Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Syara pun menggeser tubuhnya dengan hati hati. Lalu mengambil bantal untuk alas kepala Ken yang sudah terlelap
" Dasar kamu Sya, rupanya dia hanya mau dekat dengan mu saja. Kamu aja yang terlalu geer," kata Syara bermonolog pada dirinya sendiri. Karna tadi sempat berpikir macam macam tentang suaminya.
" Huh...aku juga sudah mengantuk," Syara lalu mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh Ken yang hanya memakai celana pendek.
" Apa dia sudah terbiasa tidur tidak memakai baju," gumam Syara sembari mengambil bantal lagi untuk kepalanya. Lalu kembali berbaring sambil menatap Ken.
" Dia tidak seburuk yang aku pikirkan" kata Syara lalu ikut memejamkan matanya. Karna matanya sudah tak kuat lagi untuk melihat
Paginya seperti biasa Ken sudah bangun lebih awal. Sehabis mandi Ken langsung menyetel alarm untuk Syara sebelum ia menyiapkan sarapan di dapur. Takut istrinya itu mengomel seperti kemaren. Karna ia tak membangunkan Syara lebih awal.
Kring .....kring....kring....
" Heh.....jam 6 " kata Syara kaget lalu bangun dan langsung duduk
" Kemana dia, apa dia sudah berangkat ?" tanya Syara sembari turun dan mengambil piyama handuknya untuk mandi. Tak lama Syara mandi, sekitar 25 menit ia sudah keluar dan langsung berpakaian. Setelah itu Syara keluar menuju dapur.
" Kak Ken, aku pikir sudah berangkat," kata Syara melihat suaminya itu sedang menyiapkan sandwich dan telur rebus juga dua gelas susu di meja.
" Ayo sarapan, kau sudah mandikan?" tanya Ken yang sudah melihat Syara berpakaian rapi. Lalu duduk di meja makan.
" Hehehe ...terimakasih kak, harusnya Syara yang menyiapkannya ," kata Syara menarik kursi dan duduk di depan Ken
" Hmmm...bangun lah lebih awal," kata Ken menatap wajah lugu Syara
" Maaf , Syara biasanya di bangunkan bibi kalo dirumah dan Mini jika di kost kosan," jawab Syara mulai mengambil sandwich.
" Tapi kau bukan anak kecil lagi sa?" kata Ken juga mengambil satu sandwich dan mulai menggigitnya. " Paling tidak dirimu sendiri," kata Ken memberi saran
" Ya tahu ....tapi kenapa kak Ken bilang begitu. Ngak ikhlas nih nyiapin sarapan buat Syara ," kata Syara menatap Ken.
" Ikhlas... tapi jika kau sibuk , jangan melupakan dirimu sendiri. Paling tidak kau harus punya asupan energi untuk tenagamu. Itu sebabnya tubuhmu kerempeng," sindir Ken
" Hah....mana ada kak, ini memang perawakan Syara. Masa Syara harus makan melulu, kan harus ada jedanya," kata Syara protes. Karna Ken menganggapnya kurus kerempeng
" Dasar bocah, di bilangin malah protes," batin Ken yang hanya bisa menatap istrinya itu tanpa menjawab perkataan Syara.
" Tapi untuk seusia mu itu, berat tubuh mu kurang ideal. Bukannya kau calon dokter. Apa tidak belajar masalah kesehatan tubuh manusia ?" tanya Ken
" Aish....tapi kan ngak wajib kak, ini sudah pas untuk ukuran tubuhku," jawab Syara asal membuat Ken hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan jawaban Syara
" Sudah habiskan sarapannya,, bawa bekal untukmu jaga jaga," kata Ken
" Hah...please kak, Syara bukan anak SD lagi. Masa harus bawa bekal sih ke kampus. kak Ken aja ya. Biar Syara siapkan," kata Syara.
" Terserah," kata Ken sembari meminum susunya sampai tandas. Dan Syara hanya melongo melihat Ken meminum susunya sampai habis.
" Kenapa ?" kata Ken
" Tidak .. ngak kenapa napa," kata Syara yang akhirnya juga meminum susunya. Namun ia hanya minum setengahnya saja. Membuat Ken mengambil gelasnya. Dan meminum susu miliknya sampai habis.
" Hah ....." kata Syara melongo melihat Ken menghabiskan susunya
" Mubazir, sudah dibuat kan juga ," kata Ken berdiri dari kursinya dan membawa piring kotor ke wastafel. Lalu Syara mengikutinya
" Sini Syara yang nyuci. Kan Ken mandi saja dan bersiap. Nanti Syara numpang mobil Kak Ken ya sampai depan kampus," kata Syara sembari membawa gelas kotor
" Ya...." kata Ken yang membiarkan Syara mencuci piring dan gelas bekas mereka makan. Lalu pergi meninggalkan dapur.
****************
Siangnya di kantor saat Ken sedang menyelesaikan pekerjaannya Ken kedatangan tamu yang belum membuat janji dengan nya
" Ada apa?" kata Ken menatap wanita itu masuk ruangannya tanpa memberi tahu kedatangannya lebih dulu, untuk bertemu.
