyuapi gadis nya kan, bahkan sejak kapan sahabat nya semanja ini, akhir-akhir ini juga sikap nya berubah kepada Damian.
Jangan-jangan Stella menyukai Damian, apa mungkin yah, banyak sekali praduga di pikiran nya ini.
Tapi tak mungkin juga, Raisa ragu, sahabat nya masih seperti biasa sikap nya ketus dan sinis, juga kata kata masih lumayan pedas pada Damian, tapi adegan ini uh romantis sekali.
semnagattt💪😍😍😍