" Hanya ingin melihat mu, apa kau baik baik saja. Apa kau sudah menemukan Syara. Kenapa ngak di bawa pulang?" kata wanita itu mendekati Ken.
" Apa penting, lagi pula mami dan papi sudah berangkat ke Hongkong," jawab Ken santai
" Apa dia menerima mu ? atau jangan jangan dia kabur lagi dari mu. Syara memang begitu dia tidak mau di usik," kata wanita itu yang tak lain adalah Farah.
" Aku bisa menanganinya rah, ada kepentingan apa kau datang kesini?" kata Ken melirik Farah yang berdiri di dekatnya.
" Ken jujur saja, kita ini sudah dewasa. Syara itu masih kekanak kanakan. Kenapa kau menolak ku, padahal kita bisa menjalin hubungan yang harmonis demi kedua belah pihak keluarga kita. Sedangkan Syara dia tidak akan perduli dengan ini," kata Farah
" Itu menurutmu kan, tapi tidak menurutku," kata Ken. Yang menghentikan pekerjaannya sesaat lalu bersandar di kursinya.
" Ken kita berteman sejak lama, aku bisa membantu mu untuk mengurus perusahaan dan juga melayani urusan biologis mu," kata Farah sembari membalikkan tubuhnya menghadap Ken.
Ken hanya tersenyum tipis. Lalu menatap Farah lekat. " Maaf aku tidak butuh itu rah, karna aku sudah terbiasa melakukannya sendiri. Untuk masalah biologis aku juga belum tertarik," kata Ken jujur.
" Kau ...." kata Farah tercekat lalu duduk di meja Ken sembari menatap pria yang ia kagumi selama ini.
" Kau wanita yang cantik, pintar dan cerdas. Aku yakin kau bisa mencari pria lain yang lebih dariku," kata Ken menatap Farah.
" Kau sengaja menikahi Syara karna dulu aku menolak mu kan," kata Farah teringat saat mereka masih bersekolah dan Ken adalah adik tingkatnya.
" Tidak, kau benar kau memang lebih tua dari ku. Dan aku pantas menjadi adik mu. Lagi pula Syara lebih polos dari mu," sindir Ken dengan wajah datar
" Apa maksudmu?" kata Farah terkejut dengan perkataan Ken seakan sedang menyindirnya
" Kau pikir aku tidak tahu tentang pergaulanmu dengan banyak pria, dulu aku ingin dekat dengan mu karna hanya ingin menjagamu. Bukan bermaksud mendekati mu rah. Tapi kau salah paham ," kata Ken membuat wajah Farah berubah seketika.
" Aku tidak melakukan apa apa dengan mereka hanya sekedar berteman dan bersenang senang," kata Farah seakan menegaskan sesuatu.
" Aku tidak bertanya, tapi asal kau tahu batas kewajaran wanita pada laki laki adalah kehormatannya," kata Ken
" Kau meragukan ku?" kata Farah menatap Ken tajam
" Ya....karna pergaulan wanita itu ada batasnya rah. Aku tidak suka wanita yang mudah di cium sembarangan oleh pria mana pun. Sekalipun itu tradisi barat namun tabu bagiku mencium wanita yang bukan muhrimnya," kata Ken jujur.
" Astaga....jadi itu alasan mu. Tidak mau menikah dengan ku. Sehingga kau memilih Syara. Apa kau pikir anak itu diluar sana tidak bersama lelaki lain," kata Farah protes merasa Ken sudah menuduhnya melewati batas.
" Kenapa kau marah, aku hanya mengatakan itu apa adanya. Maaf jika kau tersinggung. Aku tidak membawa bawa Syara dalam masalah kita. Karna aku belum pernah melihatnya di cium oleh pria asing. Tidak seperti mu rah. Yang mudah cipika cipiki tiap kali bertemu pria yang dekat denganmu," kata Ken menegaskan.
Itu membuat Farah kesal mendengar perkataan Ken. Seakan menganggap dirinya seorang wanita murahan.
" Kau keterlaluan Ken...." kata Farah yang lalu pergi begitu saja pergi dan....
Brak....pintu ruangan Ken pun di banting dengan keras oleh Farah
" Huh.....itu lah sifatmu yang paling tidak aku sukai rah, mudah emosi dan seenaknya," kata Ken memejamkan matanya.
Sedangkan di lift Farah memaki maki Ken dengan umpatan kasar. Karena sudah membuatnya kesal hari ini. Apalagi pria itu tahu banyak tentang dirinya selama ini.
" Dasar lelaki paranoid, pantas saja dia dingin seperti batu karang," omel Farah jengkel. Karna Ken merasa pria yang paling bersih
" Dasar pria cupu, apa salahnya jika berteman dengan banyak pria. Dia saja manusia dingin makanya tidak bisa dekat dengan wanita. Apa dia iri" kata Farah sepanjang jalan mengomel Hingga membuat Mark yang berpapasan dengannya tertegun mendengar omelan Farah pada sang bos.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?